Vespa VNB vs VBB: Semua Bedanya Dijelasin di Sini!

Table of Contents

Vespa, nama yang sudah melegenda di dunia otomotif, identik dengan gaya hidup, kebebasan, dan tentu saja, desainnya yang ikonik. Di antara sekian banyak model Vespa klasik, seri VNB dan VBB adalah dua nama yang sangat sering disebut dan dicari para kolektor maupun penggemar skuter retro. Keduanya sama-sama berasal dari era 60-an dan punya pesona yang luar biasa, tapi tahukah kamu kalau ada perbedaan signifikan di antara keduanya? Yuk, kita bedah tuntas biar nggak salah lagi!

Classic Vespa models side by side
Image just for illustration

Vespa VNB: Si Gesit Berbasis 125cc

Seri Vespa VNB diproduksi oleh Piaggio di Italia mulai tahun 1959 hingga sekitar tahun 1965. Kode “VNB” sendiri sebenarnya merujuk pada beberapa sub-model, mulai dari VNB1T hingga VNB6T. Ini adalah salah satu model awal yang menggunakan rangka monokok yang lebih modern dibandingkan model-model sebelumnya, meskipun masih mempertahankan ciri khas klasik Vespa. VNB dikenal sebagai model yang cukup lincah dan populer pada masanya.

Dari segi dapur pacu, Vespa VNB dibekali mesin 2-tak berkapasitas 125cc. Mesin ini terkenal bandel dan relatif mudah perawatannya, menjadikannya pilihan yang pas untuk mobilitas harian di era itu. Sistem transmisinya umumnya menggunakan 4 percepatan manual, memberikan kontrol yang baik bagi pengendara. Kecepatan maksimalnya memang tidak begitu tinggi jika dibandingkan standar modern, tapi cukup mumpuni untuk melibas jalanan kota di tahun 60-an.

Desain VNB punya ciri khas tersendiri. Pada model-model awal (VNB1T-VNB3T), setang kemudi masih sering menggunakan model “split” atau terpisah, di mana bagian atas dan bawah setang terdiri dari dua bagian yang dibaut. Speedometer pada model ini juga bervariasi bentuknya, ada yang bulat kecil hingga oval. Emblem Vespa di dek depan biasanya menggunakan model lama dengan tulisan ‘Vespa’ dalam bentuk font tertentu.

Vespa VNB side view
Image just for illustration

Pada perkembangannya (VNB4T-VNB6T), Piaggio mulai melakukan beberapa improvement. Setang kemudi sudah mulai menggunakan model menyatu (monoblock) yang lebih ringkas dan modern. Speedometer juga berubah bentuk menjadi lebih persegi atau trapesium pada beberapa varian. Perubahan ini menunjukkan evolusi desain Vespa menuju bentuk yang lebih streamline, meskipun tetap mempertahankan elemen klasik seperti headlamp bulat di stang dan bentuk bodi yang membulat di bagian belakang. Roda yang digunakan umumnya berukuran 8 inci, memberikan tampilan yang mungil namun stabil.

Sistem kelistrikan pada VNB umumnya masih 6 Volt AC, mengandalkan spul di magnet untuk menghasilkan listrik. Ini berarti lampu-lampu akan menyala redup saat mesin idle dan terang saat mesin digas, ciri khas Vespa klasik sebelum era pengisian baterai yang lebih stabil. Ketiadaan baterai pada beberapa model awal membuat klaksonnya juga mengandalkan arus AC langsung dari spul.

Fakta Menarik Seputar Vespa VNB

  • Model VNB sering dianggap sebagai transisi penting antara Vespa era ‘wide body’ awal (dengan bodi yang lebar) dan era ‘large frame’ yang lebih ramping dan modern.
  • Di Italia, VNB sangat populer di kalangan anak muda dan keluarga kecil karena ukurannya yang pas dan mesin 125cc yang cukup irit.
  • Beberapa varian VNB, terutama yang awal, masih menggunakan peredam kejut depan model lama dengan suspensi per ulir di atas lengan ayun.

Vespa VBB: Sang Kakak Berkapasitas Lebih Besar

Masuk ke seri Vespa VBB. Model ini diproduksi hampir bersamaan dengan VNB, yaitu mulai tahun 1960 hingga sekitar tahun 1967. Sama seperti VNB, “VBB” juga terdiri dari beberapa sub-model, yaitu VBB1T dan VBB2T. VBB bisa dibilang adalah kakak atau varian yang lebih bertenaga dari VNB, karena secara standar dibekali mesin dengan kapasitas yang lebih besar.

Jantung pacu Vespa VBB adalah mesin 2-tak berkapasitas 150cc. Peningkatan kapasitas mesin ini tentu memberikan tenaga dan torsi yang lebih besar dibandingkan VNB 125cc. Hal ini membuat VBB lebih nyaman digunakan untuk perjalanan yang lebih jauh atau melibas tanjakan. Sama seperti VNB, VBB juga menggunakan transmisi manual 4 percepatan. Mesin 150cc ini juga dikenal tangguh dan merupakan salah satu mesin Vespa klasik yang paling dicari.

Vespa VBB side view
Image just for illustration

Dari sisi desain, VBB seringkali terlihat sangat mirip dengan VNB, terutama model-model VNB akhir. Namun, ada beberapa perbedaan khas yang membedakan. Secara umum, VBB menggunakan setang kemudi model monoblock atau menyatu. Bentuk speedometer pada VBB umumnya persegi panjang dengan sudut membulat, lebih besar dari banyak varian speedometer VNB. Emblem Vespa di dek depan pada VBB juga memiliki font dan penempatan yang khas, meskipun ini juga bisa bervariasi tergantung tahun produksi.

Bodi VBB, terutama di bagian tepong atau cowl samping, mungkin terlihat sedikit lebih ‘mengembang’ atau berbeda detail lekukannya dibandingkan VNB. Headlamp pada VBB umumnya bulat dengan ukuran standar Vespa klasik. Lampu belakang VBB juga memiliki bentuk yang khas, berbeda dengan lampu belakang VNB. Kaki-kaki VBB standar juga menggunakan roda berukuran 8 inci, sama seperti VNB.

Sistem kelistrikan VBB standar juga menggunakan 6 Volt AC, mirip dengan VNB. Pengoperasian lampu dan klaksonnya memiliki karakteristik yang sama, menyala mengikuti putaran mesin. Beberapa model VBB yang lebih akhir mungkin sudah dilengkapi sistem pengisian yang sedikit lebih stabil atau fitur tambahan minor lainnya, namun secara fundamental tetap mengusung teknologi kelistrikan era 60-an.

Fakta Menarik Seputar Vespa VBB

  • VBB adalah salah satu model Vespa 150cc paling populer di dunia, termasuk di Indonesia, dan menjadi basis untuk banyak model Vespa yang diproduksi di negara lain dengan lisensi Piaggio.
  • Mesin 150cc VBB seringkali menjadi pilihan favorit untuk engine swap pada rangka Vespa klasik lainnya karena performanya yang dianggap paling pas antara tenaga dan keawetan.
  • VBB dikenal sangat nyaman untuk touring jarak menengah karena mesin 150cc-nya.

Perbedaan Utama: VNB vs VBB

Meskipun terlihat mirip sekilas, VNB dan VBB memiliki perbedaan fundamental yang membedakan keduanya, terutama dalam hal performa dan detail desain.

Kapasitas Mesin dan Performa

Ini adalah perbedaan paling mendasar dan paling penting. VNB menggunakan mesin 125cc, sementara VBB menggunakan mesin 150cc. Perbedaan 25cc ini cukup berpengaruh pada tenaga dan torsi yang dihasilkan. VBB jelas lebih bertenaga dan memiliki akselerasi yang lebih responsif dibandingkan VNB. Ini membuat VBB lebih unggul untuk penggunaan yang membutuhkan tenaga ekstra, seperti boncengan atau menanjak. VNB lebih cocok untuk penggunaan santai di dalam kota.

Fitur Penting Vespa VNB Vespa VBB
Kapasitas Mesin 125cc 150cc
Tahun Produksi 1959 - 1965 1960 - 1967
Setang Kemudi Split (awal), Monoblock (akhir) Umumnya Monoblock
Speedometer Bervariasi (Bulat, Oval, Kotak) Umumnya Persegi Panjang
Lampu Belakang Bentuk Khas VNB Bentuk Khas VBB
Performa Lincah, cukup untuk kota Lebih Bertenaga, nyaman touring
Nilai Koleksi Tinggi, tergantung kondisi Sangat Tinggi, banyak dicari

Detail Desain

Seperti yang sudah dibahas sedikit di atas, detail desain menjadi pembeda lain. Meskipun bentuk rangka dasar mirip (keduanya termasuk kategori ‘large frame’ roda 8 inci), perhatikan bagian-bagian kecil ini:

  • Setang: VNB awal split, VNB akhir dan VBB umumnya monoblock. Ini bisa jadi cara cepat identifikasi, tapi bukan patokan tunggal karena seringkali setang VNB diganti.
  • Speedometer: Bentuk dan grafisnya berbeda. Speedometer VBB biasanya lebih besar dan berbentuk persegi panjang.
  • Lampu Belakang: Ini salah satu penanda visual yang cukup jelas. Bentuk lampu belakang VNB dan VBB memiliki desain yang berbeda.
  • Emblem: Font dan posisi emblem di dek depan atau bodi samping bisa jadi petunjuk, tapi perlu pengetahuan detail tentang varian tahun per tahun.
  • Lekukan Bodi: Ada perbedaan subtle pada lekukan tepong/cowl dan dek tengah, meskipun ini sulit dikenali bagi yang belum terbiasa.

Nilai Historis dan Koleksi

Kedua model ini punya nilai historis yang tinggi. VNB mewakili evolusi penting dalam desain dan teknologi Vespa, sementara VBB adalah salah satu model 150cc yang paling sukses dan populer di dunia. Di pasar kolektor, keduanya sama-sama diburu. Namun, karena kapasitas mesin yang lebih besar dan kenyamanan yang sedikit lebih baik, Vespa VBB seringkali memiliki harga jual yang sedikit lebih tinggi di pasaran, terutama untuk kondisi yang original dan istimewa. Faktor kelangkaan varian tertentu juga bisa memengaruhi nilai koleksi.

Classic Vespa engines
Image just for illustration

Tips Mengidentifikasi VNB dan VBB Asli

Mengingat banyaknya Vespa klasik yang sudah dimodifikasi atau bahkan ‘kawinan’ (menggunakan part dari model lain), penting untuk tahu cara mengidentifikasi VNB dan VBB asli.

  1. Cek Nomor Rangka dan Nomor Mesin: Ini adalah cara paling akurat. Lokasinya biasanya di dekat jok atau di bagian bawah bodi dekat mesin. Cocokkan nomor rangka dan mesin dengan database Piaggio atau referensi terpercaya untuk memastikan keasliannya. Nomor rangka VNB dimulai dengan ‘VNB’, sedangkan VBB dimulai dengan ‘VBB’. Setelah kode VNB/VBB diikuti nomor seri dan kode varian (misal VNB1T, VBB2T).
  2. Perhatikan Detail Spesifik Model: Cek bentuk setang, speedometer, lampu depan dan belakang, bentuk jok, serta emblem. Bandingkan dengan referensi foto model VNB dan VBB yang sesuai tahun produksinya. Hati-hati dengan part yang sudah diganti.
  3. Periksa Mesin: Pastikan blok mesin dan karburator sesuai dengan spesifikasi 125cc (untuk VNB) atau 150cc (untuk VBB). Kode mesin juga tercetak di blok mesin.
  4. Kondisi Cat dan Aksesoris: Meskipun cat bisa direstorasi, perhatikan detail finishing orisinal jika memungkinkan. Aksesoris era 60-an juga bisa menambah nilai, tapi pastikan itu memang peruntukannya untuk model tersebut.

Mengidentifikasi Vespa klasik memang butuh ketelitian dan pengetahuan. Jangan ragu bertanya pada komunitas atau ahli Vespa klasik yang terpercaya.

Pengalaman Berkendara

Berkendara dengan Vespa VNB atau VBB adalah pengalaman yang unik dan sangat berbeda dengan skuter modern. Kedua model ini sama-sama menggunakan roda 8 inci yang membuat manuver terasa lincah di kecepatan rendah, tapi sedikit kurang stabil di kecepatan tinggi dibandingkan roda 10 inci. Sistem suspensinya juga sederhana, mengandalkan per dan peredam kejut tunggal di depan dan belakang.

Dengan mesin 125cc, VNB terasa lebih easy going. Cocok untuk jalan-jalan santai di perkotaan atau riding jarak dekat. Getaran mesin 2-taknya terasa khas, begitu juga suara knalpotnya. Mengoperasikan gigi manual 4 percepatan di stang butuh adaptasi, tapi setelah terbiasa rasanya sangat menyenangkan.

VBB dengan mesin 150cc memberikan sedikit power lebih. Akselerasinya terasa lebih responsif, dan mampu mencapai kecepatan yang sedikit lebih tinggi dengan lebih mudah. Ini membuatnya lebih nyaman untuk cruising atau touring ringan. Namun, karakteristik dasarnya tetap sama: sensasi getaran 2-tak, suara knalpot yang merdu (bagi penggemar), dan cara mengoperasikan gigi manual yang unik.

Riding a classic Vespa
Image just for illustration

Baik VNB maupun VBB membutuhkan perawatan rutin yang telaten. Mesin 2-tak memerlukan campuran bensin dan oli samping (biasanya dicampur langsung di tangki bensin pada model ini), dan karburatornya perlu disetel secara berkala. Remnya yang masih tromol juga membutuhkan perhatian ekstra dan jarak pengereman yang lebih panjang dibanding rem cakram modern. Namun, semua effort perawatan itu terbayar lunas dengan sensasi berkendara yang otentik dan perhatian yang kamu dapatkan di jalan!

Restorasi dan Perawatan

Merestorasi VNB atau VBB bisa menjadi proyek yang sangat rewarding. Ketersediaan suku cadang untuk model-model ini, meskipun terkadang sulit didapat atau mahal untuk yang orisinal, masih relatif baik berkat banyaknya reproduksi part. Kuncinya adalah kesabaran dan ketelitian.

Saat merestorasi, putuskan apakah kamu ingin mengembalikan ke kondisi orisinal (sesuai standar pabrik) atau restorasi harian (mengutamakan fungsi dan tampilan bagus untuk dipakai sehari-hari). Restorasi orisinal tentu lebih mahal dan rumit karena harus mencari part sesuai spesifikasi pabrik, termasuk warna cat yang orisinal.

Perawatan harian untuk VNB dan VBB meliputi pengecekan tekanan ban, ketinggian oli transmisi (gardang), campuran bensin dan oli samping, serta kebersihan karburator dan busi. Panaskan mesin sebelum digunakan dan hindari membebaninya secara berlebihan, terutama saat mesin masih dingin. Ingat, ini motor tua yang butuh perlakuan lembut.

Restored classic Vespa engine
Image just for illustration

Mana yang Lebih Baik: VNB atau VBB?

Pertanyaan ini sering muncul, tapi jawabannya sangat subjektif dan tergantung kebutuhan serta preferensi.

Jika kamu mencari Vespa klasik 60-an dengan harga yang mungkin sedikit lebih terjangkau (untuk kondisi sepadan), dan prioritas utamamu adalah gaya, keunikan, serta penggunaan santai di dalam kota, Vespa VNB 125cc bisa menjadi pilihan yang sangat baik. Pesonanya tidak kalah dari VBB, dan beberapa varian VNB awal dengan setang split bahkan punya daya tarik tersendiri bagi kolektor.

Namun, jika kamu butuh sedikit tenaga ekstra untuk boncengan atau riding jarak menengah, serta mencari model yang sangat populer dan punya legenda kuat sebagai model 150cc, Vespa VBB adalah jawabannya. Nilai investasinya juga cenderung stabil atau bahkan meningkat jika kondisinya bagus.

Pada akhirnya, pilihan antara VNB dan VBB kembali ke selera dan tujuanmu. Keduanya adalah ikon Vespa klasik yang menawarkan pengalaman berkendara dan kepemilikan yang tak ternilai. Yang terpenting adalah mendapatkan unit dengan kondisi terbaik sesuai budget dan pastikan keaslian surat-suratnya (jika di Indonesia, BPKB dan STNK).

Apapun pilihanmu, memiliki salah satu dari duo klasik ini akan memberimu akses ke dunia komunitas Vespa yang sangat solid dan penuh persaudaraan. Kamu akan menemukan banyak teman baru, pengalaman unik, dan tentu saja, sensasi berkendara yang tak bisa digantikan oleh skuter modern manapun.

Nah, sekarang sudah jelas kan perbedaan antara Vespa VNB dan VBB? Mana yang paling menarik perhatianmu?

Punya pengalaman seru dengan VNB atau VBB? Atau mungkin ada pertanyaan lain seputar dua model klasik ini? Yuk, share di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar