Mengenal Perbedaan Her dan Him Biar Nggak Salah Pakai

Table of Contents

Belajar bahasa Inggris itu seru ya, tapi kadang ada aja kata-kata yang mirip tapi beda fungsi, bikin pusing dikit. Nah, salah satunya adalah her dan him. Dua kata ini sering banget muncul dalam percakapan sehari-hari, tapi penggunaannya beda lho, tergantung siapa yang kita omongin dan posisi katanya dalam kalimat. Yuk, kita bedah satu per satu biar makin paham!

Secara garis besar, perbedaan utama antara her dan him terletak pada jenis kelamin atau gender orang yang sedang dibicarakan. Her itu untuk merujuk pada orang ketiga tunggal perempuan (dia perempuan), sedangkan him untuk merujuk pada orang ketiga tunggal laki-laki (dia laki-laki). Simple kan? Tapi penggunaannya bisa beda lagi posisinya dalam kalimat.

perbedaan her dan him dalam bahasa inggris
Image just for illustration

Mengenal Her: Dia Perempuan

Kata her ini punya dua fungsi utama dalam kalimat bahasa Inggris. Pertama, dia bisa jadi kata ganti objek (object pronoun). Kedua, dia bisa jadi kata ganti kepemilikan (possessive). Nah, fungsi yang kedua ini terbagi lagi jadi dua: sebagai kata sifat kepemilikan (possessive determiner) dan sebagai kata ganti kepemilikan (possessive pronoun). Agak ribet ya namanya? Tenang, kita lihat contohnya biar gampang.

Her sebagai Object Pronoun

Sebagai kata ganti objek, her digunakan ketika dia (perempuan) adalah penerima aksi dalam sebuah kalimat. Posisinya biasanya setelah kata kerja (verb) atau setelah kata depan (preposition). Jadi, kalau subjek melakukan sesuatu ke atau untuk dia (perempuan), nah pakai her.

Contohnya gini:
- I saw her yesterday. (Aku melihatnya kemarin.) - ‘Her’ adalah objek dari kata kerja ‘saw’.
- He gave a gift to her. (Dia laki-laki memberi hadiah kepadanya perempuan.) - ‘Her’ adalah objek dari preposisi ‘to’.
- Please call her later. (Tolong telepon dia perempuan nanti.) - ‘Her’ adalah objek dari kata kerja ‘call’.
- We talked about her plans. (Kami berbicara tentang rencana-rencananya perempuan.) - ‘Her’ objek dari preposisi ‘about’.
- The teacher praised her efforts. (Guru memuji usahanya perempuan.) - ‘Her’ di sini bukan object pronoun, tapi possessive determiner. Oops, hati-hati ya!

Contoh yang benar untuk her sebagai object pronoun lagi:
- The dog followed her home. (Anjing itu mengikutinya perempuan pulang.) - ‘Her’ adalah objek dari kata kerja ‘followed’.
- Send the email to her. (Kirim email itu kepadanya perempuan.) - ‘Her’ adalah objek dari preposisi ‘to’.
- Can you help her with that? (Bisakah kamu membantunya perempuan dengan itu?) - ‘Her’ adalah objek dari kata kerja ‘help’.
- The news surprised her. (Berita itu mengejutkannya perempuan.) - ‘Her’ adalah objek dari kata kerja ‘surprised’.
- They waited for her at the station. (Mereka menunggunya perempuan di stasiun.) - ‘Her’ adalah objek dari preposisi ‘for’.

Penting diingat, object pronoun itu menggantikan kata benda (noun) atau frasa kata benda (noun phrase) yang berperan sebagai objek. Jadi, kalau tadinya kita bilang “I saw Sarah yesterday”, bisa diganti jadi “I saw her yesterday” kalau kita sudah tahu siapa ‘Sarah’ itu dan dia perempuan. Begitu juga dengan “He gave a gift to my sister”, bisa diganti “He gave a gift to her”.

Memahami fungsi her sebagai objek ini kunci banget biar kalimatmu nggak kacau. Bayangin kalau kamu bilang “I saw she yesterday”, pasti terdengar aneh di telinga native speaker. Jadi, pastikan her dipakai di tempat yang tepat, yaitu sebagai penerima aksi.

