Mengenal Perbedaan UEFA Nations League dan Euro: Gak Bingung Lagi

Table of Contents

Dunia sepak bola Eropa itu seru banget, ya. Ada begitu banyak turnamen yang melibatkan tim-tim nasional. Dua yang paling sering dibicarakan belakangan ini adalah UEFA Nations League dan UEFA European Championship, atau yang biasa kita sebut Euro. Buat sebagian orang, dua kompetisi ini kadang terasa mirip atau bahkan membingungkan. Padahal, keduanya punya tujuan, format, dan status yang cukup berbeda, lho. Yuk, kita bedah satu per satu biar makin paham!

Apa Itu UEFA Nations League dan Euro Secara Singkat?

Sebelum masuk ke perbedaannya, kenalan singkat dulu nih sama keduanya.
UEFA Nations League Trophy
Image just for illustration

UEFA European Championship (Euro) adalah turnamen sepak bola antarnegara anggota UEFA (Uni Sepak Bola Eropa) yang paling bergengsi di benua biru. Bisa dibilang, ini Piala Dunianya Eropa. Tim-tim terbaik dari seluruh Eropa bertanding untuk memperebutkan gelar juara Eropa setiap empat tahun sekali. Ini adalah kompetisi yang sudah ada sejak lama dan punya sejarah panjang.

UEFA Nations League adalah kompetisi yang relatif baru, pertama kali digelar pada tahun 2018. Kompetisi ini dicetuskan oleh UEFA sebagai pengganti pertandingan persahabatan (friendly match) yang dianggap kurang kompetitif dan sering dianggap “kurang penting” oleh banyak pihak, baik pemain, pelatih, maupun fans. Tujuannya adalah menyediakan pertandingan yang lebih bermakna bagi tim-tim nasional di luar periode turnamen besar seperti Euro atau Piala Dunia.
Euro 2020 Final
Image just for illustration

Nah, dari perkenalan singkat ini saja, sudah kelihatan kan kalau ada perbedaan fundamental di antara keduanya?

Perbedaan Utama: Tujuan, Format, dan Frekuensi

Ini dia inti dari pembahasannya. Ada beberapa aspek krusial yang membedakan Nations League dan Euro:

Tujuan Kompetisi

Euro: Tujuan utamanya jelas, yaitu menentukan siapa negara terbaik di Eropa untuk periode empat tahun ke depan. Ini adalah puncak persaingan tim nasional di Eropa, setara dengan level Piala Dunia di kancah global. Menjadi juara Euro adalah salah satu pencapaian tertinggi bagi tim nasional negara Eropa.

Nations League: Tujuannya lebih multi-faceted. Pertama, untuk menggantikan pertandingan persahabatan dengan format yang lebih kompetitif. Kedua, untuk memberikan kesempatan bagi tim-tim dengan level performa yang mirip untuk saling berhadapan secara reguler. Ketiga, sebagai salah satu jalur alternatif untuk kualifikasi Euro atau bahkan Piala Dunia (meskipun peran di kualifikasi Piala Dunia tidak sebesar di Euro). Jadi, Nations League itu bukan turnamen utama, tapi lebih ke sebuah struktur kompetisi yang berjalan di antara turnamen besar.

Frekuensi Penyelenggaraan

Euro: Digelar setiap empat tahun sekali. Siklusnya mirip dengan Piala Dunia, tapi tentu saja melibatkan tim dari konfederasi yang berbeda. Empat tahun sekali membuat turnamen ini terasa sangat eksklusif dan dinantikan.

Nations League: Digelar setiap dua tahun sekali. Turnamen ini mengisi jeda antar turnamen besar. Misalnya, setelah Piala Dunia 2022, akan ada edisi Nations League 2024/2025, lalu Euro 2024, lalu Nations League 2026/2027, dan seterusnya. Jadwalnya lebih padat dibandingkan Euro.

Format dan Struktur Kompetisi

Ini mungkin perbedaan yang paling mencolok.

Euro: Turnamen Euro diawali dengan babak kualifikasi yang diikuti oleh hampir seluruh negara anggota UEFA. Tim-tim dibagi ke dalam grup, dan yang finis di posisi teratas akan lolos langsung ke putaran final. Ada juga jalur playoff untuk beberapa tim. Di putaran final (saat ini diikuti 24 tim), ada babak grup lalu dilanjutkan dengan babak gugur (Perempat Final, Semifinal, Final) hingga ditentukan juara. Formatnya mirip dengan Piala Dunia.

Nations League: Menggunakan format liga. Seluruh negara anggota UEFA dibagi ke dalam beberapa liga (League A, B, C, D) berdasarkan ranking koefisien UEFA mereka saat kompetisi dimulai. League A berisi tim-tim dengan ranking tertinggi, League B di bawahnya, dan seterusnya. Setiap liga dibagi lagi ke dalam beberapa grup. Tim-tim dalam satu grup akan bermain home and away.

Yang menarik dari Nations League adalah sistem promosi dan degradasi. Tim yang finis di puncak grup di League B, C, D akan promosi ke liga di atasnya untuk edisi berikutnya. Sebaliknya, tim yang finis di posisi terbawah grup di League A, B, C akan terdegradasi ke liga di bawahnya.

Selain itu, ada babak final untuk Nations League yang disebut Final Four. Ini diikuti oleh empat juara grup dari League A. Mereka akan bertanding dalam format semifinal dan final untuk memperebutkan trofi Nations League. Jadi, hanya juara dari liga teratas (League A) yang berkesempatan menjadi juara umum Nations League.
Nations League vs Euro Table
Image just for illustration

Jumlah Peserta di Putaran Final

Euro: Saat ini diikuti oleh 24 tim di putaran final (sebelumnya 16 tim). Ke-24 tim ini adalah hasil saringan dari babak kualifikasi yang diikuti jauh lebih banyak negara.

Nations League: Formatnya berbeda. Tidak ada “putaran final” seperti Euro yang diikuti banyak tim di satu atau dua negara tuan rumah. Nations League punya Final Four yang hanya diikuti oleh 4 tim (juara grup League A). Jadi, dari segi jumlah tim yang berpartisipasi di babak penentuan juara, Euro jauh lebih banyak. Namun, Nations League melibatkan semua negara anggota UEFA dalam fase liga awalnya.

Hadiah Utama

Euro: Hadiah utamanya adalah trofi Henri Delaunay yang legendaris, serta gelar Juara Eropa yang sangat bergengsi. Tentu ada juga hadiah uang tunai dalam jumlah besar.

Nations League: Hadiah utamanya adalah trofi UEFA Nations League dan sejumlah hadiah uang. Statusnya tentu saja di bawah gelar Juara Eropa. Memenangkan Nations League adalah prestasi yang baik, tapi tidak sebanding dengan memenangkan Euro.

Peran dalam Kualifikasi Turnamen Besar

Ini adalah poin penting yang sering bikin bingung.

Euro: Kualifikasi Euro adalah jalur utama dan primer untuk lolos ke putaran final Euro. Mayoritas tim yang lolos ke Euro datang dari sini.

Nations League: Nations League bisa menjadi jalur kualifikasi alternatif atau sekunder untuk Euro. Bagaimana caranya? Sejak edisi pertama Nations League, ada beberapa slot playoff menuju Euro yang dialokasikan berdasarkan performa tim di Nations League. Tim-tim terbaik di setiap liga Nations League (terutama yang belum lolos lewat kualifikasi Euro reguler) berkesempatan bertanding di babak playoff untuk memperebutkan beberapa tiket tersisa ke Euro. Jadi, performa bagus di Nations League bisa memberikan “jala pengaman” jika gagal di kualifikasi Euro reguler. Nations League juga memberikan jalur kualifikasi tambahan untuk Piala Dunia, tapi formatnya bisa berubah tergantung edisi.

Mengapa UEFA Menciptakan Nations League?

Mungkin ada yang bertanya, kenapa sih repot-repot bikin kompetisi baru? Ada beberapa alasan kuat:

  1. Mengganti Friendly Match: Seperti disebutkan sebelumnya, pertandingan persahabatan seringkali kurang intens, kurang menarik bagi penonton, dan kurang memberikan testing yang sesungguhnya bagi tim.
  2. Pertandingan Lebih Kompetitif: Dengan sistem liga dan promosi/degradasi, setiap pertandingan di Nations League punya nilai yang jelas. Tim bertanding untuk sesuatu: promosi, bertahan di liga, atau lolos ke Final Four. Ini membuat pertandingan lebih seru dan kompetitif.
  3. Pertandingan Antar Tim Level Mirip: Struktur liga (A, B, C, D) memastikan bahwa tim-tim umumnya akan bermain melawan lawan yang levelnya tidak terlalu jauh berbeda. Ini membantu tim-tim yang lebih lemah untuk mendapatkan pengalaman kompetitif tanpa harus sering dihajar tim raksasa, sementara tim kuat juga tetap punya tantangan.
  4. Meningkatkan Ranking dan Koefisien: Pertandingan kompetitif di Nations League memberikan poin ranking FIFA atau koefisien UEFA yang lebih tinggi dibandingkan friendly match, yang membantu tim dalam undian turnamen selanjutnya.
  5. Jalur Kualifikasi Tambahan: Memberikan kesempatan ekstra bagi tim untuk lolos ke turnamen besar, terutama bagi tim dari liga bawah yang mungkin kesulitan bersaing di grup kualifikasi Euro/Piala Dunia reguler.

Nations League dianggap cukup sukses dalam mencapai tujuan-tujuan ini, meskipun pada awalnya banyak pro dan kontra mengenai format dan dampaknya terhadap jadwal tim.

Bagaimana Keduanya Saling Melengkapi?

Meskipun berbeda, Nations League dan Euro sebenarnya saling melengkapi dalam kalender sepak bola internasional Eropa.

Euro tetap menjadi puncak gunung, target utama semua negara. Sementara itu, Nations League berfungsi sebagai semacam “jembatan” antar Euro atau Piala Dunia. Ini adalah platform di mana tim bisa menguji kekuatan, mencoba taktik baru, dan memberikan menit bermain bagi pemain baru, namun dalam setting yang jauh lebih kompetitif daripada sekadar friendly.

Performa di Nations League juga bisa menjadi indikator awal kekuatan tim jelang kualifikasi atau putaran final Euro berikutnya. Selain itu, seperti dijelaskan, ada koneksi langsung antara Nations League dan kualifikasi Euro melalui jalur playoff. Jadi, hasil di Nations League bisa sangat krusial.

Fakta Menarik dan Momen Penting

  • Juara Nations League Perdana: Edisi pertama Nations League (2018/2019) dimenangkan oleh Portugal. Mereka mengalahkan Belanda di final. Edisi kedua (2020/2021) dimenangkan oleh Prancis yang mengalahkan Spanyol. Edisi ketiga (2022/2023) dimenangkan oleh Spanyol yang mengalahkan Kroasia.
  • Juara Euro Terakhir: Euro 2020 (yang dimainkan tahun 2021 karena pandemi) dimenangkan oleh Italia setelah mengalahkan Inggris di final lewat adu penalti di Wembley.
  • Tim dari Liga B/C Lolos Playoff Euro: Di kualifikasi Euro 2020, beberapa tim dari liga bawah di Nations League berhasil memanfaatkan jalur playoff mereka dan lolos ke putaran final Euro, contohnya adalah Skotlandia dan Hungaria. Ini membuktikan bahwa Nations League memang membuka jalan bagi tim-tim yang mungkin kesulitan lolos lewat jalur biasa.
  • Euro Paling Sukses: Jerman dan Spanyol adalah negara dengan koleksi gelar Euro terbanyak, masing-masing tiga kali.
  • Nations League Mengurangi Friendly: Sejak Nations League diperkenalkan, jumlah pertandingan persahabatan antarnegara Eropa memang menurun drastis.

Ringkasan dalam Tabel Perbandingan

Biar lebih gampang diingat, ini rangkuman perbedaannya dalam bentuk tabel:

Kriteria UEFA Nations League UEFA European Championship (Euro)
Tujuan Utama Ganti friendly, pertandingan kompetitif, jalur alternatif kualifikasi Menentukan Juara Eropa, turnamen paling bergengsi
Frekuensi Setiap 2 tahun Setiap 4 tahun
Format Utama Sistem Liga (A, B, C, D), promosi/degradasi, Final Four (4 tim) Kualifikasi, Babak Grup, Babak Gugur (24 tim final)
Peserta di Babak Final (Penentuan Juara) 4 tim (Juara grup League A) 24 tim (lolos kualifikasi)
Hadiah Utama Trofi Nations League, hadiah uang Trofi Henri Delaunay, gelar Juara Eropa, hadiah uang
Peran Kualifikasi Euro Jalur alternatif (Playoff Nations League) Jalur utama dan primer
Status/Prestise Kompetisi baru, penting tapi di bawah Euro/PD Puncak persaingan Eropa, sangat bergengsi

Penjelasan Lebih Detail Tentang Format Keduanya

Supaya nggak ada lagi kebingungan, mari kita bedah format keduanya sedikit lebih dalam.

Format UEFA Nations League

Seperti yang sudah disinggung, ini format liga. Saat ini, ada 55 negara anggota UEFA. Mereka dibagi berdasarkan ranking ke dalam:
* League A: Biasanya 16 tim teratas, dibagi 4 grup (masing-masing 4 tim).
* League B: 16 tim berikutnya, dibagi 4 grup (masing-masing 4 tim).
* League C: 16 tim berikutnya, dibagi 4 grup (masing-masing 4 tim).
* League D: Sisanya, biasanya 7 tim, dibagi 2 grup (satu grup 4 tim, satu grup 3 tim).

Setiap tim di grupnya bermain home and away melawan tim lain di grup yang sama.

  • Promosi: Juara grup di League B, C, D akan promosi ke liga di atasnya untuk edisi berikutnya.
  • Degradasi: Tim juru kunci di League A dan B akan degradasi ke liga di bawahnya. Di League C, ada playout antar tim juru kunci untuk menentukan siapa yang degradasi ke League D (karena League D hanya punya dua grup).
  • Final Four: Empat juara grup dari League A lolos ke Final Four, yang dimainkan di satu negara tuan rumah dalam format semifinal, perebutan tempat ketiga, dan final.

Pertandingan Nations League dimainkan pada tanggal-tanggal internasional yang sudah ditetapkan oleh FIFA, menggantikan waktu yang dulunya diisi oleh pertandingan persahabatan atau awal kualifikasi turnamen besar.

Format UEFA European Championship (Euro)

Ini format yang lebih tradisional:

  1. Babak Kualifikasi: Diikuti oleh hampir seluruh 55 negara anggota UEFA (kecuali tuan rumah jika ada, atau tim yang terkena sanksi). Mereka dibagi ke dalam grup-grup. Pertandingan dimainkan home and away. Tim yang finis di posisi 1 atau 2 grup biasanya lolos langsung ke putaran final.
  2. Babak Playoff Kualifikasi: Beberapa slot tambahan ke putaran final diperebutkan melalui babak playoff. Seperti dijelaskan, jalur playoff ini terkait erat dengan hasil Nations League. Tim-tim terbaik di setiap liga Nations League (yang belum lolos dari kualifikasi reguler) akan mendapatkan kesempatan kedua di playoff ini. Misalnya, ada 4 jalur playoff, dan setiap jalur diisi 4 tim dari liga Nations League yang sama, bertanding dalam format semifinal dan final untuk memperebutkan 1 tiket ke Euro.
  3. Putaran Final: Saat ini diikuti 24 tim. Tim-tim dibagi ke dalam 6 grup (masing-masing 4 tim). Setiap tim bermain 3 kali di babak grup. Tim yang finis di posisi 1 dan 2 di setiap grup, ditambah 4 tim peringkat ketiga terbaik, lolos ke babak gugur.
  4. Babak Gugur (Knockout Stage): Dimulai dari Babak 16 Besar, Perempat Final, Semifinal, hingga Final. Pertandingan dimainkan satu leg tunggal. Pemenang final dinobatkan sebagai Juara Eropa.

Euro dimainkan pada musim panas (biasanya Juni/Juli) di negara-negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah.

Dampak Nations League pada Sepak Bola Internasional

Kehadiran Nations League jelas mengubah lanskap sepak bola internasional di Eropa. Pertama, kualitas pertandingan antarnegara di tanggal internasional meningkat drastis. Tidak ada lagi tim yang “main santai” karena ada poin, promosi/degradasi, dan kesempatan kualifikasi yang dipertaruhkan.

Kedua, ini memberikan kesempatan lebih baik bagi tim-tim dari negara kecil atau menengah. Mereka tidak lagi harus sering menghadapi tim raksasa di setiap jeda internasional (kecuali mereka promosi ke liga yang lebih tinggi). Mereka punya peluang nyata untuk juara di liga mereka sendiri dan bahkan mendapatkan kesempatan playoff ke Euro. Ini bagus untuk pengembangan sepak bola di negara-negara tersebut.

Ketiga, bagi tim-tim besar, Nations League menjadi ajang uji coba yang lebih serius jelang Euro atau Piala Dunia. Mereka bisa menguji kedalaman skuad dan taktik melawan lawan-lawan kuat dari liga yang sama.

Meskipun begitu, ada juga kritik. Jadwal internasional jadi terasa lebih padat bagi pemain, dan potensi cedera meningkat. Beberapa pihak juga merasa status Nations League masih belum sebergengsi turnamen mayor. Namun, secara keseluruhan, UEFA Nations League berhasil menggantikan peran pertandingan persahabatan dengan lebih baik.

Kesimpulan

Jadi, intinya adalah:

  • Euro adalah turnamen besar, puncak, dan sangat bergengsi yang digelar 4 tahun sekali untuk mencari Juara Eropa.
  • UEFA Nations League adalah kompetisi liga yang digelar 2 tahun sekali sebagai pengganti friendly match, tujuannya meningkatkan kompetitifitas, dan bisa jadi jalur alternatif kualifikasi Euro.

Keduanya adalah kompetisi yang berbeda, melayani tujuan yang berbeda, tetapi berjalan beriringan dalam kalender UEFA. Jangan sampai salah lagi ya membedakan antara Piala Dunia Eropa (Euro) dengan kompetisi liga antarnegara (Nations League)!

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai perbedaan UEFA Nations League dan Euro. Semoga sekarang sudah jauh lebih jelas ya!

Bagaimana pendapat kalian tentang kedua kompetisi ini? Lebih suka Euro atau Nations League? Atau punya momen favorit dari salah satu turnamen tersebut? Yuk, share di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar