ZTE B860H v2 vs v5: Pilih Mana? Kenali Dulu Bedanya!
ZTE B860H adalah nama yang nggak asing lagi buat sebagian pengguna internet di Indonesia, terutama yang pernah berlangganan layanan TV dari operator telekomunikasi. STB (Set-Top Box) ini populer banget karena harganya yang terjangkau di pasar second dan kemampuannya yang lumayan oke setelah dimodifikasi. Nah, di pasaran itu ada beberapa versi, yang paling sering dibandingin adalah versi v2 dan v5. Sekilas mirip, tapi ternyata ada perbedaan krusial lho di dalamnya. Yuk, kita kupas tuntas bedanya biar kamu nggak salah pilih!
Image just for illustration
Kenalan Singkat Sama ZTE B860H¶
Sebelum masuk ke perbedaannya, penting buat tahu ZTE B860H ini sebenarnya apa. Ini adalah sebuah perangkat Android TV Box yang diproduksi oleh ZTE. Awalnya, STB ini didistribusikan bersamaan dengan layanan IPTV dari operator telekomunikasi, fungsinya buat nonton siaran TV dan akses on-demand content mereka.
Tapi karena basisnya adalah sistem operasi Android (yang di-custom), STB ini punya potensi besar buat dijadiin media center serbaguna. Banyak banget yang akhirnya “mengoprek” atau root STB ini, install aplikasi Android TV lain kayak YouTube, Netflix, KODI, sampai game ringan. Ini yang bikin ZTE B860H, baik v2 maupun v5, jadi primadona di kalangan pengguna yang pengen Android TV Box murah tapi powerful.
Nah, meskipun sama-sama B860H, versi v2 dan v5 itu beda “jeroan” dan pengalaman pakainya. Ibarat smartphone, bedanya kayak generasi lama dan generasi baru gitu.
Perbedaan Utama ZTE B860H v2 dan v5¶
Oke, sekarang kita bedah satu per satu perbedaan paling signifikan antara ZTE B860H v2 dan v5. Perbedaan ini mempengaruhi performa, fitur, sampai potensi modifikasi perangkatnya.
Chipset: Otak yang Beda Generasi¶
Ini nih perbedaan paling mendasar yang bikin v5 terasa lebih ngebut.
- ZTE B860H v2: Umumnya menggunakan chipset Amlogic S905X. Chipset ini lumayan populer di masanya, dirancang buat perangkat entry-level hingga mid-range. Performanya cukup buat menjalankan Android TV dan streaming video HD.
- ZTE B860H v5: Sebagian besar versi v5 menggunakan chipset Amlogic S905X2 atau bahkan S905Y2. Chipset ini adalah penerus dari S905X dengan arsitektur yang lebih baru. Apa untungnya? Performa CPU dan GPU-nya lebih kencang, lebih efisien daya, dan yang penting, mendukung codec video yang lebih modern.
Chipset yang lebih baru di v5 berarti navigasi menu terasa lebih smooth, loading aplikasi lebih cepat, dan kemampuan rendering grafis (untuk game ringan atau UI) juga lebih baik. Ini adalah faktor paling penting yang membedakan feel penggunaan sehari-hari.
Sistem Operasi: Android Versi Mana?¶
Versi Android yang ditanamkan juga beda dan ini ngaruh banget ke kompatibilitas aplikasi dan fitur sistem.
- ZTE B860H v2: Biasanya datang dengan Android 6.0 (Marshmallow) atau Android 7.0 (Nougat). Versi Android ini sudah tergolong tua.
- ZTE B860H v5: Kebanyakan unit v5 sudah dibekali Android 9.0 (Pie) atau bahkan Android 10.0 (Q).
Android versi lebih baru di v5 punya banyak keuntungan. Mulai dari fitur manajemen background process yang lebih baik (bikin RAM lebih lega), permission control yang lebih ketat (untuk keamanan), dukungan aplikasi terbaru yang nggak lagi support Android versi lama, sampai user interface yang lebih modern dan terintegrasi dengan Google Assistant.
Konektivitas Wi-Fi: 2.4GHz vs Dual-Band¶
Nah, ini penting banget buat kamu yang mau streaming video berkualitas tinggi tanpa buffering.
- ZTE B860H v2: Mayoritas unit hanya mendukung Wi-Fi 2.4GHz (standar 802.11 b/g/n).
- ZTE B860H v5: Sebagian besar unit v5 sudah mendukung Dual-Band Wi-Fi (standar 802.11 a/b/g/n/ac), artinya bisa konek ke jaringan 2.4GHz dan 5GHz.
Wi-Fi 5GHz punya keunggulan kecepatan transfer data yang jauh lebih tinggi dan channel yang lebih banyak, sehingga nggak gampang terganggu interferensi dari perangkat lain (microwave, Bluetooth, dll.) dibanding 2.4GHz yang padat. Buat streaming film 4K atau main game online, koneksi 5GHz di v5 jelas lebih superior dan stabil.
Bluetooth: Versi Lebih Baru, Fitur Lebih Canggih¶
Versi Bluetooth juga ada peningkatannya.
- ZTE B860H v2: Umumnya menggunakan Bluetooth versi 4.0.
- ZTE B860H v5: Kebanyakan unit v5 sudah pakai Bluetooth versi 4.2 atau bahkan 5.0.
Bluetooth versi lebih baru menawarkan koneksi yang lebih stabil, jangkauan lebih luas, dan kecepatan transfer data yang lebih cepat. Ini kerasa banget kalau kamu pairing speaker Bluetooth, headset, gamepad, atau remote tambahan. Versi 5.0 bahkan punya fitur BLE (Bluetooth Low Energy) yang lebih efisien daya.
Remote Control: Inframerah vs Bluetooth¶
Meskipun bentuk fisik remotenya beda di beberapa varian, perbedaan fundamentalnya ada di cara kerja.
- ZTE B860H v2: Biasanya pakai remote berbasis Inframerah (IR). Kamu harus mengarahkan remote tepat ke sensor IR di unit STB.
- ZTE B860H v5: Umumnya, remote bawaan v5 sudah menggunakan koneksi Bluetooth. Ini artinya kamu nggak perlu mengarahkan remote ke STB, bisa bebas pencet dari sudut mana pun asal dalam jangkauan Bluetooth. Remote Bluetooth juga sering punya fitur voice control yang lebih responsif.
Remote Bluetooth di v5 jelas lebih praktis dan modern. Tapi, perlu diingat kalau kamu mau ganti remote universal atau remote belajar, remote IR (v2) kadang lebih mudah dicocokkan kodenya.
Performa dan Pengalaman Pengguna: Terasa Beda!¶
Gabungan dari perbedaan chipset dan sistem operasi ini menghasilkan pengalaman pengguna yang cukup berbeda.
- ZTE B860H v2: Cukup mumpuni untuk streaming HD, menjalankan aplikasi standar Android TV, dan browsing ringan. Tapi, mungkin akan terasa sedikit lemot saat multitasking atau menjalankan aplikasi yang lebih berat. Loading awal aplikasi juga mungkin butuh waktu lebih lama.
- ZTE B860H v5: Jelas terasa lebih snappy dan responsif. Navigasi UI lebih lancar, loading aplikasi lebih cepat, dan multitasking antar aplikasi juga lebih mulus. Kemampuan decoding video (terutama format-format baru) juga lebih baik berkat chipset S905X2/Y2.
Bisa dibilang, v5 memberikan pengalaman yang lebih mendekati Android TV Box modern yang ada di pasaran saat ini.
Potensi Modding dan Custom ROM: Komunitas dan Dukungan¶
Ini adalah area yang sangat diminati oleh pengguna ZTE B860H bekas. Keduanya bisa dimodifikasi, tapi dukungannya sedikit berbeda.
- ZTE B860H v2: Karena sudah lebih lama beredar, komunitas penggunanya sangat besar dan matang. Kamu akan lebih mudah menemukan tutorial, firmware asli, custom ROM dari berbagai developer (seperti ATV Experience, Pulpstone, dll.), dan solusi untuk berbagai masalah di forum-forum online. Pilihan custom ROM untuk v2 sangat bervariasi.
- ZTE B860H v5: Komunitasnya juga ada, tapi mungkin belum sebesar dan seluas v2. Custom ROM yang tersedia mungkin belum sebanyak v2 dan kamu perlu lebih teliti memastikan ROM tersebut memang dibuat spesifik untuk varian hardware v5 yang kamu punya (kadang ada perbedaan kecil antar unit v5). Proses moddingnya pun mungkin sedikit berbeda.
Jadi, kalau kamu suka ngoprek dan pengen banyak pilihan custom ROM yang sudah teruji, v2 mungkin sedikit unggul dari segi variasi ROM yang tersedia. Tapi v5 juga punya potensi modding yang baik dengan custom ROM berbasis Android 9/10 yang lebih baru.
Ketersediaan dan Harga di Pasar Sekunder¶
Sebagai perangkat bekas eks-ISP, ketersediaan dan harganya bisa bervariasi.
- ZTE B860H v2: Sudah beredar jauh lebih lama, jadi unit bekasnya lebih banyak dan harga cenderung lebih murah di pasaran online maupun offline. Mudah banget ditemui.
- ZTE B860H v5: Versi yang lebih baru, sehingga unit bekasnya belum sebanyak v2 dan harganya cenderung sedikit lebih tinggi dibandingkan v2 (tapi tetap jauh lebih murah dibanding Android TV Box baru).
Kalau budget sangat terbatas, v2 adalah pilihan paling ekonomis. Tapi selisih harga dengan v5 di pasar bekas biasanya nggak terlalu jauh, jadi v5 seringkali dianggap worth it dengan peningkatan performanya.
Tabel Perbandingan Singkat¶
Biar gampang lihat bedanya, nih rangkuman dalam tabel:
| Fitur | ZTE B860H v2 | ZTE B860H v5 | Catatan |
|---|---|---|---|
| Chipset | Amlogic S905X | Amlogic S905X2/Y2 | v5 lebih modern & kencang |
| GPU | Mali-450MP | Mali G31 MP2 | v5 lebih baik performa grafisnya |
| Sistem Operasi | Android 6.0 / 7.0 | Android 9.0 / 10.0 | v5 lebih baru & support aplikasi terkini |
| RAM | 2GB DDR3 | 2GB DDR3 | Sama |
| Storage | 8GB eMMC | 8GB eMMC | Sama |
| Wi-Fi | 2.4GHz (b/g/n) | Dual-Band 2.4 & 5GHz (a/b/g/n/ac) | v5 lebih cepat & stabil untuk streaming HD |
| Bluetooth | v4.0 (umumnya) | v4.2 / v5.0 (umumnya) | v5 lebih stabil & efisien |
| Remote Control | Inframerah (IR) | Bluetooth (umumnya) | v5 lebih praktis, nggak perlu diarahkan |
| Performa | Baik untuk dasar, kadang terasa lag | Lebih cepat, snappier, multitasking OK | v5 pengalaman pengguna lebih mulus |
| Dukungan Modding | Komunitas besar, banyak pilihan ROM | Komunitas berkembang, ROM spesifik | v2 lebih banyak variasi ROM, v5 ROM lebih baru |
| Harga Bekas | Umumnya lebih murah | Umumnya sedikit lebih mahal | v2 lebih terjangkau |
Memilih Antara v2 dan v5: Sesuaikan Kebutuhanmu!¶
Jadi, mending pilih yang mana? Jawabannya tergantung sama kebutuhan dan prioritas kamu:
- Prioritas Utama Budget Minimal: Pilih ZTE B860H v2. Harganya paling terjangkau di pasar bekas.
- Prioritas Utama Performa dan Fitur Modern: Pilih ZTE B860H v5. Chipset lebih baru, Android versi lebih tinggi, Wi-Fi 5GHz, dan remote Bluetooth bikin pengalaman pakai jauh lebih baik dan terasa modern. Cocok buat streaming 4K atau main game ringan.
- Prioritas Utama Kemudahan Modding dan Variasi ROM: Keduanya punya komunitas kuat. v2 unggul dalam hal jumlah dan variasi custom ROM yang sudah beredar lama. v5 menawarkan custom ROM berbasis Android yang lebih baru. Tinggal pilih mau ROM yang sudah banyak atau ROM yang berbasis OS terbaru.
- Butuh Wi-Fi 5GHz: Wajib pilih ZTE B860H v5. v2 hampir pasti nggak punya fitur ini.
- Suka Remote Bluetooth: Pilih ZTE B860H v5. Jauh lebih nyaman dipakai.
Intinya gini, kalau mau yang paling murah dan sekadar cukup buat nonton YouTube/Netflix HD dengan custom ROM (dan nggak butuh 5GHz Wi-Fi), v2 sudah oke. Tapi kalau kamu mau performa yang lebih ngebut, fitur lebih lengkap (Wi-Fi 5GHz, remote Bluetooth), dan pengalaman Android TV yang lebih modern, v5 jelas pilihan yang lebih baik dan worth banget dengan selisih harganya yang nggak terlalu jauh di pasar bekas.
Tips Tambahan Saat Membeli ZTE B860H Bekas¶
Mau v2 atau v5, ada beberapa tips nih kalau kamu mau beli unit bekas:
- Pastikan Kondisi Fisik: Cek port USB, HDMI, LAN, dan power. Pastikan nggak ada yang rusak atau longgar.
- Tanyakan Kondisi Software: Apakah masih stock firmware (firmware asli dari ISP, biasanya banyak aplikasi bawaan dan nggak bisa install sembarangan) atau sudah di-mod/root/install custom ROM? Unit yang sudah di-mod biasanya lebih user-friendly buat penggunaan umum.
- Uji Coba Remote: Kalau bisa, coba remote-nya. Pastikan berfungsi baik, terutama remote Bluetooth di v5 yang kadang butuh pairing ulang.
- Tanyakan Kelengkapan: Dapat apa saja? Unit STB, adaptor power, remote, kabel HDMI? Pastikan semua yang penting ada.
- Garansi: Kalau bisa, cari penjual yang kasih garansi personal beberapa hari buat tes unitnya. Ini penting banget karena perangkat bekas kadang ada masalah tersembunyi.
- Cari Penjual Terpercaya: Beli dari penjual yang punya reputasi baik di platform online atau offline.
Dengan tips ini, harapannya kamu bisa dapat unit ZTE B860H (mau v2 atau v5) yang kondisinya bagus dan sesuai harapan.
Fakta Menarik Seputar ZTE B860H¶
Beberapa fakta unik nih tentang STB mungil ini:
- Asal Muasal: Mayoritas unit yang beredar di pasar bekas Indonesia berasal dari pelanggan IndiHome (Telkom Indonesia) yang sudah tidak terpakai atau diganti dengan perangkat lain.
- Primadona Ngoprek: Karena harganya yang murah di pasar second dan hardware-nya yang lumayan, STB ini jadi salah satu perangkat yang paling banyak dioprek dan dibahas di forum-forum teknologi Indonesia.
- Bisa Jadi Mini-PC: Dengan custom ROM tertentu, ZTE B860H bisa diubah fungsinya menjadi semacam mini-PC yang menjalankan desktop environment Linux ringan, meskipun ini bukan fungsi utamanya.
- Varian Chipset di v5: Meskipun sering disebut pakai S905X2, beberapa unit v5 mungkin menggunakan S905Y2. Keduanya sama-sama lebih baru dari S905X (v2) dengan arsitektur Cortex-A53/A55 dan GPU Mali G31 MP2, jadi perbedaannya nggak terlalu signifikan bagi pengguna awam.
Fakta-fakta ini menunjukkan betapa versatile-nya perangkat ini, jauh melampaui fungsi awalnya sebagai STB bawaan ISP.
Kesimpulan: ZTE B860H v2 Vs v5¶
Memilih antara ZTE B860H v2 dan v5 intinya kembali ke saldo di dompet dan harapan kamu terhadap performa. v2 itu seperti mobil tua yang masih bisa jalan dan dimodif sana-sini biar kelihatan keren dan berfungsi dasar. Sedangkan v5 itu versi facelift-nya, udah pakai mesin (chipset), sistem operasi, dan fitur konektivitas yang lebih modern, bikin pengalaman pakai jauh lebih nyaman dan future-proof (setidaknya untuk beberapa waktu ke depan).
Kalau kamu mau yang paling murah dan nggak keberatan dengan performa yang “cukup” dan konektivitas standar 2.4GHz, v2 bisa jadi pilihan. Tapi kalau kamu pengen pengalaman Android TV yang lebih lancar, dukungan Wi-Fi 5GHz buat streaming bebas buffer, dan remote Bluetooth yang praktis, v5 jelas investasi yang lebih baik dengan selisih harga yang nggak seberapa di pasar bekas. Apalagi kalau kamu berencana install banyak aplikasi atau streaming konten resolusi tinggi.
Apapun pilihanmu, yang pasti ZTE B860H, baik v2 maupun v5, adalah perangkat Android TV Box yang sangat menarik di kelas harganya, terutama kalau kamu mau sedikit bereksperimen dengan custom ROM untuk membuka potensi penuhnya.
Gimana nih pendapat kalian yang sudah pakai ZTE B860H v2 atau v5? Lebih suka yang mana dan kenapa? Atau mungkin ada yang baru mau beli dan masih bingung? Yuk, sharing pengalaman atau tanyain di kolom komentar di bawah!
Posting Komentar