Begini Cara Mudah Pahami Perbedaan It dan That Biar Nggak Bingung

Table of Contents

Sering bingung kapan harus pakai ‘it’ dan kapan pakai ‘that’ saat ngomong atau nulis dalam bahasa Inggris? Tenang, kamu nggak sendirian! Dua kata ini memang sering banget bikin penutur bahasa Inggris non-natif garuk-garuk kepala. Padahal, ‘it’ dan ‘that’ itu punya peran dan makna yang beda lho, meskipun kadang terlihat mirip.

Intinya, ‘it’ dan ‘that’ adalah kata-kata serbaguna dalam bahasa Inggris. Mereka bisa menggantikan kata benda (pronoun), bisa menunjukkan sesuatu (demonstrative), dan bahkan ‘that’ bisa jadi kata penghubung (conjunction). Nah, perbedaan utamanya terletak pada apa yang mereka ganti atau tunjuk, dan bagaimana mereka berfungsi dalam kalimat. Yuk, kita bedah satu per satu biar makin jelas!

Perbedaan It dan That
Image just for illustration

‘It’: Si Pronoun Netral yang Serbaguna

Kata ‘it’ paling sering kita kenal sebagai pronoun tunggal yang menggantikan benda mati, hewan (kalau gendernya nggak diketahui atau nggak penting), atau ide abstrak. Dia sifatnya netral, nggak punya gender, dan jumlahnya selalu tunggal. Ini fungsi dasarnya yang paling sering kita temui sehari-hari.

Contoh paling gampang: “I have a new phone. It is very fast.” Di sini, ‘it’ menggantikan kata ‘phone’. Nggak perlu ngulang ‘phone’ lagi, cukup pakai ‘it’. Contoh lain: “My cat is sleeping. It looks so peaceful.” Di sini ‘it’ menggantikan ‘cat’, karena gendernya mungkin nggak spesifik disebut atau nggak relevan dalam konteks ini.

‘It’ untuk Waktu, Cuaca, Jarak, dan Identifikasi

Nah, ini nih salah satu peran unik ‘it’ yang sering bikin bingung. ‘It’ sering dipakai sebagai subjek dalam kalimat yang ngomongin waktu, cuaca, jarak, atau buat mengidentifikasi sesuatu. Dalam kasus ini, ‘it’ sering disebut sebagai dummy subject atau expletive ‘it’. Dia nggak ngacu ke kata benda spesifik sebelumnya, tapi lebih ke subjek gramatikal biar kalimatnya lengkap dan bener.

Misalnya, buat ngomongin waktu: “It is 7 o’clock.” Buat cuaca: “It is raining heavily.” Buat jarak: “It is five kilometers to the nearest town.” Atau buat mengidentifikasi seseorang saat ada telepon: “It is John calling.” Dalam semua contoh ini, ‘it’ bukan menggantikan kata benda tertentu, tapi hanya mengisi posisi subjek.

‘It’ sebagai Dummy Subject/Object untuk Frasa atau Klausa

Fungsi lain yang nggak kalah penting dari ‘it’ adalah sebagai dummy subject atau dummy object ketika subjek atau objek sebenarnya adalah frasa infinitif (to + verb) atau klausa ‘that’. Ini biasanya dipakai buat bikin kalimat jadi lebih ringkas atau lebih mudah diucapkan.

Contoh sebagai dummy subject: “It is difficult to learn a new language.” Subjek sebenarnya adalah frasa “to learn a new language,” tapi kita pakai ‘it’ di depan biar kalimatnya nggak jadi “To learn a new language is difficult,” yang terasa agak kaku. Contoh lain: “It is important that you study hard.” Subjek sebenarnya adalah klausa “that you study hard.”

Contoh sebagai dummy object: “I find it difficult to wake up early.” Objek sebenarnya adalah frasa “to wake up early.” Kita pakai ‘it’ setelah kata kerja ‘find’ sebagai objek semu. Contoh lain: “She believes it is true that he is leaving.” Objek semu ‘it’ merujuk pada klausa “that he is leaving.” Fungsi ini membantu memindahkan frasa atau klausa yang panjang ke bagian akhir kalimat.

Fungsi It dalam Kalimat
Image just for illustration

‘That’: Si Penunjuk Jauh dan Penghubung Klausa

Sekarang kita bahas ‘that’. Kata ini lebih kompleks lagi karena bisa punya beberapa peran gramatikal yang beda-beda. Paling sering, ‘that’ dikenal sebagai demonstrative atau kata penunjuk. Sebagai demonstrative, dia bisa jadi pronoun atau adjective.

‘That’ sebagai Demonstrative Pronoun

Sebagai demonstrative pronoun tunggal, ‘that’ dipakai buat menunjuk benda, orang, atau ide yang letaknya jauh dari pembicara, baik secara fisik maupun konseptual. Dia adalah kebalikan dari ‘this’ yang menunjuk benda/orang/ide yang dekat.

Contoh: (Kamu melihat rumah di seberang jalan) “That is my house.” (Nunjuk sesuatu yang jaraknya jauh). Contoh lain: (Mendengar ide dari teman yang tidak kamu setujui) “That is a bad idea.” (Menunjuk ide/konsep yang terasa ‘jauh’ atau berbeda darimu). Jadi, ‘that’ di sini menggantikan ‘my house’ atau ‘a bad idea’, tapi sekaligus menunjukkan jarak atau perbedaan.

‘That’ sebagai Demonstrative Adjective (Determiner)

Selain jadi pronoun, ‘that’ juga bisa berfungsi sebagai demonstrative adjective atau determiner. Bedanya dengan pronoun, kalau jadi adjective, ‘that’ ditaruh sebelum kata benda untuk menjelaskan kata benda mana yang dimaksud. Tetap dengan konsep menunjuk yang jauh dan tunggal.

Contoh: “I want that book (not this one).” ‘That’ menjelaskan kata benda ‘book’, menunjukkan buku mana yang kamu mau (yang letaknya agak jauh). Contoh lain: “That student over there is very smart.” ‘That’ menjelaskan ‘student’ dan menunjuk siswa yang mana. Di sini, ‘that’ bertindak seperti penentu atau pembatas makna kata benda.

‘That’ sebagai Conjunction

Ini fungsi ‘that’ yang beda banget dari ‘it’. ‘That’ sering dipakai sebagai conjunction atau kata penghubung untuk memperkenalkan noun clause (klausa kata benda), terutama setelah kata kerja yang berhubungan dengan pikiran, perasaan, atau komunikasi (seperti think, believe, know, say, feel, understand, hope, agree, dll.).

Contoh: “I think that he is right.” ‘That’ menghubungkan klausa utama “I think” dengan klausa kata benda “he is right,” di mana “he is right” berfungsi sebagai objek dari kata kerja ‘think’. Contoh lain: “She said that she was busy.” ‘That’ menghubungkan “She said” dengan “she was busy.” Seringkali, ‘that’ sebagai conjunction ini bisa dihilangkan, terutama dalam percakapan santai, tanpa mengubah makna: “I think he is right.” “She said she was busy.”

Fungsi That dalam Kalimat
Image just for illustration

Perbandingan Langsung: Kapan Pakai ‘It’, Kapan Pakai ‘That’?

Nah, sekarang kita coba bandingkan langsung biar lebih jelas kapan milih ‘it’ atau ‘that’. Fokus utamanya biasanya pada perbandingan antara ‘it’ sebagai pronoun biasa vs. ‘that’ sebagai demonstrative.

  1. Referensi:

    • ‘It’ biasanya merujuk ke kata benda tunggal yang sudah disebutkan sebelumnya atau sudah jelas dari konteks.
    • ‘That’ sebagai demonstrative merujuk ke kata benda/orang/ide yang jauh atau baru diperkenalkan (seringkali sambil menunjuk).

    • Contoh: Kamu beli baju baru. Temanmu tanya, “How do you like your new shirt?” Kamu jawab, “It’s great!” (‘It’ merujuk pada ‘new shirt’ yang sudah jelas dari konteks).

    • Contoh: Kamu melihat baju bagus di etalase toko dari jauh. Kamu bilang ke temanmu, “That shirt is beautiful!” (‘That’ menunjuk baju yang letaknya jauh darimu).
  2. Jarak (Fisik dan Konseptual):

    • Konsep jarak adalah kunci utama perbedaan antara ‘it’ dan ‘that’ ketika keduanya berfungsi sebagai pronoun pengganti benda. ‘It’ cenderung merujuk pada sesuatu yang ‘dekat’ secara konseptual (sudah dalam percakapan). ‘That’ merujuk pada sesuatu yang ‘jauh’ secara fisik atau konseptual (baru ditunjuk, atau ide yang berbeda).

    • Contoh: Kamu sedang memegang pena. “Can you give me it?” (Agak aneh, biasanya pakai “Can you give me the pen?” atau “Can you give it to me?” kalau ‘it’ sudah jelas).

    • Contoh: Pena temanmu jatuh di seberang ruangan. “Can you pick up that pen for me?” (‘That’ menunjuk pena yang jauh).
  3. Fungsi Gramatikal:

    • ‘It’ hampir selalu pronoun (menggantikan kata benda) atau dummy subject/object.
    • ‘That’ bisa pronoun (menggantikan kata benda/ide sambil menunjuk), adjective (menjelaskan kata benda sambil menunjuk), atau conjunction (menghubungkan klausa).

    • Contoh ‘it’ pronoun: “The dog is cute. It likes to play.”

    • Contoh ‘that’ pronoun:That is my car.” (menunjuk mobil jauh)
    • Contoh ‘that’ adjective: “I like that car.” (menunjuk mobil jauh)
    • Contoh ‘that’ conjunction: “I know that you like cars.”
  4. Mengacu pada Klausa atau Ide Sebelumnya:

    • Keduanya bisa mengacu pada seluruh kalimat atau ide yang disebutkan sebelumnya, tapi dengan sedikit perbedaan nuansa.
    • ‘It’ lebih netral saat merujuk pada klausa sebelumnya, seringkali merujuk pada hasil atau konsekuensi dari klausa tersebut.
    • ‘That’ saat merujuk pada klausa sebelumnya seringkali memberikan penekanan atau menjadi komentar tentang klausa tersebut.

    • Contoh: “He forgot his keys. It made him late.” (‘It’ merujuk pada fakta bahwa dia lupa kuncinya, dan itu menyebabkan dia terlambat - konsekuensi netral).

    • Contoh: “He forgot his keys. That was careless of him.” (‘That’ merujuk pada tindakan melupakan kunci, dan ini adalah komentar atau penilaian terhadap tindakan itu - penekanan/komentar).

It is vs That is

Pasangan ‘It is’ dan ‘That is’ juga sering jadi sumber kebingungan. Seringkali mereka bisa saling menggantikan, tapi ada situasi di mana salah satunya lebih pas:

  • ‘It is’ lebih umum dipakai untuk:
    • Memberi deskripsi atau identifikasi tentang sesuatu yang sudah diketahui atau sudah jelas dari konteks. “Look at my new phone. It is very sleek.”
    • Menyatakan fakta atau situasi umum. “It is hot today.” “It is true that he left.”
    • Sebagai dummy subject. “It is important to listen.”
  • ‘That is’ lebih umum dipakai untuk:
    • Memperkenalkan sesuatu atau seseorang, terutama yang baru masuk dalam percakapan atau ditunjuk. (Saat telepon berdering) “That is the phone.” (Melihat seseorang datang) “That is my brother.”
    • Merujuk pada sesuatu yang jauh atau tidak sedang dipegang/dekat. “That is a beautiful painting (over there).”
    • Menyatakan persetujuan atau pengakuan terhadap apa yang baru saja dikatakan seseorang (“That is a good point.”).

Intinya, kalau kamu memperkenalkan atau menunjuk sesuatu yang baru/jauh, ‘That is’ seringkali lebih pas. Kalau kamu mendeskripsikan atau mengidentifikasi sesuatu yang sudah jelas/dekat secara konseptual, ‘It is’ lebih pas.

Tabel Perbandingan Singkat

Biar makin gampang diingat, ini dia rangkuman perbandingan fungsi ‘it’ dan ‘that’:

Fitur Penting ‘It’ (Pronoun) ‘That’ (Demonstrative) ‘That’ (Conjunction)
Jenis Kata Pronoun Pronoun / Adjective Konjungsi
Mengacu Pada Benda/Hewan/Ide/Waktu/Cuaca/Jarak (tunggal), Klausa (dummy subject/object), Sudah jelas/Disebut Benda/Orang/Ide (tunggal), Jauh, Memperkenalkan/Menunjuk Klausa, sering setelah verb mental
Jarak (Konsep) Dekat / Sudah Jelas Jauh N/A (menghubungkan klausa)
Gender/Jumlah Netral, Tunggal Tunggal (demonstrative jamak: those) N/A
Penekanan Netral Kadang memberi penekanan N/A
Bisa Dihilangkan? Tidak Tidak (kecuali kalau jadi that relatif informal) Seringkali bisa (setelah verb)

Tips Biar Nggak Bingung Lagi

Membedakan ‘it’ dan ‘that’ memang butuh latihan dan pembiasaan. Ini beberapa tips yang bisa membantumu:

  1. Fokus pada Konteks: Selalu perhatikan kalimat-kalimat sebelum dan sesudahnya. Apakah kata yang dirujuk sudah disebut? Apakah kamu sedang menunjuk sesuatu yang jauh? Konteks adalah petunjuk terpenting.
  2. Identifikasi Fungsi: Coba kenali, apakah ‘it’ atau ‘that’ di kalimat tersebut berfungsi sebagai pronoun (pengganti), adjective (penjelas kata benda), atau conjunction (penghubung)? Ini akan sangat membantu.
  3. Pikirkan Jarak: Khusus untuk ‘it’ vs ‘that’ sebagai pronoun pengganti benda, bayangkan jaraknya. Kalau benda itu ‘dekat’ secara percakapan atau sudah jelas, pakai ‘it’. Kalau kamu sedang menunjuk sesuatu yang ‘jauh’ (fisik atau ide), pakai ‘that’.
  4. Perhatikan Frasa Tetap: Ingat bahwa ‘it’ punya frasa tetap untuk waktu, cuaca, jarak, dan dummy subject. Kalau ketemu kalimat seperti “It is cold,” atau “It is five miles,” atau “It is nice to meet you,” itu pasti pakai ‘it’.
  5. Latihan Mendengar dan Membaca: Semakin sering kamu terpapar bahasa Inggris asli (dari film, musik, podcast, buku, artikel), semakin natural kamu akan merasakan kapan harus pakai ‘it’ dan kapan pakai ‘that’. Otakmu perlahan akan terbiasa dengan polanya.
  6. Jangan Takut Salah: Wajar kok bikin salah di awal. Yang penting terus mencoba dan belajar dari kesalahan. Tanyakan ke teman atau guru bahasa Inggrismu kalau ragu.

Tips Belajar It dan That
Image just for illustration

Fun Facts & Idiom Pakai ‘It’ dan ‘That’

‘It’ dan ‘that’ juga muncul dalam banyak idiom dan ungkapan sehari-hari. Mengenali ini bisa bikin bahasa Inggrismu terdengar lebih natural:

  • ‘It’:
    • It’s up to you: Terserah kamu.
    • Get it?: Ngerti kan? Paham?
    • Take it easy: Santai saja.
    • As it is: Seperti adanya, dalam kondisi sekarang.
    • It goes without saying that…: Tidak perlu dikatakan lagi bahwa…
  • ‘That’:
    • That’s it!: Sudah selesai! / Itu dia! (Saat menemukan solusi) / Cukup! (Menyatakan batas kesabaran)
    • That’s why…: Itu sebabnya…
    • That’s all folks!: Sekian dulu semuanya! (Ungkapan penutup)
    • That said…: Meskipun demikian… / Namun begitu… (Dipakai untuk memperkenalkan kontras)
    • Just like that: Tiba-tiba, semudah itu (tanpa diduga).

Melihat ‘it’ dan ‘that’ dalam berbagai konteks, termasuk idiom, akan makin menguatkan pemahamanmu tentang bagaimana kata-kata ini dipakai oleh penutur asli.

Kesimpulan

Memahami perbedaan ‘it’ dan ‘that’ memang butuh waktu dan latihan. Ingatlah bahwa ‘it’ adalah pronoun netral untuk benda yang sudah jelas atau subjek semu untuk waktu/cuaca/dll, sedangkan ‘that’ adalah penunjuk (demonstrative) untuk yang jauh dan juga bisa jadi penghubung klausa.

Jangan cuma dihafalin, coba dipraktikkan langsung dalam kalimat. Semakin sering dipakai, semakin terbiasa dan kamu akan bisa merasakan perbedaannya secara insting. Bahasa itu soal kebiasaan, bukan cuma aturan grammar yang kaku.

Semoga penjelasan ini bikin kamu nggak bingung lagi membedakan ‘it’ dan ‘that’. Kalau ada bagian yang masih kurang jelas atau punya contoh kalimat lain yang bikin kamu ragu, jangan sungkan lho!

Punya pertanyaan atau mau sharing pengalaman belajarmu tentang ‘it’ dan ‘that’? Langsung aja tulis di kolom komentar di bawah ya! 👇

Posting Komentar