Begini Cara Mudah Bedain Was dan Were, Dijamin Langsung Ngerti!

Table of Contents

Kamu pasti sering banget nemuin kata ‘was’ dan ‘were’ waktu lagi belajar bahasa Inggris, terutama pas bahas masa lampau. Dua kata ini emang mirip banget karena sama-sama bentuk lampau dari kata kerja ‘be’ (to be), tapi penggunaannya beda jauh loh! Nah, biar kamu nggak bingung lagi, yuk kita bedah tuntas apa aja sih perbedaannya dan kapan harus pakai yang mana.

Intinya, perbedaan utama antara ‘was’ dan ‘were’ itu terletak pada subjek kalimatnya. Siapa atau apa yang melakukan aksi atau dalam kondisi tertentu di masa lampau? Subjek inilah yang menentukan apakah kita pakai ‘was’ atau ‘were’. Kedengarannya simpel kan? Tapi ternyata ada beberapa “jebakan” yang bikin banyak orang keliru.

Was: Si Dia yang Sendirian (atau Uncountable)

Kita mulai dari ‘was’. Kata ini digunakan untuk subjek yang singular (tunggal), alias cuma satu. Selain itu, ‘was’ juga dipakai untuk beberapa kata ganti (pronoun) tertentu dan kata benda yang nggak bisa dihitung (uncountable nouns).

Siapa Saja yang Pakai ‘Was’?

Gampang banget diingetnya! ‘Was’ itu pasangannya:
* I (Saya)
* He (Dia laki-laki)
* She (Dia perempuan)
* It (Benda/binatang/konsep tunggal)
* Kata benda tunggal (contoh: a cat, my friend, the book, John, Indonesia)
* Kata benda yang tidak bisa dihitung (uncountable nouns) (contoh: water, information, happiness, money)

Jadi, kalau subjek kalimatnya adalah salah satu dari daftar di atas, langsung aja deh pakai ‘was’.

Contoh Penggunaan ‘Was’ dalam Kalimat

Biar makin jelas, coba perhatikan contoh-contoh berikut:

  • I was so tired yesterday. (Saya sangat lelah kemarin.) - Subjeknya ‘I’.
  • He was at the office this morning. (Dia (laki-laki) ada di kantor tadi pagi.) - Subjeknya ‘He’.
  • She was happy to see you. (Dia (perempuan) senang melihatmu.) - Subjeknya ‘She’.
  • It was raining heavily last night. (Hujan sangat deras tadi malam.) - Subjeknya ‘It’.
  • My cat was sleeping on the sofa. (Kucing saya sedang tidur di sofa.) - Subjeknya ‘My cat’ (kata benda tunggal).
  • The information was incorrect. (Informasi itu salah.) - Subjeknya ‘The information’ (uncountable noun).
  • The music was too loud. (Musik itu terlalu keras.) - Subjeknya ‘The music’ (uncountable noun).

Lihat kan? Semua subjeknya tunggal atau nggak bisa dihitung. Makanya pasangannya ‘was’. Ingat aja, ‘was’ itu buat yang sendirian atau yang nggak bisa dihitung satu-satu.

Were: Si Mereka yang Rame-rame

Nah, sekarang giliran ‘were’. Kata ini kebalikannya ‘was’. ‘Were’ digunakan untuk subjek yang plural (jamak) atau lebih dari satu. Selain itu, ada satu kata ganti (pronoun) spesial yang selalu pakai ‘were’, meskipun kadang bisa merujuk ke satu orang.

Siapa Saja yang Pakai ‘Were’?

Ini dia pasangan setia ‘were’:
* You (Kamu/Kalian) - Nah, ini nih yang spesial. Meskipun ‘you’ bisa berarti satu orang (‘kamu’), dalam bahasa Inggris modern, ‘you’ selalu diperlakukan sebagai jamak untuk keperluan konjugasi kata kerja, termasuk ‘be’. Jadi, mau kamu ngomong ke satu orang atau banyak orang, pakainya tetap ‘were’.
* We (Kami/Kita)
* They (Mereka)
* Kata benda jamak (contoh: two cats, my friends, the books, John and Sarah, countries)

Gampang kan? ‘Were’ itu buat yang banyak (lebih dari satu), plus si ‘you’ yang unik itu.

