Perbedaan Like dan Likes: Penjelasan Simpel Biar Nggak Salah Pakai

Table of Contents

Sering bingung ya pakai “like” atau “likes”? Dua kata ini memang mirip banget, cuma beda di huruf ‘s’ di belakangnya. Tapi, perbedaan huruf ‘s’ ini krusial banget lho dalam bahasa Inggris! Kalau salah pakai, bisa beda arti atau terdengar aneh di telinga penutur aslinya. Nggak cuma di pelajaran bahasa Inggris, di dunia media sosial pun kata ini populer banget. Nah, biar nggak salah lagi, yuk kita bedah tuntas perbedaannya!

Perbedaan Like dan Likes
Image just for illustration

Intinya, perbedaan utama antara “like” dan “likes” terletak pada konteks penggunaannya, terutama saat berfungsi sebagai kata kerja (verb) dalam kalimat simple present tense. Ini adalah aturan dasar tata bahasa Inggris yang penting buat dipahami. Tapi tenang, ada juga lho saat kedua kata ini berfungsi sebagai kata benda (noun) atau bahkan kata depan (preposition).

“Like” Sebagai Kata Kerja (Verb)

Ketika berfungsi sebagai kata kerja yang artinya ‘menyukai’ atau ‘menyenangi’, kata “like” digunakan untuk subjek tertentu. Ini adalah bentuk dasar dari kata kerja tersebut. Penggunaannya mengikuti aturan subject-verb agreement dalam simple present tense.

Like sebagai Kata Kerja
Image just for illustration

Penggunaan dengan Subjek Jamak, ‘I’, dan ‘You’

“Like” (tanpa ‘s’) dipakai kalau subjek kalimatnya adalah:
1. Pronoun Jamak: We (kita/kami), They (mereka)
2. Pronoun Tunggal: I (saya), You (kamu/kalian)
3. Kata Benda Jamak: Cats (kucing-kucing), Students (murid-murid), Books (buku-buku), John and Mary (John dan Mary)

Gampangnya, kalau subjeknya itu lebih dari satu orang/benda, atau kalau subjeknya itu ‘I’ atau ‘you’, pakai “like”.

Contoh Kalimat:

  • I like reading books in my free time. (Saya suka membaca buku di waktu luang saya.)
  • You like spicy food, right? (Kamu suka makanan pedas, kan?)
  • We like to play football every Sunday. (Kami suka bermain sepak bola setiap hari Minggu.)
  • They like listening to pop music. (Mereka suka mendengarkan musik pop.)
  • Cats like sleeping in warm places. (Kucing-kucing suka tidur di tempat yang hangat.)
  • My parents like traveling abroad. (Orang tua saya suka bepergian ke luar negeri.)

Perhatikan subjek di setiap kalimatnya. Semuanya masuk dalam kategori subjek yang menggunakan “like” tanpa tambahan ‘s’. Ini adalah aturan dasar yang paling sering bikin orang bingung.

Dalam bentuk negatif di simple present tense, kita menggunakan “do not” atau “don’t” sebelum “like”. Subjeknya tetap sama seperti di atas.

Contoh Kalimat Negatif:

  • I don’t like waking up early. (Saya tidak suka bangun pagi.)
  • You don’t like this kind of music. (Kamu tidak suka musik jenis ini.)
  • We don’t like crowded places. (Kami tidak suka tempat yang ramai.)
  • They don’t like doing homework. (Mereka tidak suka mengerjakan PR.)
  • Dogs don’t like loud noises. (Anjing-anjing tidak suka suara keras.)

Jadi, ingat ya, kalau subjeknya “I, you, we, they” atau kata benda jamak, kata kerjanya “like”. Ini berlaku tidak hanya untuk kata “like”, tapi untuk sebagian besar kata kerja lain dalam simple present tense. Contoh lain: “I eat”, “They play”, “Birds sing”, “Students study”.

“Likes” Sebagai Kata Kerja (Verb)

Nah, kalau kata kerja “likes” (dengan tambahan ‘s’ di belakangnya) digunakan untuk subjek tertentu lainnya dalam simple present tense. Inilah yang membedakannya dengan “like”. Tambahan ‘s’ ini sering disebut sebagai penanda third-person singular.

Likes sebagai Kata Kerja
Image just for illustration

Penggunaan dengan Subjek Tunggal Orang Ketiga

“Likes” (dengan ‘s’) dipakai kalau subjek kalimatnya adalah:
1. Pronoun Tunggal Orang Ketiga: He (dia laki-laki), She (dia perempuan), It (ini/itu, untuk benda/hewan/konsep)
2. Kata Benda Tunggal: John (John), Mary (Mary), A cat (seekor kucing), The book (buku itu), My sister (saudara perempuan saya), The company (perusahaan itu)

Singkatnya, kalau subjeknya itu satu orang atau satu benda (dan bukan ‘I’ atau ‘you’), pakai “likes”.

