His vs Him: Apa Sih Bedanya? Yuk, Kita Bahas Tuntas!

Table of Contents

Bingung ya bedain kapan pakai ‘his’ dan kapan pakai ‘him’ dalam bahasa Inggris? Tenang, kamu nggak sendirian kok! Ini salah satu PR umum buat yang lagi belajar bahasa Inggris. Padahal, dua kata ini punya peran yang beda banget dalam kalimat, meskipun sama-sama merujuk pada subjek laki-laki tunggal (‘he’).

Memahami perbedaan ini penting banget lho biar kalimatmu nggak bikin salah paham dan terdengar lebih natural. Nah, di sini kita bakal bedah tuntas dua kata ini dengan cara yang paling santai dan gampang dicerna. Siap? Yuk, kita mulai!

Mengenal Lebih Dekat: Siapa Itu ‘Him’?

Kata ‘him’ itu termasuk dalam kategori pronoun, tepatnya objective pronoun. Gampangnya, ‘him’ ini adalah bentuk ‘he’ (dia laki-laki) saat dia menerima aksi dalam kalimat, bukan yang melakukan aksi. Jadi, kalau ‘he’ adalah subjek yang aktif, ‘him’ adalah si pasif yang jadi target atau objek dari aksi atau preposisi.

Using Him in English
Image just for illustration

Kita pakai ‘him’ saat dia bertindak sebagai objek langsung (direct object) atau objek tidak langsung (indirect object) dari sebuah kata kerja (verb). Objek langsung itu yang langsung kena aksi verb, objek tidak langsung itu yang menerima manfaat atau kerugian dari aksi verb yang ditujukan pada objek langsung. Ribet ya? Tenang, lihat contohnya aja!

Contoh sebagai objek langsung: “Saya melihat dia (laki-laki) di taman.” Dalam bahasa Inggris jadi “I saw him at the park.” Di sini, ‘I’ adalah subjek (yang melihat), ‘saw’ adalah verb (melihat), dan ‘him’ adalah objek langsung (yang dilihat). Dia menerima aksi ‘saw’.

Contoh sebagai objek tidak langsung: “Dia (perempuan) memberiku buku untuk dia (laki-laki).” Dalam bahasa Inggris: “She gave me a book for him.” Di sini, ‘him’ adalah objek dari preposisi ‘for’. Dia menerima buku yang diberikan oleh ‘She’.

Selain sebagai objek dari verb, ‘him’ juga selalu dipakai setelah preposisi (seperti to, for, with, about, at, near, behind, dll.). Jadi, setiap kali kamu menemukan preposisi yang merujuk pada ‘dia’ (laki-laki), pasti pakai ‘him’. Nggak pernah pakai ‘he’ setelah preposisi ya!

Contoh lain penggunaan ‘him’ setelah preposisi: “Saya bicara dengan dia (laki-laki).” -> “I talked with him.” “Hadiah ini dari dia (laki-laki).” -> “This gift is from him.” Ingat, preposisi + him.

Jadi, poin utamanya: pakai ‘him’ kalau ‘dia’ (laki-laki) posisinya bukan sebagai pelaku utama dalam kalimat, tapi justru menerima sesuatu atau ada setelah preposisi. Dia adalah sasaran dari aksi atau bagian dari frasa preposisional.

Ini juga berlaku dalam struktur kalimat yang lebih kompleks. Misalnya, dalam kalimat pasif, subjek dari kalimat aktif seringkali menjadi objek preposisi ‘by’. “The ball was kicked by him.” (‘him’ adalah objek preposisi ‘by’).

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menggunakan ‘he’ di tempat yang seharusnya ‘him’. Contoh: “They gave it to he.” Ini salah. Yang benar adalah “They gave it to him.” Karena ‘to’ adalah preposisi, kata setelahnya harus berupa objek pronoun (‘him’).

Membedakan subjek dan objek memang butuh latihan. Coba pikirkan siapa yang melakukan aksi dan siapa yang terkena aksi. Jika ‘dia’ (laki-laki) terkena aksi atau datang setelah preposisi, pilihlah ‘him’.

Memahami Fungsi ‘His’: Bukan Hanya Satu Peran, Lho!

Nah, kalau ‘his’ ini agak berbeda dan punya dua peran sekaligus. Peran utamanya adalah untuk menunjukkan kepemilikan atau asosiasi yang berhubungan dengan ‘dia’ (laki-laki). Jadi, kalau ada sesuatu milik si ‘dia’, kita pakai ‘his’.

Using His Possessive Determiner
Image just for illustration

Peran pertama ‘his’ adalah sebagai possessive determiner. Dalam peran ini, ‘his’ berfungsi seperti kata sifat, dia selalu muncul sebelum kata benda (noun) untuk menjelaskan bahwa kata benda itu milik si ‘dia’. Dia menentukan kata benda mana yang dimiliki.

Contoh ‘his’ sebagai possessive determiner: “Mobilnya (milik dia laki-laki) berwarna merah.” -> “His car is red.” Di sini, ‘His’ datang sebelum noun ‘car’ untuk menunjukkan bahwa mobil itu miliknya. Contoh lain: “Bukunya di atas meja.” -> “His book is on the table.” “Rumahnya besar.” -> “His house is big.”

Penting diingat, sebagai possessive determiner, ‘his’ tidak bisa berdiri sendiri. Dia wajib diikuti oleh kata benda. Kamu nggak bisa cuma bilang “His is red” kalau maksudmu mobilnya, harus ada noun-nya seperti “His car is red”.

Peran kedua ‘his’ adalah sebagai possessive pronoun. Di sini, ‘his’ berfungsi menggantikan seluruh frasa possessive determiner + noun. Jadi, ‘his’ dalam peran ini berdiri sendiri dan tidak diikuti oleh kata benda. Dia sudah mencakup arti “miliknya”.

Using His Possessive Pronoun
Image just for illustration

Contoh ‘his’ sebagai possessive pronoun: “Mobil ini miliknya (milik dia laki-laki).” -> “This car is his.” Di sini, ‘his’ menggantikan frasa “his car”. Kalimat ini sama artinya dengan “This is his car”, tapi strukturnya beda. Contoh lain: “Buku itu miliknya.” -> “That book is his.” (Menggantikan “his book”).

Possessive pronoun ‘his’ ini unik karena bentuknya sama persis dengan possessive determiner ‘his’. Nggak seperti possessive pronoun lain yang biasanya beda bentuk (my -> mine, her -> hers, their -> theirs). Ini yang kadang bikin bingung, tapi konteks kalimatnya yang akan kasih tahu ‘his’ itu berperan sebagai apa.

Kapan ‘his’ sebagai possessive pronoun ini muncul? Biasanya di akhir kalimat atau di akhir frasa yang menjawab pertanyaan tentang kepemilikan. Contoh: “Whose phone is this? It’s his.” (Ini menggantikan “his phone”).

Kesalahan umum dengan ‘his’ adalah mencampurnya dengan ‘he’s’ (singkatan dari ‘he is’ atau ‘he has’). “His happy” itu salah, seharusnya “He’s happy” (He is happy). Atau “His been here” juga salah, seharusnya “He’s been here” (He has been here). ‘His’ itu tentang kepemilikan, bukan singkatan dari ‘he is’ atau ‘he has’.

Jadi, intinya, pakai ‘his’ kalau kamu mau menunjukkan bahwa sesuatu milik si ‘dia’ (laki-laki). Kalau diikuti kata benda, itu possessive determiner. Kalau berdiri sendiri dan menggantikan “kata benda milik dia”, itu possessive pronoun.

Perbedaan Kunci yang Bikin Gampang Ingat

Setelah kenalan sama ‘him’ dan ‘his’, sekarang kita rekap perbedaannya biar makin nempel di kepala. Perbedaan paling mendasar ada pada peran mereka dalam kalimat: ‘Him’ itu objek, ‘His’ itu kepemilikan.

Kita bisa lihat perbedaannya dalam tabel sederhana ini:

Fitur Him His (Determiner) His (Pronoun)
Jenis Kata Pronoun (Objective) Determiner (Possessive) Pronoun (Possessive)
Peran dalam Kalimat Menerima aksi (objek verb/preposisi) Menunjukkan kepemilikan (ikuti noun) Mengganti noun kepemilikan (berdiri sendiri)
Posisi Setelah verb atau preposisi Sebelum noun Biasanya di akhir kalimat/frasa
Contoh Singkat I saw him. / For him. His book is old. That book is his.

Difference between Him and His
Image just for illustration

Gampangnya, bayangin sebuah adegan: Si ‘dia’ (laki-laki) adalah karakternya. Kalau kamu ngomongin aksi yang dilakukan oleh dia, pakai ‘he’. Kalau kamu ngomongin aksi yang kena ke dia, pakai ‘him’. Kalau kamu ngomongin barang milik dia, pakai ‘his’.

  • He kicks the ball. (He = subjek, melakukan aksi)
  • The ball hits him. (Him = objek, terkena aksi)
  • That is his ball. (His = determiner, menunjukkan kepemilikan atas ‘ball’)
  • The ball is his. (His = pronoun, menggantikan ‘his ball’)

Lihat polanya kan? Subject -> He, Object -> Him, Possession -> His. Fokus pada fungsi si ‘dia’ dalam kalimat tersebut. Apakah dia pelaku, penerima, atau pemilik?

Pemahaman ini adalah kunci utama. Setelah kamu bisa mengidentifikasi peran tersebut, memilih antara ‘him’ dan ‘his’ (atau bahkan ‘he’) akan jadi jauh lebih mudah. Jangan khawatir kalau di awal masih sering salah, itu normal kok!

Tips & Trik biar Nggak Ketuker Lagi

Meskipun sudah dijelaskan, kadang di tengah ngomong atau nulis cepet, kita masih bisa kebalik ya. Nah, ini ada beberapa tips yang bisa bantu kamu memantapkan pemahaman dan penggunaan ‘his’ dan ‘him’:

Tips to remember His vs Him
Image just for illustration

Tips 1: Fokus pada Peran dalam Kalimat.
Setiap kali ragu, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah kata ini merujuk pada ‘dia’ yang sedang melakukan sesuatu (subjek), ‘dia’ yang menerima sesuatu (objek), atau sesuatu yang milik ‘dia’ (kepemilikan)?” Kalau subjek, pakai ‘he’. Kalau objek (setelah verb atau preposisi), pakai ‘him’. Kalau kepemilikan, pakai ‘his’ (cek apakah diikuti noun atau berdiri sendiri).

Tips 2: Ingat Mantra Dasar: HIM = OBJECT, HIS = POSSESSION.
Cukup ingat dua kata kunci ini. ‘Him’ hampir selalu tentang objek, ‘His’ selalu tentang kepemilikan. Ini adalah pegangan paling dasar yang bisa kamu gunakan.

Tips 3: Perhatikan Kata di Sekitarnya.
Lihat kata sebelum dan sesudah ‘kata yang hilang’. Jika ada preposisi sebelum kekosongan, jawabannya hampir pasti ‘him’. Jika ada kata benda (noun) setelah kekosongan, jawabannya kemungkinan besar ‘his’ (sebagai determiner). Jika kekosongan ada di akhir frasa dan merujuk pada kepemilikan, itu ‘his’ (sebagai pronoun).

Tips 4: Latihan Membuat Kalimat Sendiri.
Ambil beberapa kata kerja atau preposisi, lalu coba buat kalimat yang menggunakan ‘him’. Misalnya: “Give”, “Talk to”, “With”. Buat kalimat seperti “Give him the book”, “I need to talk to him”, “I went with him”. Lakukan hal yang sama dengan ‘his’, buat kalimat kepemilikan: “His phone”, “That idea is his”.

Tips 5: Banyak Membaca dan Mendengarkan.
Paparkan dirimu dengan bahasa Inggris yang otentik (buku, artikel, film, podcast). Perhatikan bagaimana penutur asli atau penulis menggunakan ‘his’ dan ‘him’ dalam berbagai konteks. Otakmu secara perlahan akan terbiasa mengenali pola penggunaannya.

Tips 6: Koreksi Diri Sendiri.
Kalau kamu lagi latihan ngomong atau nulis dan merasa ragu, jangan takut berhenti sejenak untuk mikir. Kalau kamu membuat kesalahan dan menyadarinya, itu bagian penting dari proses belajar. Setiap koreksi akan membantu memantapkan pemahamanmu.

Dengan menerapkan tips-tips ini secara konsisten, kamu akan semakin percaya diri dan akurat dalam menggunakan ‘his’ dan ‘him’. Ini hanya soal membiasakan diri dengan perannya dalam struktur kalimat.

Kenapa Penting Banget Kuasai Ini?

Mungkin ada yang berpikir, “Ah, cuma beda ‘s’ sama ‘m’, apa pentingnya sih?” Eits, jangan salah! Menguasai perbedaan antara ‘his’ dan ‘him’ itu krussial lho, terutama kalau kamu ingin berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan jelas dan efektif.

Importance of correct pronoun usage
Image just for illustration

Penggunaan pronoun yang tepat seperti ‘his’ dan ‘him’ akan membuat kalimatmu terdengar benar secara tata bahasa (grammatically correct). Ini penting kalau kamu mau menulis secara formal, mengikuti tes bahasa Inggris, atau sekadar ingin terdengar fasih saat berbicara. Kesalahan dasar seperti ini bisa mengurangi kredibilitas kemampuan bahasa Inggrismu.

Yang paling penting, penggunaan yang tepat akan mencegah kebingungan atau salah tafsir. Bayangkan kamu bilang “I saw his” padahal maksudmu “I saw him”. Ini bikin bingung pendengar/pembaca, melihat apanya yang milik dia? Atau bilang “This book is him” padahal maksudnya “This book is his”. Kalimat itu nggak punya arti yang benar.

Menguasai perbedaan ini juga akan meningkatkan kelancaran (fluency) dan kepercayaan diri-mu saat berbahasa Inggris. Kamu nggak perlu lagi ragu-ragu saat memilih kata ganti orang ketiga tunggal laki-laki, sehingga obrolan atau tulisanmu mengalir lebih lancar.

Ini seperti fondasi dalam membangun rumah. Memahami fungsi dasar kata seperti ‘his’ dan ‘him’ adalah fondasi kuat untuk membangun kalimat-kalimat yang lebih kompleks dan menyampaikan ide-ide yang lebih rumit dalam bahasa Inggris. Jadi, luangkan waktu untuk benar-benar memahaminya ya!

Fakta Menarik Seputar Pronoun ‘He/Him/His’

Di balik penggunaannya sehari-hari, ternyata ada beberapa fakta menarik seputar pronoun ‘he’ beserta bentuk ‘him’ dan ‘his’ ini lho. Ini bisa jadi informasi tambahan yang bikin belajar makin seru!

History of English Pronouns
Image just for illustration

Tahukah kamu, dalam Bahasa Inggris Kuno (Old English) ribuan tahun lalu, bentuk objektif dari ‘he’ itu bukan ‘him’, melainkan ‘hine’? Perubahan dari ‘hine’ menjadi ‘him’ terjadi secara bertahap seiring evolusi bahasa. Jadi, ‘him’ yang kita pakai sekarang adalah hasil perkembangan sejarah bahasa yang panjang.

Fakta menarik lainnya, di masa lampau, kata ‘his’ ternyata juga bisa digunakan sebagai bentuk kepemilikan untuk subjek ‘it’ (benda/hewan) lho! Contohnya, di masa Shakespeare, kamu mungkin menemukan kalimat seperti “The tree shed his leaves” (Pohon itu menggugurkan daun-daunnya). Penggunaan ‘its’ sebagai possessive untuk ‘it’ baru distandardisasi belakangan, sekitar abad ke-17.

Pronoun seperti ‘he’, ‘she’, ‘it’, dan bentuk-bentuknya (‘him’, ‘her’, ‘its’, ‘his’, ‘hers’, ‘their’, dll.) adalah termasuk kata-kata yang paling sering digunakan dalam Bahasa Inggris. Mereka adalah ‘building blocks’ komunikasi yang sangat fundamental.

Peran ‘he’ sebagai pronoun generik (merujuk pada siapa saja, tanpa spesifik gender) juga punya sejarah. Dulu umum menggunakan kalimat seperti “Every student must bring his book” (Setiap siswa harus membawa bukunya), di mana ‘his’ merujuk pada siswa laki-laki maupun perempuan. Namun, penggunaan ini sekarang dianggap tidak inklusif dan lebih disarankan menggunakan bentuk plural seperti “Every student must bring their book” atau mengubah struktur kalimatnya. Ini menunjukkan bagaimana penggunaan pronoun bisa berevolusi seiring perubahan sosial.

Mempelajari detail kecil seperti perbedaan ‘his’ dan ‘him’ ternyata bisa membuka wawasan tentang sejarah dan perkembangan bahasa Inggris itu sendiri. Keren kan?

Yuk, Latihan Singkat!

Supaya makin mantap, mari kita coba latihan singkat mengisi bagian kosong dengan ‘him’ atau ‘his’. Coba isi ya, jangan lihat jawabannya dulu!

English Grammar Practice
Image just for illustration

  1. I saw ____ (him/his) walking down the street.
  2. This is ____ (him/his) jacket. It’s too big for me.
  3. She gave the present to ____ (him/his).
  4. Is this car ____ (him/his)?
  5. ____ (Him/His) parents are coming to visit.
  6. The teacher explained the lesson to ____ (him/his) again.
  7. That dog belongs to ____ (him/his).
  8. I like ____ (him/his) sense of humor.
  9. Can you pass the salt to ____ (him/his)?
  10. The biggest slice of cake is ____ (him/his).

Gimana? Sudah coba isi semua? Bagus! Sekarang, mari kita lihat jawabannya dan bedah sedikit kenapa begitu.

Jawaban:
1. him (objek dari verb ‘saw’)
2. his (determiner, sebelum noun ‘jacket’, menunjukkan kepemilikan)
3. him (objek dari preposisi ‘to’)
4. his (pronoun, berdiri sendiri di akhir kalimat, merujuk kepemilikan)
5. His (determiner, sebelum noun ‘parents’, menunjukkan kepemilikan)
6. him (objek dari preposisi ‘to’)
7. him (objek dari preposisi ‘to’, dalam frasa ‘belongs to him’)
8. his (determiner, sebelum noun ‘sense’, menunjukkan kepemilikan atas ‘sense of humor’)
9. him (objek tidak langsung dari verb ‘pass’, yang dilewati garam itu dia)
10. his (pronoun, berdiri sendiri di akhir kalimat, merujuk kepemilikan)

Cocok semua? Atau masih ada yang salah? Jangan khawatir kalau masih ada kesalahan ya! Proses belajar itu berulang. Setiap kesalahan adalah kesempatan untuk memahami lebih baik. Ingat kembali aturan dan tips yang sudah dibahas tadi, lalu coba lagi.

Jangan Bingung Lagi ya!

Nah, begitulah bedanya ‘his’ dan ‘him’. Kelihatannya sepele, tapi dampaknya besar dalam kelancaran dan keakuratan bahasa Inggris. ‘Him’ itu untuk posisi objek (menerima aksi atau setelah preposisi), sedangkan ‘His’ itu untuk kepemilikan (baik sebelum noun atau berdiri sendiri).

Understanding English Grammar
Image just for illustration

Dengan pemahaman yang jelas tentang peran masing-masing kata ini dalam kalimat, kamu bisa menggunakannya dengan lebih tepat. Teruslah berlatih, perhatikan konteks, dan jangan takut membuat kesalahan. Setiap kalimat yang kamu buat adalah langkah maju dalam penguasaan bahasa Inggris.

Apakah penjelasan ini cukup membantu kamu memahami perbedaan antara ‘his’ dan ‘him’? Punya contoh kalimat yang bikin kamu masih ragu? Atau mungkin ada pasangan kata lain yang sering bikin kamu bingung? Jangan ragu tulis di kolom komentar di bawah ya! Yuk, diskusi dan belajar bareng!

Posting Komentar