Perbedaan Sony Xperia XZ2 vs XZ3, Pilih Mana?

Table of Contents

Dua flagship dari Sony Mobile yang cukup menarik perhatian pada masanya adalah Xperia XZ2 dan penerusnya, Xperia XZ3. Meskipun sekilas terlihat mirip karena sama-sama mengusung bahasa desain “Ambient Flow”, ternyata ada beberapa perbedaan mendasar yang bikin pengalaman pengguna kedua ponsel ini cukup berbeda. Nah, buat kamu yang mungkin penasaran atau sedang mempertimbangkan salah satunya di pasar second, yuk kita bedah apa saja sih bedanya!

Perbedaan XZ2 dan XZ3
Image just for illustration

Desain dan Material: Perubahan dari “Chubby” ke “Sleek”

Salah satu perbedaan yang paling mencolok bisa langsung kamu rasakan saat pertama kali memegang kedua ponsel ini. Xperia XZ2 punya bodi yang terasa lebih tebal dan membulat di bagian belakangnya, bikin dia sering dijuluki “chubby” oleh sebagian pengguna. Meskipun enak digenggam karena bentuknya yang ergonomis, ketebalannya ini cukup terasa di saku atau saat diletakkan di meja.

Nah, di Xperia XZ3, Sony melakukan beberapa penyempurnaan desain. Ponsel ini terasa lebih ramping dengan pinggiran yang melengkung lembut berkat penggunaan kaca di bagian depan dan belakang (Gorilla Glass 5) yang menyatu mulus dengan bingkai aluminium. Lengkungan di sisi layar ini nggak cuma bikin XZ3 terlihat lebih modern dan premium, tapi juga sedikit mengubah feel saat digenggam dibandingkan XZ2 yang permukaannya lebih rata.

Meskipun bobot keduanya tidak terpaut jauh (XZ2 sekitar 193g, XZ3 sekitar 193g juga), dimensi XZ3 yang sedikit lebih ramping (158 x 73 x 9.9 mm) dibandingkan XZ2 (153 x 72 x 11.1 mm) bikin dia terasa lebih “naturally fit” di tangan dan saku. Penempatan sensor sidik jari di kedua ponsel ini sama-sama ada di bagian belakang, tepat di bawah modul kamera. Namun, banyak pengguna merasa posisinya di XZ2 dan XZ3 agak terlalu rendah sehingga perlu sedikit adaptasi.

Desain Xperia XZ2 dan XZ3
Image just for illustration

Layar: Revolusi dari LCD ke OLED yang Memukau

Ini dia perbedaan paling signifikan yang bisa langsung kamu rasakan saat menghidupkan kedua ponsel ini: layar! Xperia XZ2 masih menggunakan panel LCD IPS berukuran 5.7 inci dengan resolusi Full HD+ (1080 x 2160 piksel) dan rasio aspek 18:9. Kualitasnya sudah bagus untuk ukuran layar LCD, warnanya akurat dan cukup cerah.

Di sisi lain, Xperia XZ3 jadi ponsel Sony pertama yang menggunakan panel OLED. Ukuran layarnya sedikit lebih besar, 6.0 inci, dengan resolusi yang lebih tinggi pula, yaitu Quad HD+ (1440 x 2880 piksel) dengan rasio aspek tetap 18:9. Transisi ke OLED ini membawa peningkatan kualitas visual yang drastis, terutama dalam hal kontras.

Layar OLED mampu menghasilkan warna hitam yang pekat sempurna karena pikselnya bisa mati total, kontras yang sangat tinggi, dan warna yang lebih hidup serta punchy. Pengalaman menonton film atau melihat foto di XZ3 terasa jauh lebih imersif berkat kualitas layar OLED-nya yang superb. Resolusi QHD+ juga bikin tampilan teks dan gambar jadi lebih tajam dibandingkan FHD+ di XZ2.

Selain itu, layar XZ3 juga sudah mendukung teknologi HDR (High Dynamic Range) yang lebih baik, bikin konten yang kompatibel terlihat jauh lebih detail baik di area terang maupun gelap. Keunggulan lain dari layar OLED adalah efisiensi daya saat menampilkan warna hitam atau gelap (seperti saat menggunakan dark mode), karena pikselnya tidak menyala. Jadi, buat kamu yang doyan nonton atau main game, layar XZ3 ini jelas memberikan pengalaman yang jauh lebih superior.

Layar OLED Xperia XZ3
Image just for illustration

Performa: Chipset Sama, tapi Ada Nuansa Berbeda

Soal performa murni, kedua ponsel ini sebenarnya nggak beda jauh karena sama-sama ditenagai oleh chipset kelas atas pada masanya, yaitu Qualcomm Snapdragon 845. Chipset ini masih sangat mumpuni untuk menjalankan berbagai aplikasi dan game modern saat ini dengan lancar. Baik XZ2 maupun XZ3 biasanya dibekali dengan RAM 4GB atau 6GB, tergantung varian dan pasar.

Perbedaan performa yang mungkin terasa itu lebih ke pengalaman pengguna secara keseluruhan. Karena XZ3 memiliki layar dengan resolusi yang lebih tinggi (QHD+), GPU Adreno 630 yang ada di Snapdragon 845 harus bekerja sedikit lebih keras untuk merender grafis dibandingkan saat menjalankan di resolusi FHD+ seperti pada XZ2. Dalam penggunaan sehari-hari sih mungkin nggak begitu terasa.

Namun, saat menjalankan game-game berat dengan pengaturan grafis tertinggi, ada kemungkinan frame rate di XZ3 sedikit lebih rendah atau kurang stabil dibandingkan XZ2, meskipun perbedaannya tidak signifikan. Intinya sih, untuk tugas-tugas umum dan multitasking, performa keduanya tetap ngebut dan handal berkat chipset Snapdragon 845 yang kuat. Sony juga dikenal punya software yang relatif “bersih” tanpa banyak bloatware, yang membantu menjaga performa tetap optimal.

Chipset Snapdragon 845
Image just for illustration

Sektor Kamera: Belakang Mirip, Depan Beda Jauh!

Nah, ini juga jadi area yang cukup menarik buat dibahas. Di bagian belakang, Sony tampaknya masih percaya diri dengan setup kamera tunggal mereka di kedua ponsel ini. Baik XZ2 maupun XZ3 dibekali dengan kamera utama 19MP Motion Eye™ dengan sensor Exmor RS™ for mobile. Sensor ini terkenal dengan kemampuan merekam video super slow-motion hingga 960fps di resolusi Full HD (1080p), yang pada masanya adalah salah satu yang terbaik.

Fitur kamera belakang lainnya seperti Predictive Capture, Autofocus Burst, dan merekam video 4K HDR juga hadir di kedua model. Kualitas foto yang dihasilkan kamera belakang keduanya pun relatif serupa; detailnya bagus, warna natural, dan performa di kondisi cahaya rendah cukup baik meskipun kadang kalah bersaing dengan flagship lain yang sudah pakai computational photography lebih canggih atau sensor lebih besar.

Namun, perbedaan mencolok ada di kamera depan! XZ2 masih menggunakan kamera depan 5MP dengan aperture f/2.2. Kualitasnya lumayan untuk video call atau selfie standar di kondisi cahaya bagus, tapi detailnya kurang dan performanya menurun drastis di cahaya redup.

Di XZ3, Sony memberikan upgrade signifikan pada kamera depannya. XZ3 dibekali kamera depan 13MP dengan aperture f/1.9 dan sensor yang lebih besar. Hasil foto selfie jadi jauh lebih detail, tajam, dan performanya di kondisi low-light pun meningkat drastis. Buat kamu yang hobi selfie atau video call, kamera depan XZ3 jelas jadi nilai plus yang besar.

Kamera Xperia XZ2 vs XZ3
Image just for illustration

Baterai dan Pengisian Daya: Kapasitas Sedikit Naik

Kapasitas baterai juga mengalami sedikit peningkatan dari XZ2 ke XZ3. Xperia XZ2 dibekali baterai berkapasitas 3180 mAh, sementara Xperia XZ3 punya baterai sedikit lebih besar, yaitu 3300 mAh. Selisih 120 mAh ini memang nggak terlalu besar, tapi bisa sedikit membantu menambah daya tahan.

Kedua ponsel ini sudah mendukung teknologi pengisian daya cepat (Quick Charge 3.0 atau USB Power Delivery) dan juga pengisian daya nirkabel (Qi wireless charging). Kehadiran wireless charging ini cukup premium untuk ponsel di segmennya pada waktu itu.

Soal daya tahan baterai, ini agak tricky untuk dibandingkan secara langsung hanya dari angka kapasitas. XZ3 punya baterai lebih besar, tapi layarnya juga lebih besar dan punya resolusi lebih tinggi yang berpotensi mengonsumsi daya lebih banyak. Namun, karena layarnya sudah OLED, konsumsi daya bisa lebih efisien saat menampilkan konten gelap. Secara praktis, daya tahan keduanya kurang lebih serupa, cukup untuk pemakaian normal seharian tapi jangan harap lebih jika dipakai nge-game berat atau nonton video terus-terusan.

Baterai Xperia XZ2 XZ3
Image just for illustration

Fitur Tambahan: Side Sense dan Dynamic Vibration System

Sony menyematkan beberapa fitur unik di kedua ponsel ini. Salah satunya adalah Dynamic Vibration System. Fitur ini bikin ponsel bergetar mengikuti suara atau musik yang sedang diputar, memberikan sensasi getaran yang disinkronkan dengan audio. Fitur ini ada di XZ2 maupun XZ3, dan sebagian pengguna merasa ini cukup immersive saat nonton atau main game, meskipun sebagian lagi merasa agak aneh atau malah dimatikan saja.

Nah, fitur baru yang diperkenalkan di XZ3 adalah Side Sense. Ini adalah cara baru untuk berinteraksi dengan ponsel melalui pinggiran layarnya yang melengkung. Dengan mengetuk dua kali di sisi kiri atau kanan layar, akan muncul menu pintasan yang menampilkan aplikasi yang sering kamu gunakan berdasarkan kebiasaan dan waktu, atau pintasan ke pengaturan tertentu.

Side Sense juga bisa digunakan untuk navigasi. Dengan menggeser jari di sepanjang sisi layar ke atas atau ke bawah, kamu bisa kembali ke layar sebelumnya. Konsepnya cukup menarik untuk navigasi satu tangan di layar yang makin besar, meskipun dalam praktiknya perlu sedikit adaptasi dan kadang false touch bisa terjadi di awal penggunaan. Fitur ini eksklusif di XZ3 dan tidak ada di XZ2.

Fitur Side Sense Xperia XZ3
Image just for illustration

Software dan Pengalaman Pengguna: Awal yang Berbeda

Saat diluncurkan, Xperia XZ2 berjalan di atas sistem operasi Android 8.0 Oreo, sementara Xperia XZ3 langsung hadir dengan Android 9 Pie. Ini berarti XZ3 sudah selangkah lebih maju dalam hal software awal yang didapatkan. Sony dikenal cukup baik dalam memberikan pembaruan software ke flagship mereka, meskipun tentu saja ada batasnya.

Karena kedua ponsel ini sudah rilis cukup lama, pembaruan Android terbaru yang bisa mereka dapatkan mungkin sudah terbatas. Namun, pengalaman pengguna antarmuka Sony sendiri relatif konsisten di kedua ponsel ini. Sony UI terkenal ringan, minim bloatware, dan cukup mendekati antarmuka standar Android, sehingga transisinya cukup mudah bagi pengguna baru maupun lama.

Keunggulan XZ3 dengan Android Pie saat rilis adalah sudah membawa fitur-fitur dasar dari OS tersebut, seperti Digital Wellbeing, Adaptive Battery, dan navigasi gestur (meskipun Sony punya implementasi gesturnya sendiri). Pengalaman software di XZ3 terasa sedikit lebih modern saat pertama kali digunakan dibandingkan XZ2 yang memulai dengan Oreo.

Antarmuka Xperia UI
Image just for illustration

Harga dan Ketersediaan: Fokus Pasar Second

Saat pertama kali dirilis, tentu saja Xperia XZ3 diposisikan di atas XZ2 dengan harga peluncuran yang lebih tinggi. XZ2 rilis duluan di awal 2018, sementara XZ3 di akhir 2018.

Saat ini, kedua ponsel ini sudah tidak dijual secara resmi dalam kondisi baru di kebanyakan pasar. Keduanya bisa kamu temukan di pasar second atau refurbished. Biasanya, Xperia XZ3 masih memiliki harga jual kembali yang sedikit lebih tinggi dibandingkan XZ2, mengingat beberapa upgrade yang dibawanya seperti layar OLED, kamera depan yang lebih baik, dan desain yang lebih modern.

Harga di pasar second sangat bervariasi tergantung kondisi barang, kelengkapan, dan penjualnya. XZ2 bisa jadi pilihan yang lebih ekonomis jika budget kamu terbatas dan kamu tidak terlalu memprioritaskan layar OLED atau kamera depan yang lebih baik.

