Was vs Were: Ini Bedanya & Kapan Pakenya Biar Gak Salah Lagi.

Table of Contents

Pernah bingung kapan pakai was dan kapan pakai were saat ngomong atau nulis dalam bahasa Inggris? Tenang, kamu nggak sendirian! Dua kata ini memang sering bikin pusing kepala, apalagi kalau kita lagi belajar tenses bentuk lampau. Padahal, was dan were ini adalah bentuk lampau dari satu kata kerja yang paling sering dipakai, yaitu be.

Nah, di artikel ini kita bakal kupas tuntas perbedaan was dan were, kapan harus pakai yang mana, lengkap dengan contoh-contoh biar makin jelas. Intinya, perbedaan utama terletak pada subjek kalimatnya. Subjek tunggal biasanya pakai was, sementara subjek jamak pakai were. Tapi, ada beberapa pengecualian juga lho!

Apa Itu ‘Was’ dan ‘Were’?

Sebelum jauh membahas perbedaan, yuk kita kenalan dulu sama was dan were. Keduanya adalah bentuk past tense (waktu lampau) dari kata kerja to be. Dalam bahasa Indonesia, to be ini bisa diartikan macam-macam tergantung konteksnya, seperti ‘adalah’, ‘ialah’, ‘berada’, ‘menjadi’, atau bahkan nggak diterjemahkan sama sekali.

Contoh simpelnya gini:
- Hari ini dia sedang senang. (bentuk sekarang)
- Kemarin dia sedang senang. (bentuk lampau)

Nah, dalam bahasa Inggris, to be punya bentuk yang beda-beda buat menyesuaikan subjek dan waktunya. Untuk waktu sekarang (present tense), to be berubah jadi am, is, atau are. Sedangkan untuk waktu lampau (past tense), to be berubah jadi was atau were.

perbedaan was dan were past tense be
Image just for illustration

Penting banget buat paham konsep dasar ini karena was dan were adalah pondasi banyak kalimat dalam bahasa Inggris bentuk lampau, baik itu kalimat nominal (yang nggak punya kata kerja utama) maupun kalimat verbal (yang punya kata kerja utama, seperti di Past Continuous atau Passive Voice).

Kapan Menggunakan ‘Was’?

Aturan paling dasar dalam penggunaan was adalah ketika subjek kalimatnya itu tunggal (singular). Siapa saja subjek yang masuk kategori ini? Yuk, kita bedah satu per satu.

Subjek ‘I’ (Saya)

Meskipun ‘I’ itu merujuk pada satu orang, yaitu diri sendiri, kadang aturannya agak beda dengan subjek tunggal lainnya. Tapi untuk past tense to be, ‘I’ dipasangkan dengan was. Ini adalah aturan baku yang harus diingat baik-baik.

Contoh kalimatnya:
- I was very tired yesterday. (Saya sangat lelah kemarin.)
- I was at home when you called. (Saya ada di rumah ketika kamu menelepon.)
- I was a student here ten years ago. (Saya adalah seorang siswa di sini sepuluh tahun lalu.)
- Last night, I was reading a book. (Tadi malam, saya sedang membaca buku.)
- I was surprised by the news. (Saya terkejut dengan berita itu.)

Lihat kan, mau kalimatnya simple past, past continuous, atau passive voice bentuk lampau, kalau subjeknya ‘I’, pasangannya tetap was.

Subjek Tunggal (He, She, It, Nama Orang, Benda Tunggal)

Ini adalah kelompok subjek tunggal yang paling umum. Semua kata ganti orang ketiga tunggal (He, She, It) dan juga kata benda tunggal (seperti a cat, my car, the house, John, Jakarta) menggunakan was.

Contoh kalimat:
- He was happy with the result. (Dia senang dengan hasilnya.)
- She was born in 1990. (Dia lahir tahun 1990.)
- It was a cold day. (Hari itu adalah hari yang dingin.)
- My dog was sleeping on the sofa. (Anjing saya sedang tidur di sofa.)
- The old house was empty. (Rumah tua itu kosong.)
- Sarah was cooking dinner. (Sarah sedang memasak makan malam.)
- The meeting was cancelled. (Rapatnya dibatalkan.)
- His car was stolen last week. (Mobilnya dicuri minggu lalu.)

Pokoknya, kalau subjeknya bisa diganti dengan He, She, atau It, pasangannya di masa lampau adalah was.

Kata Benda Tak Terhitung (Uncountable Nouns)

Kata benda yang nggak bisa dihitung satu per satu (uncountable nouns) seperti air (water), gula (sugar), informasi (information), nasi (rice), uang (money - meskipun kita hitung nominalnya, kata ‘money’ itu sendiri tak terhitung secara gramatikal), dan lain-lain, dianggap sebagai subjek tunggal. Jadi, mereka juga menggunakan was.

Contoh kalimat:
- The water was cold. (Airnya dingin.)
- There was a lot of noise. (Ada banyak suara gaduh.)
- The information was useful. (Informasinya berguna.)
- The rice was overcooked. (Nasinya terlalu matang.)
- There was not enough money. (Uangnya tidak cukup.)
- The furniture was old. (Perabotannya tua.)
- The traffic was terrible this morning. (Lalu lintas sangat buruk tadi pagi.)

Meskipun kelihatannya merujuk pada banyak hal (seperti banyak air, banyak informasi), secara gramatikal mereka diperlakukan sebagai satu kesatuan tunggal dalam konteks ini.

Kapan Menggunakan ‘Were’?

Nah, giliran were. Pasangan were itu adalah subjek jamak (plural). Tapi, ada juga kasus-kasus khusus di mana kita pakai were meskipun subjeknya tunggal. Yuk, kita lihat detailnya.

Subjek Jamak (You, We, They, Nama Orang Lebih dari Satu, Benda Jamak)

Ini aturan main utamanya: kalau subjeknya jamak, pakai were. Siapa saja subjek jamak itu?

  • You: Ini unik. Dalam bahasa Inggris, ‘you’ bisa berarti ‘kamu’ (tunggal) atau ‘kalian’ (jamak). Tapi, untuk past tense to be, you selalu dipasangkan dengan were, terlepas dari apakah maksudnya satu orang atau lebih.
  • We: Tentu saja jamak, karena artinya ‘kami’ atau ‘kita’.
  • They: Juga jamak, artinya ‘mereka’.
  • Nama orang lebih dari satu: Kalau subjeknya adalah gabungan dua nama atau lebih (misalnya, John and Mary).
  • Kata benda jamak: Kata benda apa pun yang jumlahnya lebih dari satu (misalnya, cats, cars, houses, students, books).

Contoh kalimat:
- You were absent yesterday. (Kamu/Kalian tidak hadir kemarin.) -> Meskipun kamu cuma satu orang, tetap pakai were.
- We were playing football. (Kami sedang bermain sepak bola.)
- They were waiting for us. (Mereka sedang menunggu kita.)
- John and Mary were at the party. (John dan Mary ada di pesta.)
- The students were quiet. (Murid-murid itu diam.)
- The books were on the table. (Buku-buku itu ada di meja.)
- Several cars were parked illegally. (Beberapa mobil diparkir secara ilegal.)
- Our parents were very supportive. (Orang tua kami sangat mendukung.)

Jadi, ingat ya, kalau subjeknya lebih dari satu, atau subjeknya You, pasangannya di masa lampau adalah were.

Kasus Khusus: Conditional Sentences Tipe 2 (If Clause)

Nah, ini dia pengecualian yang menarik. Dalam conditional sentence tipe 2 (kalimat pengandaian yang nggak nyata atau cuma khayalan di masa sekarang), kita menggunakan were untuk semua subjek, termasuk yang tunggal (I, he, she, it). Struktur kalimatnya biasanya “If + Subjek + were…, Subjek + would + Verb 1…”.

Contoh kalimat:
- If I were you, I would accept the offer. (Kalau saya jadi kamu, saya akan menerima tawaran itu.) -> Di sini subjeknya ‘I’, tapi pakai were karena ini pengandaian.
- If he were taller, he could join the basketball team. (Kalau dia lebih tinggi, dia bisa gabung tim basket.) -> Subjek ‘he’ pakai were.
- If she were here, she would know what to do. (Kalau dia ada di sini, dia akan tahu apa yang harus dilakukan.) -> Subjek ‘she’ pakai were.
- If it were sunny, we would go to the beach. (Kalau cuacanya cerah, kita akan pergi ke pantai.) -> Subjek ‘it’ pakai were.
- If the house were bigger, they would buy it. (Kalau rumahnya lebih besar, mereka akan membelinya.) -> Subjek ‘the house’ (tunggal) pakai were.

Penggunaan were di sini menunjukkan bahwa kondisi yang diandaikan itu tidak nyata atau tidak mungkin terjadi di masa sekarang. Ini adalah bentuk subjunctive mood yang akan kita bahas lebih lanjut.

Kasus Khusus: Subjunctive Mood (Wish, As If, As Though)

Selain di conditional sentence tipe 2, were juga sering muncul dalam subjunctive mood, terutama setelah kata kerja seperti wish, atau setelah ungkapan as if dan as though (yang artinya ‘seolah-olah’ atau ‘seperti’). Subjunctive mood digunakan untuk menyatakan keinginan, harapan yang nggak kesampaian, saran, atau situasi yang nggak nyata/bertentangan dengan kenyataan.

Contoh kalimat:
- I wish I were a bird. (Saya berharap saya adalah burung.) -> Subjek ‘I’, tapi pakai were karena menyatakan harapan yang nggak mungkin.
- He talks as if he were the boss. (Dia bicara seolah-olah dia adalah bosnya.) -> Mungkin dia bukan bosnya, jadi pakai were setelah as if.
- She acts as though she were a queen. (Dia bertingkah seolah-olah dia adalah ratu.) -> Mungkin dia bukan ratu, jadi pakai were setelah as though.
- They wish they were on vacation. (Mereka berharap mereka sedang liburan.) -> Harapan yang nggak (sedang) terjadi.
- He looks like he were seeing a ghost. (Dia kelihatan seperti sedang melihat hantu.) -> Situasi yang tidak nyata.

Penggunaan were di sini konsisten dengan fungsi subjunctive mood yang mengekspresikan ketidaknyataan atau sesuatu yang berlawanan dengan fakta.

Fungsi Lain ‘Was’ dan ‘Were’

Selain sebagai kata kerja penghubung (linking verb) dalam kalimat nominal (seperti “She was happy”), was dan were juga punya peran penting dalam membentuk tenses atau struktur kalimat lain.

Membentuk Past Continuous Tense

Past Continuous Tense digunakan untuk menyatakan kegiatan yang sedang terjadi pada waktu tertentu di masa lampau. Strukturnya adalah: Subjek + was/were + Verb-ing.

  • I was reading when you called. (Saya sedang membaca ketika kamu menelepon.) -> Subjek ‘I’ pakai was.
  • They were playing football all afternoon. (Mereka sedang bermain sepak bola sepanjang sore.) -> Subjek ‘They’ pakai were.
  • She was cooking dinner at 7 PM yesterday. (Dia sedang memasak makan malam pukul 7 malam kemarin.) -> Subjek ‘She’ pakai was.
  • We were waiting for the bus. (Kami sedang menunggu bus.) -> Subjek ‘We’ pakai were.
  • It was raining this morning. (Pagi tadi sedang hujan.) -> Subjek ‘It’ pakai was.

Pemilihan antara was dan were di sini tetap mengikuti aturan subjek tunggal/jamak yang sudah dibahas di atas.

Membentuk Passive Voice

Passive voice (kalimat pasif) digunakan ketika kita ingin menekankan pada tindakan atau objek yang dikenai tindakan, bukan pada pelaku tindakan. Dalam passive voice bentuk simple past tense, strukturnya adalah: Objek (sebagai subjek kalimat pasif) + was/were + Verb 3 (Past Participle).

  • The letter was written by him. (Surat itu ditulis oleh dia.) -> Subjek kalimat pasif ‘The letter’ (tunggal) pakai was.
  • The books were published last year. (Buku-buku itu diterbitkan tahun lalu.) -> Subjek kalimat pasif ‘The books’ (jamak) pakai were.
  • He was interviewed yesterday. (Dia diwawancarai kemarin.) -> Subjek ‘He’ pakai was.
  • We were invited to the party. (Kami diundang ke pesta.) -> Subjek ‘We’ pakai were.
  • The car was repaired. (Mobilnya diperbaiki.) -> Subjek ‘The car’ (tunggal) pakai was.
  • The windows were broken. (Jendela-jendela itu pecah.) -> Subjek ‘The windows’ (jamak) pakai were.

Sekali lagi, pilihan was atau were di sini tergantung pada subjek kalimat pasif (yang sebenarnya adalah objek dari kalimat aktifnya), apakah tunggal atau jamak.

Tabel Ringkasan Perbedaan Was dan Were

Biar makin gampang diingat, nih ada tabel ringkasan penggunaan was dan were:

Subjek Tunggal Subjek Jamak / Khusus Bentuk Lampau ‘Be’ Contoh Penggunaan
I Was I was happy. I was sleeping.
He Was He was tired. He was playing.
She Was She was here. She was studying.
It Was It was cold. It was raining.
Kata Benda Tunggal (a cat, the house, John) Was The cat was small. John was absent.
Kata Benda Tak Terhitung (water, information) Was The water was cold. The information was useful.
You Were You were late. You were waiting.
We Were We were friends. We were talking.
They Were They were busy. They were working.
Kata Benda Jamak (cats, houses, students) Were The cats were hungry. The students were noisy.
Kasus Khusus If Clause Tipe 2 & Subjunctive Mood (untuk semua subjek) Were If I were rich… I wish she were here… He talks as if he were an expert.

Tabel ini bisa jadi contekan cepat kalau kamu lagi ragu mau pakai was atau were.

Kesalahan Umum Penggunaan Was dan Were

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
1. Subjek Tunggal Pakai Were: “He were here yesterday.” (Seharusnya: He was here yesterday.)
2. Subjek Jamak Pakai Was: “They was tired after the trip.” (Seharusnya: They were tired after the trip.)
3. ‘You’ Pakai Was: “You was at the party, right?” (Seharusnya: You were at the party, right?)
4. Di Conditional/Subjunctive Tunggal Pakai Was: “If I was rich, I would buy a car.” (Dalam gaya formal/standar seharusnya: If I were rich…) - Meskipun dalam percakapan santai terkadang was dipakai di sini, tapi untuk penulisan formal atau ujian, were lebih tepat.

Memperhatikan subjek dan aturan pengecualiannya adalah kunci menghindari kesalahan-kesalahan ini.

Tips dan Trik Mengingat Perbedaan

  • Ingat Pasangan Utama: Subjek tunggal (I, He, She, It, nama/benda tunggal) pasangannya was. Subjek jamak (You, We, They, nama/benda jamak) pasangannya were. Ini adalah aturan 80%.
  • Fokus pada Jumlah Subjek: Kalau subjeknya ‘satu’, kemungkinan besar was. Kalau ‘banyak’, kemungkinan besar were. Ingat You itu pengecualian, selalu were.
  • Hafalkan Kasus Khusus: Untuk conditional sentences tipe 2 dan subjunctive mood setelah wish, as if, as though, kalau konteksnya nggak nyata atau pengandaian, gunakan were untuk semua subjek.
  • Banyak Latihan: Cara terbaik menguasai ini ya dengan sering latihan membuat kalimat atau mengerjakan soal. Makin terbiasa, makin otomatis.
  • Baca Teks Bahasa Inggris: Perhatikan bagaimana was dan were digunakan dalam buku, artikel, atau tontonan. Ini bisa membantu internalisasi aturan.

Fakta Menarik Seputar ‘Be’ Lampau

  • Kata kerja ‘be’ adalah salah satu kata kerja paling tua dan paling nggak beraturan di bahasa Inggris. Bentuk-bentuknya (am, is, are, was, were, be, being, been) kelihatan nggak mirip satu sama lain karena berasal dari akar kata yang berbeda di masa lampau!
  • Penggunaan were untuk subjek tunggal di subjunctive mood (If I were…) adalah sisa-sisa dari sistem tata bahasa Inggris kuno yang lebih kompleks. Meskipun was kadang dipakai di percakapan santai, penggunaan were dianggap lebih “benar” atau formal dalam konteks ini.
  • Di beberapa dialek bahasa Inggris, terutama di bagian selatan Amerika Serikat, penggunaan was dan were bisa beda dari aturan standar. Misalnya, kadang terdengar “You was”. Tapi ini bukan Standard English.

Latihan Singkat

Coba isi titik-titik di bawah dengan was atau were!

  1. She ___ sick yesterday.
  2. They ___ playing outside when it started raining.
  3. We ___ at the cinema last night.
  4. The weather ___ terrible last week.
  5. You ___ right about that.
  6. I wish I ___ taller.
  7. The students ___ studying for the exam.
  8. The cake ___ eaten by the children.
  9. If he ___ here, everything would be easier.
  10. My old car ___ blue.

(Jawaban: 1. was, 2. were, 3. were, 4. was, 5. were, 6. were, 7. were, 8. was, 9. were, 10. was)

Memahami perbedaan was dan were memang krusial untuk bisa berkomunikasi dengan benar dalam bahasa Inggris bentuk lampau. Dengan mengingat aturan subjek tunggal/jamak dan pengecualiannya, kamu pasti bisa menguasainya!

Gimana, sudah lebih jelas kan sekarang perbedaan antara was dan were? Atau masih ada yang bikin bingung? Jangan ragu lho buat bertanya atau berbagi pengalaman belajarmu di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar