Him vs Her: Bedanya Apa Sih? Ini Penjelasannya Gampang

Table of Contents

Hai, kamu yang lagi asyik belajar bahasa Inggris atau sekadar penasaran! Sering dengar kata “him” dan “her” kan? Dua kata ini muncul terus-menerus dalam percakapan sehari-hari, film, lagu, atau tulisan bahasa Inggris. Nah, kadang ada yang masih suka bingung, kapan pakai “him” dan kapan pakai “her”? Tenang, itu wajar banget kok! Di artikel ini, kita akan kupas tuntas perbedaan keduanya sampai kamu nggak bakal salah lagi. Yuk, langsung kita mulai!

Apa Itu ‘Him’ dan ‘Her’?

Secara sederhana, “him” dan “her” adalah dua contoh pronouns atau kata ganti dalam bahasa Inggris. Fungsi utama kata ganti itu kan buat menggantikan kata benda (noun) atau frasa kata benda (noun phrase) biar kalimatnya nggak repetitif. Misalnya, daripada bilang “Budi membeli buku, lalu Budi membaca buku itu,” lebih enak kan bilang “Budi membeli buku, lalu dia membaca buku itu.” Nah, dalam bahasa Inggris, kata ganti ini punya beberapa bentuk tergantung perannya dalam kalimat dan juga gendernya.

Nah, “him” dan “her” ini spesifik digunakan untuk menggantikan orang, alias kata ganti orang ketiga tunggal (third-person singular pronoun). Bedanya ada di gender atau jenis kelamin orang yang digantikan. “Him” dipakai untuk menggantikan orang ketiga tunggal yang berjenis kelamin pria, sedangkan “her” dipakai untuk menggantikan orang ketiga tunggal yang berjenis kelamin wanita. Gampang, kan?

Tapi, nggak cuma soal gender. Perbedaan paling krusial dari “him” dan “her” (serta pasangannya yaitu “he” dan “she”) adalah peran mereka dalam kalimat, yaitu sebagai objek. Kita akan bahas lebih lanjut di bagian berikutnya.

Perbedaan Him dan Her
Image just for illustration

‘Him’: Untuk Menggantikan Pria Sebagai Objek

Kata “him” digunakan sebagai kata ganti orang ketiga tunggal yang berjenis kelamin pria saat dia bertindak sebagai objek dalam sebuah kalimat. Objek itu apa sih? Objek adalah pihak yang menerima aksi dalam kalimat. Atau, objek bisa juga muncul setelah kata kerja tertentu atau setelah preposisi (kata depan) seperti to, for, with, about, from, dan lain-lain.

Mari kita lihat contohnya biar lebih jelas:

  • Sebagai Objek Langsung (Direct Object): Ini adalah noun atau pronoun yang langsung menerima aksi dari kata kerja.

    • I saw him yesterday. (Saya melihat dia (laki-laki) kemarin.) -> “him” menerima aksi melihat (saw).
    • She called him this morning. (Dia (perempuan) menelpon dia (laki-laki) pagi ini.) -> “him” menerima aksi menelpon (called).
    • The teacher praised him for his effort. (Gurunya memuji dia (laki-laki) atas usahanya.) -> “him” menerima aksi memuji (praised).
  • Sebagai Objek Tidak Langsung (Indirect Object): Ini adalah noun atau pronoun yang secara tidak langsung menerima aksi, seringkali menerima “sesuatu” yang merupakan objek langsungnya. Objek tidak langsung biasanya muncul setelah kata kerja seperti give, send, tell, show, buy, dll., dan biasanya ada objek langsungnya setelah objek tidak langsung.

    • I gave him the book. (Saya memberi dia (laki-laki) buku itu.) -> Buku (the book) adalah objek langsung, “him” adalah objek tidak langsung yang menerima buku itu.
    • She sent him a letter. (Dia (perempuan) mengirim dia (laki-laki) sebuah surat.) -> Surat (a letter) objek langsung, “him” objek tidak langsung.
    • They told him the truth. (Mereka memberi tahu dia (laki-laki) kebenarannya.) -> Kebenaran (the truth) objek langsung, “him” objek tidak langsung.
  • Sebagai Objek dari Preposisi (Object of Preposition): Ini adalah noun atau pronoun yang muncul setelah kata depan seperti to, for, with, about, from, beside, dll.

    • She is talking to him. (Dia (perempuan) sedang bicara dengan dia (laki-laki).) -> “him” muncul setelah preposisi “to”.
    • This gift is for him. (Hadiah ini untuk dia (laki-laki).) -> “him” muncul setelah preposisi “for”.
    • I went to the cinema with him. (Saya pergi ke bioskop bersama dia (laki-laki).) -> “him” muncul setelah preposisi “with”.
    • What do you know about him? (Apa yang kamu tahu tentang dia (laki-laki)?) -> “him” muncul setelah preposisi “about”.

Penting diingat, kita menggunakan “him” hanya jika orang yang kita maksud adalah pria dan perannya dalam kalimat adalah sebagai objek. Jika perannya sebagai subjek (pelaku aksi), kita akan menggunakan “he”. Contoh: “He gave me the book.” (Dia (laki-laki) memberi saya buku itu.) Di sini “He” adalah subjek.

‘Her’: Untuk Menggantikan Wanita Sebagai Objek

Sama seperti “him”, kata “her” juga digunakan sebagai kata ganti orang ketiga tunggal yang bertindak sebagai objek dalam sebuah kalimat. Bedanya, “her” digunakan untuk menggantikan orang yang berjenis kelamin wanita.

Mari kita lihat contohnya, mirip dengan contoh “him” tadi, tapi kali ini untuk perempuan:

  • Sebagai Objek Langsung (Direct Object):

    • I saw her yesterday. (Saya melihat dia (perempuan) kemarin.) -> “her” menerima aksi melihat (saw).
    • He called her this morning. (Dia (laki-laki) menelpon dia (perempuan) pagi ini.) -> “her” menerima aksi menelpon (called).
    • The teacher praised her for her effort. (Gurunya memuji dia (perempuan) atas usahanya.) -> “her” menerima aksi memuji (praised).
  • Sebagai Objek Tidak Langsung (Indirect Object):

    • I gave her the book. (Saya memberi dia (perempuan) buku itu.) -> Buku (the book) adalah objek langsung, “her” adalah objek tidak langsung yang menerima buku itu.
    • He sent her a letter. (Dia (laki-laki) mengirim dia (perempuan) sebuah surat.) -> Surat (a letter) objek langsung, “her” objek tidak langsung.
    • They told her the truth. (Mereka memberi tahu dia (perempuan) kebenarannya.) -> Kebenaran (the truth) objek langsung, “her” objek tidak langsung.
  • Sebagai Objek dari Preposisi (Object of Preposition):

    • He is talking to her. (Dia (laki-laki) sedang bicara dengan dia (perempuan).) -> “her” muncul setelah preposisi “to”.
    • This gift is for her. (Hadiah ini untuk dia (perempuan).) -> “her” muncul setelah preposisi “for”.
    • I went to the cinema with her. (Saya pergi ke bioskop bersama dia (perempuan).) -> “her” muncul setelah preposisi “with”.
    • What do you know about her? (Apa yang kamu tahu tentang dia (perempuan)?) -> “her” muncul setelah preposisi “about”.

Sama seperti “him”, kita menggunakan “her” hanya jika orang yang kita maksud adalah wanita dan perannya dalam kalimat adalah sebagai objek. Jika perannya sebagai subjek (pelaku aksi), kita akan menggunakan “she”. Contoh: “She gave me the book.” (Dia (perempuan) memberi saya buku itu.) Di sini “She” adalah subjek.

Oh ya, ada satu hal lagi nih tentang “her” yang sering bikin bingung. Kata “her” juga bisa berfungsi sebagai possessive adjective (kata sifat kepemilikan) yang artinya “miliknya (perempuan)”. Contoh: “Her car is red.” (Mobil miliknya (perempuan) berwarna merah.) Di sini “her” menjelaskan kata benda “car”. Jadi, kata “her” punya dua fungsi: sebagai objek pronoun dan sebagai possessive adjective. Kalau “him”, bentuk possessive-nya berbeda, yaitu “his” (“his car is red”). Ini salah satu perbedaan kecil tapi penting antara keduanya!

Perbedaan Utama Secara Gramatikal

Inti dari perbedaan “him” dan “her” adalah kombinasi antara gender dan kasus gramatikal (grammatical case). Keduanya adalah kata ganti orang ketiga tunggal dalam kasus objektif (objective case) atau kadang disebut juga kasus akusatif (accusative case).

Dalam bahasa Inggris, kata ganti orang ketiga tunggal punya bentuk yang berbeda tergantung perannya:

  1. Kasus Subjektif (Subjective Case): Digunakan saat pronoun bertindak sebagai subjek kalimat (pelaku aksi).

    • Pria: He
    • Wanita: She
    • Benda/Hewan: It
  2. Kasus Objektif (Objective Case): Digunakan saat pronoun bertindak sebagai objek kalimat (penerima aksi atau objek preposisi).

    • Pria: Him
    • Wanita: Her
    • Benda/Hewan: It
  3. Kasus Posesif (Possessive Case): Digunakan untuk menunjukkan kepemilikan. Ada dua bentuk: Possessive Adjective (diikuti kata benda) dan Possessive Pronoun (berdiri sendiri).

    • Pria: His (adjective) / His (pronoun)
    • Wanita: Her (adjective) / Hers (pronoun)
    • Benda/Hewan: Its (adjective) / (jarang ada bentuk pronoun untuk ‘it’)

Nah, dari tabel singkat di atas, jelas terlihat polanya:

  • Untuk pria tunggal: He (subjek) -> Him (objek) -> His (posesif)
  • Untuk wanita tunggal: She (subjek) -> Her (objek) -> Her/Hers (posesif)

Jadi, perbedaan gramatikal utama antara “him” dan “her” adalah gendernya, saat keduanya berada dalam kasus objektif. Keduanya tidak bisa dipertukarkan; “himhanya untuk objek pria, dan “herhanya untuk objek wanita.

Him vs Her Grammar
Image just for illustration

Contoh Kalimat Perbandingan Langsung

Biar makin nempel di kepala, yuk kita lihat beberapa pasang kalimat yang kontras, menunjukkan penggunaan “him” dan “her” dalam struktur yang sama:

  • I met him at the party. (Saya bertemu dia (laki-laki) di pesta.)
    • I met her at the party. (Saya bertemu dia (perempuan) di pesta.)
  • Can you help him? (Bisakah kamu membantu dia (laki-laki)?)
    • Can you help her? (Bisakah kamu membantu dia (perempuan)?)
  • Please give this to him. (Tolong berikan ini kepada dia (laki-laki).)
    • Please give this to her. (Tolong berikan ini kepada dia (perempuan).)
  • We talked about him all night. (Kami bicara tentang dia (laki-laki) sepanjang malam.)
    • We talked about her all night. (Kami bicara tentang dia (perempuan) sepanjang malam.)
  • He is looking at him. (Dia (laki-laki) sedang melihat dia (laki-laki).) - Ini bisa terjadi kalau ada dua laki-laki yang berbeda.
    • She is looking at her. (Dia (perempuan) sedang melihat dia (perempuan).) - Ini juga bisa terjadi dengan dua perempuan yang berbeda, atau kalau dia melihat dirinya sendiri di cermin, tergantung konteks.
  • The present is for him. (Hadiahnya untuk dia (laki-laki).)
    • The present is for her. (Hadiahnya untuk dia (perempuan).)

Dari contoh-contoh ini, terlihat jelas polanya. Posisi kata ganti objeknya (setelah kata kerja transitif atau setelah preposisi) sama, hanya bentuknya berubah dari “him” ke “her” saat kita mengganti subjek yang dituju dari pria ke wanita.

Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

Meski terlihat gampang, kadang ada juga lho yang melakukan kesalahan dalam penggunaan “him” dan “her”. Kesalahan paling sering terjadi biasanya mencampuradukkan kasus objektif (“him”, “her”) dengan kasus subjektif (“he”, “she”), terutama setelah preposisi atau dalam kalimat yang digabungkan.

Contoh kesalahan umum:

  • Salah: Between you and she, I think he’s right. (Seharusnya: Between you and her, I think he’s right.)
    • Penjelasan: Setelah preposisi “between”, kita harus menggunakan kata ganti objek, bukan subjek. Jadi, bukan “she” tapi “her”. Begitu juga kalau pakai “I” dan “me”, seharusnya “between you and me”.
  • Salah: He gave the gift to he. (Seharusnya: He gave the gift to him.)
    • Penjelasan: Setelah preposisi “to”, kita butuh kata ganti objek, bukan subjek. Jadi, bukan “he” tapi “him”.
  • Salah: Him and I went to the store. (Seharusnya: He and I went to the store.)
    • Penjelasan: “Him and I” adalah subjek gabungan dari kalimat ini (mereka yang melakukan aksi “went”). Sebagai subjek, kita harus pakai kata ganti subjek, yaitu “He”, bukan “him”. Bentuk yang benar adalah “He and I” atau “I and he” (meski “He and I” lebih umum).

Tips untuk menghindari kesalahan ini:

  1. Identifikasi Peran Kata Gantinya: Tentukan apakah kata ganti tersebut bertindak sebagai subjek (melakukan aksi) atau objek (menerima aksi, atau setelah preposisi).
  2. Cek Posisi dalam Kalimat: Jika kata ganti muncul setelah kata kerja transitif (kata kerja yang butuh objek) atau setelah preposisi, kemungkinan besar itu adalah objek.
  3. Ingat Pasangannya: Ingat selalu pasangan subjek-objek: He <-> Him, She <-> Her, I <-> Me, You <-> You, We <-> Us, They <-> Them, It <-> It.
  4. Tes dengan Subjek/Objek Tunggal: Kalau kamu bingung dengan subjek/objek gabungan (misalnya “Him and I”), coba hilangkan salah satu. Misalnya, “Him went to the store” -> jelas salah, yang benar “He went to the store”. Jadi subjek gabungannya harus pakai bentuk subjek (“He and I”). Atau “He gave the gift to he” -> coba hilangkan “the gift”, “He gave to he” -> masih aneh. Coba ganti objek tunggal, “He gave it to he” -> salah, seharusnya “He gave it to him”. Polanya sama untuk kata ganti objek.

Mengapa Penting Memahami Perbedaan Ini?

Memahami perbedaan antara “him” dan “her” (serta kata ganti kasus objektif lainnya) itu penting banget lho! Kenapa?

  • Komunikasi Jadi Jelas: Menggunakan kata ganti yang tepat membuat kalimatmu mudah dipahami. Kamu nggak akan bikin lawan bicara bingung siapa yang kamu maksud, apakah laki-laki atau perempuan, dan apakah dia yang melakukan sesuatu atau dikenai sesuatu.
  • Tata Bahasa Terdengar Tepat: Menggunakan bentuk kata ganti yang benar membuatmu terdengar lebih native dan menguasai bahasa Inggris. Meskipun mungkin maksudmu bisa dipahami, kesalahan gramatikal ini bisa membuat percakapan atau tulisanmu terasa kurang profesional atau kurang lancar.
  • Menghindari Ambiguitas: Kadang, salah pakai kata ganti bisa menimbulkan makna ganda. Dengan pakai “him” atau “her” di tempat yang tepat, kamu memastikan pesanmu sampai sesuai yang kamu inginkan.

Pokoknya, penguasaan pronoun, termasuk perbedaan “him” dan “her”, adalah fondasi penting dalam membangun kemampuan berbahasa Inggris yang baik dan benar.

Why Learn Pronouns
Image just for illustration

Fakta Menarik Seputar Kata Ganti Bahasa Inggris

Bahasa Inggris itu punya sejarah yang panjang dan seru, lho. Kata ganti seperti “him” dan “her” ini juga punya kisahnya sendiri!

  • Dari Bahasa Inggris Kuno: Bentuk kata ganti seperti yang kita kenal sekarang itu hasil evolusi dari Bahasa Inggris Kuno (Old English). Dulu, sistem kasus gramatikalnya jauh lebih rumit, mirip bahasa Jerman atau Latin. Kata ganti punya lebih banyak bentuk akhiran tergantung perannya (subjek, objek langsung, objek tidak langsung, posesif, dll.). Kata “him” dan “her” berasal dari bentuk objektif pada masa itu, meskipun ejaannya sudah berubah.
  • Penyederhanaan Kasus: Seiring waktu, Bahasa Inggris mengalami penyederhanaan besar-besaran pada sistem kasusnya. Banyak akhiran yang hilang, dan peran kata dalam kalimat jadi lebih banyak ditentukan oleh urutan kata (word order). Tapi, kata ganti (pronouns) adalah salah satu dari sedikit sisa-sisa sistem kasus yang masih bertahan kuat. Itulah kenapa kita masih punya bentuk berbeda untuk subjek (he/she) dan objek (him/her).
  • Munculnya Singular ‘They’: Di era modern, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya inklusivitas gender, penggunaan kata ganti orang ketiga tunggal netral gender menjadi penting. Meskipun secara tradisional “they/them/their” digunakan untuk jamak, penggunaannya untuk merujuk pada satu orang yang gendernya tidak diketahui atau tidak spesifik, atau untuk individu yang mengidentifikasi non-biner, semakin diterima luas. Ini menunjukkan bahasa terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan penggunanya. Meskipun begitu, “him” dan “her” tetap standar untuk merujuk pada pria dan wanita secara spesifik sebagai objek.

Fakta-fakta ini menunjukkan kalau tata bahasa itu bukan sesuatu yang statis, tapi terus berubah dan beradaptasi. Memahami asal-usulnya bisa membantu kita lebih menghargai aturan-aturan yang ada.

Tips Praktis untuk Mengingat dan Menggunakan

Bingung mau mulai latihan dari mana? Coba tips-tips sederhana ini:

  1. Buat Contoh Kalimatmu Sendiri: Jangan cuma baca contoh dari buku atau artikel. Coba bikin kalimat versimu sendiri menggunakan nama teman atau keluargamu. “Saya melihat Budi kemarin” -> “I saw him yesterday.” “Saya memberi hadiah untuk Siti” -> “I gave a gift for her.”
  2. Latihan Mengubah Kalimat: Ambil kalimat yang pakai kata benda, lalu ubah kata bendanya jadi kata ganti. Contoh: “I talked to John.” -> John itu laki-laki, posisinya setelah preposisi “to” (objek). Jadi, “I talked to him.” Contoh lain: “He bought a present for Mary.” -> Mary itu perempuan, posisinya setelah preposisi “for” (objek). Jadi, “He bought a present for her.”
  3. Perhatikan Saat Membaca atau Mendengar: Sadari penggunaan “him” dan “her” saat kamu membaca buku, artikel, atau mendengarkan percakapan, lagu, atau podcast bahasa Inggris. Coba identifikasi siapa yang dimaksud oleh “him” atau “her” dan apa perannya dalam kalimat. Makin sering terpapar, makin natural kamu akan merasa dengan penggunaannya.
  4. Cari Latihan Online: Banyak banget situs web yang menyediakan latihan soal tentang penggunaan pronoun. Coba cari di Google dengan kata kunci “English pronoun exercises” atau “object pronoun practice”. Latihan langsung akan sangat membantu!
  5. Fokus pada Posisi: Kalau ragu, ingatlah di mana posisi kata ganti itu. Apakah dia di awal kalimat sebelum kata kerja (kemungkinan subjek)? Atau dia muncul setelah kata kerja transitif atau setelah preposisi (kemungkinan objek, pakai “him” atau “her” tergantung gender)?

Mempelajari tata bahasa itu seperti membangun rumah. Pronoun seperti bata-bata dasarnya. Kalau fondasi (pemahaman basic seperti ini) kuat, kamu akan lebih mudah membangun struktur kalimat yang lebih kompleks nantinya. Jangan takut salah di awal, yang penting terus berlatih!

Ringkasan Singkat

Oke, jadi intinya perbedaan mendasar antara “him” dan “her” adalah:

  • Keduanya adalah kata ganti orang ketiga tunggal yang berfungsi sebagai objek dalam kalimat.
  • Him digunakan untuk menggantikan orang yang berjenis kelamin pria.
  • Her digunakan untuk menggantikan orang yang berjenis kelamin wanita.
  • Keduanya muncul setelah kata kerja transitif atau setelah preposisi.

Ingat ya, kalau mereka bertindak sebagai subjek, kata gantinya beda: “he” untuk pria dan “she” untuk wanita. Dan kalau menunjukkan kepemilikan, bentuknya “his” (pria) dan “her”/hers (wanita).

Him vs Her Summary
Image just for illustration

Nah, gimana? Semoga penjelasan ini cukup jelas ya dan bisa membantu kamu membedakan kapan harus pakai “him” dan kapan pakai “her”. Ini adalah salah satu dasar penting dalam bahasa Inggris yang kalau kamu kuasai, kemampuan komunikasimu pasti akan meningkat pesat.

Punya pertanyaan lain tentang “him” dan “her” atau kata ganti lainnya? Atau mungkin punya tips seru lain buat mengingat perbedaannya? Share yuk di kolom komentar di bawah! Mari kita belajar bersama!

Posting Komentar