Snapdragon vs Qualcomm Snapdragon: Apa Bedanya Sih? Cari Tahu Di Sini!

Table of Contents

Snapdragon. Nama ini pasti sudah sering kamu dengar, terutama kalau kamu nggak asing dengan dunia smartphone Android. Tapi, pernah nggak kamu bertanya-tanya, apa sih sebenarnya Snapdragon itu? Atau mungkin kamu malah bingung, karena ada juga istilah “Qualcomm Snapdragon”? Apakah keduanya sama atau ada bedanya? Nah, di artikel ini kita bakal bahas tuntas perbedaan (atau lebih tepatnya, ketiadaan perbedaan) antara Qualcomm Snapdragon dan Snapdragon. Yuk, simak!

Snapdragon Itu Apa, Sih?

Snapdragon itu apa sih
Image just for illustration

Singkatnya, Snapdragon adalah merek dagang dari System-on-a-Chip (SoC) yang dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Qualcomm Technologies Inc. Jadi, ketika kamu mendengar istilah “Qualcomm Snapdragon” dan “Snapdragon”, sebenarnya keduanya merujuk pada hal yang sama. “Qualcomm” di depan “Snapdragon” itu cuma penegasan aja kalau chipset ini memang buatan Qualcomm. Kayak kamu bilang “Mobil Toyota Avanza”, ya Avanza itu tetep mobil buatan Toyota, kan?

Lebih Dalam Mengenal Snapdragon

Snapdragon bukan cuma sekadar chipset biasa. Ia adalah otak dari banyak smartphone, tablet, dan perangkat mobile lainnya di dunia, terutama yang berbasis sistem operasi Android. Di dalam satu chip Snapdragon, ada banyak komponen penting yang bekerja sama untuk menjalankan semua fungsi perangkat kamu. Beberapa komponen utama itu antara lain:

  • CPU (Central Processing Unit): Ini adalah otak utama yang bertugas menjalankan instruksi dan memproses data. CPU Snapdragon biasanya menggunakan arsitektur ARM yang efisien daya. Semakin powerful CPU-nya, semakin cepat dan responsif perangkat kamu dalam menjalankan aplikasi dan tugas-tugas berat.
  • GPU (Graphics Processing Unit): Kalau CPU itu otak utama, GPU ini bisa dibilang otak khusus untuk urusan grafis. GPU Snapdragon, yang sering disebut Adreno GPU, bertanggung jawab untuk menghasilkan gambar, video, dan efek visual yang kamu lihat di layar smartphone. GPU yang mumpuni penting banget buat gaming, menonton video berkualitas tinggi, dan aplikasi-aplikasi yang membutuhkan grafis intensif.
  • Modem: Ini adalah komponen yang memungkinkan smartphone kamu terhubung ke jaringan seluler (4G, 5G, dll.) dan jaringan Wi-Fi. Modem Snapdragon terkenal dengan kecepatannya dan kemampuannya untuk terhubung ke berbagai jenis jaringan di seluruh dunia. Ini penting banget buat kamu yang sering bepergian atau butuh koneksi internet yang stabil dan cepat.
  • DSP (Digital Signal Processor): DSP ini kayak prosesor khusus untuk memproses sinyal. Di Snapdragon, DSP biasanya digunakan untuk memproses audio, gambar, dan sinyal-sinyal sensor. Ini membantu meningkatkan kualitas audio saat kamu mendengarkan musik atau menelepon, meningkatkan kualitas foto dan video, dan memungkinkan fitur-fitur seperti pengenalan wajah dan gesture.
  • ISP (Image Signal Processor): ISP ini otak di balik kamera smartphone. ISP Snapdragon bertugas memproses data dari sensor kamera untuk menghasilkan foto dan video yang berkualitas tinggi. ISP yang canggih bisa meningkatkan kualitas gambar dalam kondisi minim cahaya, mengurangi noise, dan menghasilkan warna yang lebih akurat.
  • AI Engine (Artificial Intelligence Engine): Di era kecerdasan buatan ini, Snapdragon juga dilengkapi dengan AI Engine. Komponen ini mempercepat pemrosesan tugas-tugas yang berhubungan dengan AI, seperti pengenalan gambar, terjemahan bahasa, dan asisten virtual. AI Engine ini memungkinkan smartphone kamu menjadi lebih pintar dan responsif.

Semua komponen ini terintegrasi dalam satu chip Snapdragon, menjadikannya solusi yang compact dan efisien untuk perangkat mobile. Qualcomm terus mengembangkan teknologi Snapdragon untuk meningkatkan performa, efisiensi daya, dan fitur-fitur canggih lainnya.

Sejarah Singkat Snapdragon

Sejarah singkat snapdragon
Image just for illustration

Snapdragon pertama kali diperkenalkan oleh Qualcomm pada tahun 2007. Saat itu, dunia smartphone masih dalam tahap awal perkembangan. iPhone generasi pertama baru saja diluncurkan, dan Android masih berupa proyek open-source yang belum banyak dikenal. Snapdragon hadir sebagai solusi chipset yang powerful dan terintegrasi, dirancang khusus untuk perangkat mobile generasi baru.

Generasi pertama Snapdragon, yang dikenal dengan nama Snapdragon S1, menggunakan arsitektur ARMv6 dan diproduksi dengan proses 65nm. Meskipun masih sederhana dibandingkan dengan Snapdragon generasi sekarang, Snapdragon S1 sudah cukup powerful untuk menjalankan aplikasi-aplikasi mobile pada masanya. Beberapa smartphone pertama yang menggunakan Snapdragon S1 antara lain HTC Hero dan Google Nexus One.

Sejak saat itu, Qualcomm terus mengembangkan Snapdragon secara pesat. Setiap tahun, Qualcomm meluncurkan generasi Snapdragon terbaru dengan peningkatan performa, efisiensi daya, dan fitur-fitur baru. Beberapa tonggak penting dalam sejarah Snapdragon antara lain:

  • Snapdragon S2, S3, S4 (2010-2012): Generasi ini membawa peningkatan performa CPU dan GPU yang signifikan, serta dukungan untuk video HD dan konektivitas yang lebih cepat.
  • Snapdragon 800 (2013): Snapdragon 800 adalah chipset high-end pertama dari Qualcomm yang menggunakan arsitektur Krait dan GPU Adreno 330. Chipset ini sangat powerful pada masanya dan digunakan di banyak smartphone flagship.
  • Snapdragon 810 (2015): Snapdragon 810 dikenal sebagai chipset yang powerful tapi juga panas. Meskipun performanya tinggi, chipset ini mengalami masalah overheating yang cukup signifikan.
  • Snapdragon 820 (2016): Snapdragon 820 adalah penerus Snapdragon 810 yang lebih baik dalam hal efisiensi daya dan manajemen panas. Chipset ini juga memperkenalkan arsitektur Kryo yang baru.
  • Snapdragon 835, 845, 855 (2017-2019): Generasi ini terus meningkatkan performa dan efisiensi daya, serta menambahkan fitur-fitur baru seperti dukungan untuk artificial intelligence (AI) dan konektivitas 5G awal.
  • Snapdragon 865, 888 (2020-2021): Generasi ini fokus pada peningkatan performa 5G, AI, dan kemampuan kamera. Snapdragon 888 adalah chipset flagship pertama yang menggunakan nama tiga digit.
  • Snapdragon 8 Gen 1, 8+ Gen 1, 8 Gen 2 (2022-2023): Qualcomm mengubah penamaan chipset flagship mereka menjadi “Snapdragon 8 Gen” diikuti dengan nomor generasi. Generasi ini membawa peningkatan signifikan dalam performa CPU, GPU, dan AI, serta efisiensi daya yang lebih baik.

Hingga saat ini, Snapdragon terus menjadi pemimpin pasar chipset mobile high-end. Qualcomm terus berinovasi dan mengembangkan teknologi Snapdragon untuk memenuhi kebutuhan perangkat mobile masa depan.

Macam-macam Seri Snapdragon

Macam macam seri snapdragon
Image just for illustration

Snapdragon nggak cuma satu jenis. Qualcomm membagi Snapdragon menjadi beberapa seri yang berbeda, ditujukan untuk segmen pasar yang berbeda pula. Setiap seri memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan dan budget perangkat yang ditargetkan. Secara umum, seri Snapdragon bisa dibagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari yang paling entry-level hingga high-end.

Seri Snapdragon Berdasarkan Tingkatan

  1. Snapdragon 200 Series: Ini adalah seri Snapdragon paling entry-level. Chipset seri 200 ditujukan untuk smartphone dan perangkat mobile dengan harga paling terjangkau. Performa chipset seri ini cukup untuk tugas-tugas dasar seperti menelepon, browsing, dan media sosial ringan. Contoh chipset seri 200 antara lain Snapdragon 210, 212, dan 215.
  2. Snapdragon 400 Series: Seri 400 adalah tingkatan di atas seri 200. Chipset seri ini menawarkan performa yang lebih baik untuk tugas-tugas sehari-hari dan multitasking ringan. Smartphone dengan Snapdragon 400 Series biasanya masih terjangkau, tapi sudah lebih capable dibandingkan dengan seri 200. Contoh chipset seri 400 antara lain Snapdragon 450, 460, dan 480.
  3. Snapdragon 600 Series: Seri 600 masuk ke kategori mid-range. Chipset seri ini menawarkan keseimbangan yang baik antara performa, fitur, dan harga. Smartphone dengan Snapdragon 600 Series sudah cukup powerful untuk gaming ringan hingga menengah, fotografi yang lebih baik, dan pengalaman pengguna yang lebih smooth. Contoh chipset seri 600 antara lain Snapdragon 665, 675, 680, dan 695.
  4. Snapdragon 700 Series: Seri 700 adalah mid-range premium atau upper mid-range. Chipset seri ini menawarkan performa yang mendekati chipset flagship, tapi dengan harga yang lebih terjangkau. Smartphone dengan Snapdragon 700 Series sangat cocok untuk pengguna yang menginginkan performa tinggi untuk gaming, fotografi, dan aplikasi-aplikasi berat lainnya, tanpa harus mengeluarkan budget sebesar smartphone flagship. Contoh chipset seri 700 antara lain Snapdragon 732G, 750G, 778G, dan 7 Gen 1.
  5. Snapdragon 8 Series: Ini adalah seri Snapdragon paling high-end atau flagship. Chipset seri 8 adalah yang paling powerful dan menawarkan fitur-fitur tercanggih dari Qualcomm. Smartphone dengan Snapdragon 8 Series adalah smartphone flagship yang menawarkan performa terbaik di kelasnya, baik untuk gaming, fotografi profesional, video 8K, AI, dan semua tugas berat lainnya. Contoh chipset seri 8 antara lain Snapdragon 8 Gen 1, 8+ Gen 1, 8 Gen 2, dan generasi-generasi sebelumnya seperti Snapdragon 888, 865, dll.

Selain seri-seri utama di atas, Qualcomm juga memiliki seri Snapdragon lainnya, seperti:

  • Snapdragon Wear: Seri chipset khusus untuk perangkat wearable seperti smartwatch. Chipset Snapdragon Wear dirancang hemat daya dan compact untuk perangkat yang dipakai di pergelangan tangan.
  • Snapdragon Automotive: Seri chipset khusus untuk aplikasi otomotif. Chipset Snapdragon Automotive digunakan untuk sistem infotainment, konektivitas, dan fitur-fitur canggih lainnya di mobil.
  • Snapdragon Compute: Seri chipset yang ditujukan untuk laptop dan perangkat komputasi mobile lainnya. Snapdragon Compute menawarkan performa tinggi dan efisiensi daya yang baik untuk laptop tipis dan ringan.

Tips Memilih Snapdragon yang Tepat

Tips memilih snapdragon yang tepat
Image just for illustration

Memilih smartphone dengan chipset Snapdragon yang tepat itu penting banget, supaya smartphone kamu bisa memenuhi kebutuhan kamu sehari-hari. Berikut beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan saat memilih smartphone berdasarkan chipset Snapdragon:

  1. Tentukan Budget: Harga smartphone sangat dipengaruhi oleh chipset yang digunakan. Smartphone dengan chipset Snapdragon 8 Series tentu akan lebih mahal dibandingkan dengan smartphone dengan Snapdragon 400 Series. Tentukan budget kamu terlebih dahulu, baru kemudian cari smartphone dengan chipset Snapdragon yang sesuai dengan budget tersebut.
  2. Pertimbangkan Kebutuhan Penggunaan: Pikirkan smartphone ini akan kamu gunakan untuk apa saja. Kalau kamu cuma butuh smartphone untuk komunikasi dasar, media sosial ringan, dan browsing, smartphone dengan Snapdragon 400 atau 600 Series sudah cukup memadai. Tapi kalau kamu gamer berat, suka fotografi, atau sering menggunakan aplikasi-aplikasi berat, sebaiknya pilih smartphone dengan Snapdragon 700 atau 8 Series.
  3. Perhatikan Nomor Seri dan Generasi: Semakin tinggi nomor seri Snapdragon, biasanya semakin powerful chipset tersebut. Selain itu, perhatikan juga generasi chipset. Generasi yang lebih baru biasanya menawarkan peningkatan performa dan fitur-fitur baru dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Misalnya, Snapdragon 8 Gen 2 tentu lebih powerful dan canggih dibandingkan dengan Snapdragon 8 Gen 1.
  4. Baca Review dan Perbandingan: Sebelum membeli smartphone, nggak ada salahnya kamu membaca review dan perbandingan chipset Snapdragon. Banyak website dan channel YouTube yang melakukan review dan benchmark chipset Snapdragon. Dari situ, kamu bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang performa dan kemampuan masing-masing chipset.
  5. Jangan Terpaku pada Angka Tertinggi: Meskipun Snapdragon 8 Series adalah yang paling powerful, bukan berarti kamu harus selalu memilih smartphone dengan chipset ini. Sesuaikan pilihan kamu dengan budget dan kebutuhan penggunaan. Smartphone dengan Snapdragon 700 Series pun sudah sangat mumpuni untuk banyak kebutuhan, dan harganya biasanya lebih bersahabat.

Dengan mempertimbangkan tips-tips di atas, kamu bisa memilih smartphone dengan chipset Snapdragon yang paling tepat untuk kamu. Ingat, chipset Snapdragon yang bagus nggak menjamin smartphone secara keseluruhan bagus. Perhatikan juga faktor-faktor lain seperti kualitas layar, kamera, baterai, dan desain smartphone.

Kesimpulan: Snapdragon ya Qualcomm Snapdragon

Kesimpulan snapdragon ya qualcomm snapdragon
Image just for illustration

Jadi, sudah jelas ya? Tidak ada perbedaan antara Qualcomm Snapdragon dan Snapdragon. Keduanya merujuk pada chipset yang sama, yaitu chipset buatan Qualcomm Technologies Inc. Istilah “Qualcomm Snapdragon” hanya penegasan merek saja. Snapdragon adalah platform mobile yang sangat penting dan berpengaruh di dunia smartphone dan perangkat mobile lainnya. Dengan berbagai seri yang ditawarkan, Snapdragon bisa ditemukan di berbagai jenis perangkat, mulai dari smartphone entry-level hingga flagship.

Memahami seri dan tingkatan Snapdragon bisa membantu kamu memilih smartphone yang sesuai dengan kebutuhan dan budget kamu. Jangan terpaku pada angka tertinggi, tapi pertimbangkan kebutuhan penggunaan kamu sehari-hari. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan smartphone yang powerful dan efisien, yang ditenagai oleh chipset Snapdragon yang handal.

Nah, sekarang kamu sudah lebih paham kan tentang Snapdragon dan Qualcomm Snapdragon? Kalau masih ada pertanyaan atau pengalaman menarik seputar Snapdragon, jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar di bawah ini, ya! Yuk, kita diskusi lebih lanjut!

Posting Komentar