Contoh Kalimat:

  • He likes playing video games. (Dia suka bermain video game.)
  • She likes to drink coffee in the morning. (Dia suka minum kopi di pagi hari.)
  • It likes chasing mice. (Ini (seekor kucing) suka mengejar tikus.)
  • John likes science fiction movies. (John suka film fiksi ilmiah.)
  • My sister likes cooking pasta. (Saudara perempuan saya suka memasak pasta.)
  • The company likes innovative ideas. (Perusahaan itu suka ide-ide inovatif.)

Lihat perbedaannya? Subjeknya tunggal dan merupakan orang ketiga (he, she, it, atau nama orang/benda tunggal). Makanya, kata kerjanya jadi “likes”.

Dalam bentuk negatif, untuk subjek tunggal orang ketiga ini, kita menggunakan “does not” atau “doesn’t” sebelum kata kerja. Penting dicatat, setelah “doesn’t”, kata kerjanya kembali ke bentuk dasar, yaitu “like”, bukan “likes”!

Contoh Kalimat Negatif:

  • He doesn’t like spicy food. (Dia tidak suka makanan pedas.)
  • She doesn’t like to wake up early. (Dia tidak suka bangun pagi.)
  • It doesn’t like loud noises. (Ini (seekor anjing) tidak suka suara keras.)
  • My brother doesn’t like swimming. (Saudara laki-laki saya tidak suka berenang.)

Jadi, aturan utamanya sebagai kata kerja adalah: Subjek “I, you, we, they, kata benda jamak” pakai “like”. Subjek “he, she, it, kata benda tunggal” pakai “likes”. Ini dasar banget ya!

Memahami “Like” dan “Likes” di Luar Konteks Kata Kerja

Selain sebagai kata kerja, “like” dan “likes” juga bisa punya fungsi dan arti lain lho! Ini yang kadang bikin lebih bingung. Tapi tenang, dengan memahami konteksnya, kita bisa membedakannya dengan mudah.

Fungsi Lain Like
Image just for illustration

“Like” Sebagai Kata Depan (Preposition) atau Kata Sambung (Conjunction)

“Like” juga sering digunakan sebagai kata depan yang artinya ‘seperti’ atau ‘mirip dengan’. Ini biasanya diikuti oleh kata benda atau pronoun. Kadang juga bisa berfungsi seperti kata sambung, diikuti frasa atau klausa.

Makna dan Penggunaan:

  • Sebagai Preposition: Menunjukkan kemiripan atau perbandingan. Artinya ‘seperti’, ‘mirip’, ‘serupa’.
  • Sebagai Conjunction (Informal): Dalam percakapan informal, “like” bisa dipakai menggantikan “as if” atau “as though”.

Contoh Kalimat:

  • She sings like an angel. (Dia bernyanyi seperti malaikat.) - Like sebagai preposition
  • The house looks like a castle. (Rumah itu terlihat seperti kastil.) - Like sebagai preposition
  • He ran like he was being chased. (Dia berlari seolah-olah dia sedang dikejar.) - Like sebagai conjunction (informal)
  • What kind of music do you like, like pop or rock? (Jenis musik apa yang kamu suka, seperti pop atau rock?) - Like di sini bisa berfungsi seperti ‘such as’ (contoh).

Dalam konteks ini, kata “like” tidak berubah menjadi “likes” meskipun subjek kalimatnya tunggal. Kenapa? Karena “like” di sini bukan kata kerja utama kalimatnya. Dia berfungsi sebagai kata depan atau kata sambung yang menghubungkan elemen dalam kalimat.

“Like” Sebagai Kata Benda (Noun)

Kata “like” juga bisa menjadi kata benda, biasanya dalam bentuk tunggal. Artinya adalah ‘kesukaan’ atau ‘sesuatu yang disukai’.

Makna dan Penggunaan:

Sebagai kata benda tunggal, “like” berarti sebuah preference atau similarity.

Contoh Kalimat:

  • What are your likes and dislikes? (Apa saja kesukaan dan ketidaksukaanmu?) - Di sini “likes” adalah kata benda jamak, akan kita bahas di bagian berikutnya.
  • We share a like for classical music. (Kami punya satu kesukaan yang sama terhadap musik klasik.) - Di sini “like” adalah kata benda tunggal, merujuk pada satu jenis kesukaan.
  • There’s a strange likeness between them. (Ada kemiripan yang aneh di antara mereka.) - Ini variasi katanya (“likeness”) tapi akarnya sama.

Penggunaan “like” sebagai kata benda tunggal memang tidak sesering “likes” dalam konteks kesukaan/preferensi secara umum, yang biasanya dinyatakan dalam bentuk jamak (“likes”).

“Likes” Sebagai Kata Benda (Noun)

Ini dia penggunaan kata “likes” yang paling populer di era digital! Selain bentuk kata kerja third-person singular, “likes” juga bisa berfungsi sebagai kata benda jamak. Artinya adalah ‘hal-hal yang disukai’ atau ‘jumlah ekspresi persetujuan/apresiasi di platform online’.

Likes sebagai Kata Benda
Image just for illustration

Makna dan Penggunaan:

  • Preferences: Merujuk pada berbagai hal yang disukai oleh seseorang. Biasanya digunakan dalam frasa “likes and dislikes”.
  • Social Media Count: Merujuk pada jumlah klik pada tombol “Like” di platform media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, dll.

Contoh Kalimat:

  • Could you tell me about your likes and dislikes regarding the new policy? (Bisakah kamu memberitahuku tentang kesukaan dan ketidaksukaanmu mengenai kebijakan baru itu?) - Likes sebagai kata benda jamak (preferensi).
  • My likes include reading, hiking, and painting. (Kesukaan saya termasuk membaca, mendaki, dan melukis.) - Likes sebagai kata benda jamak (hal-hal yang disukai).
  • Her latest photo got thousands of likes. (Foto terbarunya mendapat ribuan like.) - Likes sebagai kata benda jamak (jumlah apresiasi di medsos).
  • He is obsessed with getting more likes on his posts. (Dia terobsesi untuk mendapatkan lebih banyak like di postingannya.) - Likes sebagai kata benda jamak (jumlah di medsos).

Jadi, kalau kamu melihat angka di bawah postingan media sosial, itu adalah jumlah “likes”, bukan “like”. Ini adalah penggunaan kata benda jamak dari konsep “like”.

Konteks Populer: “Like” dan “Likes” di Media Sosial

Tidak bisa dipungkiri, kata “like” dan “likes” paling sering kita temui sehari-hari di dunia media sosial. Konsep ini bahkan menjadi salah satu fitur fundamental dari banyak platform. Memahami perbedaannya di sini sangatlah relevan dengan kehidupan digital kita.

Like Button
Image just for illustration

Tombol “Like”

Di sebagian besar platform, ada tombol atau ikon jempol ke atas yang disebut tombol “Like”. Ketika kamu mengklik tombol ini pada sebuah postingan, foto, video, atau komentar, kamu sedang mengekspresikan bahwa kamu like (menyukai) konten tersebut. Kata “Like” di sini berfungsi sebagai nama dari fitur tersebut, atau bisa juga diartikan sebagai bentuk kata kerja dasar (walaupun secara teknis itu adalah perintah/aksi).

Jumlah “Likes”

Setelah banyak orang mengklik tombol “Like” pada suatu postingan, jumlah total klik tersebut akan ditampilkan. Angka inilah yang disebut sebagai “likes”. Ini adalah kata benda jamak yang menghitung berapa banyak like yang sudah terkumpul. Misalnya, “Postingan ini punya 100 likes” artinya ada 100 orang atau akun yang sudah mengklik tombol “Like” di postingan tersebut.

Mengapa Penting di Medsos?

Di media sosial, jumlah “likes” sering kali dianggap sebagai indikator popularitas, keterlibatan (engagement), atau seberapa bagus suatu konten diterima oleh audiens. Semakin banyak “likes”, semakin besar kemungkinan konten tersebut dilihat oleh lebih banyak orang lain (karena algoritma platform), dan seringkali memberikan kepuasan tersendiri bagi pembuat konten. Makanya, orang sering berusaha meningkatkan jumlah “likes” mereka.

Dalam konteks ini:
* “I like your photo!” -> “Like” sebagai kata kerja, subjek ‘I’.
* “Your photo got so many likes!” -> “Likes” sebagai kata benda jamak.
* “He likes getting lots of likes.” -> “Likes” pertama sebagai kata kerja (subjek ‘He’), “likes” kedua sebagai kata benda jamak (merujuk pada jumlah apresiasi).

Memahami konteks ini membuat kita tidak bingung lagi ketika melihat “Like” sebagai nama tombol dan “Likes” sebagai hitungan jumlahnya.

Ringkasan Perbedaan Like dan Likes

Untuk memudahkan, mari kita rangkum perbedaan utama dalam tabel sederhana:

Kata Jenis Kata Utama Penggunaan Contoh Kalimat
Like Kata Kerja (Verb) Dengan subjek: I, You, We, They, Kata Benda Jamak (Present Simple) I like pizza. They like movies.
Kata Depan (Preposition) Artinya ‘seperti’, ‘mirip’ She looks like her mother.
Kata Benda (Noun) Satu jenis kesukaan (jarang, biasanya jamak) We share a like for art.
Likes Kata Kerja (Verb) Dengan subjek: He, She, It, Kata Benda Tunggal (Present Simple) He likes pizza. She likes movies.
Kata Benda (Noun) Hal-hal yang disukai (jamak) My likes include sports and music.
Kata Benda (Noun) Jumlah apresiasi di medsos (jamak) This post has many likes.

Tabel ini bisa jadi panduan cepat buat kamu mengingat kapan harus pakai “like” dan kapan pakai “likes”.

Fakta Menarik Seputar “Like” dan “Likes”

Ada beberapa hal menarik lho terkait penggunaan kata ini:

  1. Psikologi di Balik Like: Mendapatkan “likes” di media sosial memicu pelepasan dopamine di otak, hormon yang terkait dengan kesenangan dan reward. Ini yang bikin banyak orang merasa senang atau bahkan ‘kecanduan’ mencari validasi lewat jumlah likes.
  2. Evolusi Arti: Kata “like” sudah ada sangat lama dalam bahasa Inggris dengan arti ‘menyenangi’. Tapi, penggunaan kata “likes” sebagai kata benda jamak yang merujuk pada hitungan di media sosial adalah fenomena yang relatif baru, muncul seiring perkembangan internet dan media sosial di awal tahun 2000-an.
  3. Penggunaan sebagai Kata Isian (Filler Word): Dalam percakapan informal, terutama di kalangan anak muda, “like” sering banget dipakai sebagai kata isian (seperti “emmm” atau “anu” dalam bahasa Indonesia) atau untuk mengutip perkataan orang lain secara tidak langsung. Contoh: “And then she was like, ‘I don’t know!’”. Ini adalah penggunaan yang sangat informal dan berbeda dari fungsi-fungsi yang kita bahas di atas.
  4. Platform yang Menghilangkan Jumlah Likes: Beberapa platform media sosial, seperti Instagram, sempat bereksperimen dengan menyembunyikan jumlah likes dari publik untuk mengurangi tekanan sosial dan fokus pada konten itu sendiri, bukan angka validasi. Ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh “likes” dalam budaya online saat ini.

Fakta-fakta ini menunjukkan betapa kata sederhana “like” ini punya dampak yang luas, tidak hanya dalam grammar, tapi juga dalam psikologi dan sosiologi digital modern.

Tips Praktis Agar Tidak Keliru Menggunakan “Like” dan “Likes”

Biar nggak bingung lagi, coba ingat tips sederhana ini:

  1. Fokus pada Subjek (Kalau Pakai Kata Kerja): Ini yang paling penting. Siapa yang melakukan aksi ‘menyukai’?
    • Kalau subjeknya: saya (I), kamu (you), kita/kami (we), mereka (they), atau lebih dari satu orang/benda -> Pakai like (tanpa s).
    • Kalau subjeknya: dia laki-laki (he), dia perempuan (she), itu (it), atau satu orang/benda -> Pakai likes (dengan s).
  2. Perhatikan Konteks: Apakah “like/likes” berfungsi sebagai kata kerja, kata benda, atau kata depan?
    • Kalau artinya ‘menyukai’ (aksi) -> Lihat subjeknya (kembali ke Tips 1).
    • Kalau artinya ‘seperti’ (perbandingan) -> Pakai like.
    • Kalau artinya ‘kesukaan’ atau ‘jumlah di medsos’ (hal/konsep) -> Kemungkinan besar likes (kata benda jamak).
  3. Ingat Konteks Medsos: Tombolnya namanya “Like”. Hitungan jumlahnya namanya “Likes”. Gampang kan?

Dengan sedikit latihan dan kesadaran saat membaca atau menulis dalam bahasa Inggris, kamu pasti akan terbiasa membedakan keduanya. Jangan takut salah, belajar memang butuh proses!

Kesimpulan Singkat

Perbedaan antara “like” dan “likes” memang terlihat sepele, tapi penting banget dalam bahasa Inggris. Inti perbedaannya terletak pada subject-verb agreement saat keduanya berfungsi sebagai kata kerja dalam simple present tense: like untuk subjek jamak, ‘I’, ‘You’, dan likes untuk subjek tunggal orang ketiga. Di luar itu, “like” bisa jadi kata depan (‘seperti’), dan “likes” sering digunakan sebagai kata benda jamak yang berarti ‘hal-hal yang disukai’ atau ‘jumlah apresiasi di media sosial’. Memahami fungsi dan konteksnya adalah kunci utama.

Semoga penjelasan ini bikin kamu makin paham dan percaya diri pakai kata “like” dan “likes” ya!

Punya pengalaman menarik saat bingung membedakan “like” dan “likes”? Atau mungkin punya tips jitu lainnya? Yuk, bagikan di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar