Begini Cara Gampang Bedakan Cumi dan Sotong, Biar Gak Salah Masak!
Seringkali kita melihat makhluk laut ini di pasar ikan atau di menu restoran dan bertanya-tanya, “Ini cumi atau sotong, ya?” Kedua hewan ini memang mirip, sama-sama punya tentakel, bisa menyemprotkan tinta, dan hidup di laut. Tapi tahukah kamu, cumi dan sotong itu beda, lho! Mereka adalah dua jenis hewan yang berbeda meskipun masih satu kerabat dekat.
Image just for illustration
Secara ilmiah, keduanya termasuk dalam kelas Cephalopoda, yang merupakan kelompok moluska laut yang canggih, sama seperti gurita dan nautilus. Namun, di dalam kelas ini, mereka berada di ordo yang berbeda. Cumi-cumi masuk dalam ordo Teuthida, sementara sotong masuk dalam ordo Sepiida. Nah, perbedaan ordo ini menunjukkan bahwa mereka punya karakteristik fisik dan perilaku yang cukup mendasar yang membedakan keduanya. Mari kita kupas tuntas perbedaannya satu per satu biar makin paham.
Penampilan Fisik: Bentuk dan Rupa¶
Perbedaan paling mencolok antara cumi dan sotong bisa langsung terlihat dari bentuk tubuh mereka. Ini ibarat membedakan sedan sporty dengan mobil keluarga yang lebih lebar.
Bentuk Tubuh dan Mantel¶
Cumi umumnya memiliki tubuh yang lebih ramping, panjang, dan berbentuk seperti torpedo atau panah. Bentuk tubuh yang streamlined ini sangat cocok untuk berenang cepat di perairan terbuka. Mantel (bagian tubuh utama yang menutupi organ dalam) cumi biasanya meruncing ke ujung belakang.
Image just for illustration
Di sisi lain, sotong punya tubuh yang cenderung lebih pipih, lebar, dan oval atau agak bulat. Mantel sotong biasanya lebih lebar dibandingkan panjangnya dan tidak meruncing tajam di bagian belakang. Bentuk tubuh yang pipih ini lebih adaptif untuk hidup di dasar perairan atau area pesisir yang dangkal, memungkinkan mereka untuk bersembunyi dan berkamuflase dengan lebih baik di antara substrat laut.
Image just for illustration
Perbedaan bentuk tubuh ini bukan sekadar tampilan, tapi berkaitan erat dengan cara mereka bergerak dan beradaptasi dengan lingkungan masing-masing. Cumi yang ramping adalah perenang cepat, sementara sotong yang pipih lebih ahli dalam bergerak lambat, mengintai, dan menggunakan kamuflase.
Sirip¶
Bagian lain yang mudah dikenali perbedaannya adalah sirip. Kedua hewan ini punya sirip yang membantu pergerakan, tapi letak dan bentuknya berbeda.
Cumi memiliki dua sirip yang biasanya terletak di ujung belakang mantel mereka, berbentuk seperti segitiga atau hati. Sirip ini ukurannya relatif kecil dibandingkan dengan panjang mantel, dan berfungsi terutama sebagai stabilisator saat berenang cepat. Mereka mengendalikan arah dengan sirip ini, tapi dorongan utama berasal dari semprotan air melalui sifon.
Image just for illustration
Sebaliknya, sotong punya sirip yang membentang hampir di sepanjang seluruh sisi mantelnya. Sirip ini terlihat seperti rumbai atau lipatan yang terus-menerus bergerak dan bergelombang. Sirip yang panjang ini memungkinkan sotong untuk bergerak perlahan dengan lebih presisi, melayang-layang di dalam air, atau bergerak maju mundur tanpa perlu menggunakan semprotan air yang kuat. Sirip ini memberikan kontrol gerakan yang sangat baik saat mereka berburu atau bersembunyi di dekat dasar laut.
Image just for illustration
Jadi, lihat saja siripnya. Kalau cuma di ujung, itu kemungkinan besar cumi. Kalau siripnya sepanjang badan, itu pasti sotong. Gampang, kan?
Lengan dan Tentakel¶
Semua sefalopoda punya ‘lengan’ dan ‘tentakel’ di sekitar mulutnya, yang digunakan untuk menangkap mangsa, bergerak, atau merasakan lingkungan sekitar. Baik cumi maupun sotong punya 8 lengan dan 2 tentakel. Jumlahnya sama, tapi ada sedikit perbedaan dalam proporsinya.
Cumi umumnya punya lengan dan tentakel yang panjang dan kuat. Tentakel cumi biasanya sangat panjang dan bisa dilontarkan dengan cepat untuk menangkap mangsa dari jarak jauh. Lengan dan tentakel ini dilengkapi dengan penghisap (suckers) yang bisa punya ‘gigi’ atau cincin bergerigi untuk mencengkeram mangsa dengan kuat.
Image just for illustration
Sotong juga punya 8 lengan dan 2 tentakel. Namun, tentakel sotong cenderung lebih pendek dan lebar dibandingkan cumi. Lengan sotong biasanya lebih kekar dan dilengkapi dengan penghisap yang juga bisa punya cincin bergerigi. Cara sotong menggunakan lengan dan tentakelnya mungkin sedikit berbeda, lebih sering digunakan untuk mengaduk-aduk substrat atau menangkap mangsa yang lewat di dekatnya karena mereka cenderung menunggu mangsa daripada mengejarnya seperti cumi.
Image just for illustration
Selain itu, ada perbedaan halus pada susunan penghisap atau struktur lain di lengan dan tentakel yang hanya bisa dilihat dari dekat atau dengan mikroskop. Tapi secara umum, perbedaan panjang tentakel yang bisa dilontarkan adalah salah satu ciri pembeda.
Warna dan Kemampuan Kamuflase¶
Kedua hewan ini adalah master dalam mengubah warna kulitnya berkat sel-sel pigmen khusus yang disebut chromatophores. Mereka bisa mengubah warna kulitnya dengan sangat cepat untuk berkomunikasi, menarik pasangan, atau bersembunyi.
Namun, sotong sering dianggap sebagai juara dalam hal kamuflase. Mereka punya kemampuan luar biasa untuk meniru warna, tekstur, dan bahkan pola lingkungan sekitarnya dengan presisi yang menakjubkan. Ini berkat kombinasi chromatophores (untuk warna), iridophores (untuk kilauan), dan leucophores (untuk memantulkan cahaya putih). Kemampuan ini sangat penting bagi sotong yang sering bersembunyi di dasar laut. Sotong bisa menciptakan pola-pola kompleks seperti garis-garis, bintik-bintik, bahkan pola seperti ‘gelombang’ untuk berbaur sempurna dengan dasar laut yang berbatu atau berpasir.
Image just for illustration
Cumi juga bisa mengubah warna, tapi kemampuan kamuflasenya tidak sekompleks sotong. Perubahan warna cumi lebih sering digunakan untuk sinyal sosial atau sebagai peringatan. Cumi yang hidup di perairan terbuka mungkin tidak memerlukan kemampuan kamuflase selevel sotong yang sering berada di habitat yang lebih bervariasi.
Image just for illustration
Intinya, kalau kamu melihat video makhluk laut yang tiba-tiba berubah warna dan pola kulitnya dengan sangat dramatis dan detail, kemungkinan besar itu adalah sotong!
Cangkang Internal: Tulang yang Berbeda¶
Ini adalah salah satu perbedaan internal paling signifikan dan mudah dikenali, bahkan setelah hewan mati.
Tulang Cumi (Gladuis/Pen)¶
Cumi memiliki struktur internal yang tipis, transparan, dan fleksibel yang terbuat dari zat kitin (bahan yang sama dengan cangkang serangga). Struktur ini terletak di dalam mantel, membentang di sepanjang punggung. Bentuknya mirip pena bulu atau pedang tipis, makanya sering disebut “pen” atau gladuis.
Image just for illustration
Fungsi gladuis ini adalah untuk memberikan dukungan dan kekakuan pada tubuh cumi yang berenang cepat di air. Dia seperti tulang belakang yang sederhana, membantu menjaga bentuk tubuh cumi saat bermanuver. Karena terbuat dari kitin, gladuis ini tidak bisa mengapung dan tidak berkontribusi pada daya apung cumi.
Tulang Sotong (Cuttlebone)¶
Sotong memiliki struktur internal yang jauh lebih kaku, berkapur, dan berpori yang disebut cuttlebone. Struktur ini juga terletak di dalam mantel, di bagian punggung. Cuttlebone ukurannya relatif besar, berbentuk oval atau lonjong, dan punya pola seperti lapisan-lapisan tipis di dalamnya.
Image just for illustration
Fungsi utama cuttlebone adalah sebagai pengendali daya apung. Sotong bisa mengatur jumlah gas dan cairan di dalam ruang-ruang mikroskopis di cuttlebone ini untuk naik atau turun di kolom air. Ini memungkinkan mereka melayang dengan mudah. Cuttlebone ini juga yang sering dijual di toko hewan peliharaan sebagai sumber kalsium untuk burung peliharaan!
Jadi, cara paling mudah membedakan cumi dan sotong yang sudah mati atau sudah dibersihkan adalah dengan melihat “tulangnya”. Kalau tipis, bening, dan lentur, itu cumi (gladuis). Kalau tebal, putih, keras, dan seperti kapur, itu sotong (cuttlebone).
Habitat dan Gaya Hidup¶
Perbedaan fisik yang kita bahas di atas sangat mempengaruhi di mana dan bagaimana cumi dan sotong hidup.
Cumi kebanyakan adalah hewan pelagis, artinya mereka hidup di perairan terbuka, jauh dari dasar laut, dan sering bergerak dalam kelompok besar (disebut school). Mereka adalah perenang yang aktif dan agresif, seringkali mengejar mangsa seperti ikan kecil dan krustasea di kolom air. Gaya hidup mereka yang nomaden dan kecepatan tinggi membutuhkan bentuk tubuh yang ramping dan aerodinamis.
Image just for illustration
Sotong, di sisi lain, lebih sering ditemukan di perairan pesisir atau dasar laut yang dangkal. Mereka adalah hewan bentik, artinya mereka lebih suka menghabiskan waktu di dekat dasar laut. Sotong cenderung kurang aktif berenang jauh, lebih suka melayang-layang perlahan atau bersembunyi di pasir atau lumpur menggunakan kemampuan kamuflasenya yang hebat. Mereka seringkali mengintai mangsa yang lewat, lalu menyergapnya dengan cepat menggunakan tentakel mereka. Gaya hidup ini membutuhkan bentuk tubuh yang pipih dan cuttlebone untuk mengontrol daya apung agar mudah melayang di dekat dasar.
Image just for illustration
Singkatnya, cumi itu seperti “pembalap” laut lepas, sedangkan sotong itu lebih seperti “prajurit infanteri” yang ahli bersembunyi di dasar.
Daging dan Aspek Kuliner¶
Nah, ini bagian yang paling penting bagi banyak orang: bagaimana rasanya dan bagaimana cara mengolahnya? Perbedaan struktur tubuh ternyata juga mempengaruhi tekstur dan rasa dagingnya.
Daging cumi cenderung lebih tipis, lembut, dan punya tekstur yang tidak terlalu padat. Cumi tidak boleh dimasak terlalu lama, karena akan menjadi alot. Cumi sangat populer diolah menjadi calamari goreng, ditumis cepat, dibakar, atau diisi. Waktu masak yang singkat adalah kuncinya untuk mendapatkan tekstur yang kenyal namun lembut.
Image just for illustration
Daging sotong umumnya lebih tebal dan padat dibandingkan cumi. Teksturnya cenderung lebih kokoh dan bisa menjadi lebih chewy jika tidak dimasak dengan benar. Karena dagingnya yang tebal, sotong sering membutuhkan waktu masak yang sedikit lebih lama dibandingkan cumi agar empuk, atau bisa juga dimasak dengan metode slow cooking seperti di sup atau kari. Sotong juga terkenal dengan tintanya yang lebih kental dan sering digunakan dalam masakan untuk memberikan warna hitam dan rasa gurih.
Image just for illustration
Dalam beberapa masakan Asia Tenggara, sotong lebih disukai karena dagingnya yang tebal dan tintanya yang banyak, sementara di Barat, cumi lebih populer untuk calamari. Tentu saja, preferensi rasa kembali ke selera masing-masing, tapi mengetahui perbedaan tekstur ini bisa membantu kamu memilih jenis mana yang paling cocok untuk resep yang ingin kamu coba.
Klasifikasi Ilmiah Singkat¶
Untuk yang tertarik sedikit dengan taksonomi, mari kita lihat posisinya dalam klasifikasi makhluk hidup.
Kingdom: Animalia
Filum: Mollusca
Kelas: Cephalopoda
Sampai sini, cumi dan sotong masih satu grup besar dengan gurita, nautilus, dan sepia. Perbedaannya mulai muncul di level Ordo:
- Cumi: Ordo Teuthida
- Sotong: Ordo Sepiida
Di bawah ordo ini, ada banyak famili, genus, dan spesies. Misalnya, cumi yang biasa kita makan bisa jadi dari famili Loliginidae, sementara sotong dari famili Sepiidae. Jadi, meskipun mereka sama-sama sefalopoda dengan 8 lengan dan 2 tentakel serta bisa menyemprotkan tinta, perbedaan evolusioner mereka cukup signifikan hingga dipisahkan dalam ordo yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa jalur evolusi mereka telah mengambil arah yang sedikit berbeda, menghasilkan adaptasi yang unik pada masing-masing kelompok.
Mengapa Sering Tertukar?¶
Dengan semua perbedaan di atas, mengapa orang masih sering salah membedakan cumi dan sotong?
Alasannya sederhana: di mata orang awam, kemiripan mereka lebih jelas daripada perbedaannya. Keduanya punya kepala besar dengan mata menonjol, punya lengan dan tentakel yang banyak di sekitar mulut, bisa bergerak cepat dengan semprotan air (meskipun sotong lebih jarang melakukannya), dan punya kemampuan berubah warna serta menyemprotkan tinta hitam pekat saat merasa terancam. Bentuk tubuhnya dari jauh juga terlihat mirip, terutama jika ukurannya tidak terlalu berbeda.
Image just for illustration
Ditambah lagi, nama lokal di beberapa daerah bisa bervariasi atau bahkan rancu. Jadi, wajar saja kalau orang sering bingung. Tapi setelah mengetahui ciri-ciri khas yang membedakan seperti bentuk tubuh, sirip, dan terutama “tulang” di dalamnya, seharusnya kita bisa membedakannya dengan lebih mudah.
Cara Membedakan di Pasar¶
Oke, sekarang saatnya praktik. Bagaimana cara membedakan cumi dan sotong saat kamu belanja di pasar ikan?
- Lihat Bentuk Tubuh: Cari yang badannya ramping kayak rudal atau panah? Itu cumi. Cari yang badannya lebih lebar, pipih, dan agak oval? Itu sotong.
- Perhatikan Siripnya: Kalau siripnya cuma ada di ujung belakang badan dan bentuknya kecil seperti sayap? Itu cumi. Kalau siripnya memanjang di sepanjang sisi badan dari ujung kepala sampai ujung badan? Itu sotong.
- Tanya penjual (opsional): Kalau masih ragu, jangan ragu tanya penjualnya! Mereka biasanya tahu betul. Tapi sekarang kamu sudah tahu caranya memverifikasi jawabannya sendiri.
- Raba “Tulangnya” (jika memungkinkan): Jika sudah dibersihkan dan ada bagian ‘punggung’ yang terbuka, coba raba atau lihat bagian dalamnya. Kalau terasa tipis, plastik, dan bening/putih transparan, itu gladuis cumi. Kalau terasa keras, tebal, dan seperti kapur, itu cuttlebone sotong. Tentu ini lebih mudah dilakukan kalau kamu membeli yang sudah dibersihkan atau bisa memeriksa di rumah.
Dengan tips ini, kamu bisa belanja seafood dengan lebih percaya diri dan memilih jenis yang tepat sesuai kebutuhan masakanmu.
Fakta Menarik Lainnya¶
- Mata Sotong Unik: Sotong memiliki pupil mata yang berbentuk ‘W’. Bentuk unik ini diduga memberikan mereka bidang pandang yang sangat luas, yang penting untuk mendeteksi mangsa dan predator di dasar laut. Cumi punya pupil yang lebih bulat atau horizontal.
- Komunikasi Warna Sotong: Kemampuan sotong mengubah warna tidak hanya untuk kamuflase. Mereka juga menggunakan pola warna yang kompleks dan berubah-ubah dengan cepat sebagai bentuk komunikasi, baik untuk menarik pasangan maupun mengintimidasi saingan atau predator. Beberapa spesies sotong bahkan bisa menampilkan pola yang berbeda di satu sisi tubuh dibandingkan sisi lainnya!
- Ukuran: Ada berbagai macam spesies cumi dan sotong dengan ukuran yang sangat bervariasi, dari yang kecil mungil hingga yang raksasa. Cumi raksasa (Architeuthis dux) bisa tumbuh sangat besar, meskipun jarang terlihat. Sotong raksasa juga ada, tapi ukurannya biasanya tidak sebesar cumi raksasa.
- Tinta Pertahanan: Baik cumi maupun sotong menggunakan semprotan tinta sebagai mekanisme pertahanan. Tinta ini tidak hanya menciptakan awan hitam untuk mengecoh pemangsa, tapi juga bisa mengandung iritan yang mengganggu indra penciuman pemangsa. Tinta sotong konon lebih kental dibandingkan tinta cumi.
Semua fakta ini menunjukkan betapa luar biasanya makhluk-makhluk sefalopoda ini. Mereka adalah predator cerdas dengan adaptasi yang menakjubkan untuk bertahan hidup di lautan.
Tabel Ringkasan Perbedaan¶
Biar lebih gampang diingat, ini dia tabel yang merangkum perbedaan utama antara cumi dan sotong:
| Ciri Fisik/Perilaku | Cumi (Squid) | Sotong (Cuttlefish) |
|---|---|---|
| Bentuk Tubuh | Ramping, memanjang, seperti torpedo | Pipih, lebar, oval/agak bulat |
| Sirip | Kecil, segitiga, di ujung mantel | Memanjang sepanjang sisi mantel |
| Tulang Internal | Gladuis (tipis, lentur, kitin) | Cuttlebone (tebal, kaku, berkapur) |
| Habitat | Perairan terbuka (Pelagis) | Dekat dasar laut/pesisir (Bentik) |
| Gaya Hidup | Perenang cepat, aktif berburu | Perenang lambat/melayang, mengintai |
| Daging | Lebih tipis, lembut, cepat masak | Lebih tebal, padat, perlu waktu masak |
| Kamuflase | Kurang kompleks, lebih untuk sinyal | Sangat canggih, meniru tekstur |
| Pupil Mata | Bulat/Horizontal | Berbentuk ‘W’ |
| Ordo Ilmiah | Teuthida | Sepiida |
Tabel ini bisa jadi panduan cepat buat kamu kalau lagi bingung membedakan keduanya.
Meskipun punya banyak perbedaan, cumi dan sotong sama-sama merupakan sumber protein yang lezat dan bergizi, serta bagian penting dari ekosistem laut. Memahami perbedaan mereka bukan cuma soal pengetahuan, tapi juga bisa membantu kita menghargai keanekaragaman hayati di laut dan memilih bahan makanan yang tepat untuk masakan kita.
Bagaimana? Sekarang sudah tidak bingung lagi kan membedakan cumi dan sotong? Punya pengalaman lucu saat salah membedakan keduanya, atau punya resep favorit yang pakai salah satu dari mereka? Ceritakan di kolom komentar ya!
Posting Komentar