Bedanya "Her" dan "His"? Ini Cara Gampang Memahaminya.
Sering dengar kata her dan his dalam bahasa Inggris, tapi masih suka ketukar-tukar pakainya? Tenang, kamu nggak sendirian! Dua kata ini memang termasuk yang paling sering bikin bingung, apalagi buat yang baru belajar. Padahal, kalau tahu kuncinya, gampang banget kok bedainnya. Artikel ini bakal kupas tuntas perbedaan her dan his biar kamu makin jago bahasa Inggrisnya.
Pada dasarnya, her dan his adalah kata ganti (pronoun) atau kata sifat posesif (possessive adjective) dalam bahasa Inggris yang menunjukkan kepemilikan. Bingung? Oke, kita sederhanakan. Keduanya intinya bilang “miliknya”, tapi ada perbedaan mendasar yang sangat penting untuk diperhatikan: siapa yang punya dan bagaimana posisinya dalam kalimat.
Her: Punya Siapa dan Dipakai Kapan?¶
Mari kita mulai dari kata her. Kata ini secara spesifik merujuk pada kepemilikan atau objek dari seseorang berjenis kelamin perempuan. Jadi, kalau kamu bicara tentang sesuatu milik perempuan, kemungkinan besar kamu akan pakai her.
Image just for illustration
Kata her ini punya dua fungsi utama dalam kalimat bahasa Inggris. Kita bedah satu per satu, ya!
Her sebagai Possessive Adjective¶
Fungsi yang paling umum dari her adalah sebagai possessive adjective. Posesif adjective ini posisinya selalu sebelum kata benda yang dimiliki. Fungsinya mirip kata sifat, menjelaskan kata benda di belakangnya itu punya siapa. Dalam bahasa Indonesia, ini seperti mengatakan “tas miliknya (perempuan)”, “buku miliknya (perempuan)”, atau “rumah miliknya (perempuan)”.
Contoh penggunaan her sebagai possessive adjective:
* She lost her keys. (Dia kehilangan kunci-kuncinya miliknya [perempuan]). Kata her menjelaskan keys.
* This is her car. (Ini adalah mobilnya miliknya [perempuan]). Kata her menjelaskan car.
* I like her dress. (Saya suka gaunnya miliknya [perempuan]). Kata her menjelaskan dress.
Penting diingat, her di sini selalu diikuti kata benda. Nggak bisa berdiri sendiri. Kamu nggak bisa bilang “This is her” kalau maksudnya “Ini miliknya”. Nah, untuk kasus “miliknya” yang berdiri sendiri, kita pakai bentuk lain, yaitu hers. Tapi itu nanti kita bahas ya, fokus ke her dulu. Intinya, her + kata benda = kepemilikan perempuan.
Paragraf ini sudah cukup menjelaskan satu fungsi her. Kita bisa tambahkan beberapa contoh lagi untuk memperjelas. Misalnya, dalam sebuah cerita, kamu bisa bilang: “Lina mengambil her book dari meja. Her teacher tersenyum padanya.” Di sini, her book berarti buku milik Lina, dan her teacher berarti guru milik Lina. Simpel, kan? Kuncinya: lihat kata benda setelah her.
Untuk memperkaya pemahaman, coba bandingkan dengan subjek kalimatnya. Kalau subjeknya she (dia perempuan), biasanya kepemilikannya pakai her. “She is washing her bike.” Dia (perempuan) sedang mencuci sepedanya (miliknya si perempuan). Jadi ada koneksi antara subjek she dan kata sifat kepemilikan her.
Her sebagai Object Pronoun¶
Selain sebagai kata sifat posesif, her juga bisa berfungsi sebagai object pronoun atau kata ganti objek. Sebagai objek, her menggantikan nama orang perempuan ketika dia menjadi penerima aksi dalam kalimat. Dalam bahasa Indonesia, ini seperti mengatakan “dia” (sebagai objek), “kepadanya”, atau “untuknya” yang merujuk pada perempuan.
Contoh penggunaan her sebagai object pronoun:
* I saw her at the mall. (Saya melihat dia [perempuan] di mal). Her di sini adalah objek dari kata kerja saw.
* Give the book to her. (Berikan bukunya kepada dia [perempuan]). Her adalah objek dari preposisi to.
* My mother called her yesterday. (Ibuku menelepon dia [perempuan] kemarin). Her adalah objek dari kata kerja called.
Nah, ini yang sering bikin bingung! Bentuknya sama-sama her, tapi fungsinya beda. Gimana cara bedainnya? Gampang. Kalau her diikuti langsung oleh kata benda (seperti her book, her car), dia adalah possessive adjective. Kalau her posisinya setelah kata kerja (verb) atau kata depan (preposition) dan tidak diikuti kata benda yang dia miliki, kemungkinan besar dia adalah object pronoun.
Misalnya: “I gave her her present.” (Saya memberikan dia [object] hadiahnya [possessive adjective]). Her pertama adalah objek dari gave, merujuk pada orang perempuannya. Her kedua adalah possessive adjective, merujuk pada hadiah milik orang perempuan itu. Dua her dengan fungsi berbeda dalam satu kalimat!
Memahami dua fungsi ini penting agar kamu bisa membangun kalimat yang benar. Keduanya merujuk pada perempuan, tapi posisinya dalam kalimat dan maknanya sedikit berbeda (yang satu menunjukkan kepemilikan benda, yang satu menunjukkan orang yang menerima aksi).
His: Punya Siapa dan Dipakai Kapan?¶
Sekarang kita beralih ke kata his. Sama seperti her, kata his juga merujuk pada kepemilikan atau objek dari seseorang berjenis kelamin laki-laki. Jadi, kalau kamu bicara tentang sesuatu milik laki-laki, atau laki-laki sebagai objek, kamu akan pakai his.
Image just for illustration
Namun, his punya sedikit perbedaan unik dibandingkan her dalam hal fungsinya. Kita lihat detailnya.
His sebagai Possessive Adjective¶
Sama seperti her, his juga bisa berfungsi sebagai possessive adjective. Artinya, his diletakkan sebelum kata benda untuk menunjukkan bahwa kata benda tersebut milik laki-laki. Dalam bahasa Indonesia, ini seperti mengatakan “mobil miliknya (laki-laki)”, “topi miliknya (laki-laki)”, atau “anjing miliknya (laki-laki)”.
Contoh penggunaan his sebagai possessive adjective:
* He parked his car. (Dia memarkir mobilnya miliknya [laki-laki]). Kata his menjelaskan car.
* This is his hat. (Ini adalah topinya miliknya [laki-laki]). Kata his menjelaskan hat.
* They played with his dog. (Mereka bermain dengan anjingnya miliknya [laki-laki]). Kata his menjelaskan dog.
Mirip kan dengan her yang possessive adjective? Keduanya diikuti oleh kata benda. Bedanya cuma di gendernya: her untuk perempuan, his untuk laki-laki. Jadi, kalau kamu bilang “John took his jacket”, artinya John mengambil jaket milik John. Kalau “Mary took her jacket”, artinya Mary mengambil jaket milik Mary.
Intinya, kalau ada his diikuti kata benda, itu pasti possessive adjective dan menunjukkan kepemilikan oleh seorang laki-laki. Koneksi dengan subjek he juga berlaku di sini: “He is reading his book.” Dia (laki-laki) sedang membaca bukunya (miliknya si laki-laki). Polanya konsisten.
His sebagai Possessive Pronoun¶
Nah, ini dia perbedaan signifikan his dengan her. Selain sebagai possessive adjective, his juga bisa berfungsi sebagai possessive pronoun atau kata ganti posesif. Sebagai possessive pronoun, his berdiri sendiri (tidak diikuti kata benda) dan menggantikan frasa his + kata benda yang sudah disebutkan sebelumnya. Dalam bahasa Indonesia, ini artinya “miliknya” (milik laki-laki) yang berdiri sendiri.
Contoh penggunaan his sebagai possessive pronoun:
* That book is his. (Buku itu adalah miliknya [laki-laki]). His berdiri sendiri, menggantikan his book.
* Is this umbrella his? (Apakah payung ini miliknya [laki-laki]?). His berdiri sendiri, menggantikan his umbrella.
* My car is blue, and his is red. (Mobil saya biru, dan miliknya [laki-laki] merah). His berdiri sendiri, menggantikan his car.
Perhatikan, bentuk his sebagai possessive adjective dan possessive pronoun sama. Ini beda dengan her. Kalau milik perempuan yang berdiri sendiri, kita pakai hers (ada ‘s’ di belakang). Jadi, “That book is hers”, bukan “That book is her”. Tapi kalau milik laki-laki, tetap pakai his, baik diikuti kata benda maupun berdiri sendiri.
Kemudahan ini kadang jadi jebakan juga. Karena bentuknya sama, pastikan kamu lihat konteks kalimatnya. Kalau ada kata benda setelah his, dia possessive adjective. Kalau nggak ada kata benda setelah his dan dia berfungsi menggantikan kepemilikan, dia possessive pronoun.
Perbedaan Kunci Antara Her dan His¶
Setelah melihat penjelasan masing-masing, kita bisa simpulkan perbedaan utamanya. Ada dua poin penting: gender dan fungsi/bentuk (terutama pada possessive pronoun).
1. Perbedaan Gender:
* Her: Digunakan untuk merujuk pada seseorang atau sesuatu yang milik perempuan atau objek dari perempuan.
* His: Digunakan untuk merujuk pada seseorang atau sesuatu yang milik laki-laki atau objek dari laki-laki (meskipun fungsi object pronoun untuk his lebih jarang dan sering digantikan him). Koreksi: His tidak bisa berfungsi sebagai object pronoun. Object pronoun untuk laki-laki adalah him. His hanya possessive adjective dan possessive pronoun. Oke, mari kita perbaiki ini di ringkasan.
2. Perbedaan Fungsi dan Bentuk:
* Her: Berfungsi sebagai possessive adjective (diikuti kata benda) dan object pronoun (setelah kata kerja/preposisi, merujuk pada orang). Bentuk possessive pronoun yang berdiri sendiri adalah hers.
* His: Berfungsi sebagai possessive adjective (diikuti kata benda) dan possessive pronoun (berdiri sendiri). Bentuknya sama untuk kedua fungsi ini.
Berikut adalah tabel ringkasan agar lebih mudah dipahami:
| Kata | Gender Terkait | Fungsi 1 | Bentuk 1 | Contoh 1 | Fungsi 2 | Bentuk 2 | Contoh 2 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Her | Perempuan | Possessive Adjective | her + Noun | This is her bag. | Object Pronoun | her (sendiri) | I called her. |
| His | Laki-laki | Possessive Adjective | his + Noun | This is his bag. | Possessive Pronoun | his (sendiri) | This bag is his. |
Tabel di atas secara jelas menunjukkan bahwa perbedaan utama ada pada gender pemilik/objek dan bagaimana bentuknya ketika berfungsi sebagai possessive pronoun (berdiri sendiri).
Contoh Penggunaan dalam Kalimat (Perbandingan Langsung)¶
Agar semakin jelas, mari kita lihat beberapa contoh kalimat yang membandingkan penggunaan her dan his secara langsung. Perhatikan konteks dan posisi kata her atau his dalam setiap kalimat.
-
Kepemilikan Benda (Possessive Adjective):
- She brought her lunch. (Dia [perempuan] membawa makan siangnya [miliknya]).
- He brought his lunch. (Dia [laki-laki] membawa makan siangnya [miliknya]).
- Kedua kalimat ini menggunakan possessive adjective (her, his) karena diikuti kata benda (lunch). Bedanya hanya pada gender subjek/pemilik.
-
Menerima Aksi (Object Pronoun vs. Object Pronoun):
- We met her at the party. (Kami bertemu dia [perempuan] di pesta). Her di sini adalah object pronoun setelah kata kerja met.
- We met him at the party. (Kami bertemu dia [laki-laki] di pesta). Objek pronoun untuk laki-laki adalah him, bukan his. Ini penting!
-
Kepemilikan Benda (Possessive Pronoun - Berdiri Sendiri):
- That phone is hers. (Telepon itu miliknya [perempuan]). Menggunakan hers karena berdiri sendiri.
- That phone is his. (Telepon itu miliknya [laki-laki]). Menggunakan his karena berdiri sendiri (dan memang bentuknya sama dengan possessive adjective).
-
Gabungan dalam Kalimat:
- She showed her new dress to her friends. (Dia [perempuan] menunjukkan gaun barunya [miliknya] kepada teman-temannya [miliknya/temannya si perempuan]). Kedua her di sini adalah possessive adjective.
- He showed his new watch to his friends. (Dia [laki-laki] menunjukkan jam tangan barunya [miliknya] kepada teman-temannya [miliknya/temannya si laki-laki]). Kedua his di sini adalah possessive adjective.
- I gave the present to her. It is hers. (Saya memberikan hadiah itu kepada dia [perempuan]. Itu miliknya [perempuan]). Her sebagai object pronoun, hers sebagai possessive pronoun.
- I gave the present to him. It is his. (Saya memberikan hadiah itu kepada dia [laki-laki]. Itu miliknya [laki-laki]). Him sebagai object pronoun, his sebagai possessive pronoun.
Dengan melihat contoh-contoh perbandingan ini, seharusnya kamu sudah mulai bisa melihat polanya. Fokus pada gender (siapa pemilik/objeknya) dan posisi kata tersebut dalam kalimat (diikuti kata benda atau berdiri sendiri/setelah kata kerja/preposisi).
Tips Jitu Supaya Nggak Bingung Lagi¶
Belajar bahasa itu butuh latihan. Supaya kamu nggak ketukar lagi antara her dan his, coba terapkan tips berikut:
-
Ingat Pasangan Ini:
- She pasangannya her (adjective & object) dan hers (pronoun).
- He pasangannya his (adjective & pronoun) dan him (object).
Menghafal pasangan ini akan sangat membantu. Ketika kamu berpikir tentang “dia perempuan”, langsung ingat she, her, hers. Ketika tentang “dia laki-laki”, ingat he, his, him.
-
Latihan Identifikasi Fungsi:
Setiap kali kamu melihat her atau his dalam bacaan atau mendengar dalam percakapan, coba identifikasi:- Apakah ada kata benda setelah her/his? Kalau ya, dia possessive adjective.
- Apakah her/his berdiri sendiri di akhir kalimat atau setelah verb/preposition? Kalau her berdiri sendiri, dia object pronoun (atau mungkin hers kalau possessive pronoun). Kalau his berdiri sendiri, dia possessive pronoun.
- Apakah kata tersebut merujuk ke perempuan atau laki-laki?
-
Perbanyak Paparan:
Semakin sering kamu membaca, mendengarkan, dan menggunakan bahasa Inggris, otakmu akan semakin terbiasa dengan pola penggunaan her dan his. Baca buku, nonton film, dengarkan lagu berbahasa Inggris, dan perhatikan bagaimana kata-kata ini dipakai. -
Practice, Practice, Practice!
Coba buat kalimat sendiri menggunakan her dan his dalam berbagai konteks. Latih dirimu untuk beralih antara her (adjective), her (object), hers, his (adjective), dan his (pronoun), serta him. Semakin banyak kamu berlatih, semakin otomatis penggunaannya. -
Fokus pada Konteks:
Kadang, satu kata bisa punya beberapa arti atau fungsi. Kunci untuk memahami adalah melihat konteks kalimat secara keseluruhan. Siapa yang sedang dibicarakan? Apa yang sedang dilakukan? Dengan memahami konteks, kamu akan lebih mudah menentukan apakah her itu merujuk pada kepemilikan atau objek, dan apakah his itu adjective atau pronoun.
Menguasai penggunaan kata ganti posesif seperti her dan his ini adalah langkah penting dalam perjalanan belajarmu. Ini menunjukkan bahwa kamu mulai memahami struktur kalimat bahasa Inggris yang lebih kompleks.
Fakta Unik Seputar Pronouns¶
Kata ganti (pronouns) dalam bahasa Inggris punya sejarah panjang dan menarik. Dulu, sistemnya jauh lebih kompleks. Tapi seiring waktu, bahasa Inggris cenderung menyederhanakan beberapa aspek tata bahasa. Penggunaan his yang berfungsi ganda sebagai possessive adjective dan pronoun, sementara her punya bentuk terpisah (hers) untuk fungsi pronoun, adalah salah satu contoh ‘keunikan’ yang tersisa.
Tahukah kamu? Dalam bahasa Inggris kuno, kata ganti posesif bisa bervariasi tergantung kasus gramatikalnya (nominatif, akusatif, genitif, datif), mirip bahasa Jerman atau Latin modern. Versi modern yang lebih simpel seperti her dan his ini adalah hasil evolusi bahasa selama ratusan tahun. Jadi, kalau kamu merasa sedikit kesulitan, wajar kok! Ini adalah warisan dari sejarah panjang bahasa Inggris.
Selain her dan his, ada juga kata ganti posesif lain seperti my, your, our, their, serta bentuk pronoun-nya seperti mine, yours, ours, theirs. Perbedaan antara bentuk adjective dan pronoun ini juga berlaku untuk semua kata ganti posesif lainnya, kecuali his dan its (yang juga punya bentuk sama untuk adjective dan pronoun, meskipun its sebagai pronoun sangat jarang digunakan).
Satu lagi fakta menarik: Dulu, ketika gender seseorang tidak diketahui, seringkali digunakan his sebagai bentuk default atau netral. Contoh: “Everyone should bring his own book.” Namun, di era modern, praktik ini dianggap kurang inklusif. Sekarang lebih umum dan direkomendasikan untuk menggunakan their sebagai kata ganti netral gender ketika subjeknya singular tapi tidak spesifik gendernya (misalnya everyone, someone, a student). “Everyone should bring their own book.” Jadi, penting juga untuk tahu perkembangan penggunaan pronoun ini.
Latihan Singkat¶
Yuk, coba latihan sedikit! Isi bagian rumpang (…) dengan her, his, hers, atau him yang paling tepat berdasarkan konteks kalimat.
- My friend Sarah lost (…) phone.
- Can you give this letter to John? It’s for (…).
- That red bicycle is not mine. It’s (…). (Miliknya laki-laki)
- Lina showed me (…) new shoes. They are very nice.
- I saw David at the park. I waved at (…).
- Whose jacket is this? Is it (…)? (Miliknya perempuan)
- He shared (…) snacks with everyone.
- We helped (…) with (…) homework. (Kita membantu dia perempuan dengan PR-nya)
Jawaban Latihan¶
Cocokkan jawabanmu dengan kunci di bawah ini:
- My friend Sarah lost her phone. (Sarah = perempuan, phone = kata benda setelah her, jadi possessive adjective)
- Can you give this letter to John? It’s for him. (John = laki-laki, setelah preposisi ‘for’, merujuk ke orang, jadi object pronoun)
- That red bicycle is not mine. It’s his. (Miliknya laki-laki, berdiri sendiri, jadi possessive pronoun)
- Lina showed me her new shoes. They are very nice. (Lina = perempuan, shoes = kata benda setelah her, jadi possessive adjective)
- I saw David at the park. I waved at him. (David = laki-laki, setelah preposisi ‘at’, merujuk ke orang, jadi object pronoun)
- Whose jacket is this? Is it hers? (Miliknya perempuan, berdiri sendiri, jadi possessive pronoun)
- He shared his snacks with everyone. (He = laki-laki, snacks = kata benda setelah his, jadi possessive adjective)
- We helped her with her homework. (Membantu siapa? Dia perempuan = object pronoun her. PR siapa? PR-nya dia perempuan = possessive adjective her)
Gimana? Berapa jawabanmu yang benar? Kalau masih ada yang salah, jangan khawatir! Coba pelajari lagi bagian yang kamu keliru. Latihan terus ya!
Semoga penjelasan panjang lebar ini bikin kamu makin tercerahkan soal perbedaan her dan his. Intinya ada di gender dan posisi/fungsi dalam kalimat. Dengan sedikit perhatian dan banyak latihan, kamu pasti bisa menggunakannya dengan lancar dan tepat.
Punya pertanyaan lain seputar her dan his atau kata ganti posesif lainnya? Atau mungkin kamu punya tips sendiri buat bedainnya? Share di kolom komentar di bawah ya! Mari kita diskusi bareng biar belajar makin seru!
Posting Komentar