Biar Gak Bingung: Pahami Perbedaan His dan Her Bahasa Inggris
Memulai dengan Dasar: Apa Itu Kata Ganti Kepunyaan?
Dalam bahasa Inggris, kalau kita mau bilang “punyanya dia”, kita nggak pakai kata “punya” terus ditambahin nama orangnya. Ada kata khusus yang disebut kata ganti kepunyaan, atau dalam istilah kerennya possessive. Nah, kata ganti kepunyaan ini gunanya buat nunjukkin siapa pemilik dari suatu benda atau orang. Contoh paling gampang itu kayak my (punyaku), your (punyamu), our (punya kita), their (punya mereka). Tapi, gimana kalau pemiliknya itu dia? Nah, di sinilah peran his dan her masuk.
His dan her ini sama-sama berarti “punyanya dia”, tapi ada bedanya. Perbedaan ini terletak pada jenis kelamin si pemilik. Kalau pemiliknya laki-laki, kita pakai kata ganti kepunyaan yang beda dengan kalau pemiliknya perempuan. Ini sering banget bikin bingung buat yang baru belajar atau bahkan yang udah lumayan lama belajar bahasa Inggris. Jangan khawatir, kita akan bahas tuntas supaya kamu nggak bingung lagi!
Mengenal Lebih Dekat ‘His’
Oke, kita mulai dari his. Kapan sih kita pakai kata ini? Gampang aja. Kita pakai his kalau barang atau orang yang kita omongin itu milik dia yang berjenis kelamin laki-laki. Ingat ya, fokusnya adalah siapa pemiliknya, bukan jenis kelamin barangnya. Kalau dia laki-laki, ya pakai his.
Image just for illustration
Kata his ini punya dua peran utama dalam kalimat, lho. Dia bisa jadi kata sifat kepunyaan (possessive adjective) dan bisa juga jadi kata ganti kepunyaan (possessive pronoun). Meskipun bentuk katanya sama, tapi posisinya dalam kalimat dan fungsinya sedikit beda. Nanti kita lihat perbedaannya biar makin jelas.
Arti dan Makna ‘His’
Secara sederhana, his itu artinya “miliknya (dia laki-laki)”. Kata ini berasal dari subjek he, yang artinya “dia (laki-laki)”. Jadi, setiap kali kamu mau bilang sesuatu itu punya si “dia laki-laki”, ya pakainya his. Entah itu buku, mobil, rumah, teman, atau bahkan ide.
Misalnya, kalau kamu lihat ada buku yang jatuh dan kamu tahu itu punya temanmu yang cowok bernama Budi, kamu bisa bilang, “Is this his book?” Artinya, “Apakah ini buku miliknya (Budi si cowok)?” Atau kalau kamu mau bilang mobil itu adalah miliknya ayahmu, kamu bilang, “That’s his car.” Simpel kan?
‘His’ sebagai Kata Sifat Kepunyaan (Possessive Adjective)
Ini adalah peran his yang paling umum. Sebagai kata sifat kepunyaan, his itu tugasnya menjelaskan kata benda (noun) yang mengikutinya. Posisinya selalu sebelum kata benda yang dijelaskan. Fungsinya sama kayak kata sifat lain, tapi spesifik nunjukkin kepunyaan.
Strukturnya kira-kira begini: His + Kata Benda. Contohnya: his phone, his bag, his sister, his job. Kata his di sini menjelaskan phone, bag, sister, dan job itu milik siapa, yaitu milik dia (laki-laki).
Mari kita lihat beberapa contoh kalimatnya:
* His new phone is very expensive. (Ponsel barunya [milik dia laki-laki] sangat mahal.) Di sini, his menjelaskan phone.
* She borrowed his jacket because it was cold. (Dia meminjam jaketnya [milik dia laki-laki] karena dingin.) His menjelaskan jacket.
* His sister is coming to visit next week. (Adiknya [milik dia laki-laki] akan datang berkunjung minggu depan.) His menjelaskan sister.
* Everyone admired his courage. (Semua orang mengagumi keberaniannya [milik dia laki-laki].) His menjelaskan courage (keberanian), yang merupakan kata benda abstrak.
‘His’ sebagai Kata Ganti Kepunyaan (Possessive Pronoun)
Selain jadi kata sifat, his juga bisa jadi kata ganti kepunyaan atau possessive pronoun. Nah, kalau jadi possessive pronoun, his itu berdiri sendiri, nggak diikuti kata benda lagi. Fungsinya adalah menggantikan seluruh frasa kata benda kepunyaan (yaitu Possessive Adjective + Noun).
Ini gunanya biar kalimat kita nggak pengulangan kata benda yang sama terus-menerus. Misalnya, daripada bilang “Buku ini milikku, buku itu miliknya dia laki-laki”, kita bisa bilang “Buku ini milikku, buku itu miliknya (dia laki-laki)”. Kata “miliknya” yang kedua itulah possessive pronoun.
Strukturnya kira-kira begini: ... adalah His atau ... punya His. Tapi yang penting, tidak ada kata benda setelah His saat dia berfungsi sebagai possessive pronoun.
Mari kita lihat beberapa contoh kalimatnya dan bandingkan dengan bentuk possessive adjective:
* Possessive Adjective: That is his car. (Itu mobilnya [milik dia laki-laki].)
* Possessive Pronoun: That car is his. (Mobil itu adalah miliknya [milik dia laki-laki].) Perhatikan, his berdiri sendiri di akhir kalimat.
* Possessive Adjective: This is his idea. (Ini idenya [milik dia laki-laki].)
* Possessive Pronoun: This idea is his. (Ide ini adalah miliknya [milik dia laki-laki].)
* Possessive Adjective: Where is his bag? (Di mana tasnya [milik dia laki-laki]?)
* Possessive Pronoun: I found a bag. Is it his? (Aku menemukan sebuah tas. Apakah itu miliknya [milik dia laki-laki]?)
Jadi, bentuk his itu unik karena dia sama baik saat jadi possessive adjective maupun possessive pronoun. Beda dengan kata ganti kepunyaan lain seperti my (adjective) -> mine (pronoun) atau her (adjective) -> hers (pronoun). Ini salah satu hal yang bikin his agak spesial dan kadang bikin pemula makin bingung kalau nggak diperhatikan posisinya dalam kalimat.
Mengenal Lebih Dekat ‘Her’
Sekarang kita pindah ke her. Kalau his untuk pemilik laki-laki, nah, her ini kebalikannya. Kita pakai her kalau barang atau orang yang kita omongin itu milik dia yang berjenis kelamin perempuan. Sama seperti his, fokusnya adalah jenis kelamin si pemilik, bukan barangnya. Kalau dia perempuan, ya pakai her.
Image just for illustration
Sama persis seperti his, kata her juga punya dua peran dalam kalimat: sebagai kata sifat kepunyaan (possessive adjective) dan sebagai kata ganti kepunyaan (possessive pronoun). Tapi, bedanya dengan his, bentuk kata her itu berbeda saat dia jadi possessive pronoun. Kalau possessive adjective bentuknya her, kalau possessive pronoun bentuknya hers (ditambah ‘s’). Ini penting banget untuk diingat!
Arti dan Makna ‘Her’
Her artinya “miliknya (dia perempuan)”. Kata ini berasal dari subjek she, yang artinya “dia (perempuan)”. Jadi, setiap kali kamu mau bilang sesuatu itu punya si “dia perempuan”, entah itu teman, ibu, adik perempuan, atau siapapun yang berjenis kelamin perempuan, kamu pakainya her atau hers.
Misalnya, kalau kamu lihat ada topi lucu dan kamu tahu itu punya temanmu yang cewek bernama Siti, kamu bisa bilang, “That must be her hat.” Artinya, “Itu pasti topinya miliknya (Siti si cewek).” Atau kalau kamu mau bilang itu adalah miliknya ibumu, kamu bilang, “That’s her idea.”
‘Her’ sebagai Kata Sifat Kepunyaan (Possessive Adjective)
Ini adalah peran her yang paling sering kamu temui. Sebagai kata sifat kepunyaan, her tugasnya menjelaskan kata benda yang mengikutinya. Posisinya selalu sebelum kata benda yang dijelaskan. Sama kayak his sebagai adjective.
Strukturnya kira-kira begini: Her + Kata Benda. Contohnya: her book, her car, her brother, her dream. Kata her di sini menjelaskan book, car, brother, dan dream itu milik siapa, yaitu milik dia (perempuan).
Mari kita lihat beberapa contoh kalimatnya:
* Her dress is beautiful. (Gaunnya [milik dia perempuan] cantik sekali.) Di sini, her menjelaskan dress.
* I really like her singing voice. (Aku sangat suka suara nyanyinya [milik dia perempuan].) Her menjelaskan singing voice.
* Her brother is a doctor. (Kakak/Adik laki-lakinya [milik dia perempuan] adalah seorang dokter.) Her menjelaskan brother.
* They discussed her plans for the future. (Mereka mendiskusikan rencananya [milik dia perempuan] untuk masa depan.) Her menjelaskan plans.
‘Her’ sebagai Kata Ganti Kepunyaan (Possessive Pronoun)
Nah, ini dia bentuk her yang berbeda. Saat jadi possessive pronoun, bentuknya berubah jadi hers (ada ‘s’ di belakangnya). Seperti possessive pronoun lainnya, hers ini berdiri sendiri dan menggantikan seluruh frasa kata benda kepunyaan (Her + Noun).
Gunanya juga sama, menghindari pengulangan kata benda. Daripada bilang “Tas ini milikku, tas itu miliknya dia perempuan”, kita bisa bilang “Tas ini milikku, tas itu miliknya (dia perempuan)”. Nah, kata “miliknya” yang kedua itulah hers.
Strukturnya kira-kira begini: ... adalah Hers atau ... punya Hers. Yang penting, tidak ada kata benda setelah Hers.
Mari kita lihat beberapa contoh kalimatnya dan bandingkan dengan bentuk possessive adjective:
* Possessive Adjective: That is her cat. (Itu kucingnya [milik dia perempuan].)
* Possessive Pronoun: That cat is hers. (Kucing itu adalah miliknya [milik dia perempuan].) Perhatikan, hers berdiri sendiri.
* Possessive Adjective: This is her laptop. (Ini laptopnya [milik dia perempuan].)
* Possessive Pronoun: This laptop is hers. (Laptop ini adalah miliknya [milik dia perempuan].)
* Possessive Adjective: Where are her keys? (Di mana kunci-kuncinya [milik dia perempuan]?)
* Possessive Pronoun: I found some keys. Are they hers? (Aku menemukan beberapa kunci. Apakah itu miliknya [milik dia perempuan]?)
Ini adalah perbedaan krusial antara his dan her dalam hal bentuk kata. His bentuknya sama untuk adjective dan pronoun, sedangkan her bentuknya her (adjective) dan hers (pronoun). Jangan sampai keliru ya!
Perbedaan Mendasar ‘His’ dan ‘Her’: Fokus pada Gender Pemilik
Oke, sekarang kita rangkum inti perbedaannya. Perbedaan paling fundamental antara his dan her adalah jenis kelamin si pemilik.
- Gunakan His saat pemiliknya adalah laki-laki (He).
- Gunakan Her atau Hers saat pemiliknya adalah perempuan (She).
Ingat, yang dilihat itu siapa yang punya, bukan apa yang dipunyai atau siapa yang dibicarakan selain pemiliknya.
Perbandingan Langsung
Mari kita lihat beberapa contoh kalimat yang hanya berbeda subjek pemiliknya:
* He lost his wallet. (Dia laki-laki kehilangan dompetnya.) -> Dompet itu milik dia laki-laki.
* She lost her wallet. (Dia perempuan kehilangan dompetnya.) -> Dompet itu milik dia perempuan.
- That is his bicycle. (Itu sepedanya [milik dia laki-laki].) -> Penggunaan sebagai Possessive Adjective.
-
That is her bicycle. (Itu sepedanya [milik dia perempuan].) -> Penggunaan sebagai Possessive Adjective.
-
That bicycle is his. (Sepeda itu adalah miliknya [milik dia laki-laki].) -> Penggunaan sebagai Possessive Pronoun.
- That bicycle is hers. (Sepeda itu adalah miliknya [milik dia perempuan].) -> Penggunaan sebagai Possessive Pronoun.
Jelas ya perbedaannya? Kuncinya benar-benar ada pada gender dari subjek atau orang yang memiliki sesuatu.
Tabel Ringkasan Perbedaan His dan Her
Biar makin gampang diingat, yuk kita bikin tabel ringkasan!
| Kata Ganti Subjek | Kata Ganti Kepunyaan (Pemilik) | Possessive Adjective | Possessive Pronoun | Contoh (Adjective) | Contoh (Pronoun) |
|---|---|---|---|---|---|
| He (Dia Laki-laki) | His (Milik dia Laki-laki) | His (mengikuti noun) | His (berdiri sendiri) | His book | The book is his |
| She (Dia Perempuan) | Her (Milik dia Perempuan) | Her (mengikuti noun) | Hers (berdiri sendiri) | Her book | The book is hers |
Tabel ini menunjukkan dengan jelas bahwa bentuk his itu tetap sama, sementara bentuk her berubah menjadi hers ketika berfungsi sebagai possessive pronoun. Ini adalah poin penting yang sering jadi sumber kesalahan.
Bagaimana ‘His’ dan ‘Her’ Berfungsi dalam Kalimat? (Adjective vs. Pronoun)
Memahami apakah his atau her berfungsi sebagai adjective atau pronoun itu penting untuk menyusun kalimat yang benar. Letak kata ini dalam kalimat adalah petunjuk utamanya.
Mengidentifikasi Possessive Adjective
Possessive adjective (his, her) selalu muncul tepat sebelum kata benda yang dijelaskan. Fungsinya seperti kata sifat biasa, memberikan informasi tentang kata benda tersebut, dalam hal ini, tentang siapa pemiliknya.
Contoh:
* Look at his new shoes. (His menjelaskan shoes)
* Where did you put her glasses? (Her menjelaskan glasses)
* His speech was very inspiring. (His menjelaskan speech)
* Everyone appreciated her effort. (Her menjelaskan effort)
Kata benda yang dijelaskan bisa berupa benda fisik (shoes, glasses), orang (his friend, her mother), tempat (his house, her office), atau bahkan konsep/hal abstrak (his idea, her plan).
Mengidentifikasi Possessive Pronoun
Possessive pronoun (his, hers) berdiri sendiri dan menggantikan frasa possessive adjective + noun. Biasanya, mereka muncul di akhir kalimat atau klausa, atau setelah kata kerja seperti is, are, was, were, belongs to, dll.
Contoh:
* This is my bag, and that one is his. (Menggantikan his bag)
* That car isn’t mine, it’s hers. (Menggantikan her car)
* These keys are his. (Menggantikan his keys)
* I think this phone belongs to her. Yes, it is hers. (Menggantikan her phone)
Perhatikan bahwa his sebagai pronoun terlihat persis sama dengan his sebagai adjective. Kamu hanya bisa tahu perbedaannya dari apakah ada kata benda setelahnya atau tidak. Kalau ada kata benda setelahnya, dia adalah adjective. Kalau tidak ada, dia adalah pronoun. Sementara untuk her, bentuknya sudah beda (her vs hers), jadi lebih mudah dibedakan fungsinya.
Lebih Banyak Contoh Perbandingan
Supaya makin melekat, yuk lihat beberapa contoh lagi dengan perbandingan yang lebih jelas:
- Sentence A: Tom showed me his new painting. (His = Adjective, menjelaskan painting)
-
Sentence B: That painting over there is his. (His = Pronoun, menggantikan his painting)
-
Sentence C: Sarah brought her famous cookies to the party. (Her = Adjective, menjelaskan cookies)
-
Sentence D: These delicious cookies are hers. (Hers = Pronoun, menggantikan her famous cookies)
-
Sentence E: The teacher praised his answer. (His = Adjective, menjelaskan answer)
-
Sentence F: The best answer was his. (His = Pronoun, menggantikan his answer)
-
Sentence G: She shared her umbrella with me. (Her = Adjective, menjelaskan umbrella)
- Sentence H: I forgot my umbrella, so she let me use hers. (Hers = Pronoun, menggantikan her umbrella)
Dengan melihat contoh-contoh ini, semoga kamu makin paham kapan menggunakan his/his dan her/*hers berdasarkan gender pemilik dan juga fungsinya dalam kalimat (apakah diikuti kata benda atau berdiri sendiri).
Kata Ganti Kepunyaan Lain yang Serupa: Sekilas tentang ‘Its’
Kadang, kebingungan juga bisa muncul dengan kata ganti kepunyaan lain yang bunyinya mirip atau bentuknya pendek, yaitu its. Nah, kalau his untuk pemilik laki-laki (he) dan her/hers untuk pemilik perempuan (she), maka its ini untuk pemilik yang bukan manusia, bisa benda mati atau hewan (it).
Sama seperti his, bentuk its sebagai possessive adjective dan possessive pronoun itu sama.
- Its color is green. (Warnanya [milik benda/hewan itu] hijau.) - Its sebagai Possessive Adjective, menjelaskan color.
- The cat is licking its paw. (Kucing itu menjilati cakarnya [milik kucing itu].) - Its sebagai Possessive Adjective, menjelaskan paw.
- That tree lost its leaves. (Pohon itu kehilangan daun-daunnya [milik pohon itu].) - Its sebagai Possessive Adjective, menjelaskan leaves.
Sebagai Possessive Pronoun, its jarang digunakan, tapi secara gramatikal bisa saja jika konteksnya memungkinkan dan menghindari pengulangan:
* The book lost its cover, but the story is still its own. (Buku itu kehilangan sampulnya, tapi ceritanya tetap miliknya sendiri.) - Its pertama adjective, kedua pronoun. Agak kaku memang, tapi mungkin saja ditemui.
Penting: Jangan pernah keliru its (possessive) dengan it’s (singkatan dari it is atau it has)! Ini salah satu kesalahan paling umum dalam bahasa Inggris.
Tips dan Trik Mudah Mengingat Perbedaan His dan Her
Sudah tahu bedanya, tapi gimana caranya biar nggak ketukar saat ngomong atau nulis? Ini ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu:
Gunakan Asosiasi
- His dan He: Keduanya mulai dengan huruf ‘H’ dan punya suara yang mirip. Ingat aja, He (dia laki-laki) -> His (miliknya dia laki-laki). Kalau kamu ingat He itu untuk laki-laki, maka His pasangannya.
- Her dan She: Keduanya juga mulai dengan huruf ‘H’ dan punya akhiran ‘e’. She (dia perempuan) -> Her (miliknya dia perempuan). Selain itu, kata Her dan Hers ada huruf ‘r’ di dalamnya, sama seperti ‘r’ di kata ‘girl’ atau ‘woman’ (meskipun ini agak dipaksakan, haha, tapi kadang membantu).
Latihan Terus-menerus
Cara terbaik untuk menguasai ini adalah dengan latihan. Coba cari contoh kalimat di buku, artikel, atau film, dan identifikasi apakah itu his atau her dan kenapa. Coba buat kalimat sendiri menggunakan his dan her. Semakin sering kamu pakai, semakin otomatis kamu akan tahu mana yang benar.
Visualisasikan Pemiliknya
Saat kamu mau menggunakan his atau her, bayangkan orang yang kamu maksud. Apakah dia laki-laki atau perempuan? Kalau laki-laki, langsung pasangkan dengan his. Kalau perempuan, pasangkan dengan her/hers.
Visualisasi Sederhana: Dari Subjek ke Kepunyaan
Biar makin jelas alurnya dari subjek sampai ke kata ganti kepunyaannya, ini ada visualisasi sederhana pakai diagram:
```mermaid
graph TD
A[Dia Laki-laki] → B{Subjek: He};
C[Dia Perempuan] → D{Subjek: She};
B --> E[Kepunyaan: His];
D --> F[Kepunyaan: Her/Hers];
E --> G(Milik Dia Lk);
F --> H(Milik Dia Pr);
```
Diagram ini menunjukkan bagaimana subjek ‘He’ mengarah ke kepunyaan ‘His’, sementara subjek ‘She’ mengarah ke kepunyaan ‘Her/Hers’. Sederhana tapi hopefully membantu visualisasi di otakmu!
Fakta Menarik Seputar Possessive dalam Bahasa Inggris
- Dalam bahasa Inggris kuno, kata ganti kepunyaan bentuknya berbeda dan berevolusi seiring waktu. Bentuk his sudah ada sejak lama, sementara bentuk hers dengan ‘s’ di belakang baru muncul belakangan untuk membedakannya dari her sebagai objek.
- Beberapa bahasa lain tidak membedakan kata ganti kepunyaan berdasarkan gender pemilik seperti bahasa Inggris. Mereka mungkin punya satu kata yang artinya “miliknya” tanpa spesifikasi gender.
- Dalam penggunaan informal, kadang orang secara keliru menggunakan its untuk manusia (misalnya, The baby is crying, its diaper is full), meskipun secara grammar his atau her (jika gendernya diketahui) lebih tepat. Namun, its untuk bayi kadang diterima dalam konteks tertentu. Ini menunjukkan bagaimana bahasa bisa beradaptasi, meski secara aturan standar tetap ada pedomannya.
- Penggunaan his sebagai kata ganti kepunyaan generik untuk merujuk pada pemilik yang gendernya tidak diketahui (misalnya, Every student must bring his book) dulunya umum, tapi sekarang lebih disarankan menggunakan bentuk yang netral gender seperti their (meskipun jamak, bisa untuk singular generic) atau menulis ulang kalimatnya untuk menghindari penggunaan spesifik gender jika tidak diperlukan (Every student must bring a book atau Every student must bring his or her book). Ini menunjukkan evolusi bahasa menuju penggunaan yang lebih inklusif.
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi
Selain tertukar antara his dan her karena gender, ada beberapa kesalahan umum lain terkait penggunaannya:
- Menggunakan Her sebagai Possessive Pronoun: Sering terjadi pemula menggunakan her di akhir kalimat tanpa diikuti kata benda, padahal seharusnya hers. Contoh: That phone is her. (SALAH) Seharusnya: That phone is hers. (BENAR)
- Menggunakan His dengan Gender yang Salah: Tentu saja, ini kesalahan utama. Menggunakan his untuk pemilik perempuan atau her untuk pemilik laki-laki.
- Tertukar dengan It’s atau Here’s: Karena bunyinya mirip, kadang orang keliru menulis his atau her padahal maksudnya it’s atau here’s. Ini lebih ke masalah ejaan. Ingat, it’s = it is atau it has. Here’s = here is. His dan her adalah kata ganti kepunyaan.
- Menggunakan Bentuk Jamak: Terkadang orang bingung saat pemiliknya jamak (mereka/they). Kata ganti kepunyaan untuk they adalah their (adjective) dan theirs (pronoun), bukan his atau her.
Menggunakan His/Her dalam Berbagai Konteks
Penggunaan his dan her relatif standar baik dalam konteks formal maupun informal. Namun, ada sedikit nuansa ketika berbicara tentang hewan atau subjek yang gendernya tidak diketahui/tidak penting.
- Hewan: Jika kamu tahu jenis kelamin hewan peliharaanmu, kamu bisa menggunakan his (untuk hewan jantan) atau her (untuk hewan betina). Contoh: My dog wagged his tail. My cat is very attached to her toys. Jika jenis kelaminnya tidak diketahui atau tidak relevan, its adalah pilihan yang paling umum. The bird returned to its nest.
- Subjek yang Gendernya Tidak Diketahui/Generik: Seperti yang disebutkan di fakta menarik, penggunaan his sebagai generic possessive adjective (untuk orang yang gendernya tidak spesifik) semakin jarang digunakan. Sekarang, penggunaan their atau penulisan ulang kalimat lebih disukai untuk menghindari bias gender.
Sudah Siap Menggunakan ‘His’ dan ‘Her’ dengan Benar?
Semoga setelah membaca penjelasan lengkap ini, kamu jadi makin paham perbedaan antara his dan her, kapan menggunakannya sebagai adjective atau pronoun, dan bagaimana menghindari kesalahan umum. Kuncinya adalah selalu memperhatikan jenis kelamin pemilik dan posisi kata dalam kalimat (apakah diikuti kata benda atau tidak).
Ini adalah dasar yang sangat penting dalam bahasa Inggris, jadi menguasainya akan sangat membantu kelancaran komunikasi kamu. Jangan takut salah di awal, teruslah berlatih dan gunakan tips-tips yang sudah kita bahas tadi!
Akhir Kata
Nah, itu dia pembahasan tuntas tentang perbedaan his dan her. Gimana, sekarang sudah nggak bingung lagi kan? Kalau kamu punya pertanyaan atau mau berbagi pengalaman lucu saat pertama kali belajar his dan her, yuk tulis di kolom komentar di bawah! Kita bisa belajar bareng dari pengalaman satu sama lain.
Posting Komentar