Dalam percakapan sehari-hari, her sebagai object pronoun sering muncul setelah verb-verb transitif (verb yang butuh objek) seperti see, give, tell, ask, help, love, call, meet, dan lain-lain. Atau setelah preposisi seperti to, for, about, with, from, dan sebagainya. Latihan dengan banyak contoh kalimat akan sangat membantu memperkuat pemahaman ini. Jangan takut salah di awal, yang penting terus mencoba dan belajar dari koreksi.

Her sebagai Possessive Determiner (Kata Sifat Kepemilikan)

Fungsi her yang kedua adalah sebagai penunjuk kepemilikan. Dalam peran ini, her bertindak seperti kata sifat, dia menjelaskan kata benda yang datang setelahnya, menunjukkan bahwa kata benda itu adalah miliknya (dia perempuan). Posisi her di sini selalu sebelum kata benda yang dijelaskan.

Contohnya:
- This is her book. (Ini bukunya perempuan.) - ‘Her’ menjelaskan ‘book’, menunjukkan pemiliknya adalah dia perempuan.
- His car is faster than her car. (Mobilnya laki-laki lebih cepat dari mobilnya perempuan.) - ‘Her’ menjelaskan ‘car’.
- Her hair is long and black. (Rambutnya perempuan panjang dan hitam.) - ‘Her’ menjelaskan ‘hair’.
- I like her dress. (Aku suka gaunnya perempuan.) - ‘Her’ menjelaskan ‘dress’.
- We visited her family. (Kami mengunjungi keluarganya perempuan.) - ‘Her’ menjelaskan ‘family’.

Sebagai possessive determiner, her ini mirip fungsinya dengan my, your, his, our, their. Mereka semua diletakkan di depan kata benda untuk menunjukkan siapa pemiliknya. Bedanya, her khusus untuk pemilik tunggal perempuan.

Membedakan her sebagai object pronoun dan possessive determiner kadang bikin bingung buat yang baru belajar. Kuncinya lihat posisinya. Kalau her diikuti langsung oleh kata benda, kemungkinan besar dia adalah possessive determiner. Kalau her muncul setelah verb atau preposition, kemungkinan besar dia adalah object pronoun.

Contoh perbandingan:
- I called her. (Object pronoun - ‘her’ setelah verb ‘called’)
- I called her friend. (Possessive determiner - ‘her’ sebelum noun ‘friend’)

  • He talked to her. (Object pronoun - ‘her’ setelah preposition ‘to’)
  • He talked about her life. (Possessive determiner - ‘her’ sebelum noun ‘life’)

Jadi, perhatikan baik-baik kata yang datang setelah her. Jika diikuti noun, dia adalah possessive determiner. Jika tidak diikuti noun (dan posisinya setelah verb/preposition), dia adalah object pronoun. Mudah, kan?

Hers sebagai Possessive Pronoun (Kata Ganti Kepemilikan)

Selain her, ada juga kata hers. Nah, hers ini juga menunjukkan kepemilikan, tapi fungsinya beda lagi. Hers adalah possessive pronoun. Dia digunakan untuk menggantikan frasa kata benda yang terdiri dari possessive determiner (her) dan kata benda yang dimiliki. Tujuannya biar nggak terjadi pengulangan kata benda. Hers berdiri sendiri dalam kalimat.

Contohnya:
- This book is hers. (Buku ini miliknya perempuan.) - ‘Hers’ menggantikan ‘her book’.
- That car is hers, not mine. (Mobil itu miliknya perempuan, bukan milikku.) - ‘Hers’ menggantikan ‘her car’.
- The decision was hers. (Keputusan itu miliknya perempuan.) - ‘Hers’ menggantikan ‘her decision’.
- Is this umbrella yours or hers? (Apakah payung ini milikmu atau miliknya perempuan?) - ‘Hers’ menggantikan ‘her umbrella’.
- The responsibility is hers. (Tanggung jawab itu miliknya perempuan.) - ‘Hers’ menggantikan ‘her responsibility’.

Perhatikan bahwa hers tidak pernah diikuti oleh kata benda. Dia justru menggantikan kata benda yang sudah disebutkan sebelumnya atau sudah jelas konteksnya. Ini beda dengan her sebagai possessive determiner yang selalu diikuti oleh kata benda.

Contoh perbandingan lagi:
- This is her bag. (Possessive determiner ‘her’ + noun ‘bag’)
- This bag is hers. (Possessive pronoun ‘hers’ menggantikan ‘her bag’)

  • Our house is bigger than her house. (Possessive determiner ‘her’ + noun ‘house’)
  • Our house is bigger than hers. (Possessive pronoun ‘hers’ menggantikan ‘her house’)

Memahami perbedaan antara her (determiner) dan hers (pronoun) ini penting untuk menghindari kesalahan tata bahasa. Hers sudah mencakup “miliknya” (kata sifat + kata benda), sementara her hanya “miliknya” (kata sifat) yang masih butuh kata benda di belakangnya.

possessive pronouns
Image just for illustration

Mengenal Him: Dia Laki-laki

Sekarang kita beralih ke him. Tidak seperti her, kata him ini fungsinya hanya satu, yaitu sebagai kata ganti objek (object pronoun) untuk orang ketiga tunggal laki-laki. Him tidak punya fungsi sebagai possessive determiner atau possessive pronoun. Untuk kepemilikan orang ketiga tunggal laki-laki, kita menggunakan kata his.

Him sebagai Object Pronoun

Sama seperti her sebagai object pronoun, him digunakan ketika dia (laki-laki) adalah penerima aksi dalam sebuah kalimat. Posisinya juga sama, setelah kata kerja (verb) atau setelah kata depan (preposition). Jadi, kalau subjek melakukan sesuatu ke atau untuk dia (laki-laki), pakai him.

Contohnya:
- I saw him yesterday. (Aku melihatnya kemarin.) - ‘Him’ adalah objek dari kata kerja ‘saw’.
- She gave a gift to him. (Dia perempuan memberi hadiah kepadanya laki-laki.) - ‘Him’ adalah objek dari preposisi ‘to’.
- Please call him later. (Tolong telepon dia laki-laki nanti.) - ‘Him’ adalah objek dari kata kerja ‘call’.
- We talked about him for hours. (Kami berbicara tentang dia laki-laki selama berjam-jam.) - ‘Him’ adalah objek dari preposisi ‘about’.
- The news surprised him. (Berita itu mengejutkannya laki-laki.) - ‘Him’ adalah objek dari kata kerja ‘surprised’.

Sama seperti her sebagai object pronoun, him menggantikan kata benda atau frasa kata benda yang berperan sebagai objek. Misalnya, kalau tadinya kita bilang “I saw Tom yesterday”, bisa diganti jadi “I saw him yesterday” kalau sudah tahu siapa ‘Tom’ dan dia laki-laki.

Penggunaan him sebagai objek ini cukup straightforward karena hanya punya satu fungsi ini. Yang penting ingat, him hanya untuk objek, bukan subjek (he) dan bukan kepemilikan (his).

His: Kepemilikan untuk Dia Laki-laki

Lalu bagaimana dengan kepemilikan untuk dia laki-laki? Nah, di sinilah letak perbedaannya dengan her. Untuk kepemilikan dia laki-laki, kita menggunakan kata his. Kata his ini unik karena bisa berfungsi ganda, yaitu sebagai possessive determiner dan juga sebagai possessive pronoun.

Contoh His sebagai Possessive Determiner (sebelum kata benda):
- This is his book. (Ini bukunya laki-laki.) - ‘His’ menjelaskan ‘book’.
- Her car is faster than his car. (Mobilnya perempuan lebih cepat dari mobilnya laki-laki.) - ‘His’ menjelaskan ‘car’.
- His hair is short and brown. (Rambutnya laki-laki pendek dan cokelat.) - ‘His’ menjelaskan ‘hair’.

Contoh His sebagai Possessive Pronoun (menggantikan frasa ‘his + noun’):
- This book is his. (Buku ini miliknya laki-laki.) - ‘His’ menggantikan ‘his book’.
- That car is his, not hers. (Mobil itu miliknya laki-laki, bukan miliknya perempuan.) - ‘His’ menggantikan ‘his car’.
- The decision was his. (Keputusan itu miliknya laki-laki.) - ‘His’ menggantikan ‘his decision’.

Perhatikan bahwa bentuk his itu sama, mau dia jadi determiner atau pronoun. Bedanya lagi-lagi di posisi dalam kalimat. Kalau his diikuti kata benda, dia adalah determiner. Kalau his berdiri sendiri (menggantikan frasa noun), dia adalah pronoun.

Ini kontras dengan bentuk kepemilikan perempuan yang punya dua bentuk beda: her (determiner) dan hers (pronoun).

him vs his vs he
Image just for illustration

Rangkuman Perbedaan dalam Tabel

Biar lebih jelas, kita buat tabel perbandingan antara subjek, objek, dan kepemilikan untuk dia (laki-laki dan perempuan):

Tipe Kata Ganti Gender Subjek (Subject Pronoun) Objek (Object Pronoun) Kepemilikan (Possessive Determiner) Kepemilikan (Possessive Pronoun) Contoh Kalimat
Orang Ketiga Tunggal Perempuan she her her hers She saw her. This is her car. That car is hers.
Orang Ketiga Tunggal Laki-laki he him his his He saw him. This is his car. That car is his.

Dari tabel ini kelihatan kan:
- Untuk perempuan, objeknya her, kepemilikan determinernya her, kepemilikan pronounnya hers. Ada dua bentuk untuk kepemilikan.
- Untuk laki-laki, objeknya him, kepemilikan determinernya his, kepemilikan pronounnya his. Hanya ada satu bentuk untuk kepemilikan (his).

Ini adalah perbedaan kunci yang sering membuat pemula bingung. Ingat saja, her bisa jadi objek atau penunjuk kepemilikan (di depan noun), sementara him hanya objek. Untuk kepemilikan laki-laki pakai his.

Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat menggunakan her dan him (dan his/hers):

  1. Menggunakan he atau she sebagai objek: Contoh: “I saw he yesterday.” (Salah) Seharusnya: “I saw him yesterday.” Atau “He gave it to she.” (Salah) Seharusnya: “He gave it to her.” Ingat, setelah verb atau preposition, pakai object pronoun (him atau her).
  2. Menggunakan him sebagai penunjuk kepemilikan: Contoh: “This is him book.” (Salah) Seharusnya: “This is his book.” Him tidak pernah diikuti kata benda sebagai penunjuk kepemilikan.
  3. Menggunakan her sebagai possessive pronoun: Contoh: “This book is her.” (Salah, jika maksudnya ‘miliknya’) Seharusnya: “This book is hers.” Jika her berdiri sendiri sebagai penunjuk kepemilikan, gunakan hers.
  4. Menggunakan his di depan kata benda untuk kepemilikan perempuan: Contoh: “This is his bag.” (Salah, jika pemiliknya perempuan) Seharusnya: “This is her bag.”

Tips untuk menghindarinya:
- Identifikasi peran kata dalam kalimat: Apakah dia subjek (pelaku), objek (penerima aksi), atau penunjuk kepemilikan?
- Identifikasi gender: Apakah yang dibicarakan laki-laki atau perempuan?
- Jika penunjuk kepemilikan, perhatikan apakah ada kata benda setelahnya. Kalau ada, pakai her (untuk perempuan) atau his (untuk laki-laki). Kalau tidak ada (berdiri sendiri), pakai hers (untuk perempuan) atau his (untuk laki-laki).

Latihan, latihan, dan latihan adalah kunci. Coba buat kalimat sendiri, atau cari contoh kalimat di buku/internet, lalu analisis peran her, him, his, dan hers di dalamnya.

Konteks dan Nuansa Lain

Dalam bahasa Inggris modern, terutama dalam konteks non-formal atau ketika gender seseorang tidak diketahui/tidak relevan/non-biner, penggunaan kata ganti netral seperti they/them/their/theirs semakin umum. Namun, untuk merujuk pada orang ketiga tunggal laki-laki atau perempuan secara spesifik, he/him/his dan she/her/her/hers tetap standar dan umum digunakan.

Meskipun her dan him adalah kata ganti orang, kadang kita bisa mendapati penggunaannya untuk benda atau hewan, terutama jika kita menganggap benda/hewan tersebut punya ikatan emosional atau identitas tertentu. Misalnya, kapal laut sering disebut dengan ‘she/her’. Tapi ini lebih ke pengecualian dan gaya bahasa, bukan aturan baku untuk semua benda/hewan. Dalam banyak kasus, untuk benda/hewan tunggal yang tidak diketahui jenis kelaminnya, kita biasanya pakai it/its.

Fokus utama kita di sini tetap pada penggunaan her dan him untuk manusia dengan gender spesifik. Memahami fungsi dasar ini akan sangat membantu dalam membangun kalimat yang benar dalam bahasa Inggris.

Mengapa Ada Bentuk yang Berbeda? (Fakta Menarik Singkat)

Sedikit fakta menarik, keragaman bentuk kata ganti personal (seperti he/him/his dan she/her/hers) ini adalah warisan dari bahasa Inggris Kuno (Old English) dan bahasa-bahasa Jermanik lainnya. Dulu, kata benda, kata sifat, dan kata ganti punya lebih banyak case (kasus) tata bahasa (nominative, accusative, genitive, dative, dll.) yang menunjukkan peran mereka dalam kalimat. Seiring waktu, sistem case ini menyederhana di bahasa Inggris, tapi sisa-sisanya masih terlihat pada kata ganti personal kita, seperti perbedaan antara subjek (he/she) dan objek (him/her), serta bentuk kepemilikan (his/her/hers). Jadi, bentuk-bentuk yang berbeda itu bukan tanpa sebab, ada sejarah panjang di baliknya!

Tips Praktis untuk Mengingat

Bagaimana cara paling efektif untuk mengingat semua ini?

  1. Buat Kartu Kilat (Flashcards): Tulis “Subject: She” di satu sisi, “Object: Her”, “Possessive Determiner: Her”, “Possessive Pronoun: Hers” di sisi lain untuk perempuan. Lakukan hal yang sama untuk laki-laki (“Subject: He”, “Object: Him”, “Possessive Determiner: His”, “Possessive Pronoun: His”). Latihan setiap hari.
  2. Banyak Membaca dan Mendengarkan: Semakin sering kamu terpapar bahasa Inggris asli (lewat buku, film, podcast), semakin familiar kamu dengan pola penggunaan her dan him (serta his dan hers) yang benar secara alami. Perhatikan bagaimana native speaker menggunakannya.
  3. Berlatih Membuat Kalimat: Sengaja buat kalimat yang menggunakan her sebagai objek, her sebagai determiner, hers, him, dan his. Misalnya, ambil satu benda (contoh: phone) dan satu orang (contoh: Sarah). Coba buat kalimat: “I gave the phone to her.” “This is her phone.” “That phone is hers.” Lalu ganti Sarah dengan Tom (laki-laki) dan ulangi: “I gave the phone to him.” “This is his phone.” “That phone is his.”
  4. Cari Pasangan (Pair Practice): Jika memungkinkan, cari teman belajar dan saling koreksi saat berlatih menggunakan kata ganti ini dalam percakapan atau tulisan singkat.

Mengingat bahwa her bisa jadi objek dan penunjuk kepemilikan (determiner), sementara him hanya objek, adalah titik awal yang bagus. Dan ingat pasangan kepemilikan her/hers dan his/his.

english pronouns chart
Image just for illustration

Kesimpulan Singkat

Perbedaan antara her dan him itu fundamental dalam bahasa Inggris karena terkait dengan gender dan fungsi gramatikal (objek vs. kepemilikan). Her digunakan untuk perempuan (sebagai objek dan penunjuk kepemilikan sebelum kata benda, atau hers sebagai kata ganti kepemilikan berdiri sendiri), sedangkan him digunakan untuk laki-laki (hanya sebagai objek; kepemilikannya menggunakan his). Memahami perbedaan ini dan melatih penggunaannya akan sangat meningkatkan akurasi dan kelancaran berbahasa Inggris kamu. Jangan ragu untuk terus berlatih dan mencari contoh-contoh lain!

Semoga penjelasan ini cukup jelas dan membantu ya! Punya pertanyaan lain seputar perbedaan her dan him, atau mau berbagi tips belajar bahasa Inggris lainnya? Yuk, tulis di kolom komentar di bawah!

Posting Komentar