Bedanya RMB dan Yuan: Penjelasan Simpel Soal Mata Uang Tiongkok

Table of Contents

RMB vs Yuan
Image just for illustration

Sering dengar istilah RMB dan Yuan kalau ngomongin mata uang Tiongkok? Pasti pernah, ya. Nah, kadang bikin bingung kan, sebenarnya sama nggak sih? Atau ada bedanya? Kalau ada, bedanya apa? Pertanyaan-pertanyaan ini wajar banget muncul, karena memang dua istilah ini sering dipakai bergantian. Tapi, secara teknis, ada lho perbedaan mendasar di baliknya. Biar nggak penasaran lagi dan makin paham, yuk kita bongkar satu per satu.

Apa Itu Yuan?

Okay, kita mulai dari yang mungkin paling sering kamu dengar: Yuan (元). Apa sih Yuan itu? Simpelnya gini, Yuan itu adalah unit dasar atau satuan dari mata uang resmi Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Mirip-mirip kayak “rupiah” sebagai satuan dari mata uang Indonesia, atau “dollar” sebagai satuan dari mata uang Amerika Serikat (US Dollar).

Jadi, kalau kamu lihat harga di Tiongkok, misalnya harga apel Rp 5 Yuan, itu artinya 5 satuan Yuan. Yuan ini yang jadi patokan nilai ketika orang bertransaksi sehari-hari, ngitung harga barang, atau nerbitin faktur. Angka di belakang simbol mata uang Tiongkok (¥) itu menunjukkan berapa jumlah Yuan-nya.

Apa Itu Renminbi (RMB)?

Nah, sekarang Renminbi. Renminbi (人民币) ini adalah nama resmi dari mata uang Republik Rakyat Tiongkok. Kepanjangan dari Renminbi adalah “Rénmínbì” yang artinya “Mata Uang Rakyat”. Nama ini diberikan oleh bank sentral Tiongkok, People’s Bank of China (PBOC), saat pertama kali mata uang modern ini diperkenalkan setelah berdirinya RRT.

Jadi, kalau kamu mau menyebut nama mata uang Tiongkok secara formal atau dalam konteks kebijakan moneter, istilah yang tepat adalah Renminbi. Mirip kalau kita ngomongin nama mata uang Indonesia, yaitu Rupiah, atau nama mata uang Amerika Serikat, yaitu United States Dollar. Renminbi adalah “payung besar”-nya, nama resminya.

Jadi, Apa Bedanya Renminbi dan Yuan?

Ini dia inti permasalahannya. Bedanya itu ada di konteks penggunaan dan pengertian teknisnya. Gampangnya gini:

  • Renminbi (RMB) adalah nama mata uang Tiongkok.
  • Yuan (元) adalah satuan dasar dari mata uang Renminbi.

Bayangin analogi gini: Ada mata uang namanya Pound Sterling (ini namanya). Satuan dasarnya adalah Pound. Jadi, kalau kamu punya uang 10 Pound Sterling, kamu punya 10 satuan Pound. Atau di Indonesia, nama mata uang kita Rupiah, satuan dasarnya juga disebut Rupiah. Ini yang kadang bikin bingung, karena nama mata uang dan satuan dasarnya sama. Nah, di Tiongkok, nama mata uangnya beda dengan satuan dasarnya (meskipun sering dipakai bergantian).

Jadi, Renminbi adalah sistem mata uangnya, sementara Yuan adalah unit hitungnya. Kamu nggak bisa bilang “Saya mau menukar Yuan,” yang lebih tepat secara teknis adalah “Saya mau menukar Renminbi,” dan nanti kamu akan menerima uang dalam satuan Yuan (beserta pecahan lainnya). Tapi, dalam percakapan sehari-hari, sering banget orang bilang “Saya bayar pakai Yuan” atau “Harganya berapa Yuan?”, dan itu dipahami sebagai transaksi menggunakan mata uang Renminbi dalam satuan Yuan.

Kenapa Sering Bikin Bingung?

Nah, ini alasan kenapa banyak orang tertukar atau menganggapnya sama:

  1. Penggunaan Sehari-hari: Di Tiongkok sendiri, saat orang bertransaksi, mereka paling sering menyebut jumlah dalam Yuan. Jarang sekali mereka akan bilang “Harganya 5 Renminbi,” tapi lebih sering “Harganya 5 Yuan” atau “Wǔ kuài” (lima keping/potong, yang merujuk pada Yuan). Ini membuat istilah Yuan lebih familiar di telinga masyarakat umum.
  2. Simbol Mata Uang: Simbol mata uang Tiongkok adalah ¥. Simbol ini secara historis dan umum diasosiasikan dengan Yuan. Jadi, saat melihat simbol ¥ dan angka di sebelahnya, orang langsung berpikir “Oh, ini Yuan.”
  3. Konteks Internasional: Bahkan dalam laporan berita atau diskusi ekonomi internasional, seringkali istilah Yuan digunakan untuk merujuk pada mata uang Tiongkok, terutama saat membahas nilai tukar (misalnya, “nilai tukar Dolar terhadap Yuan”). Kode mata uang internasional yang diakui ISO 4217 untuk Renminbi adalah CNY (Chinese Yuan), bukan CNR atau RMB. Ini makin memperkuat asosiasi antara Yuan dan mata uang Tiongkok di kancah global.

Jadi, meskipun Renminbi adalah nama resminya, Yuan adalah istilah yang paling sering digunakan dalam konteks praktis, baik di dalam negeri Tiongkok maupun dalam transaksi dan pelaporan internasional. Itulah sebabnya kebingungan ini sering terjadi.

Sejarah Singkat Renminbi dan Yuan

Mata uang Renminbi ini punya sejarah yang cukup menarik, lho. Renminbi pertama kali diterbitkan oleh People’s Bank of China (PBOC) pada tanggal 1 Desember 1948, beberapa saat sebelum RRT resmi didirikan pada 1 Oktober 1949. Tujuannya adalah untuk menggantikan mata uang yang beredar saat itu, yang kondisinya kacau balau karena hiperinflasi akibat perang saudara.

Sejak awal penerbitannya, Renminbi dirancang untuk menjadi mata uang tunggal di bawah pemerintahan komunis yang baru. Pada awalnya, nilai tukarnya sangat ketat diatur oleh pemerintah. Selama puluhan tahun, Renminbi tidak bisa ditukar secara bebas dengan mata uang asing (tidak convertible). Ini sejalan dengan kebijakan ekonomi Tiongkok yang terpusat dan tertutup.

Baru pada akhir tahun 1970-an dan awal 1980-an, seiring dengan reformasi ekonomi “pintu terbuka” yang dipelopori oleh Deng Xiaoping, Tiongkok mulai melonggarkan kontrol terhadap Renminbi. Nilai tukarnya mulai bergeser dari patokan tetap (fixed exchange rate) ke sistem yang lebih fleksibel, meskipun masih sangat dikelola dan dikontrol ketat oleh PBOC (managed float). Proses ini masih berlanjut hingga sekarang, dengan tujuan membuat RMB menjadi mata uang yang lebih market-oriented dan internasional.

Sejarah ini menunjukkan bahwa Renminbi bukan sekadar alat pembayaran, tapi juga instrumen penting dalam kebijakan ekonomi dan politik Tiongkok.

Satuan Mata Uang Tiongkok

Seperti mata uang lainnya, Renminbi punya sistem pecahan. Satuan dasarnya adalah Yuan (元). Kemudian, Yuan dibagi lagi menjadi sub-unit yang lebih kecil:

  1. Jiao (角): 1 Yuan setara dengan 10 Jiao. Kadang Jiao ini juga disebut “mao” (毛) dalam bahasa sehari-hari.
  2. Fen (分): 1 Jiao setara dengan 10 Fen. Jadi, 1 Yuan setara dengan 100 Fen.

Kamu bisa temukan koin atau uang kertas untuk Yuan, Jiao, dan Fen. Saat ini, uang kertas Yuan paling besar nilainya adalah 100 Yuan, sementara koin yang umum digunakan adalah 1 Yuan, 5 Jiao, dan 1 Jiao. Pecahan Fen (uang kertas maupun koin) sudah sangat jarang digunakan dalam transaksi sehari-hari karena nilainya yang sangat kecil, mirip seperti koin sen atau rupiah pecahan kecil di Indonesia yang sudah jarang dipakai.

Jadi, kalau kamu punya uang 12.5 Yuan, itu artinya kamu punya 12 Yuan dan 5 Jiao (atau 50 Fen). Penulisan harganya pun biasanya menggunakan titik desimal, misalnya ¥12.50 yang dibaca “dua belas Yuan lima Jiao” atau “dua belas koma lima Yuan”.

Penggunaan RMB/Yuan dalam Perdagangan Global

Peran Renminbi di panggung global makin signifikan lho. Seiring dengan tumbuhnya ekonomi Tiongkok menjadi yang terbesar kedua di dunia dan menjadi motor perdagangan global, Renminbi pun makin banyak digunakan dalam transaksi internasional.

Beberapa poin penting terkait peran global RMB:

  • Inklusi dalam SDR IMF: Pada tahun 2016, International Monetary Fund (IMF) memasukkan Renminbi ke dalam keranjang mata uang Special Drawing Rights (SDR). SDR adalah aset cadangan internasional buatan IMF. Masuknya RMB ke keranjang SDR ini menandakan pengakuan atas meningkatnya peran RMB dalam sistem keuangan global dan sebagai mata uang yang freely usable (meskipun masih ada kontrol).
  • Makin Banyak Digunakan dalam Perdagangan: Tiongkok aktif mendorong penggunaan RMB dalam perdagangan bilateral dengan negara-negara lain. Banyak negara yang mulai menggunakan RMB untuk menyelesaikan pembayaran ekspor-impor dengan Tiongkok, mengurangi ketergantungan pada Dolar AS.
  • Peningkatan Status sebagai Mata Uang Cadangan: Bank sentral di berbagai negara mulai menambah porsi Renminbi dalam cadangan devisa mereka. Ini menunjukkan kepercayaan yang makin besar terhadap stabilitas dan likuiditas RMB.
  • Sistem Pembayaran Lintas Batas (CIPS): Tiongkok mengembangkan sistem pembayaran lintas batas sendiri, yaitu Cross-Border Interbank Payment System (CIPS), sebagai alternatif dari SWIFT yang didominasi Barat. CIPS memfasilitasi penggunaan RMB dalam transaksi internasional.

Meskipun perannya terus meningkat, Renminbi masih jauh tertinggal dibandingkan Dolar AS dalam hal penggunaan global dan status sebagai mata uang cadangan utama. Kontrol modal yang masih diberlakukan oleh pemerintah Tiongkok menjadi salah satu faktor penghambat utama.

Peran Pemerintah Tiongkok dalam Mengatur RMB

People’s Bank of China (PBOC) punya peran sentral dalam mengelola Renminbi. Tidak seperti mata uang utama lainnya yang nilainya sepenuhnya ditentukan oleh pasar, nilai tukar Renminbi masih sangat dipengaruhi oleh intervensi PBOC.

Mekanismenya kurang lebih begini: PBOC menetapkan nilai referensi harian (daily fixing rate) untuk Renminbi terhadap Dolar AS dan mata uang lainnya. Perdagangan Renminbi di pasar spot (baik onshore di Tiongkok maupun offshore di luar Tiongkok) hanya diizinkan bergerak dalam band atau rentang tertentu dari nilai referensi tersebut (saat ini sekitar ± 2%).

Kontrol ini memungkinkan pemerintah Tiongkok untuk menjaga stabilitas nilai tukar RMB dan mengelola arus modal masuk-keluar. Namun, ini juga sering menjadi subjek kritik dari negara-negara lain, terutama Amerika Serikat, yang menuduh Tiongkok memanipulasi nilai tukar Renminbi agar produk ekspornya tetap murah.

Selain nilai tukar, PBOC juga mengatur jumlah uang beredar, suku bunga, dan melakukan operasi pasar terbuka lainnya untuk mencapai target kebijakan moneternya, seperti stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi. Kontrol ini adalah alasan utama kenapa RMB belum sepenuhnya bebas dikonversi.

Tips Praktis: Mengenali Mata Uang Tiongkok

Kalau kamu berinteraksi dengan mata uang Tiongkok, baik saat bepergian atau berbisnis, ada beberapa hal praktis yang perlu kamu tahu biar nggak bingung:

  1. Simbol dan Karakter: Cari simbol ¥. Ini adalah simbol mata uang Tiongkok. Untuk tulisan Mandarinnya, cari karakter (untuk Yuan) atau (bentuk formal dari Yuan yang biasanya tertera di uang kertas).
  2. Kode ISO: Di dunia perbankan dan keuangan internasional, kode standar untuk Renminbi adalah CNY. Jadi, kalau kamu melakukan transfer atau melihat nilai tukar di bank atau money changer, cari CNY. Ini merujuk pada Renminbi yang diperdagangkan onshore (di daratan Tiongkok).
  3. CNY vs CNH: Ada juga istilah CNH. Ini adalah kode untuk Renminbi yang diperdagangkan offshore (di luar daratan Tiongkok), misalnya di Hong Kong, London, atau Singapura. Nilai tukar CNH bisa sedikit berbeda dengan CNY karena pasar offshore tidak seketat pasar onshore. Kalau kamu menukar uang di luar Tiongkok, biasanya kamu berurusan dengan CNH.
  4. Kenali Pecahannya: Uang kertas RMB paling umum adalah 1, 5, 10, 20, 50, dan 100 Yuan. Ada juga pecahan Jiao dalam bentuk uang kertas (1, 2, 5 Jiao) dan koin (1, 5 Jiao). Koin 1 Yuan juga sangat umum. Gambar di sebagian besar uang kertas saat ini adalah wajah Mao Zedong.
  5. Pembayaran Digital: Di Tiongkok modern, pembayaran digital (via aplikasi seperti Alipay dan WeChat Pay) jauh lebih umum daripada uang tunai. Namun, untuk turis, uang tunai atau kartu kredit internasional masih diperlukan di banyak tempat, terutama di luar kota-kota besar. Menukarkan ke uang tunai Renminbi (Yuan) tetap penting.

Mengerti perbedaan Renminbi dan Yuan, serta cara mengenalinya, akan sangat membantu kamu saat berurusan dengan mata uang Tiongkok.

Fakta Menarik Seputar RMB/Yuan

  • Mao Zedong, bapak pendiri RRT, adalah satu-satunya tokoh yang gambarnya selalu muncul di semua pecahan uang kertas Renminbi seri kelima (seri yang beredar saat ini).
  • Sebelum seri kelima, uang kertas Renminbi menampilkan gambar tokoh-tokoh dari berbagai etnis minoritas Tiongkok, serta pemandangan alam dan tempat bersejarah.
  • Istilah “kuài” (块) adalah sebutan sehari-hari untuk Yuan di Tiongkok, artinya “keping” atau “potong”. Jadi, kalau orang bilang “sepuluh kuai”, itu artinya 10 Yuan.
  • Tiongkok adalah negara dengan penggunaan uang tunai berbasis QR Code paling masif di dunia, mengalahkan penggunaan kartu kredit atau debit untuk banyak transaksi harian.
  • Meskipun Renminbi dimasukkan dalam keranjang SDR, butuh waktu lama dan banyak reformasi dari Tiongkok untuk meyakinkan IMF dan negara anggota lainnya.

Tabel Perbandingan Singkat

Biar makin jelas, ini ringkasan perbedaan utama Renminbi dan Yuan dalam bentuk tabel:

Fitur Renminbi (RMB) Yuan (元)
Status Nama resmi mata uang Republik Rakyat Tiongkok Unit dasar/satuan mata uang Renminbi
Kepanjangan Renminbi N/A (ini satuan, bukan nama panjang)
Simbol Secara teknis tidak punya simbol tunggal khusus RMB, tapi ¥ sering diasosiasikan dengannya Simbolnya adalah ¥, karakter Mandarin atau
Penggunaan Umumnya dalam konteks formal, kebijakan moneter, perbankan sentral, atau saat menyebut “mata uang Tiongkok” secara umum Umumnya dalam transaksi sehari-hari, penyebutan harga barang, dan penghitungan jumlah uang
Analogi Nama mata uang (seperti Pound Sterling, Rupiah) Unit mata uang (seperti Pound, Rupiah)
Kode ISO Direpresentasikan dengan CNY (Chinese Yuan) Tidak ada kode ISO khusus untuk satuan saja

Diagram Konseptual

Berikut adalah diagram sederhana yang menggambarkan hubungan antara Renminbi dan Yuan:

mermaid graph TD A[Sistem Mata Uang RRT] --> B[Renminbi (RMB)]; B -- Terdiri dari Unit Dasar --> C[Yuan (元)]; C -- Terbagi Menjadi --> D[Jiao (角)]; C -- Terbagi Menjadi Lainnya --> E[Fen (分)]; B -- Diperdagangkan Secara Internasional (Kode ISO) --> F[CNY/CNH]; C -- Digunakan dalam Transaksi Sehari-hari --> G[Harga Barang/Jasa]; C -- Disimbolkan Dengan --> H[¥];

Diagram ini menunjukkan bahwa Renminbi adalah nama sistem mata uangnya, sementara Yuan adalah komponen unit dasar di dalamnya yang digunakan untuk penghitungan dan transaksi.

Kesimpulan

Jadi, sekarang sudah lebih jelas kan? Renminbi adalah nama resmi mata uang Tiongkok, ibarat “Rupiah” atau “United States Dollar”. Sedangkan Yuan adalah satuan dasar dari mata uang tersebut, ibarat “rupiah” (sebagai satuan) atau “dollar” (sebagai satuan). Meskipun dalam praktiknya kedua istilah ini sering digunakan bergantian, terutama Yuan yang lebih populer dalam penyebutan jumlah dan harga sehari-hari, penting untuk tahu perbedaan teknisnya.

Memahami perbedaan ini nggak cuma bikin kamu kelihatan lebih pinter kalau ngobrolin ekonomi Tiongkok, tapi juga bisa membantu kamu saat berinteraksi langsung dengan mata uang ini, entah itu saat traveling, berbisnis, atau cuma sekadar baca berita finansial. Renminbi (dalam satuan Yuan) terus meningkatkan perannya di kancah global, jadi pengetahuan ini makin relevan.

Semoga penjelasan ini bikin kamu nggak bingung lagi ya!

Gimana, ada hal lain yang bikin kamu penasaran soal mata uang Tiongkok ini? Atau mungkin kamu punya pengalaman seru pas pakai Renminbi/Yuan? Share yuk di kolom komentar! 👇

Posting Komentar