Bingung Nonton FMA dan FMAB? Kenali Dulu Perbedaan Krusialnya!
Buat kamu para penggemar anime atau yang lagi cari tontonan seru, mungkin sudah nggak asing lagi sama judul Fullmetal Alchemist. Tapi, sadarkah kamu kalau ada dua versi anime dengan judul yang mirip banget? Yup, ada Fullmetal Alchemist (sering disingkat FMA) yang tayang perdana tahun 2003, dan Fullmetal Alchemist: Brotherhood (FMAB) yang rilis tahun 2009. Dua-duanya mengadaptasi manga karya Hiromu Arakawa, tapi punya cerita dan ending yang beda lho!
Image just for illustration
Nah, seringkali ini bikin bingung penonton baru. Mana yang harus ditonton duluan? Apa bedanya sih sebenarnya? Biar nggak salah pilih atau makin paham, yuk kita bedah tuntas perbedaan mendasar antara FMA dan FMAB!
Akar Perbedaan: Adaptasi Sumber Materi¶
Ini dia perbedaan paling fundamental yang melahirkan semua perbedaan lainnya. FMA tahun 2003 mulai tayang saat manga-nya masih berjalan. Cerita manga Fullmetal Alchemist itu panjang dan kompleks, dan saat anime FMA 2003 mencapai titik tertentu, jalan cerita di manga belum selesai atau bahkan belum terbit.
Image just for illustration
Studio Bones, yang memproduksi anime-nya, dihadapkan pada pilihan. Mereka bisa menunggu manga selesai (yang butuh waktu bertahun-tahun), atau membuat cerita original mereka sendiri untuk meneruskan kisah setelah titik divergensi. Mereka memilih opsi kedua. Jadi, FMA 2003 punya plot twist, karakter villain, dan ending yang original alias nggak ada di manga.
FMAB, di sisi lain, dirilis beberapa tahun kemudian, tepatnya saat manga Fullmetal Alchemist sudah mendekati tamat atau bahkan sudah tamat sepenuhnya (manga tamat Juni 2010, FMAB tayang April 2009 - Juli 2010).
Image just for illustration
Nah, karena manganya sudah ada sebagai acuan lengkap, FMAB dibuat dengan tujuan untuk mengikuti cerita manga secara persis. Mulai dari alur, karakter, hingga ending, semuanya sedekat mungkin dengan karya original Hiromu Arakawa. Inilah kenapa FMAB dianggap sebagai adaptasi “canon” atau resmi dari manga.
Perbedaan Alur Cerita (Plot)¶
Karena perbedaan sumber adaptasi ini, alur cerita kedua anime jadi berbeda drastis setelah titik tertentu.
Titik Divergensi Awal¶
Di awal cerita, kedua anime ini lumayan mirip. Mereka sama-sama menceritakan petualangan Elric bersaudara, Edward dan Alphonse, yang mencari Batu Bertuah (Philosopher’s Stone) setelah mencoba transmutasi manusia terlarang untuk menghidupkan kembali ibu mereka, yang mengakibatkan Ed kehilangan tangan dan kaki, dan Al kehilangan seluruh tubuhnya (jiwanya terikat pada armor).
Arc-arc awal seperti kunjungan ke Lior, insiden di kota tambang Youswell, dan penyelidikan di Laboratorium 5 cukup konsisten antara FMA 2003 dan FMAB. Kamu akan melihat adegan-adegan ikonik yang mirip di kedua versi.
Namun, titik divergensi yang signifikan mulai terlihat saat cerita mulai mengungkap misteri di balik para Homunculi dan Father.
Perbedaan Penjahat Utama dan Homunculi¶
Ini perbedaan paling mencolok!
- Di FMA 2003: Villain utama di balik semua kekacauan adalah Dante, mantan kekasih Van Hohenheim (ayah Ed dan Al). Dante menggunakan Batu Bertuah untuk mentransfer kesadarannya ke tubuh baru agar abadi. Homunculi di versi ini adalah hasil percobaan transmutasi manusia yang gagal, seperti anak-anak yang dihidupkan kembali, dan mereka dikendalikan oleh Dante. Tujuan Homunculi di sini adalah menjadi manusia sepenuhnya dan menguasai dunia (atau melayani Dante). Mereka juga memiliki kelemahan unik yang bisa membunuh mereka secara permanen.
- Di FMAB: Villain utama adalah Father, entitas misterius yang merupakan asal mula para Homunculi. Father ini adalah entitas pertama yang lahir dari percobaan ‘pemurnian’ oleh Van Hohenheim ribuan tahun lalu. Dia tinggal di bawah tanah Amestris dan merencanakan sesuatu yang jauh lebih besar: mengorbankan seluruh negara Amestris untuk menjadi ‘Tuhan’. Homunculi di versi ini adalah perwujudan dari dosa-dosa Father, seperti Pride, Envy, Gluttony, Lust, Greed, Sloth, dan Wrath. Tujuan mereka adalah membantu Father mencapai tujuannya, dan mereka nggak bisa mati kecuali ‘Batu Bertuah’ di dalam diri mereka habis.
Perbedaan origin dan tujuan villain ini mengubah total dinamika cerita dan plot.
Perbedaan Perkembangan Plot¶
Karena villain dan tujuannya beda, perkembangan cerita setelah titik divergensi juga beda banget:
- FMA 2003: Cerita lebih fokus pada misteri di balik Batu Bertuah, asal usul Homunculi sebagai hasil transmutasi manusia yang gagal, dan konspirasi yang melibatkan militer dan gereja. Perang Ishval diceritakan lebih detail di tengah cerita melalui flashback karakter Scar. Endingnya melibatkan pembukaan gerbang ke dunia lain (dunia kita!), di mana Hohenheim dan Ed akhirnya berada, terpisah dari Al dan teman-teman di dunia Amestris. Konsep alkimia dan sains dari dunia lain jadi elemen penting di bagian akhir.
- FMAB: Cerita mengikuti manganya dengan setia. Fokusnya lebih pada konspirasi Father di balik militer, persiapan Hari yang Dijanjikan (The Promised Day), dan mengungkap sejarah kelam Amestris serta asal usul Father dan Van Hohenheim. Perang Ishval diceritakan di awal cerita, memberikan konteks untuk karakter seperti Scar dan Roy Mustang. Endingnya jauh lebih optimis dan menyelesaikan semua benang merah di dunia Amestris, dengan Elric bersaudara mencapai tujuan mereka dan semua karakter mendapatkan resolusi yang jelas. Tidak ada konsep dunia paralel seperti di FMA 2003.
Perbedaan Arc Cerita yang Disorot¶
Beberapa arc atau plot point penting juga berbeda penekanannya:
- Arc Briggs: Benteng di utara yang dipimpin Mayor Jenderal Olivier Mira Armstrong ini muncul di kedua anime, tapi perannya jauh lebih sentral dan panjang di FMAB. Arc Briggs di FMAB sangat penting untuk plot utama, melibatkan karakter baru seperti Miles dan Buccaneer, serta mengungkap lebih dalam konspirasi Father. Di FMA 2003, Briggs hanya muncul singkat.
- Ishval War: Seperti yang disebutkan, di FMA 2003 diceritakan lebih detail di tengah cerita sebagai flashback Scar. Di FMAB, sudah diceritakan lebih awal dan pengaruhnya terasa sepanjang seri.
- Van Hohenheim: Peran dan latar belakang ayah Ed dan Al sangat berbeda. Di FMA 2003, dia adalah sosok misterius yang meninggalkan keluarga dan hubungannya dengan Dante jadi kunci plot. Di FMAB, dia punya sejarah yang sangat panjang dan kompleks bersama Father, dan perannya di akhir cerita sangat krusial dan heroik, sesuai manga.
Perbedaan Karakter¶
Karena alur dan villainnya beda, perkembangan dan nasib beberapa karakter juga berbeda:
- Van Hohenheim: Sudah dibahas sedikit di atas. Perannya sangat berbeda, dari sekadar ayah misterius di FMA 2003 menjadi karakter sentral dengan sejarah ribuan tahun di FMAB. Hubungannya dengan anak-anaknya juga berkembang sangat berbeda.
-
Para Homunculi: Ini yang paling beda.
- Lust: Di FMA 2003, dia punya peran yang lebih panjang dan motivasi yang lebih personal (ingin menjadi manusia). Di FMAB, perannya lebih sebagai tangan kanan Father di awal cerita dan tewas lebih cepat.
- Gluttony: Di FMA 2003, dia punya keterkaitan dengan Dante dan bisa membuka ‘Gerbang Kebenaran’ palsu. Di FMAB, dia ‘hanya’ pemakan yang kuat dan setia pada Father/Pride, dan punya asal usul berbeda (hasil dari ‘nafsu makan’ Father).
- Greed: Di FMA 2003, Greed adalah Homunculi yang membelot dan punya kelompok sendiri, tapi dia akhirnya tewas. Di FMAB, ada dua versi Greed. Greed yang pertama tewas oleh Father, lalu Greed yang kedua lahir kembali dan jiwanya bergabung dengan Ling Yao. Greed (bersama Ling) di FMAB punya peran penting banget sebagai sekutu utama Ed di akhir cerita, bahkan bisa dibilang salah satu karakter terbaik di FMAB.
- Sloth: Di FMA 2003, Sloth adalah Homunculi yang mengambil wujud ibu Ed dan Al (hasil transmutasi gagal) dan punya kekuatan berubah jadi air. Dia punya peran emosional yang kuat bagi Ed dan Al. Di FMAB, Sloth adalah Homunculi raksasa yang sangat cepat tapi bodoh, perwujudan dari ‘kemalasan’ Father. Peran dan kekuatannya beda total.
- Wrath: Di FMA 2003, Wrath adalah anak laki-laki yang lahir dari transmutasi manusia oleh Izumi Curtis (guru Ed dan Al). Dia bisa menggunakan alkimia dan bergabung dengan Homunculi. Di FMAB, Wrath adalah King Bradley! Jenderal Besar Amestris yang sebenarnya adalah Homunculi perwujudan ‘kemarahan’ Father. Dia adalah antagonis utama yang luar biasa kuat dan punya peran kunci di FMAB. Ini adalah perbedaan yang SANGAT besar!
- Pride: Di FMA 2003, Pride adalah Jenderal Besar King Bradley, Homunculi yang paling tua dan kuat. Di FMAB, Pride adalah Selim Bradley, putra angkat King Bradley yang kelihatannya polos tapi sebenarnya Homunculi pertama dan paling mengerikan. Peran dan wujudnya beda total!
- Envy: Di FMA 2003, Envy punya rahasia besar terkait asal usulnya (dia adalah hasil transmutasi pertama Hohenheim yang gagal). Di FMAB, Envy adalah perwujudan ‘kedengkian’ Father dan punya wujud asli yang mengerikan. Karakternya di FMAB lebih kejam dan punya peran penting dalam memicu perang Ishval. Nasibnya di akhir cerita juga berbeda di kedua versi.
-
King Bradley: Sudah dibahas, di FMA 2003 dia adalah Pride (Homunculi tertua), sementara di FMAB dia adalah Wrath (Homunculi perwujudan kemarahan) dan merupakan salah satu petarung terkuat.
- Scar: Motivasi dan perannya di kedua seri cukup mirip di awal (memburu Alkemis Negara), tapi latar belakang dan perannya di akhir cerita agak berbeda, terutama terkait dengan siapa yang dia hadapi dan bagaimana dia berkontribusi di klimaks cerita.
- Karakter Sampingan: Beberapa karakter sampingan mungkin punya peran yang lebih besar atau berbeda di salah satu versi. Misalnya, Izumi Curtis punya keterkaitan yang lebih dalam dengan Homunculi di FMA 2003. Tim Roy Mustang (Havoc, Falman, Breda, Fuery, Hawkeye) punya peran yang lebih signifikan dalam konspirasi militer di FMAB.
Perbedaan Suasana dan Nada Cerita¶
Meskipun keduanya punya momen serius dan gelap, ada perbedaan dalam suasana keseluruhan:
- FMA 2003: Di paruh pertama, suasana FMA 2003 terasa lebih gelap, misterius, dan kadang-kadang cukup suram. Ada nuansa horor dan thriller yang lebih kental, terutama terkait Homunculi dan eksperimen mengerikan. Namun, di bagian akhir, ceritanya menjadi sangat filosofis dan agak melankolis, fokus pada tema hidup, mati, dan perbedaan antara dunia kita dan dunia mereka.
- FMAB: FMAB punya ritme yang lebih cepat di awal karena mengulang cerita awal manga dengan lebih ringkas. Secara keseluruhan, FMAB terasa lebih epik, penuh aksi, dan petualangan yang luas. Meskipun ada momen-momen gelap dan tragis (terutama di arc Ishval dan klimaks), nuansa keseluruhannya terasa lebih optimis dan berfokus pada persahabatan, harapan, dan perjuangan melawan kejahatan besar. Humor juga terasa lebih sering muncul di FMAB, sesuai dengan gaya Hiromu Arakawa.
Perbedaan Pacing (Kecepatan Alur Cerita)¶
- FMA 2003: Pacingnya cenderung lebih lambat di awal karena menambahkan banyak adegan filler dan detail yang nggak ada di manga untuk memperpanjang cerita sebelum divergensi plot. Setelah divergensi, pacingnya terasa lebih konsisten tapi tetap berfokus pada detail plot originalnya.
- FMAB: Pacingnya sangat cepat di paruh pertama karena merangkum cerita awal manga yang sudah dicover FMA 2003. Ini kadang bikin penonton baru yang belum nonton FMA 2003 agak bingung atau merasa terlalu cepat. Namun, setelah melewati titik divergensi (sekitar episode 15 ke atas), FMAB mengikuti pacing manga dengan lebih stabil dan detail sampai akhir. Pacing yang cepat ini memungkinkan FMAB mencakup seluruh cerita manga dalam jumlah episode yang wajar.
Perbedaan Visual dan Audio¶
- Animasi: FMAB dirilis enam tahun setelah FMA 2003, jadi wajar kalau kualitas animasinya secara teknis lebih baik, lebih halus, dan punya detail yang lebih kaya, terutama di adegan aksi. Desain karakter di FMAB juga lebih konsisten dengan gaya seni Hiromu Arakawa di manga-manga terakhirnya. FMA 2003 punya gaya visual yang khas pada masanya.
- Musik: Kedua seri punya soundtrack yang luar biasa, masing-masing dengan nuansa yang berbeda. Komposer FMA 2003 adalah Michiru Oshima, sementara FMAB oleh Akira Senju. Keduanya berhasil menangkap esensi cerita, tapi musik di FMAB terasa lebih “besar” dan epik untuk mendukung skala cerita yang lebih luas. Musik FMA 2003 cenderung lebih melankolis dan misterius. Lagu pembuka dan penutup di kedua seri juga sangat ikonik dan disukai penggemar.
Tabel Perbandingan Singkat¶
Biar lebih gampang lihat perbedaannya:
```mermaid
graph TD
A[Fullmetal Alchemist (2003)] → B{Adaptasi Manga yang Belum Selesai}
B → C[Membuat Plot dan Ending Original]
C → D[Villain Utama: Dante]
C → E[Homunculi: Hasil Transmutasi Gagal, Dikendalikan Dante]
C → F[Ending: Membuka Gerbang ke Dunia Lain]
C → G[Suasana: Lebih Gelap/Misterius Awalnya, Filosofis Akhirnya]
C → H[Pacing: Lebih Lambat di Awal]
C → I[King Bradley: Pride]
C → J[Wrath: Anak Izumi]
C → K[Pride: King Bradley]
C → L[Sloth: Ibu Ed/Al]
C → M[Greed: Tewas]
N[Fullmetal Alchemist: Brotherhood (2009)] --> O{Adaptasi Manga yang Hampir/Sudah Selesai}
O --> P[Mengikuti Plot dan Ending Manga Secara Setia]
P --> Q[Villain Utama: Father]
P --> R[Homunculi: Perwujudan Dosa Father]
R --> R1[Pride: Selim Bradley]
R --> R2[Wrath: King Bradley]
R --> R3[Sloth: Raksasa Cepat]
R --> R4[Greed: Bergabung dengan Ling Yao, Sekutu]
R --> R5[Lust, Gluttony, Envy: Perwujudan Dosa]
P --> S[Ending: Resolusi di Dunia Amestris]
P --> T[Suasana: Lebih Epik, Aksi, Humor Seimbang]
T --> U[Pacing: Cepat di Awal, Stabil Kemudian]
style A fill:#f9f,stroke:#333,stroke-width:2px
style N fill:#ccf,stroke:#333,stroke-width:2px
```
Note: Diagram di atas adalah representasi sederhana dari perbedaan utama.
| Fitur | Fullmetal Alchemist (2003) | Fullmetal Alchemist: Brotherhood (2009) |
|---|---|---|
| Sumber Adaptasi | Manga (awal) + Plot Original (setelah divergensi) | Manga (hampir/sudah tamat), diikuti setia |
| Villain Utama | Dante | Father |
| Asal Homunculi | Hasil Transmutasi Manusia Gagal | Perwujudan Dosa Father |
| Identitas Wrath | Anak Hasil Transmutasi Izumi | King Bradley |
| Identitas Pride | King Bradley | Selim Bradley (anak King Bradley) |
| Peran Greed | Mati sebagai Antagonis/Netral | Bergabung dengan Ling, Sekutu Penting |
| Ending | Terhubung dengan Dunia Nyata, Melankolis | Sesuai Manga, Resolusi di Amestris, Optimis |
| Suasana Dominan | Gelap/Misterius (awal), Filosofis (akhir) | Epik, Aksi, Humor (seimbang) |
| Pacing | Lebih Lambat di Awal | Sangat Cepat di Awal, Stabil Kemudian |
| Arc Briggs | Muncul Singkat | Sangat Pentral untuk Plot |
| Van Hohenheim | Ayah Misterius, Terpisah di Akhir | Karakter Sentral, Peran Kunci di Akhir |
Fakta Menarik Tambahan¶
- Hiromu Arakawa, pengarang manga Fullmetal Alchemist, secara aktif terlibat dalam produksi FMAB untuk memastikan kesetiaan pada manganya. Beliau bahkan dikabarkan sering memberikan sketsa atau detail tambahan untuk adegan-adegan yang diperluas di FMAB.
- Meskipun FMA 2003 memiliki plot original, banyak penggemar yang tetap menyukai versi ini karena ceritanya yang unik, pengembangan karakter di paruh pertama, dan suasana yang berbeda. Beberapa bahkan merasa pengembangan karakter seperti Scar atau beberapa Homunculi di FMA 2003 lebih mendalam dalam konteks cerita original tersebut.
- FMAB seringkali direkomendasikan untuk ditonton oleh penggemar baru karena dianggap sebagai cerita yang ‘benar’ atau ‘canon’ sesuai visi mangaka. Namun, menonton FMA 2003 terlebih dahulu bisa memberikan apresiasi lebih terhadap perbedaan dan bagaimana ceritanya bisa berkembang ke arah yang berbeda.
- Musik di kedua seri sangat populer. OST FMA 2003 seringkali dianggap lebih melankolis dan penuh emosi, sementara OST FMAB lebih megah dan cocok untuk adegan-adegan epik.
Mana yang Harus Ditonton?¶
Ini pertanyaan sejuta umat! Nggak ada jawaban benar atau salah mutlak.
- Kalau kamu ingin tahu cerita sesuai manga dan melihat ending yang diakui oleh pengarangnya, tontonlah Fullmetal Alchemist: Brotherhood. Kamu akan mendapatkan cerita yang lengkap, epik, dan penuh aksi.
- Kalau kamu tertarik melihat interpretasi cerita yang berbeda, plot twist original, dan suasana yang lebih gelap di beberapa bagian, tontonlah Fullmetal Alchemist (2003). Kamu bisa menonton ini dulu baru FMAB (melewati episode awal FMAB yang mirip FMA 2003), atau menonton FMAB dulu baru FMA 2003 sebagai cerita alternatif.
Banyak penggemar merekomendasikan menonton FMA 2003 dulu sampai sekitar episode 25-30 (sebelum plotnya beda drastis), baru lanjut ke FMAB dari awal. Dengan begitu, kamu sudah familiar dengan karakternya, dan saat menonton FMAB, bagian awal yang cepat nggak akan terasa terlalu buru-buru karena kamu sudah tahu dasar ceritanya dari FMA 2003. Setelah itu, kamu akan bisa menikmati bagaimana FMAB mengembangkan plotnya secara berbeda dan jauh lebih luas sesuai manga.
Atau, tonton saja FMAB dari awal sampai akhir. Itu juga pilihan yang sangat valid dan kamu akan mendapatkan pengalaman Fullmetal Alchemist yang utuh sesuai manganya. Setelah itu, kalau penasaran, tonton FMA 2003 untuk melihat cerita alternatifnya.
Intinya, kedua anime ini menawarkan pengalaman yang berbeda meskipun berasal dari akar yang sama. Keduanya sama-sama bagus dalam caranya sendiri dan punya kelebihan masing-masing. Pilihlah berdasarkan apa yang paling menarik buatmu!
Nah, itulah dia perbedaan-perbedaan utama antara Fullmetal Alchemist dan Fullmetal Alchemist: Brotherhood. Semoga penjelasan ini bikin kamu nggak bingung lagi ya dan jadi makin semangat buat nonton (atau nonton ulang) kedua seri ini!
Gimana menurutmu? Apakah kamu sudah nonton keduanya? Versi mana yang jadi favoritmu dan kenapa? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar!
Posting Komentar