Panduan Lengkap Beda MX King 2015 vs 2017: Jangan Salah Pilih!
Yamaha MX King 150 memang salah satu motor bebek super yang legendaris di Indonesia. Sejak awal kemunculannya di tahun 2015, motor ini langsung mencuri perhatian berkat desainnya yang sporty abis dan performa mesin 150cc yang responsif. Nah, buat yang lagi naksir MX King bekas atau sekadar penasaran, sering muncul pertanyaan, apa sih bedanya antara MX King tahun 2015 dan tahun 2017? Apakah ada perubahan besar atau cuma ganti baju doang? Yuk, kita kupas tuntas perbedaannya!
Image just for illustration
Dari pengamatan sekilas, mungkin banyak yang bilang dua tahun produksi ini “sama saja”. Memang benar, secara fundamental, Yamaha tidak melakukan facelift besar-besaran atau perubahan spesifikasi teknis yang drastis antara model tahun 2015 dan 2017. Namun, bukan berarti tidak ada perbedaan sama sekali lho. Biasanya, pabrikan akan melakukan pembaruan minor, terutama di sektor tampilan atau detail kecil untuk menjaga kesegaran produk di pasaran.
Perbedaan paling mencolok dan paling mudah dikenali biasanya terletak pada… ya, betul sekali, pada pilihan warna dan desain stripping atau grafisnya! Ini adalah cara paling umum bagi pabrikan untuk memberikan “penyegaran” tanpa harus merombak total bodi atau mesin. Jadi, kalau kamu melihat dua unit MX King dari tahun 2015 dan 2017 dijejerkan, coba perhatikan baik-baik desain stikernya. Pasti ada perbedaan gaya atau kombinasi warna yang ditawarkan.
Desain dan Tampilan Luar¶
Secara body shape dan struktur rangka, MX King 150 edisi 2015 dan 2017 itu identik. Desain agresif dengan siluet meruncing di bagian depan dan belakang, serta posisi duduk yang semi-sporty, semuanya tetap sama. Lampu depan yang tajam, DRL (Daytime Running Light) LED di bagian depan, dan lampu belakang LED yang modern sudah ada sejak model 2015. Jadi, jangan berharap menemukan perbedaan bentuk bodi yang signifikan antara kedua tahun ini.
Namun, seperti yang sudah disebutkan, Yamaha biasanya memainkan kartu grafis dan warna. MX King 2015 hadir dengan pilihan warna dan desain stripping yang menjadi ciri khas peluncuran perdananya. Ada warna-warna dasar seperti merah, hitam, atau biru yang dikombinasikan dengan grafis yang sporty khas Yamaha di era tersebut. Stikernya cenderung memiliki garis-garis tegas dan komposisi yang cukup ramai menunjukkan identitas “King of Street”.
Memasuki model tahun 2017, Yamaha memberikan sentuhan penyegaran pada pilihan warna dan stripping. Biasanya, ada penambahan warna baru yang sedang tren atau penggantian kombinasi warna pada varian yang sudah ada. Desain grafisnya pun ikut diperbarui agar terlihat lebih segar dan mengikuti selera pasar yang berkembang. Mungkin ada stiker dengan pola yang berbeda, penggunaan warna yang lebih matte, atau penambahan elemen grafis yang lebih dinamis dibanding versi 2015.
Misalnya, di tahun 2017 mungkin Yamaha memperkenalkan warna matte red atau matte grey yang saat itu mulai populer, atau varian warna dengan sentuhan emas pada pelek atau grafisnya. Perbedaan grafis ini, meskipun terkesan minor, cukup ampuh membuat motor terlihat berbeda dan lebih baru di mata konsumen. Ini seperti mengganti baju pada motor yang sama.
Jadi, jika kamu melihat MX King 2015 dan 2017, fokus utamamu untuk membedakannya dari luar adalah pada kombinasi warna cat bodi dan desain stripping-nya. Perhatikan detail-detail kecil pada stiker di fairing, bodi samping, hingga spatbor. Dari situlah kamu bisa mengenali edisi tahun berapa motor tersebut.
Fitur dan Teknologi¶
Bagaimana dengan fitur-fitur yang disematkan? Nah, di bagian ini, bisa dibilang Yamaha MX King 150 tahun 2015 dan 2017 itu “seri” alias tidak ada perbedaan signifikan. Semua fitur unggulan yang ada di model 2015 tetap dipertahankan di model 2017 karena memang belum saatnya untuk facelift besar-besaran.
Panel instrumen full digital yang informatif? Sama saja. Menampilkan informasi kecepatan, takometer, odometer, tripmeter, indikator gigi, hingga level bensin. Desainnya juga identik. Sistem pencahayaan? Lampu senja atau posisi LED, lampu belakang LED, dan lampu depan bohlam halogen (ya, MX King di era ini masih pakai bohlam di depan, LED baru datang di model facelift berikutnya) juga sama antara 2015 dan 2017.
Sistem pengereman? Masih mengandalkan rem cakram di roda depan dan belakang, memberikan performa pengereman yang mumpuni. Velg racing berukuran 17 inci dengan desain yang sporty juga sama. Sistem kunci pengaman? Tetap menggunakan sistem kunci kontak konvensional dengan pengaman magnet atau shutter key untuk meminimalkan risiko pencurian. Posisi tangki bensin di tengah dengan tutup model rata (bukan model sport yang di depan stang) juga identik.
Jadi, dari segi fungsionalitas dan fitur yang ditawarkan, MX King 2015 dan 2017 benar-benar serupa. Kamu tidak akan menemukan fitur tambahan atau perubahan teknologi yang signifikan antara kedua tahun produksi ini. Ini kabar baik jika kamu mempertimbangkan membeli unit bekas, karena tidak ada fitur “penting” yang hilang di model yang lebih tua.
Mesin dan Performa¶
Nah, ini dia bagian yang paling krusial buat para enthusiast performa. Apakah ada perubahan pada jantung pacu MX King 150 antara tahun 2015 dan 2017? Jawabannya adalah: Tidak Ada. Yamaha mempertahankan spesifikasi mesin yang sama persis.
MX King 150, baik edisi 2015 maupun 2017, ditenagai oleh mesin 150cc, SOHC (Single Overhead Camshaft), 4-katup, pendingin cairan (liquid cooled), dan sudah mengadopsi teknologi injeksi bahan bakar (Fuel Injection). Mesin ini dikenal responsif, bertenaga di putaran atas khas motor SOHC, dan cukup bandel untuk penggunaan harian maupun sesekali diajak ngebut.
Data spesifikasi tenaganya juga sama: menghasilkan tenaga maksimum sekitar 11.3 kW pada putaran 8.500 rpm dan torsi maksimum sekitar 13.8 Nm pada putaran 7.000 rpm. Transmisinya menggunakan gearbox manual 5-percepatan yang cukup rapat dan memberikan akselerasi yang sigap.
Karena spesifikasi mesinnya sama, maka performa yang dihasilkan oleh MX King 2015 dan 2017 seharusnya juga identik. Akselerasi dari diam, top speed, hingga respons mesin saat puntir gas akan terasa serupa. Perbedaan performa yang mungkin dirasakan lebih dipengaruhi oleh kondisi unit motor itu sendiri (umur pakai, perawatan, kualitas bahan bakar, dan kondisi jalan) daripada perbedaan tahun produksinya antara 2015 dan 2017.
Sistem pendinginan cairan pada mesin ini juga menjadi nilai plus karena membantu menjaga suhu mesin tetap optimal saat digunakan dalam kondisi macet atau perjalanan jauh, sehingga performanya tidak cepat drop. Teknologi injeksi bahan bakar juga membuat konsumsi BBM cukup efisien untuk kelasnya dan emisi gas buang lebih bersih dibanding motor karburator.
Secara keseluruhan, kamu bisa mengandalkan performa yang konsisten dari kedua model tahun ini. Jadi, kalau pertimbanganmu adalah performa mesin, tidak perlu pusing memikirkan perbedaan antara 2015 dan 2017 karena memang tidak ada.
Pilihan Warna yang Berbeda¶
Seperti yang sudah disinggung di awal, perbedaan paling kentara adalah pada pilihan warna dan grafis. Ini detail yang mungkin terlihat sepele, tapi bagi banyak orang, warna motor adalah soal selera dan gaya.
Di tahun 2015 saat pertama meluncur, MX King 150 hadir dengan beberapa pilihan warna yang menjadi andalan Yamaha, misalnya:
- Red King: Kombinasi warna merah menyala dengan grafis sporty.
- Drift Black: Warna hitam pekat dengan aksen grafis yang menarik.
- Blue Lightning: Warna biru khas Yamaha yang sporty dan cerah.
Grafis yang menyertainya pun punya ciri khas 2015.
Kemudian, di tahun 2017, Yamaha merilis pembaruan warna dan grafis. Contoh warna yang mungkin hadir di tahun 2017 antara lain:
- Matt Red: Warna merah doff yang memberikan kesan lebih premium dan gagah.
- Black Gold: Warna hitam dengan sentuhan warna emas pada grafis atau pelek, terlihat mewah sekaligus sporty.
- Blue: Warna biru dengan desain grafis yang berbeda dari versi 2015.
- Ada kemungkinan juga varian warna lain atau edisi khusus yang dirilis di tahun 2017.
Perbedaan ini murni kosmetik. Tidak ada fitur tambahan atau pengurangan yang terkait dengan pilihan warna tertentu. Pemilihan warna ini sangat subjektif, tergantung selera personal masing-masing. Ada yang lebih suka grafis yang “ramai” ala 2015, ada juga yang lebih suka tampilan yang lebih kalem dengan warna matte atau kombinasi Black Gold yang hadir di 2017.
Bagi yang mencari unit bekas, perbedaan warna ini menjadi salah satu faktor penentu, selain tentu saja kondisi unit itu sendiri. Kadang, warna tertentu di tahun yang lebih muda (misalnya 2017) lebih disukai dan dicari, yang bisa sedikit memengaruhi harga pasarannya.
Harga Saat Baru (Historical Context)¶
Ketika kedua model ini pertama kali dijual, tentu ada perbedaan harga. Saat pertama kali diluncurkan di tahun 2015, MX King 150 memiliki harga OTR (On The Road) yang ditetapkan oleh Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
Pada tahun 2017, harga OTR untuk MX King 150 biasanya mengalami sedikit kenaikan. Kenaikan harga ini wajar terjadi di industri otomotif setiap tahunnya karena berbagai faktor, seperti inflasi, penyesuaian biaya produksi, atau perubahan kebijakan pajak. Kenaikannya mungkin tidak signifikan, hanya beberapa ratus ribu hingga satu jutaan rupiah tergantung daerah dan kebijakan dealer.
Perbedaan harga saat baru ini penting diketahui sebagai konteks historis, tetapi bagi kamu yang sekarang mencari unit bekas, harga pasaran akan jauh lebih dipengaruhi oleh:
- Kondisi Motor: Ini faktor paling utama. Motor 2015 dengan kondisi sangat terawat bisa lebih mahal dari motor 2017 yang kondisinya kurang baik.
- Jarak Tempuh: Odometer rendah biasanya harganya lebih tinggi.
- Riwayat Perawatan: Motor dengan servis rutin dan lengkap lebih diminati.
- Modifikasi: Modifikasi yang fungsional dan rapi kadang bisa menaikkan harga, tapi modifikasi ekstrem justru bisa menjatuhkan harga bagi pembeli umum.
- Lokasi Penjual: Harga bisa bervariasi antar daerah.
- Permintaan Pasar: Ketersediaan dan minat pembeli di waktu tertentu juga berpengaruh.
Secara umum, wajar jika harga pasaran unit bekas MX King 2017 sedikit lebih tinggi dibanding 2015 karena usianya yang lebih muda. Namun, perbedaannya biasanya tidak terlalu signifikan jika kondisi kedua motor tersebut setara. Jangan sampai terpatok pada tahun saja, cek kondisi motornya secara teliti.
Tips Membeli Yamaha MX King Bekas (2015 atau 2017)¶
Mengingat perbedaan antara 2015 dan 2017 itu mayoritas hanya di kosmetik (warna dan grafis) serta harga awal saat baru, maka tips memilih unit bekasnya pun tidak jauh berbeda. Yang terpenting adalah memeriksa kondisi motor secara menyeluruh:
- Cek Kondisi Mesin: Dengarkan suara mesin saat langsam dan digeber. Pastikan tidak ada suara-suara aneh, ngebul, atau brebet. Cek juga apakah ada rembesan oli.
- Cek Rangka dan Bodi: Pastikan rangka tidak ada bekas benturan atau las-lasan yang mencurigakan. Cek kondisi bodi dan cat, apakah ada retak, pecah, atau cat ulang yang kurang rapi. Perhatikan keselarasan bodi motor.
- Cek Kelistrikan: Pastikan semua lampu (depan, belakang, sein, rem), klakson, starter elektrik, dan panel instrumen berfungsi normal.
- Cek Kaki-Kaki: Periksa kondisi ban (ketebalan dan tahun produksi), pelek (peyok atau retak?), suspensi depan dan belakang (apakah bocor atau mati?). Cek juga bearing roda.
- Cek Sistem Pengereman: Pastikan rem depan dan belakang pakem. Cek ketebalan kampas rem dan kondisi piringan cakram.
- Surat-Surat: Pastikan BPKB, STNK, dan faktur lengkap serta nomor rangka dan nomor mesin sesuai. Cek masa berlaku pajak.
Jika kamu dihadapkan pada pilihan unit 2015 dan 2017 dengan kondisi yang sama baiknya, maka pilihan ada di tanganmu, mau yang mana yang desain grafis dan warnanya paling kamu sukai. Kalau selera warna tidak jadi masalah dan kondisi 2015 ternyata sedikit lebih bagus atau harganya lebih menarik, unit 2015 bisa jadi pilihan yang cerdas karena secara performa dan fitur sama saja dengan 2017.
Kesimpulan Singkat¶
Jadi, perbedaan utama antara Yamaha MX King 150 tahun 2015 dan 2017 secara garis besar adalah pada:
- Pilihan Warna dan Desain Grafis (Stripping): Ini perbedaan paling kentara dan menjadi ciri khas masing-masing tahun produksi.
- Harga Saat Baru: Model 2017 sedikit lebih mahal dari model 2015 saat pertama diluncurkan.
Selebihnya, mulai dari spesifikasi mesin (150cc SOHC liquid cooled), performa, fitur (panel instrumen digital, lampu LED belakang, rem cakram depan-belakang), hingga sasis dan dimensi, semuanya identik. Yamaha belum melakukan perubahan signifikan atau facelift besar pada periode ini.
Jadi, jika kamu mencari MX King di rentang tahun ini, fokuslah pada kondisi unit motornya daripada terpaku pada perbedaan tahun 2015 atau 2017, kecuali jika kamu punya preferensi kuat terhadap warna atau grafis tertentu dari salah satu tahun tersebut. Kondisi motor yang terawat akan jauh lebih menentukan pengalaman berkendara kamu dibanding perbedaan minor antar tahun produksi ini.
Nah, itu dia bedah detail perbedaan antara Yamaha MX King 2015 dan 2017. Semoga penjelasan ini membantu kamu yang sedang mencari informasi atau bahkan sedang mempertimbangkan membeli unit bekas.
Apakah ada di antara kalian yang punya salah satu model tahun ini? Atau mungkin punya pengalaman membandingkan keduanya secara langsung? Yuk, share pendapat atau pengalaman kalian di kolom komentar!
Posting Komentar