ITP vs IBT TOEFL: Apa Sih Bedanya? Kenali Biar Kamu Gak Bingung Tes
Pernah dengar soal TOEFL? Pasti dong! Ini kan salah satu tes kemampuan bahasa Inggris yang paling populer dan diakui di seluruh dunia. Nah, tapi tahu nggak sih, TOEFL itu ada macam-macam jenisnya? Yang paling sering bikin orang bingung itu bedanya antara TOEFL ITP (Institutional Testing Program) dan TOEFL iBT (internet-Based Test). Kedua-duanya memang menguji kemampuan bahasa Inggris, tapi mereka beda banget lho, dari format sampai tujuan penggunaannya. Biar nggak salah pilih dan nggak bingung lagi, yuk kita kupas tuntas perbedaan keduanya.
Image just for illustration
Apa Itu TOEFL ITP?¶
TOEFL ITP itu adalah tes paper-based, alias dikerjakan di kertas. Tes ini dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service), organisasi yang sama yang mengembangkan TOEFL iBT dan tes-tes standar internasional lainnya. Tapi, seperti namanya “Institutional Testing Program”, tes ini dirancang khusus untuk penggunaan internal oleh institusi, seperti universitas atau lembaga kursus.
Secara umum, TOEFL ITP ini sering dipakai buat:
* Pengukuran kemajuan belajar bahasa Inggris siswa di suatu lembaga.
* Persyaratan kelulusan atau masuk program di institusi lokal atau regional.
* Persyaratan beasiswa di dalam negeri.
* Penempatan kelas di lembaga kursus bahasa Inggris.
Penting dicatat, skor TOEFL ITP itu biasanya nggak bisa dipakai buat syarat aplikasi universitas di luar negeri, terutama yang di negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Eropa Barat, atau Australia. Mereka umumnya minta TOEFL iBT atau tes internasional lain seperti IELTS.
Apa Itu TOEFL iBT?¶
Kalau TOEFL iBT, ini dia versi modernnya TOEFL yang internet-based. Sesuai namanya, tes ini dikerjakan menggunakan komputer yang terkoneksi internet di pusat tes yang sudah ditentukan dan terverifikasi oleh ETS. TOEFL iBT ini dianggap sebagai standar emas untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris akademik yang dibutuhkan buat kuliah di universitas-universitas yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.
TOEFL iBT menguji empat keterampilan bahasa Inggris secara komprehensif: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Tes ini dirancang untuk mensimulasikan cara penggunaan bahasa Inggris di lingkungan kampus atau akademik. Misalnya, ada tugas Speaking yang mengharuskan kamu menggabungkan informasi dari bacaan dan rekaman audio, mirip kayak kamu harus presentasi setelah riset.
Tes ini adalah syarat utama buat kamu yang mau kuliah di luar negeri, khususnya di negara-negara English-speaking utama. Banyak juga program beasiswa internasional yang mensyaratkan skor TOEFL iBT. Selain itu, beberapa profesi di luar negeri juga mungkin meminta skor iBT sebagai bukti kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris.
Image just for illustration
Perbedaan Utama Antara TOEFL ITP dan TOEFL iBT¶
Nah, sekarang kita masuk ke inti perbedaannya biar makin jelas. Ada beberapa aspek kunci yang bikin ITP dan iBT ini beda banget.
Format Tes¶
Ini perbedaan yang paling mencolok.
* TOEFL ITP: Tesnya paper-based. Kamu bakal dikasih soal dan lembar jawaban kertas, terus ngisi jawabannya pakai pensil. Semua soalnya pilihan ganda.
* TOEFL iBT: Tesnya internet-based. Kamu ngerjainnya di komputer. Soalnya nggak cuma pilihan ganda, tapi ada juga yang mengharuskan kamu ngomong (rekam suara) dan ngetik esai.
Keterampilan yang Diuji¶
Ini juga beda signifikan.
* TOEFL ITP: Hanya menguji tiga keterampilan pasif: Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension. Nggak ada tes Speaking atau Writing dalam arti bikin esai panjang. Bagian Structure and Written Expression itu lebih ke grammar dan identifikasi kesalahan.
* TOEFL iBT: Menguji empat keterampilan komprehensif: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Tes Speaking dan Writing ini menguji kemampuan kamu buat menghasilkan bahasa Inggris, bukan cuma memahami.
Struktur Tes¶
Oke, mari kita bedah struktur masing-masing tes.
Struktur TOEFL ITP¶
Tes ITP punya tiga bagian:
1. Listening Comprehension: Menguji kemampuan memahami percakapan dan short talks dalam bahasa Inggris. Ada tiga part: Part A (percakapan pendek), Part B (percakapan panjang), dan Part C (lectures atau pidato singkat). Durasi sekitar 35 menit, jumlah soal 50.
2. Structure and Written Expression: Menguji pemahaman grammar dan kemampuan mengidentifikasi kesalahan struktur kalimat. Ada dua part: Structure (melengkapi kalimat) dan Written Expression (mencari bagian yang salah). Durasi sekitar 25 menit, jumlah soal 40.
3. Reading Comprehension: Menguji kemampuan memahami bacaan akademik. Kamu bakal baca beberapa teks panjang dan menjawab pertanyaan berdasarkan teks tersebut. Durasi sekitar 55 menit, jumlah soal 50.
Total durasi tes ITP sekitar 2 jam, dengan total 140 soal pilihan ganda.
Struktur TOEFL iBT¶
Tes iBT punya empat bagian, dikerjakan dalam satu sesi yang cukup panjang.
- Reading: Menguji kemampuan memahami teks-teks akademik. Kamu akan baca 3-4 teks dan menjawab 10 pertanyaan per teks. Soalnya bisa pilihan ganda, mencocokkan, atau melengkapi ringkasan. Durasi 54-72 menit.
- Listening: Menguji kemampuan memahami percakapan dan perkuliahan. Kamu akan mendengarkan 3-4 lectures (masing-masing 3-5 menit dengan 6 pertanyaan) dan 2-3 percakapan (masing-masing 3 menit dengan 5 pertanyaan). Durasi 41-57 menit.
- Speaking: Menguji kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris dalam konteks akademik. Ada 4 tasks: 1 independent task (kamu bicara berdasarkan opini atau pengalaman) dan 3 integrated tasks (kamu harus menggabungkan informasi dari bacaan/rekaman dan menyampaikannya secara lisan). Jawaban kamu direkam. Durasi 17 menit.
- Writing: Menguji kemampuan menulis dalam bahasa Inggris dalam konteks akademik. Ada 2 tasks: 1 integrated task (kamu membaca teks dan mendengarkan rekaman, lalu menulis esai yang merangkum dan membandingkan informasinya) dan 1 independent task (kamu menulis esai berdasarkan opini atau pengalaman pribadi). Kamu mengetik esai di komputer. Durasi 50 menit.
Total durasi tes iBT sekitar 3 jam. Ada jeda istirahat 10 menit setelah bagian Listening.
Sistem Penilaian (Scoring)¶
Ini beda banget dan sering bikin bingung.
- TOEFL ITP: Skor per bagian itu dalam skala 31-68. Skor totalnya adalah rata-rata dari skor ketiga bagian, dikalikan 10, lalu ditambahkan ke skala dasar, menghasilkan skor antara 310-677. Contohnya, kalau skor Listening 50, Structure 55, Reading 60, rata-ratanya (50+55+60)/3 = 55. Lalu dikonversi ke skala total, misalnya jadi 550. Skor ini nggak langsung nunjukkin level kemampuan secara global, tapi biasanya ada tabel konversi ke CEFR (Common European Framework of Reference) yang disediakan oleh institusi pengguna.
- TOEFL iBT: Skor per bagian (Reading, Listening, Speaking, Writing) itu dalam skala 0-30. Skor totalnya adalah jumlah dari skor keempat bagian, dengan rentang 0-120. Skor ini lebih universal dan langsung merefleksikan tingkat kemampuan kamu di setiap skill serta kemampuan total. Misalnya, skor total 80 atau 100 itu sering jadi syarat minimum untuk masuk universitas di luar negeri.
Skala skor yang beda ini penting banget dipahami biar kamu nggak salah membandingkan atau menggunakan skornya. Skor ITP 550 itu jauh berbeda dengan skor iBT 55 (kalau ada) atau 80.
Image just for illustration
Penerimaan (Acceptance)¶
Siapa yang menerima skor tes ini?
- TOEFL ITP: Umumnya diterima oleh institusi di dalam negeri atau regional. Cocok buat syarat kelulusan, penempatan kelas, atau melamar beasiswa dalam negeri. Beberapa program di Asia Tenggara atau Amerika Latin mungkin juga menerimanya, tapi perlu cek spesifik.
- TOEFL iBT: Diterima secara luas oleh universitas, kolese, dan lembaga di lebih dari 150 negara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, dan sebagian besar Eropa dan Asia. Ini adalah syarat standar untuk studi internasional.
Biaya dan Ketersediaan¶
Biasanya, biaya dan ketersediaan kedua tes ini juga beda.
- TOEFL ITP: Biayanya cenderung lebih murah dibandingkan iBT. Ketersediaannya juga tergantung pada institusi yang menyelenggarakannya. Nggak semua lembaga punya lisensi buat mengadakan ITP, tapi yang punya biasanya mengadakan secara rutin untuk siswanya atau umum.
- TOEFL iBT: Biayanya lebih mahal, bisa beberapa juta Rupiah (tergantung negara dan lokasi). Tes ini hanya diselenggarakan di pusat tes resmi yang terafiliasi dengan ETS. Kamu harus mendaftar jauh-jauh hari di situs resmi ETS (www.ets.org/toefl). Jadwalnya sudah ditentukan oleh ETS.
Berikut tabel perbandingan singkatnya:
```mermaid
graph TD
A[Perbedaan TOEFL ITP vs iBT] → B(Format)
A → C(Keterampilan Diuji)
A → D(Struktur)
A → E(Penilaian)
A → F(Penerimaan)
A → G(Biaya & Ketersediaan)
B --> B1(ITP: Paper-based)
B --> B2(iBT: Computer-based)
C --> C1(ITP: Listening, Structure, Reading)
C --> C2(iBT: Reading, Listening, Speaking, Writing)
D --> D1(ITP: 3 Bagian, 140 Soal Pilihan Ganda)
D --> D2(iBT: 4 Bagian, Integrated Tasks, Speaking/Writing)
E --> E1(ITP: Skala 310-677)
E --> E2(iBT: Skala 0-120)
F --> F1(ITP: Institusi Lokal/Regional)
F --> F2(iBT: Internasional, Universitas Luar Negeri)
G --> G1(ITP: Lebih Murah, Institusi Penyelenggara)
G --> G2(iBT: Lebih Mahal, Pusat Tes Resmi ETS)
```
Disclaimer: Diagram ini adalah representasi visual sederhana.
Target Pengguna¶
Dari semua perbedaan di atas, bisa disimpulkan target penggunanya.
* TOEFL ITP: Cocok buat kamu yang butuh sertifikat TOEFL untuk keperluan dalam negeri, seperti syarat kelulusan kampus lokal, melamar kerja di perusahaan lokal yang mensyaratkan TOEFL, atau mendaftar beasiswa nasional.
* TOEFL iBT: Wajib diambil kalau kamu berencana kuliah di luar negeri (terutama negara English-speaking), mendaftar beasiswa internasional, atau persyaratan profesional/imigrasi di luar negeri.
Fakta Menarik Seputar TOEFL¶
- TOEFL pertama kali diperkenalkan pada tahun 1964, sudah sangat tua dan berpengalaman!
- TOEFL iBT diperkenalkan tahun 2005, menggantikan versi sebelumnya, TOEFL CBT (Computer-Based Test) dan PBT (Paper-Based Test, yang beda dengan ITP saat ini).
- Setiap tahun, jutaan orang mengambil tes TOEFL di seluruh dunia.
- ETS terus melakukan riset dan pengembangan untuk memastikan TOEFL tetap menjadi tes yang valid dan reliabel dalam mengukur kemampuan bahasa Inggris akademik.
- Skor TOEFL iBT berlaku selama 2 tahun. Setelah itu, kamu perlu tes lagi jika masih membutuhkan.
Tips Memilih dan Mempersiapkan Tes¶
Sudah tahu bedanya, sekarang gimana cara milih dan mempersiapkannya?
- Tentukan Tujuanmu: Ini paling penting. Untuk apa kamu butuh sertifikat TOEFL? Buat syarat kelulusan S1 di kampusmu? Ambil ITP. Buat daftar S2 di Australia? Ambil iBT. Jangan sampai salah pilih tes, karena skornya nggak bisa ditukar atau diakui secara silang!
- Cek Persyaratan Institusi Target: Kalau kamu butuh TOEFL buat melamar sesuatu (kuliah, beasiswa, kerja), pastikan kamu mengecek dengan detail jenis TOEFL apa yang diminta dan skor minimumnya. Jangan berasumsi. Situs web universitas atau pemberi beasiswa biasanya punya informasi ini.
- Pahami Format Masing-masing Tes: Kalau sudah tahu mau ambil yang mana, pelajari format tesnya baik-baik. ITP itu pilihan ganda semua, iBT itu ada Speaking dan Writing yang integrated. Strategi belajarnya pasti beda.
- Latihan Soal yang Sesuai: Cari materi latihan atau buku persiapan yang memang didesain khusus untuk ITP atau iBT. Jangan pakai buku latihan ITP buat persiapan iBT, atau sebaliknya. Latihan soal iBT Speaking dan Writing butuh praktik yang berbeda.
- Simulasi Tes: Coba ambil simulasi tes (mock test) yang mirip dengan format aslinya. Ini bantu kamu familiar sama suasana tes, durasi waktu per bagian, dan jenis-jenis soalnya. Untuk iBT, simulasi di komputer sangat disarankan.
- Fokus pada Skill yang Diuji: Untuk ITP, perkuat grammar dan vocabulary akademik, serta latih listening dan reading dengan soal-soal pilihan ganda. Untuk iBT, latih semua skill, termasuk speaking (rekam diri sendiri, minta feedback) dan writing (latih mengetik cepat, struktur esai, dan integrated task).
Image just for illustration
Kesimpulan¶
Jadi, intinya, TOEFL ITP dan TOEFL iBT itu dua jenis tes yang berbeda dengan tujuan dan format yang juga berbeda.
* TOEFL ITP: Paper-based, menguji 3 skill pasif, untuk keperluan lokal/regional.
* TOEFL iBT: Computer-based, menguji 4 skill komprehensif (termasuk Speaking dan Writing), untuk keperluan internasional (studi luar negeri, beasiswa internasional).
Memilih tes yang tepat sesuai kebutuhan kamu itu langkah pertama yang paling krusial. Jangan sampai usaha belajar dan biaya yang sudah dikeluarkan jadi sia-sia karena salah ambil tes. Pahami baik-baik perbedaannya, cek persyaratan di tempat kamu mau mendaftar, lalu siapkan diri dengan strategi yang tepat.
Semoga penjelasan ini bikin kamu makin jelas ya bedanya ITP dan iBT, dan nggak bingung lagi mau ambil tes yang mana!
Nah, gimana nih menurut kamu? Ada pengalaman ambil salah satu tes ini? Atau masih ada yang bingung? Yuk, sharing pengalaman atau pertanyaanmu di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar