Begini Cara Paham Perbedaan Would dan Will dengan Mudah

Table of Contents

Belajar bahasa Inggris itu seru, tapi kadang ada aja parts yang bikin bingung, kan? Salah satunya adalah membedakan kapan pakai will dan kapan pakai would. Dua kata ini kelihatannya mirip, sama-sama modal verb yang berhubungan sama masa depan atau kemungkinan, tapi penggunaannya beda banget lho konteksnya! Jangan khawatir, di artikel ini kita bakal kupas tuntas perbedaannya biar kamu makin jago berbahasa Inggris.

difference between will and would
Image just for illustration

Memahami ‘Will’: Si Paling Prediktif dan Pasti (di Masa Depan)

Will adalah modal verb yang paling sering kita temui buat ngomongin future tense atau masa depan. Fungsi utamanya adalah untuk menyatakan sesuatu yang kemungkinan besar atau bahkan pasti akan terjadi di masa depan. Jadi, kalau kamu yakin atau memprediksi sesuatu, will ini jagoannya.

Strukturnya gampang kok: Subjek + will + Kata Kerja Dasar (Verb 1). Gampang banget, kan?

Penggunaan Utama ‘Will’

1. Memprediksi Kejadian di Masa Depan

Ini adalah fungsi paling umum dari will. Kamu pakai ini kalau mau ngomongin sesuatu yang kamu prediksi bakal terjadi. Prediksi ini bisa berdasarkan pengamatan, pendapat, atau perkiraan aja.

Contoh:
* I think it will rain tomorrow. (Aku pikir besok bakal hujan.) - Ini prediksi cuaca.
* She will be a great doctor. (Dia akan jadi dokter yang hebat.) - Ini prediksi tentang masa depan seseorang.
* The train will arrive in ten minutes. (Keretanya akan tiba dalam sepuluh menit.) - Ini prediksi berdasarkan jadwal.

Dalam konteks ini, will menunjukkan keyakinan (meskipun tidak 100%) tentang apa yang akan datang. Ini berbeda dengan present continuous atau be going to yang biasanya buat rencana yang lebih pasti atau sudah diatur. Will terasa lebih spontan atau prediksi umum.

2. Menyatakan Keputusan Spontan

Kalau kamu memutuskan sesuatu di saat berbicara (bukan rencana yang udah dibuat jauh-jauh hari), pakai will. Keputusan ini muncul begitu aja, spontan.

Contoh:
* Oh, I forgot my wallet! Don’t worry, I will pay with my card. (Oh, aku lupa dompetku! Jangan khawatir, aku akan bayar pakai kartu.) - Keputusan ini dibuat saat sadar dompet ketinggalan.
* This food is delicious! I will have another plate. (Makanan ini enak banget! Aku akan tambah sepiring lagi.) - Keputusan dadakan karena makanannya enak.
* It’s getting dark. I will go home now. (Sudah mulai gelap. Aku akan pulang sekarang.) - Keputusan diambil berdasarkan kondisi saat itu.

Keputusan spontan dengan will ini menunjukkan aksi yang langsung diambil setelah ada pemicu atau ide muncul. Beda dengan going to yang biasanya sudah direncanakan sebelumnya.

3. Membuat Janji (Promises)

Kalau kamu mau berjanji, will adalah kata kuncinya. Ini menunjukkan niat kuat untuk melakukan sesuatu di masa depan.

Contoh:
* I promise I will finish the report by Friday. (Aku janji aku akan menyelesaikan laporannya hari Jumat.) - Ini janji untuk menyelesaikan tugas.
* I will never leave you. (Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.) - Ini janji kesetiaan.
* Don’t worry, I will help you with your homework. (Jangan khawatir, aku akan membantumu mengerjakan PRmu.) - Ini janji untuk membantu.

Janji dengan will biasanya disampaikan dengan keyakinan dan kesungguhan. Ini adalah cara standar untuk membuat komitmen di masa depan.

4. Menawarkan Bantuan (Offers)

Mau menawarkan bantuan ke orang lain? Pakai will. Ini menunjukkan kesediaanmu untuk melakukan sesuatu.

Contoh:
* That bag looks heavy. I will carry it for you. (Tas itu kelihatan berat. Aku akan membawakannya untukmu.) - Menawarkan bantuan membawakan tas.
* I will make some coffee. (Aku akan membuatkan kopi.) - Menawarkan untuk membuatkan kopi.
* If you can’t find a taxi, I will give you a ride. (Kalau kamu tidak menemukan taksi, aku akan mengantarmu.) - Menawarkan tumpangan.

Penawaran ini menunjukkan willingness atau kesediaan untuk melakukan sesuatu demi orang lain.

5. Mengungkapkan Kesediaan (Willingness)

Selain tawaran, will juga bisa dipakai untuk menyatakan kesediaan diri sendiri secara umum untuk melakukan sesuatu.

Contoh:
* Okay, I will do it. (Oke, aku akan melakukannya.) - Menyatakan kesediaan untuk melakukan permintaan.
* She will listen to your problem. (Dia bersedia mendengarkan masalahmu.) - Menyatakan kesediaan orang lain.
* We will try our best. (Kami akan berusaha sebaik mungkin.) - Menyatakan kesediaan untuk berusaha.

Ini beda tipis sama tawaran, lebih ke penegasan bahwa kamu bersedia melakukan sesuatu.

6. Permintaan (Requests) - Dengan ‘Will you…?’

Dalam bentuk pertanyaan, Will you…? bisa digunakan untuk meminta seseorang melakukan sesuatu. Meskipun sedikit kurang sopan dibandingkan Would you…?, ini masih umum digunakan, terutama dalam situasi informal atau ketika kamu yakin orang tersebut mau melakukannya.

Contoh:
* Will you close the window, please? (Tolong tutup jendelanya?) - Permintaan yang cukup langsung.
* Will you help me with this? (Maukah kamu membantuku dengan ini?) - Menanyakan kesediaan seseorang untuk membantu.

Perlu diingat, Will you…? terkadang bisa terdengar seperti perintah, terutama jika intonasinya datar. Bandingkan nanti dengan Would you…? yang lebih sopan.

Secara umum, will ini berhubungan erat dengan fakta atau prediksi di masa depan, keputusan spontan, janji, dan kesediaan. Rasanya lebih pasti atau langsung dibandingkan would.

Memahami ‘Would’: Si Paling Bersyarat, Sopan, dan Hipotetikal

Nah, kalau would ini agak lebih kompleks. Would adalah bentuk lampau (past form) dari will. Tapi jangan salah, penggunaannya nggak cuma buat ngomongin masa lampau aja lho. Would juga sering dipakai buat situasi yang tidak nyata, bersyarat, atau sangat sopan.

Struktur dasarnya mirip dengan will: Subjek + would + Kata Kerja Dasar (Verb 1). Tapi kadang ada juga struktur lain tergantung konteksnya.

Penggunaan Utama ‘Would’

1. Kalimat Pengandaian (Conditional Sentences)

Ini mungkin penggunaan would yang paling terkenal, terutama di Conditional Type 2 dan Type 3. Would dipakai di bagian main clause untuk menyatakan hasil yang mungkin (di Tipe 2) atau tidak mungkin (di Tipe 3) terjadi karena syaratnya tidak terpenuhi.

Conditional Type 2 (Situasi Hipotetikal/Tidak Nyata di Masa Sekarang/Depan):
Struktur: If + Subject + Verb 2/Did, Subject + would + Verb 1
Contoh:
* If I had a million dollars, I would buy a big house. (Kalau aku punya sejuta dolar, aku akan beli rumah besar.) - Faktanya sekarang aku tidak punya sejuta dolar, jadi tidak bisa beli rumah besar. Ini situasi hipotetikal.
* If she studied harder, she would pass the exam. (Kalau dia belajar lebih keras, dia akan lulus ujian.) - Faktanya dia tidak belajar lebih keras, jadi kemungkinan tidak lulus.

Conditional Type 3 (Situasi Hipotetikal/Tidak Nyata di Masa Lampau):
Struktur: If + Subject + Had + Verb 3, Subject + would have + Verb 3
Contoh:
* If I had known you were coming, I would have baked a cake. (Kalau aku tahu kamu akan datang, aku pasti sudah membuat kue.) - Faktanya aku tidak tahu kamu datang (di masa lampau), jadi tidak membuat kue. Ini pengandaian tentang masa lalu.
* If he had listened to me, he would not have made that mistake. (Kalau dia mendengarkanku, dia tidak akan membuat kesalahan itu.) - Faktanya dia tidak mendengarkanku di masa lampau, jadi dia membuat kesalahan.

Dalam kalimat pengandaian, would menunjukkan hasil yang bergantung pada terpenuhi atau tidaknya syarat di klausa ‘if’. Ini sifatnya tidak pasti atau tidak nyata di realitas saat ini atau masa lampau.

2. Permintaan yang Sangat Sopan (Polite Requests)

Dibandingkan Will you…?, Would you…? jauh lebih sopan. Ini cara yang lebih halus untuk meminta seseorang melakukan sesuatu.

Contoh:
* Would you mind opening the window? (Bersediakah Anda membuka jendelanya?) - Permintaan yang sangat sopan.
* Would you please pass the salt? (Tolong ambilkan garamnya?) - Permintaan sopan saat makan.
* Would you be able to help me tomorrow? (Apakah Anda bisa membantu saya besok?) - Menanyakan kesediaan atau kemampuan dengan sopan.

Menggunakan would di sini menunjukkan penghormatan dan membuat permintaanmu terdengar kurang memaksa.

3. Tawaran yang Sopan (Polite Offers)

Sama seperti permintaan, tawaran dengan would juga lebih sopan dan sering menggunakan frasa seperti “Would you like…?

Contoh:
* Would you like some coffee? (Apakah Anda mau kopi?) - Tawaran yang sopan.
* I would be happy to help. (Saya akan senang hati membantu.) - Menyatakan kesediaan dengan sopan.
* Would you care to join us for dinner? (Bersediakah Anda bergabung dengan kami untuk makan malam?) - Ajakan yang sangat sopan.

Ini adalah cara standar untuk menawarkan sesuatu atau mengundang seseorang dalam situasi formal atau semi-formal.

4. Mengungkapkan Keinginan atau Preferensi (Preferences)

Frasa seperti “would like” dan “would rather” digunakan untuk menyatakan keinginan atau pilihan (preferensi).

Contoh:
* I would like a glass of water, please. (Saya mau segelas air.) - Menyatakan keinginan.
* We would like to invite you to our party. (Kami ingin mengundangmu ke pesta kami.) - Menyatakan keinginan untuk mengundang.
* I would rather stay home tonight than go out. (Aku lebih suka tinggal di rumah malam ini daripada keluar.) - Menyatakan preferensi.
* She would rather eat pizza than pasta. (Dia lebih suka makan pizza daripada pasta.) - Menyatakan preferensi di antara dua pilihan.

Di sini, would berfungsi untuk melembutkan pernyataan keinginan atau preferensi, membuatnya terdengar lebih sopan dan tidak memaksa.

5. Bentuk Lampau dari ‘Will’ (Past of Will) - Dalam Reported Speech

Seperti yang sudah disebut, would adalah bentuk lampau dari will. Ini paling sering terlihat saat mengubah kalimat langsung (direct speech) menjadi kalimat tidak langsung (reported speech), terutama ketika kata kerja utama dalam kalimat tidak langsung itu dalam bentuk lampau.

Contoh:
* Direct Speech: He said, “I will come tomorrow.” (Dia berkata, “Aku akan datang besok.”)
* Reported Speech: He said that he would come the next day. (Dia berkata bahwa dia akan datang keesokan harinya.)

  • Direct Speech: She thought, “It will rain later.” (Dia berpikir, “Nanti bakal hujan.”)
  • Reported Speech: She thought that it would rain later. (Dia berpikir bahwa nanti bakal hujan.)

Ketika melaporkan apa yang dikatakan seseorang di masa lampau, will berubah menjadi would untuk mencerminkan pergeseran waktu.

6. Mengungkapkan Kebiasaan di Masa Lampau (Past Habits) - Kurang Umum

Dalam beberapa konteks, would bisa digunakan untuk menyatakan kebiasaan atau tindakan yang sering dilakukan di masa lampau, mirip dengan used to. Namun, penggunaan ini kurang umum dibandingkan used to dan biasanya untuk tindakan yang berulang, bukan kondisi atau keadaan.

Contoh:
* Every summer, we would go to the beach. (Setiap musim panas, kami dulu pergi ke pantai.) - Mirip dengan used to go.
* He would always bring me flowers on my birthday. (Dia dulu selalu membawakanku bunga di hari ulang tahunku.) - Kebiasaan di masa lalu.

Penting: Would dalam konteks ini hanya bisa untuk actions (tindakan), bukan states (keadaan). Kamu tidak bisa bilang “I would be shy” tapi “I used to be shy”.

7. Mengungkapkan Penolakan di Masa Lampau

Bentuk negatif wouldn’t bisa digunakan untuk menyatakan penolakan di masa lampau.

Contoh:
* I tried to persuade him, but he wouldn’t listen. (Aku mencoba membujuknya, tapi dia tidak mau mendengarkan/menolak mendengarkan.) - Dia menolak di masa lampau.
* The car wouldn’t start this morning. (Mobilnya tadi pagi tidak mau menyala/menolak menyala.) - Menunjukkan kegagalan atau penolakan fungsi benda mati.

Ini menunjukkan ketidakmauan atau penolakan yang terjadi di masa lampau.

Secara umum, would ini berhubungan dengan situasi tidak nyata, kesopanan, masa lampau (sebagai bentuk lampau dari will), dan ekspresi keinginan/preferensi. Rasanya lebih tidak pasti, tidak langsung, atau hipotetikal dibandingkan will.

Perbandingan Langsung: Will vs Would

Supaya makin jelas, kita bikin tabel perbandingan nih buat rangkum perbedaan utama antara will dan would:

Fitur Utama Will Would
Waktu/Konteks Masa Depan (prediksi, janji, keputusan spontan), Masa Kini (tawaran, permintaan langsung) Hipotetikal (pengandaian), Masa Lampau (reported speech, kebiasaan), Masa Kini (permintaan/tawaran sopan, keinginan)
Tingkat Kepastian Lebih Pasti / Yakin (berdasarkan prediksi/niat) Kurang Pasti / Hipotetikal (situasi tidak nyata, bersyarat)
Tingkat Kesopanan Langsung / Kurang Sopan (untuk permintaan) Lebih Sopan (untuk permintaan, tawaran, keinginan)
Fungsi Utama Prediksi, Janji, Keputusan Spontan, Tawaran/Permintaan Langsung, Kesediaan Kalimat Pengandaian, Permintaan/Tawaran Sopan, Keinginan/Preferensi, Bentuk Lampau dari Will, Kebiasaan Lampau (kurang umum)
Contoh Singkat I will go. (Aku akan pergi.) If I were you, I would go. (Kalau aku jadi kamu, aku akan pergi.)
Will you help me? (Maukah kamu membantuku?) Would you help me, please? (Maukah Anda membantu saya?)
He said, “I will leave.” He said he would leave.

Intinya, kalau kamu ngomongin sesuatu yang real atau kemungkinan besar real di masa depan dari sudut pandang saat ini, pakai will. Kalau kamu ngomongin sesuatu yang tidak real, hipotetikal, bersyarat, atau kamu mau terdengar sangat sopan, atau kamu ngomongin masa depan dari sudut pandang masa lalu, pakai would.

Tips Menguasai Will dan Would

  1. Fokus pada Konteks: Selalu perhatikan konteks kalimatnya. Apakah itu situasi nyata atau hipotetikal? Apakah kamu membuat janji atau mengandaikan sesuatu? Apakah kamu meminta dengan sopan atau langsung?
  2. Identifikasi Klausa ‘If’: Kalau ada klausa ‘if’ yang menyatakan syarat yang tidak terpenuhi, kemungkinan besar kamu butuh would di klausa utamanya (untuk conditional type 2 & 3).
  3. Perhatikan Bentuk Waktu Lain: Kalau kalimat utamamu dalam bentuk lampau (misalnya, pakai kata kerja said, thought, asked), dan kamu melaporkan apa yang akan terjadi di masa depan (dari sudut pandang masa lampau itu), maka will berubah jadi would.
  4. Untuk Kesopanan: Kapanpun kamu ingin terdengar lebih sopan saat meminta atau menawarkan sesuatu, would adalah pilihan yang lebih baik (Would you…?, Would you like…?).
  5. Latihan dengan Contoh: Cari banyak contoh kalimat yang menggunakan will dan would dari berbagai sumber (buku, film, artikel). Perhatikan bagaimana penutur asli menggunakannya.
  6. Coba Buat Kalimat Sendiri: Setelah paham teorinya, coba buat kalimat-kalimat sendiri menggunakan will dan would dalam berbagai konteks yang sudah dijelaskan.
  7. Jangan Takut Salah: Namanya juga belajar, pasti ada salahnya. Itu wajar kok! Dari kesalahan justru kita belajar banyak.

Mempelajari will dan would memang butuh waktu dan latihan. Mereka adalah dua modal verb yang sangat fleksibel dengan banyak fungsi.

Fakta Menarik Seputar Modal Verbs

Tahukah kamu? Modal verbs seperti will dan would ini punya beberapa ciri unik:
* Mereka selalu diikuti oleh kata kerja dasar (bare infinitive) tanpa ‘to’. Contoh: will go, would help, BUKAN will to go atau would to help.
* Mereka tidak berubah bentuk meskipun subjeknya He, She, atau It. Tidak ada tambahan ‘-s’. Contoh: He will go, She would help.
* Untuk membuat kalimat negatif, tinggal tambahkan not setelah modal verb. Contoh: will not (won’t), would not (wouldn’t).
* Untuk membuat kalimat tanya, pindahkan modal verb ke depan subjek. Contoh: Will you come?, Would she help?

Memahami ciri-ciri umum modal verbs ini bisa membantu kamu menggunakan will dan would dengan lebih tepat dalam struktur kalimat.

Kapan ‘Will’ dan ‘Would’ Bisa Mirip?

Ada beberapa area di mana penggunaan will dan would bisa sedikit tumpang tindih atau punya makna yang berdekatan, tapi tetap ada nuansanya:

Permintaan dan Tawaran

Seperti yang sudah dibahas, Will you…? dan Would you…? bisa digunakan untuk permintaan. Begitu juga Will you have some tea? (kurang umum) vs Would you like some tea?. Perbedaannya di tingkat kesopanan dan kehalusan. Would selalu lebih sopan.

Menyatakan Kemungkinan atau Prediksi

Meskipun will lebih sering untuk prediksi yang lebih pasti, would juga bisa muncul dalam konteks prediksi, terutama ketika ada unsur keraguan atau kondisi yang tidak pasti. Misalnya: That would be the postman. (Itu mungkin tukang posnya.) - Menggunakan would di sini menunjukkan perkiraan atau asumsi yang kurang pasti dibanding That will be the postman. (Itu pasti tukang posnya - berdasarkan jam datang atau suara yang familiar).

Dalam Kalimat Tidak Langsung (Reported Speech)

Kadang-kadang, dalam kalimat tidak langsung yang kata kerja utamanya dalam bentuk present, will tidak berubah menjadi would. Contoh: He says he will come. (Dia bilang dia akan datang.) - Karena says (present), will tetap will. Kalau He said, baru jadi would.

Nuansa-nuansa ini menunjukkan bahwa bahasa itu dinamis. Tapi, pegang prinsip dasar yang sudah dibahas di awal: will untuk yang lebih pasti/nyata di masa depan (dari sudut pandang sekarang) dan would untuk yang tidak nyata/hipotetikal, lampau (reported speech), atau sangat sopan.

Dengan memahami fungsi-fungsi ini satu per satu dan membandingkannya, kamu akan semakin terbiasa mengenali kapan harus pakai will dan kapan pakai would. Latihan terus kuncinya!

practice using will and would
Image just for illustration

Semoga penjelasan ini membantu menjernihkan kebingungan tentang perbedaan antara will dan would. Kedua kata ini memang penting banget dalam bahasa Inggris sehari-hari maupun formal. Menguasainya akan sangat meningkatkan kemampuan komunikasi kamu.

Yuk, jangan sungkan berinteraksi! Kalau ada pertanyaan atau kamu punya contoh kalimat lain yang menarik, langsung tulis di kolom komentar di bawah ya. Kita bisa belajar bareng-bareng!

Posting Komentar