Biar Gak Salah Pilih! Ini Beda HyVent & Teknologi Waterproof TNF Lainnya

Table of Contents

Langsung kita bahas soal teknologi kain di jaket-jaket The North Face yang sering bikin pusing. Kalau kamu suka petualangan di alam terbuka atau sekadar butuh jaket yang bisa diandalkan, pasti pernah dengar nama-nama seperti HyVent, Gore-Tex, atau Futurelight. Tapi bagaimana dengan “TNF MP3”? Apakah itu teknologi baru? Mari kita bedah satu per satu biar jelas.

Apa Itu HyVent (Sekarang DryVent)?

Dulu namanya HyVent, tapi sekarang The North Face mengubah namanya jadi DryVent. Ini adalah teknologi kain waterproof dan breathable (anti air dan tetap bisa “bernapas”) yang dikembangkan sendiri oleh The North Face. DryVent ini dirancang buat ngasih perlindungan dari cuaca basah dan angin kencang, tapi di saat yang sama uap keringat dari dalam badan kita bisa keluar, biar nggak gerah dan lembap di dalam jaket.

DryVent bekerja dengan menggunakan lapisan polyurethane (PU) coating. Lapisan ini punya struktur pori-pori mikro. Pori-pori ini cukup kecil buat ngeblok air hujan dan angin dari luar, tapi cukup besar buat membiarkan molekul uap air (keringat kita yang menguap) lewat dari dalam ke luar. Kuncinya ada di keseimbangan ini: anti air dari luar, tapi uap bisa keluar.

The North Face HyVent Fabric
Image just for illustration

Teknologi DryVent ini punya beberapa versi, biasanya dibedakan berdasarkan jumlah lapisannya:
* DryVent 2L (2-Layer): Kain luar dilapisi PU coating di bagian dalamnya. Lapisan pelindung (lining) yang terpisah biasanya dipakai di bagian dalam jaket untuk melindungi coating ini dan menambah kenyamanan. Ini versi yang paling umum dan sering dipakai untuk jaket serbaguna sehari-hari atau hiking ringan.
* DryVent 2.5L (2.5-Layer): Kain luar dilapisi PU coating, dan di atas coating ini ada print pattern atau lapisan pelindung tipis (seringkali berupa half-layer atau dry-touch print) yang nggak butuh lining terpisah. Ini bikin jaket jadi lebih ringan dan packable (mudah dilipat kecil). Cocok buat aktivitas yang lebih aktif di mana bobot dan ukuran jadi pertimbangan.
* DryVent 3L (3-Layer): Ini adalah konstruksi yang paling tangguh. Memiliki tiga lapisan yang dilaminasi jadi satu: kain luar yang kuat, membran DryVent di tengah, dan lapisan pelindung di bagian dalam yang dijahit langsung ke membran. Versi ini menawarkan daya tahan dan performa terbaik dalam kondisi ekstrem, tapi biasanya lebih kaku dan sedikit lebih berat dibanding 2L atau 2.5L.

Setiap versi DryVent punya tingkat performa yang sedikit berbeda, terutama dalam hal durabilitas dan manajemen kelembapan, tapi semuanya menawarkan kombinasi dasar waterproofness dan breathability yang baik untuk penggunaan outdoor.

Mengurai Istilah “TNF MP3”: Apakah Ini Teknologi Kain?

Sekarang mari kita bahas soal “TNF MP3”. Mungkin Anda pernah mendengar atau membaca istilah ini, dan bertanya-tanya, “Teknologi apa lagi ini dari The North Face?”.

Setelah penelusuran yang cukup mendalam, penting untuk diketahui bahwa “TNF MP3” bukanlah nama teknologi kain waterproof/breathable standar atau yang diakui secara resmi oleh The North Face saat ini. Istilah MP3 sendiri lebih dikenal sebagai format file audio digital (MPEG-1 Audio Layer 3), bukan sesuatu yang terkait dengan bahan atau konstruksi jaket outdoor.

Ada kemungkinan istilah “MP3” ini muncul karena kesalahpahaman, typo saat membaca atau menulis nama teknologi lain (seperti “MP” yang mungkin dimaksudkan untuk sesuatu lain, atau gabungan dari inisial produk/seri yang tidak umum), atau bahkan mungkin merujuk pada teknologi yang sangat lama dan sudah tidak lagi digunakan atau dikenal luas oleh publik. Tanpa informasi lebih lanjut dari mana istilah “TNF MP3” ini berasal, sangat sulit untuk memastikannya.

Confused Person Question Mark
Image just for illustration

Jadi, jika Anda mencari perbandingan antara “TNF MP3” dan HyVent (DryVent) dalam konteks teknologi kain jaket, perbandingan tersebut tidak bisa dilakukan secara langsung karena “TNF MP3” bukan merupakan teknologi kain yang dikenal. Fokus perbandingan sebaiknya dialihkan ke teknologi-teknologi waterproof/breathable lain yang memang dikembangkan atau digunakan oleh The North Face, seperti DryVent itu sendiri, Gore-Tex, atau Futurelight.

Bisa jadi, pertanyaan ini muncul karena ada produk spesifik The North Face yang kebetulan punya kode atau nama seri yang mengandung “MP” dan seseorang mengaitkannya dengan teknologi, padahal tidak. Ini penting untuk diluruskan agar tidak ada kebingungan saat memilih peralatan outdoor.

Perbandingan Sebenarnya: HyVent/DryVent vs. Gore-Tex vs. Futurelight

Karena “TNF MP3” bukan teknologi yang relevan, mari kita bandingkan DryVent (HyVent) dengan dua pemain utama lainnya dalam lini teknologi kain The North Face: Gore-Tex dan Futurelight. Ini adalah perbandingan yang sering dicari dan sangat relevan bagi para petualang.

DryVent (HyVent)

  • Deskripsi: Teknologi waterproof/breathable milik The North Face sendiri. Menggunakan lapisan PU coating berpori mikro. Tersedia dalam konstruksi 2L, 2.5L, dan 3L.
  • Performa: Menawarkan kombinasi yang baik antara ketahanan air, ketahanan angin, dan kemampuan breathability. Cukup tangguh untuk berbagai aktivitas outdoor, mulai dari penggunaan sehari-hari hingga hiking dan trekking tingkat menengah. Tingkat breathability-nya bervariasi tergantung versi (2L vs 3L) dan biasanya sedikit di bawah teknologi premium seperti Gore-Tex Pro atau Futurelight pada performa puncak, namun sangat memadai untuk sebagian besar pengguna.
  • Harga: Jaket dengan teknologi DryVent biasanya berada di segmen harga menengah. Ini menjadikannya pilihan yang sangat populer karena menawarkan performa yang solid dengan harga yang lebih terjangkau dibanding jaket Gore-Tex atau Futurelight.
  • Penggunaan Khas: Jaket untuk hiking harian, jaket ski entry-level, jaket untuk penggunaan urban saat hujan, celana rainwear serbaguna.

Gore-Tex

  • Deskripsi: Teknologi waterproof/breathable yang paling terkenal di dunia, dikembangkan oleh W. L. Gore & Associates. Gore-Tex menggunakan membran ePTFE (expanded Polytetrafluoroethylene) yang sangat tipis dengan miliaran pori-pori per inci persegi. Pori-pori ini jauh lebih kecil dari tetesan air, tapi jauh lebih besar dari molekul uap air. The North Face adalah salah satu pengguna utama membran Gore-Tex di lini produk premium mereka.
  • Performa: Dikenal karena standar performa yang sangat tinggi dalam hal ketahanan air yang reliabel (seringkali disebut “guaranteed to keep you dry”) dan breathability yang sangat baik, terutama pada versi yang lebih canggih seperti Gore-Tex Pro atau Gore-Tex Active. Membran ePTFE ini juga sangat tahan angin. Umumnya menawarkan durabilitas yang sangat baik.
  • Harga: Produk dengan Gore-Tex biasanya berada di segmen harga atas hingga premium. Membran Gore-Tex sendiri memiliki biaya yang lebih tinggi dibanding PU coating seperti DryVent, dan proses laminasinya juga lebih kompleks.
  • Penggunaan Khas: Jaket dan celana untuk mountaineering teknis, ski touring, trekking jarak jauh dalam kondisi ekstrem, climbing, atau aktivitas apa pun yang menuntut performa tertinggi dan durabilitas maksimal di cuaca paling buruk.

Gore-Tex Fabric Detail
Image just for illustration

Futurelight

  • Deskripsi: Teknologi waterproof/breathable terbaru yang dikembangkan oleh The North Face, diluncurkan pada tahun 2019. Futurelight menggunakan teknologi nanospinning untuk menciptakan membran polyurethane dengan struktur serat nano yang sangat halus. Teknologi ini memungkinkan kontrol yang lebih presisi terhadap ukuran pori-pori dan permeabilitas udara.
  • Performa: Klaim utama Futurelight adalah kemampuannya yang unik dalam menyeimbangkan waterproofness dengan breathability yang sangat tinggi, bahkan pada tingkat permeabilitas udara tertentu (sesuatu yang tidak ada pada membran tradisional seperti Gore-Tex atau DryVent). Ini membuatnya terasa lebih nyaman saat beraktivitas intens karena pertukaran udara lebih baik. Namun, karena ini teknologi baru, durabilitas jangka panjangnya diuji di lapangan masih terus dievaluasi dibandingkan Gore-Tex yang sudah teruji puluhan tahun.
  • Harga: Jaket dengan Futurelight umumnya berada di segmen harga premium, mirip dengan Gore-Tex, kadang bahkan sedikit di atasnya, mengingat ini adalah teknologi terbaru The North Face yang mereka kembangkan sendiri.
  • Penggunaan Khas: Dirancang untuk aktivitas yang sangat intens dan membutuhkan breathability maksimal tanpa mengorbankan perlindungan air, seperti trail running di cuaca basah, ski touring yang cepat, fast-and-light mountaineering, atau hiking yang sangat agresif.

The North Face Futurelight Logo
Image just for illustration

Ini bisa dibilang “tiga serangkai” teknologi kain waterproof/breathable yang paling sering kamu temui di produk The North Face.

Memilih yang Tepat: Teknologi Mana untuk Aktivitas Apa?

Memilih jaket (atau celana) dengan teknologi kain yang tepat itu penting banget biar kamu nyaman dan terlindungi saat beraktivitas di luar ruangan. Nggak ada satu teknologi yang paling superior buat semua orang dan semua kondisi. Semuanya tergantung sama kebutuhanmu.

Ini panduan singkat buat nentuin pilihan:

  • Untuk Penggunaan Sehari-hari, Hiking Ringan, atau Liburan di Tempat Dingin/Hujan (bukan ekstrem): Jaket dengan DryVent 2L atau 2.5L sudah lebih dari cukup. Harganya terjangkau, performanya lumayan, dan cukup nyaman buat kegiatan sehari-hari.
  • Untuk Hiking/Trekking Jarak Menengah, Camping, atau Ski Rekreasi: DryVent 3L atau jaket dengan Gore-Tex (versi standar) bisa jadi pilihan bagus. Mereka menawarkan durabilitas dan perlindungan yang lebih baik dibanding DryVent 2L/2.5L. Gore-Tex mungkin menawarkan reliabilitas jangka panjang yang sedikit lebih tinggi.
  • Untuk Aktivitas Intens (Lari, Ski Touring, Fast Hiking) di Cuaca Berubah: Futurelight adalah pilihan yang patut dicoba jika breathability maksimal saat bergerak aktif jadi prioritas utama Anda. Teknologi nanospinning-nya dirancang khusus buat performa di kondisi ini.
  • Untuk Ekspedisi, Mountaineering, Climbing, atau Aktivitas Ekstrem di Cuaca Paling Buruk: Jaket dengan Gore-Tex Pro atau Gore-Tex Active adalah pilihan terbaik, meskipun harganya paling mahal. Mereka menawarkan kombinasi tertinggi antara ketahanan air, breathability yang sangat baik di kondisi berat, dan durabilitas yang dirancang untuk penggunaan paling kasar dan kondisi paling menantang. Futurelight 3L juga bisa jadi alternatif, menawarkan breathability yang berbeda, tapi Gore-Tex Pro masih dianggap standar emas untuk durabilitas di lingkungan paling ekstrem.

Pertimbangkan juga faktor lain seperti fitur jaket (jumlah saku, ventilasi pit zips, hood yang bisa diatur), fit jaket (apakah nyaman untuk layering), dan tentu saja, budget Anda.

Fitur / Teknologi DryVent (semua versi) Gore-Tex (Standar/Pro/Active) Futurelight
Basis Teknologi PU Coating (Pori Mikro) Membran ePTFE (Pori Nano) Membran PU (Serat Nano)
Pengembang The North Face W. L. Gore & Associates The North Face
Waterproofness Baik - Sangat Baik Sangat Baik - Terbaik Sangat Baik
Breathability Cukup Baik - Sangat Baik Sangat Baik - Terbaik Sangat Baik - Unik (Permeabel Udara)
Durabilitas Cukup Baik - Sangat Baik Sangat Baik - Terbaik Baik - Sangat Baik
Fleksibilitas Cukup Kaku (tergantung versi) Beragam (tergantung versi) Umumnya Lebih Lentur
Harga Menengah Tinggi - Premium Premium
Karakteristik Utama Performa Solid, Harga Terjangkau Sangat Reliabel, Performa Tinggi Breathability Sangat Tinggi, Ringan

Catatan: Tabel ini adalah generalisasi. Performa spesifik bisa bervariasi antar model jaket bahkan dalam satu teknologi, tergantung pada kain luar, konstruksi, dan fitur tambahan.

Fakta Menarik Seputar Pengembangan Kain Teknis Outdoor

Perkembangan teknologi kain waterproof/breathable itu nggak berhenti. Para peneliti dan produsen terus mencari cara biar jaket outdoor bisa makin nyaman tapi tetap melindungi. Ini beberapa fakta menarik:

  • Ide di balik teknologi waterproof/breathable sebenarnya sederhana: bikin pori-pori yang lebih kecil dari tetesan air tapi lebih besar dari uap air. Tantangannya adalah gimana bikin pori-pori itu dalam jumlah masif dan merata di seluruh permukaan kain, serta membuatnya tahan lama meski sering dilipat, dicuci, atau terkena abrasi.
  • Sebelum ada teknologi membran, orang pakai bahan kedap air seperti karet atau oilcloth. Memang anti air, tapi hasilnya gerah banget karena nggak ada sirkulasi udara sama sekali. Inovasi Gore-Tex di tahun 1970-an merevolusi industri ini.
  • Pengujian kain waterproof dilakukan dengan berbagai cara, termasuk hydrostatic head test (mengukur tekanan air yang bisa ditahan kain sebelum bocor, hasilnya dalam mm) dan storm test (menguji jaket di ruang dengan simulasi hujan dan angin kencang).
  • Breathability juga diukur dengan metode berbeda, salah satunya RET (Resistance to Evaporative Heat Transfer). Makin rendah nilai RET, makin mudah uap air lewat, artinya makin breathable.
  • Pengembangan Futurelight dengan nanospinning memungkinkan produsen untuk mengontrol ukuran pori-pori secara sangat presisi, bahkan bisa membuat kain yang sedikit air-permeable (udara bisa lewat sedikit) yang memberikan breathability pasif bahkan saat kita nggak bergerak aktif. Ini beda dengan Gore-Tex atau DryVent yang air-impermeable (udara nggak bisa lewat).

Nanospinning Process Illustration
Image just for illustration

Semua inovasi ini tujuannya satu: bikin kita tetap nyaman dan aman saat menjelajahi alam, apapun kondisinya. Memilih teknologi yang tepat itu investasi buat kenyamanan petualanganmu.

Semoga penjelasan ini bisa mencerahkan dan meluruskan kebingungan soal istilah “TNF MP3” sambil memberi gambaran yang jelas tentang perbandingan teknologi kain The North Face yang sebenarnya relevan, yaitu DryVent (HyVent), Gore-Tex, dan Futurelight.

Punya pengalaman pakai jaket The North Face dengan salah satu teknologi ini? Atau mungkin ada pertanyaan lain soal perbandingan teknologi kain outdoor? Yuk, sharing di kolom komentar di bawah! Pengalamanmu bisa bantu teman-teman lain yang lagi bingung milih jaket.

Posting Komentar