Harga Xperia XZ2 XZ3 Bekas
Image just for illustration

Tabel Perbandingan Spesifikasi Singkat

Biar makin jelas, ini dia rangkuman perbedaan spesifikasi utama antara Sony Xperia XZ2 dan Xperia XZ3 dalam bentuk tabel:

Fitur Sony Xperia XZ2 Sony Xperia XZ3 Catatan Perbedaan Utama
Layar 5.7 inci IPS LCD 6.0 inci OLED Teknologi panel & Ukuran & Resolusi
Resolusi Layar 1080 x 2160 piksel (FHD+) 1440 x 2880 piksel (QHD+) XZ3 lebih tinggi
Chipset Qualcomm Snapdragon 845 Qualcomm Snapdragon 845 Sama
RAM 4GB / 6GB 4GB / 6GB Sama (tergantung varian)
Memori Internal 64GB 64GB Sama (dukung microSD)
Kamera Belakang 19 MP (f/2.0) Motion Eye 19 MP (f/2.0) Motion Eye Sama
Kamera Depan 5 MP (f/2.2) 13 MP (f/1.9) XZ3 lebih tinggi resolusi & aperture
Baterai 3180 mAh 3300 mAh XZ3 sedikit lebih besar
Pengisian Daya Fast Charging (QC 3.0), Wireless Qi Fast Charging (PD), Wireless Qi Keduanya dukung fast & wireless charge
OS Saat Rilis Android 8.0 Oreo Android 9 Pie XZ3 lebih baru OS awal
Dimensi 153 x 72 x 11.1 mm 158 x 73 x 9.9 mm XZ3 lebih ramping & sedikit lebih tinggi
Bobot 193 g 193 g Kurang lebih sama
Fitur Unik Dynamic Vibration System Dynamic Vibration, Side Sense XZ3 punya Side Sense tambahan
Material Gorilla Glass 5 depan/belakang, Alu frame Gorilla Glass 5 depan/belakang, Alu frame Desain XZ3 lebih melengkung di sisi
Ketahanan Air IP65/IP68 IP65/IP68 Sama

Kesimpulan: Mana yang Lebih Cocok Untukmu?

Memilih antara Xperia XZ2 dan XZ3 sebenarnya cukup mudah jika kamu tahu prioritasmu. Keduanya masih merupakan ponsel yang mampu dengan performa yang handal berkat chipset Snapdragon 845. Fitur seperti Dynamic Vibration System dan sertifikasi tahan air/debu IP68 ada di kedua model.

Namun, Xperia XZ3 jelas membawa beberapa upgrade signifikan yang membuatnya terasa lebih modern dan premium:

  • Layar OLED: Ini adalah game changer. Jika kualitas layar (kontras, warna, resolusi) adalah prioritas utama bagimu, XZ3 jauh lebih unggul.
  • Desain: XZ3 terasa lebih ramping dan punya lengkungan yang elegan, meskipun penempatan sidik jari tetap butuh adaptasi.
  • Kamera Depan: Untuk para selfie enthusiast, kamera depan 13MP di XZ3 adalah peningkatan yang signifikan dari 5MP di XZ2.
  • Baterai: Kapasitas sedikit lebih besar di XZ3, meskipun efeknya ke daya tahan nggak terlalu drastis.
  • Fitur Baru: Side Sense di XZ3 bisa jadi fitur tambahan yang menarik jika kamu bisa terbiasa dengannya.

Xperia XZ2, di sisi lain, masih merupakan pilihan yang bagus jika kamu mencari ponsel Sony dengan performa flagship di masa lalu dengan harga yang lebih terjangkau di pasar second. Kamu tetap dapat performa kencang, kamera belakang yang mumpuni (termasuk super slow-motion), wireless charging, dan desain yang ergonomis (meskipun tebal).

Jadi, kalau kamu mengutamakan layar terbaik, kamera depan yang lebih superior, dan desain yang lebih kekinian (dengan tambahan Side Sense), Xperia XZ3 adalah pilihan yang lebih tepat. Tapi kalau budget jadi pertimbangan utama dan kamu nggak masalah dengan layar LCD serta kamera depan standar, Xperia XZ2 masih layak dipertimbangkan.

Pengalamanmu pakai Xperia XZ2 atau XZ3 gimana nih, Guys? Atau mungkin kamu punya pertanyaan lebih lanjut tentang perbedaan keduanya? Jangan ragu sampaikan di kolom komentar di bawah ya!

Posting Komentar