Contoh Penggunaan ‘Were’ dalam Kalimat

Yuk, intip contoh kalimatnya biar makin paham:

  • You were late for the meeting. (Kamu/Kalian terlambat untuk rapat.) - Subjeknya ‘You’. Ingat, selalu ‘were’ untuk ‘you’.
  • We were at the park yesterday. (Kami/Kita ada di taman kemarin.) - Subjeknya ‘We’.
  • They were playing football in the field. (Mereka sedang bermain sepak bola di lapangan.) - Subjeknya ‘They’.
  • My friends were waiting for me. (Teman-teman saya sedang menunggu saya.) - Subjeknya ‘My friends’ (kata benda jamak).
  • The books were on the table. (Buku-buku itu ada di atas meja.) - Subjeknya ‘The books’ (kata benda jamak).
  • John and Sarah were happy together. (John dan Sarah bahagia bersama.) - Subjeknya ‘John and Sarah’ (lebih dari satu orang).

Jelas ya bedanya? Kalau subjeknya ‘rame-rame’ (plural) atau ‘you’, pasangannya pasti ‘were’.

Momen-momen Khusus: Kapan Was dan Were Bertukar Tempat?

Nah, ini dia bagian yang sering bikin bingung. Ternyata ada beberapa situasi khusus di mana penggunaan ‘was’ dan ‘were’ nggak ngikutin aturan umum subjek tunggal/jamak. Ini biasanya terjadi dalam kalimat-kalimat pengandaian atau yang mengungkapkan keinginan yang nggak realistis.

Subjunctive Mood (Modus Subjungtif)

Pernah denger kalimat kayak gini: “If I were you…”? Pasti sering kan? Padahal subjeknya ‘I’ (saya) yang jelas-jelas tunggal, tapi kok pakai ‘were’, bukan ‘was’? Ini adalah contoh penggunaan subjunctive mood.

Subjunctive mood itu dipakai untuk mengungkapkan:
1. Keinginan (Wishes): Sesuatu yang kamu inginkan tapi mungkin nggak terjadi atau nggak nyata saat ini.
2. Pengandaian yang Tidak Nyata (Hypothetical Situations): Mengandaikan sesuatu yang berlawanan dengan kenyataan saat ini atau di masa lampau.
3. Saran atau Permintaan Formal: Kadang dipakai setelah kata kerja atau kata sifat tertentu (tapi ini lebih sering pakai bentuk dasar kata kerja).

Dalam konteks ‘was’ dan ‘were’, subjunctive mood sering muncul setelah kata kerja ‘wish’ atau dalam klausa ‘if’ untuk pengandaian yang tidak nyata di masa sekarang. Di sinilah si ‘was’ “dilarang” muncul, dan ‘were’ mengambil alih tugasnya, bahkan untuk subjek tunggal seperti I, he, she, it.

Contoh Penggunaan ‘Were’ dalam Subjunctive Mood

Lihat baik-baik contoh-contoh “aneh” ini:

  • If I were you, I would accept the offer. (Jika saya adalah kamu, saya akan menerima tawaran itu.) - Subjeknya ‘I’, tapi pakai ‘were’ karena ini pengandaian yang nggak nyata (saya kan bukan kamu).
  • I wish I were taller. (Saya berharap saya lebih tinggi.) - Subjeknya ‘I’, pakai ‘were’ karena ini mengungkapkan keinginan yang nggak realistis saat ini.
  • She acts as if she were the boss. (Dia bertingkah seolah-olah dia bosnya.) - Subjeknya ‘she’, tapi pakai ‘were’ karena ini pengandaian (dia bukan bosnya).
  • He wishes he were on vacation right now. (Dia berharap dia sedang liburan sekarang.) - Subjeknya ‘he’, pakai ‘were’ karena keinginan yang nggak realistis saat ini.
  • They would buy a bigger house if they were richer. (Mereka akan membeli rumah yang lebih besar jika mereka lebih kaya.) - Subjeknya ‘they’, ini sesuai aturan jamak. Tapi inti aturannya adalah dalam klausa ‘if’ pengandaian tidak nyata, bentuk lampau ‘be’ adalah ‘were’ untuk semua subjek.

Jadi, kalau kamu sedang mengungkapkan pengandaian yang nggak sesuai kenyataan atau keinginan yang sulit terwujud, dan butuh kata kerja ‘be’ di masa lampau, langsung aja pakai ‘were’ ya, nggak peduli subjeknya tunggal sekalipun!

Conditional Sentences Type 2

Penggunaan ‘were’ dalam klausa ‘if’ seperti contoh di atas sering ditemui dalam Conditional Sentences Type 2. Jenis kalimat ini dipakai untuk membicarakan situasi yang tidak nyata atau tidak mungkin terjadi di masa sekarang dan apa yang akan terjadi jika situasi itu terjadi.

Rumusnya kira-kira begini:
* If + Simple Past (biasanya pakai ‘were’ untuk ‘be’), Would + Base Verb

Contoh:
* If I were a bird, I would fly everywhere. (Jika saya adalah burung, saya akan terbang kemana-mana.) - Subjek ‘I’, pakai ‘were’.
* If she were here, she would help us. (Jika dia ada di sini, dia akan membantu kita.) - Subjek ‘she’, pakai ‘were’.
* If they were ready, we would leave. (Jika mereka sudah siap, kita akan berangkat.) - Subjek ‘they’, pakai ‘were’. (Ini sesuai aturan jamak, tapi struktur conditional Type 2 ini sering pakai ‘were’ di klausa if).

Ini adalah salah satu kasus paling umum dari subjunctive mood, jadi penting banget buat diingat!

Was dan Were dalam Kalimat Tanya dan Negatif

Penggunaan ‘was’ dan ‘were’ juga muncul dalam kalimat tanya (interrogative) dan kalimat negatif (negative). Aturan dasarnya tetap sama, kok, tergantung subjeknya.

Kalimat Tanya

Untuk membuat kalimat tanya dengan ‘was’ atau ‘were’, kamu tinggal pindahkan ‘was’ atau ‘were’ ke depan subjek.

  • Was I late? (Apakah saya terlambat?)
  • Was he at home? (Apakah dia ada di rumah?)
  • Was she happy? (Apakah dia senang?)
  • Was it cold yesterday? (Apakah kemarin dingin?)
  • Were you busy? (Apakah kamu sibuk?)
  • Were we noisy? (Apakah kami ribut?)
  • Were they ready? (Apakah mereka siap?)
  • Were your friends with you? (Apakah teman-temanmu bersamamu?)

Gampang kan? Posisinya aja yang berubah.

Kalimat Negatif

Untuk membuat kalimat negatif, kamu tinggal tambahkan kata ‘not’ setelah ‘was’ atau ‘were’.

  • I was not (atau wasn’t) hungry. (Saya tidak lapar.)
  • He was not (atau wasn’t) there. (Dia tidak ada di sana.)
  • She was not (atau wasn’t) angry. (Dia tidak marah.)
  • It was not (atau wasn’t) expensive. (Itu tidak mahal.)
  • You were not (atau weren’t) invited. (Kamu tidak diundang.)
  • We were not (atau weren’t) playing. (Kami tidak sedang bermain.)
  • They were not (atau weren’t) at the party. (Mereka tidak ada di pesta.)
  • My parents were not (atau weren’t) happy with the result. (Orang tua saya tidak senang dengan hasilnya.)

Bentuk singkat (kontraksi) ‘wasn’t’ dan ‘weren’t’ lebih umum dipakai dalam percakapan sehari-hari atau tulisan informal.

Tips Mudah Mengingat Perbedaan Was dan Were

Masih suka bingung? Tenang, ini beberapa tips biar kamu makin jago bedain ‘was’ dan ‘were’:

  1. Ingat Subjek: Ini kunci utamanya! Tentukan dulu subjek kalimatnya. Tunggal atau jamak? Kalau tunggal (kecuali ‘you’) atau uncountable, pakai ‘was’. Kalau jamak atau ‘you’, pakai ‘were’.
  2. Ingat Gengnya: Bayangkan ‘was’ itu gengnya I, he, she, it, dan yang sendirian/uncountable. Sedangkan ‘were’ itu gengnya you, we, they, dan yang rame-rame.
  3. Ingat Kasus Subjunctive: Nah, ini pengecualiannya. Kalau kalimatnya pengandaian nggak nyata (If I were you…) atau mengungkapkan harapan yang sulit terjadi (I wish I were…), langsung pakai ‘were’ aja, nggak peduli subjeknya tunggal. Ini kasus spesial!
  4. Latihan, Latihan, Latihan: Semakin sering kamu baca, dengar, dan pakai bahasa Inggris, semakin terbiasa kamu dengan penggunaan ‘was’ dan ‘were’ yang benar. Coba deh bikin kalimat sendiri pakai dua kata ini!

Sedikit Fakta Menarik tentang ‘Be’

Kata kerja ‘to be’ itu unik banget loh dalam bahasa Inggris. Bentuknya di masa lampau (was/were) dan masa kini (am/is/are) berubah-ubah tergantung subjeknya, nggak kayak kata kerja lain yang biasanya cuma nambah ‘-ed’ buat bentuk lampau (play -> played, walk -> walked). Ini karena ‘to be’ adalah salah satu kata kerja paling tua dalam bahasa Inggris, dan bentuk-bentuknya berasal dari gabungan beberapa akar kata kerja kuno yang berbeda! Jadi, was, were, am, is, are itu kayak keluarga besar dari kakek-nenek buyut yang beda-beda. Menarik ya?

grammar was vs were difference
Image just for illustration

Tabel Perbandingan Was dan Were

Biar makin gampang diingat, ini rangkuman perbedaan ‘was’ dan ‘were’ dalam tabel:

Kriteria Was Were
Subjek Utama Tunggal (I, He, She, It, Kata Benda Tunggal) atau Uncountable Nouns Jamak (You, We, They, Kata Benda Jamak)
Fungsi Utama Menyatakan keadaan/posisi/kejadian di masa lampau untuk subjek tunggal/uncountable Menyatakan keadaan/posisi/kejadian di masa lampau untuk subjek jamak/You
Kasus Khusus - Subjunctive Mood (Pengandaian Tidak Nyata, Harapan Sulit Terjadi) untuk semua subjek
Bentuk Negatif Was not / Wasn’t Were not / Weren’t
Bentuk Tanya Was + Subjek Were + Subjek

Contoh Latihan Singkat

Coba isi titik-titik di bawah ini dengan ‘was’ atau ‘were’ yang tepat!

  1. My brother _____ sleeping when I called.
  2. The students _____ very noisy during the break.
  3. Where _____ you last night?
  4. She _____ not feeling well yesterday.
  5. The news _____ surprising.
  6. We _____ at the beach last weekend.
  7. If I _____ rich, I would travel the world.
  8. Why _____ he absent from school?
  9. All the windows _____ open.
  10. I wish I _____ better at English.

Sudah coba jawab? Yuk kita cek jawabannya:

  1. My brother was sleeping when I called. (Subjek: My brother - tunggal)
  2. The students were very noisy during the break. (Subjek: The students - jamak)
  3. Where were you last night? (Subjek: You - selalu pakai were)
  4. She was not feeling well yesterday. (Subjek: She - tunggal)
  5. The news was surprising. (Subjek: The news - meskipun terlihat jamak, ‘news’ termasuk uncountable noun dan diperlakukan tunggal)
  6. We were at the beach last weekend. (Subjek: We - jamak)
  7. If I were rich, I would travel the world. (Subjek: I - kasus subjunctive mood/pengandaian tidak nyata)
  8. Why was he absent from school? (Subjek: He - tunggal)
  9. All the windows were open. (Subjek: All the windows - jamak)
  10. I wish I were better at English. (Subjek: I - kasus subjunctive mood/harapan tidak nyata)

Gimana? Banyak yang benar? Kalau masih ada yang salah, jangan khawatir! Terus latihan aja ya. Kuncinya adalah mengenali subjek dan situasi kalimatnya (apakah pengandaian atau bukan).

Ringkasan Singkat

Oke, jadi intinya, perbedaan ‘was’ dan ‘were’ ada pada subjeknya:
* Was -> untuk subjek tunggal (I, he, she, it, kata benda tunggal) dan uncountable nouns.
* Were -> untuk subjek jamak (you, we, they, kata benda jamak).
* Were juga punya peran spesial di subjunctive mood untuk pengandaian yang nggak nyata atau harapan, bahkan untuk subjek tunggal sekalipun (If I were you…).

Memahami perbedaan ini penting banget supaya kalimat bahasa Inggris kamu di masa lampau jadi lebih akurat dan natural. Ini adalah salah satu dasar tata bahasa Inggris yang harus kamu kuasai!

Sekarang kamu sudah tahu kan bedanya ‘was’ dan ‘were’? Jangan sampai ketuker lagi ya! Terus praktik dan jangan ragu buat bikin kalimat sendiri pakai dua kata ini. Semangat belajarnya!

Nah, sekarang giliran kamu! Punya pertanyaan lain seputar ‘was’ dan ‘were’? Atau mungkin kamu punya tips lain buat bedain keduanya? Yuk, share di kolom komentar di bawah! Mari kita diskusi bareng biar makin jago bahasa Inggris!

Posting Komentar