Apa Sih Bedanya Angka 6 dan 7? Ini Penjelasannya!

Table of Contents

Bagi kamu yang sering berkutat dengan dunia penulisan akademis, terutama di bidang psikologi, sosial, atau pendidikan, pasti sudah akrab dengan yang namanya APA Style. Ini adalah style guide atau panduan gaya penulisan yang dikeluarkan oleh American Psychological Association. Tujuannya biar penulisan, kutipan, dan daftar pustaka jadi standar, rapi, dan mudah dibaca. Nah, seperti standar lainnya, APA Style ini juga terus berkembang, makanya ada edisi yang berbeda-beda. Dua edisi terakhir yang paling sering dibicarakan adalah Edisi ke-6 dan Edisi ke-7.

Perbedaan antara Edisi ke-6 (rilis tahun 2009) dan Edisi ke-7 (rilis tahun 2019) cukup signifikan lho, apalagi buat kamu yang terbiasa nulis pakai Edisi ke-6. Penting banget buat tahu bedanya karena dosen atau penerbit jurnal biasanya akan spesifik meminta kamu menggunakan edisi tertentu. Menggunakan edisi yang salah bisa berakibat fatal pada nilai tugas atau bahkan penolakan naskah publikasi. Jadi, yuk kita bedah apa saja sih yang berubah dari APA Style Edisi 6 ke Edisi 7 ini.

Difference between APA 6 and 7
Image just for illustration

Mengapa Ada Perubahan? Adaptasi Terhadap Era Digital dan Inklusivitas

Setiap edisi baru APA Style muncul bukan tanpa alasan. Edisi ke-7 yang rilis sepuluh tahun setelah Edisi ke-6 ini lahir karena beberapa pertimbangan utama. Salah satunya adalah revolusi digital. Bayangin aja, tahun 2009 belum sebanyak sekarang orang yang mengakses informasi dari internet, media sosial, podcast, atau video online. Edisi ke-6 kurang mengakomodasi sumber-sumber modern ini.

Alasan kedua adalah penekanan pada inklusivitas dan bias-free language. Masyarakat makin sadar akan pentingnya bahasa yang tidak bias terhadap gender, ras, disabilitas, orientasi seksual, dan lain-lain. Edisi ke-7 memberikan panduan yang lebih detail dan jelas mengenai cara menggunakan bahasa yang menghargai keragaman. Ini mencerminkan perubahan nilai-nilai dalam komunitas ilmiah dan masyarakat luas.

Selain itu, ada juga tujuan untuk menyederhanakan beberapa aturan yang dianggap terlalu rumit di Edisi ke-6, terutama yang berkaitan dengan format referensi. Tujuannya agar penulis lebih mudah menerapkan style ini dan pembaca lebih cepat menemukan sumber yang dirujuk. Intinya, Edisi ke-7 mencoba menjadi lebih relevan, inklusif, dan user-friendly di era modern.

Perbedaan Utama yang Paling Kelihatan

Oke, sekarang kita masuk ke inti perbedaannya. Ada beberapa area yang mengalami perubahan paling mencolok antara Edisi ke-6 dan Edisi ke-7.

1. Format Daftar Referensi (Reference List)

Ini nih bagian yang paling sering bikin pusing dan paling banyak perubahannya. Daftar referensi adalah list semua sumber yang kamu kutip di dalam teks.

a. Tidak Perlu “Retrieved from” (Kecuali Perlu Tanggal)

Di Edisi ke-6, kalau kamu mengutip sumber online (selain dari database atau jurnal dengan DOI), kamu wajib mencantumkan “Retrieved from” diikuti URL lengkapnya.

APA 6:
Author, A. A. (Year). Title of work. Retrieved from http://xxxx

Di Edisi ke-7, aturan ini dihapus! Kamu cukup langsung cantumkan URL-nya saja di akhir entri referensi. Kata “Retrieved from” hanya perlu jika konten sumber tersebut kemungkinan berubah seiring waktu dan kamu perlu mencantumkan tanggal akses, misalnya dari situs web yang isinya diperbarui secara berkala.

APA 7:
Author, A. A. (Year). Title of work. http://xxxx
Atau jika perlu tanggal akses:
Author, A. A. (Year). Title of work. Month Day, Year, from http://xxxx

b. DOI Difomat Ulang Menjadi URL

Digital Object Identifier (DOI) adalah kode unik yang biasanya dimiliki oleh artikel jurnal, buku, atau bab buku digital. Di Edisi ke-6, formatnya adalah doi:xx.xxxx/xxxxxx.

APA 6:
Author, A. A. (Year). Title of article. Title of Periodical, Volume(Issue), pages. doi:xx.xxxx/xxxxxx

Di Edisi ke-7, DOI harus diformat sebagai URL yang bisa langsung diklik. Formatnya menjadi https://doi.org/xx.xxxx/xxxxxx.

APA 7:
Author, A. A. (Year). Title of article. Title of Periodical, Volume(Issue), pages. https://doi.org/xx.xxxx/xxxxxx

Ini membuat pembaca lebih mudah mengakses langsung sumbernya hanya dengan mengklik link tersebut.

c. Lokasi Penerbit (Publisher Location) Dihilangkan

Di Edisi ke-6, saat membuat referensi untuk buku, kamu wajib mencantumkan kota dan negara bagian (untuk AS) atau negara tempat penerbit berada sebelum nama penerbit.

APA 6:
Author, A. A. (Year). Title of book. New York, NY: Publisher.

Di Edisi ke-7, informasi lokasi penerbit ini dihapus. Dianggap tidak lagi relevan di era digital di mana buku bisa diakses dari mana saja.

APA 7:
Author, A. A. (Year). Title of book. Publisher.

d. Menyertakan Hingga 20 Nama Penulis

Ini perubahan yang cukup signifikan untuk artikel dengan banyak penulis. Di Edisi ke-6, jika sebuah karya memiliki 7 penulis atau lebih, kamu hanya mencantumkan 6 nama pertama, lalu ditambahkan “…” dan nama penulis terakhir.

APA 6 (7+ penulis):
Author A., Author B., Author C., Author D., Author E., Author F., … Author Z. (Year). Title.

Di Edisi ke-7, kamu sekarang bisa mencantumkan hingga 20 nama penulis sebelum menggunakan “…” dan nama penulis terakhir.

APA 7 (21+ penulis):
Author A., Author B., Author C., Author D., Author E., Author F., Author G., Author H., Author I., Author J., Author K., Author L., Author M., Author N., Author O., Author P., Author Q., Author R., Author S., Author T., … Author Z. (Year). Title.

Ini bertujuan untuk memberikan kredit yang lebih lengkap kepada semua individu yang berkontribusi pada sebuah karya, mengingat banyak penelitian modern melibatkan tim peneliti yang besar.

e. Menyertakan Kontributor Lain (Editor, Penerjemah, dll.)

Edisi ke-7 memberikan panduan yang lebih jelas dan terstruktur untuk mencantumkan kontributor selain penulis utama, seperti editor, ilustrator, narator (untuk audiobook), dan lain-lain. Posisi dan peran mereka (misalnya, “Editor”) dicantumkan dalam tanda kurung setelah nama mereka.

f. Deskripsi Format e-book

Di Edisi ke-6, jika kamu merujuk pada e-book, kamu perlu mencantumkan formatnya dalam tanda kurung setelah judul, misalnya “[Kindle version]” atau “[PDF version]”.

APA 6:
Author, A. A. (Year). Title of book [Kindle version]. Publisher.

Di Edisi ke-7, informasi format e-book tidak perlu dicantumkan kecuali format tersebut sangat penting untuk konteks referensi (misalnya, jika kamu merujuk pada versi audio atau versi Braille).

APA 7:
Author, A. A. (Year). Title of book. Publisher.

g. Panduan untuk Sumber Online Baru

Edisi ke-7 punya panduan yang jauh lebih lengkap untuk mengutip berbagai jenis sumber online yang kian populer, seperti:
* Episode podcast
* Video YouTube
* Postingan media sosial (Twitter, Facebook, Instagram, dll.)
* Infografis
* Diskusi online (forum, mailing list)
* Halaman web interaktif
* Sumber dengan tanggal yang sering berubah

Ini sangat membantu karena Edisi ke-6 sangat terbatas dalam mengakomodasi sumber-sumber kekinian ini.

2. Format Kutipan Dalam Teks (In-Text Citation)

Selain daftar referensi, cara mengutip di dalam paragraf juga ada bedanya.

a. Menggunakan “et al.” untuk 3+ Penulis Sejak Kutipan Pertama

Ini adalah salah satu perubahan yang paling mudah dikenali. Di Edisi ke-6, jika sebuah karya memiliki 3 hingga 5 penulis, kamu akan mencantumkan semua nama penulis di kutipan pertama. Untuk kutipan berikutnya dari sumber yang sama, barulah kamu menggunakan nama penulis pertama diikuti “et al.” (dan rekan kerja). Jika penulisnya 6 atau lebih, barulah kamu langsung pakai “et al.” sejak kutipan pertama.

APA 6 (3-5 penulis):
(Nama Penulis A, Nama Penulis B, & Nama Penulis C, Tahun) [kutipan pertama]
(Nama Penulis A, et al., Tahun) [kutipan berikutnya]

APA 6 (6+ penulis):
(Nama Penulis A, et al., Tahun) [sejak kutipan pertama]

Di Edisi ke-7, aturan ini disederhanakan. Untuk karya dengan tiga penulis atau lebih, kamu langsung menggunakan nama penulis pertama diikuti “et al.” sejak kutipan pertama.

APA 7 (3+ penulis):
(Nama Penulis A, et al., Tahun) [sejak kutipan pertama]

Perubahan ini membuat penulisan kutipan dalam teks menjadi lebih ringkas dan konsisten, terlepas dari jumlah penulis aslinya (selama lebih dari dua).

b. Menyertakan Sumber Spesifik untuk Kutipan Langsung

Baik di Edisi 6 maupun 7, ketika kamu mengutip langsung perkataan seseorang (kutipan langsung), kamu wajib menyertakan nomor halaman (p. untuk satu halaman, pp. untuk lebih dari satu) atau indikator lokasi lainnya (misalnya, nomor paragraf, timestamp video) di akhir kutipan. Aturan ini tidak banyak berubah, tapi Edisi 7 memberikan lebih banyak panduan untuk sumber non-cetak seperti video atau audio.

3. Gaya Penulisan (Writing Style)

Edisi ke-7 menaruh perhatian lebih besar pada penggunaan bahasa yang bias-free atau tidak bias.

a. Panduan Lebih Kuat untuk Bias-Free Language

Buku panduan Edisi ke-7 memiliki bab khusus yang lebih luas membahas cara menulis dengan menghindari bias terkait usia, disabilitas, gender, partisipasi riset, identitas ras dan etnis, orientasi seksual, status sosial ekonomi, dan interseksionalitas (gabungan beberapa identitas). Penekanannya adalah menggunakan bahasa yang spesifik, akurat, dan menghargai identitas individu atau kelompok.

Contoh: Alih-alih menggunakan istilah umum seperti “orang tua” untuk partisipan lansia, Edisi 7 mendorong penggunaan istilah yang lebih spesifik seperti “dewasa yang lebih tua” atau bahkan rentang usia spesifik partisipan. Penggunaan kata ganti singular “they” juga diakui dan didorong jika sesuai dengan preferensi individu atau jika gender tidak diketahui.

b. Penggunaan Voice (Aktif vs. Pasif)

Edisi ke-7 tetap merekomendasikan penggunaan voice aktif (“Kami melakukan eksperimen ini”) dibandingkan pasif (“Eksperimen ini dilakukan oleh kami”) karena dianggap lebih jelas dan ringkas. Namun, edisi ini juga mengakui bahwa voice pasif terkadang memang diperlukan untuk menekankan objek atau tindakan daripada pelakunya, dan penggunaannya dianggap dapat diterima jika pilihan tersebut membuat kalimat atau paragraf menjadi lebih efektif.

4. Format Umum Makalah (Paper Formatting)

Ada beberapa penyesuaian pada struktur dan format visual makalah.

a. Halaman Judul (Title Page) yang Berbeda untuk Mahasiswa dan Profesional

Edisi ke-7 membedakan format halaman judul antara makalah yang dibuat oleh mahasiswa (biasanya untuk tugas kuliah) dan makalah profesional (untuk publikasi).

Makalah Mahasiswa: Lebih sederhana, biasanya mencakup judul makalah, nama penulis, afiliasi (departemen dan nama universitas), nomor mata kuliah, nama instruktur, dan tanggal penyerahan. Tidak perlu Running Head yang kompleks.

Makalah Profesional: Lebih formal, mencakup judul makalah, nama penulis, afiliasi, Running Head, nomor catatan kaki penulis (Author Note).

Ini membuat panduan lebih praktis sesuai kebutuhan pengguna.

b. Running Head Disederhanakan

Running head adalah judul singkat makalah yang muncul di header setiap halaman. Di Edisi ke-6, running head di halaman judul diawali dengan label “Running head:” dan seluruhnya ditulis dalam huruf kapital. Di halaman-halaman berikutnya, hanya judul singkat dalam huruf kapital tanpa label “Running head:”.

APA 6:
Halaman 1 Header: Running head: JUDUL SINGKAT MAKALAH
Halaman 2+ Header: JUDUL SINGKAT MAKALAH

Di Edisi ke-7, running head tidak perlu lagi menggunakan label “Running head:” di halaman judul. Judul singkat dalam huruf kapital muncul di setiap halaman, termasuk halaman judul. Untuk makalah mahasiswa, running head bahkan tidak wajib kecuali diminta secara spesifik oleh instruktur.

APA 7:
Semua Halaman Header: JUDUL SINGKAT MAKALA (untuk makalah profesional)
Makalah Mahasiswa: Running head opsional, jika ada formatnya sama dengan profesional.

c. Fleksibilitas Pilihan Font

Edisi ke-6 relatif kaku dalam pilihan font, biasanya hanya merekomendasikan Times New Roman 12pt. Edisi ke-7 jauh lebih fleksibel dan mengizinkan penggunaan beberapa jenis font yang mudah dibaca, seperti:
* Calibri 11pt
* Arial 11pt
* Lucinda Sans Unicode 10pt
* Times New Roman 12pt
* Georgia 11pt
* Computer Modern Normal 10pt (untuk manuskrip LaTeX)

Ini memberikan pilihan yang lebih luas kepada penulis selama font tersebut konsisten dan mudah dibaca.

d. Penyesuaian Format Heading dan Spasi

Struktur heading atau judul bagian di Edisi ke-7 sedikit disesuaikan, terutama pada Level 3, 4, dan 5, untuk meningkatkan kejelasan hierarki. Spasi ganda (double-space) tetap menjadi standar untuk sebagian besar teks, tapi Edisi 7 memberikan beberapa kelonggaran untuk bagian tertentu seperti judul tabel atau catatan kaki.

5. Perubahan Minor Lainnya

Ada banyak penyesuaian kecil lainnya di Edisi ke-7, seperti:
* Lebih banyak contoh referensi untuk berbagai jenis sumber.
* Panduan yang lebih jelas untuk tabel dan gambar.
* Penggunaan angka dan statistik.
* Penggunaan tanda baca.

Misalnya, di Edisi ke-6, setelah mencantumkan nama penulis, tahun, dan judul di referensi jurnal, kamu mencantumkan nama jurnal dalam format miring, volume jurnal dalam format miring, nomor isu dalam tanda kurung tanpa format miring, dan nomor halaman tanpa format miring.
APA 6: Author, A. A. (Year). Article title. Journal Title, Volume(Issue), pages.

Di Edisi ke-7, format itu relatif sama, tapi penekanan pada miring hanya pada nama jurnal dan volume.
APA 7: Author, A. A. (Year). Article title. Journal Title, Volume(Issue), pages.

Perubahan detail semacam ini tersebar di seluruh panduan.

Kapan Harus Menggunakan Edisi yang Mana?

Pertanyaan pentingnya, kapan kamu harus pakai Edisi 6 dan kapan pakai Edisi 7? Jawabannya sederhana: ikuti instruksi.

  • Tugas Kuliah: Dosen kamu akan memberi tahu edisi mana yang harus kamu gunakan. Jika tidak disebutkan, jangan sungkan bertanya. Sebagian besar universitas dan program studi sudah beralih ke Edisi 7, tapi ada juga yang masih menggunakan Edisi 6 sampai semua staf dan mahasiswa terbiasa dengan yang baru.
  • Publikasi Jurnal/Buku: Penerbit jurnal atau buku akan mencantumkan edisi APA Style yang mereka gunakan dalam panduan penulis (author guidelines). Selalu cek panduan tersebut sebelum submit naskah. Mayoritas jurnal yang menggunakan APA Style sudah beralih atau sedang dalam proses transisi ke Edisi 7.
  • Disertasi/Tesis: Biasanya ada panduan format khusus dari universitas atau program pascasarjana kamu. Panduan tersebut akan merujuk pada edisi APA Style tertentu.

Intinya, jangan berasumsi. Selalu cek dan konfirmasi edisi APA Style mana yang diminta.

Tips Transisi dari APA 6 ke APA 7

Buat kamu yang sudah terbiasa pakai APA 6 dan harus beralih ke APA 7, ini beberapa tips:

  1. Dapatkan Panduan Edisi 7: Buku Publication Manual of the American Psychological Association, Seventh Edition adalah sumber terlengkap. Jika belum bisa memilikinya, banyak universitas menyediakan akses ke versi online, atau cari ringkasan resmi dari situs APA.
  2. Fokus pada Perbedaan Kunci: Jangan panik mencoba menghafal semuanya. Fokuslah pada perubahan yang paling sering kamu temui: format referensi (terutama online, DOI, jumlah penulis, lokasi penerbit) dan kutipan dalam teks (“et al.” untuk 3+ penulis).
  3. Gunakan Tool Bibliografi: Software seperti Mendeley, Zotero, EndNote, atau fitur referensi di Microsoft Word sudah update dengan APA 7 Style. Gunakan tool ini untuk membantu memformat referensi dan kutipan secara otomatis. Tapi tetap cross-check hasilnya ya, kadang ada ketidaksempurnaan.
  4. Perhatikan Bias-Free Language: Ini bagian penting dari Edisi 7. Bacalah bab terkait atau ringkasannya dan coba terapkan dalam tulisanmu.
  5. Latihan: Cara terbaik adalah dengan mulai menggunakannya. Coba format beberapa referensi dan kutipan menggunakan aturan Edisi 7.

Tabel Ringkasan Perbedaan Kunci

Untuk memudahkan, ini ringkasan beberapa perbedaan paling mencolok:

Fitur APA Edisi 6 APA Edisi 7
Running Head “Running head:” di Hal 1, lalu judul singkat di hlm berikutnya. Wajib untuk semua. Tanpa “Running head:” di semua halaman. Opsional untuk makalah mahasiswa.
Halaman Judul Satu format standar. Dibedakan antara makalah mahasiswa dan profesional.
Font Biasanya Times New Roman 12pt. Lebih fleksibel (Calibri 11, Arial 11, TNR 12, dll.).
In-Text Citation (3-5 penulis) Semua nama di kutipan pertama, lalu et al. Langsung et al. sejak kutipan pertama.
In-Text Citation (6+ penulis) Langsung et al. sejak kutipan pertama. Langsung et al. sejak kutipan pertama (aturan sama dengan 3+ penulis).
Reference: “Retrieved from” Wajib untuk sumber online (selain DB/DOI). Dihilangkan, cukup URL, kecuali perlu tanggal akses.
Reference: DOI Format doi:xx.xxxx/xxxxxx https://doi.org/xx.xxxx/xxxxxx (sebagai URL).
Reference: Publisher Location Wajib disertakan (Kota, Negara/State). Dihilangkan.
Reference: Jumlah Penulis di Daftar Cantumkan 6 penulis pertama + … + penulis terakhir (untuk 7+). Cantumkan hingga 20 penulis + … + penulis terakhir (untuk 21+).
Reference: Format e-book Wajib mencantumkan format [Kindle version]. Dihilangkan, kecuali relevan (mis. Audiobook).
Bias-Free Language Panduan dasar. Panduan lebih ekstensif dan mendalam.
Sumber Online Baru Panduan terbatas. Panduan lebih lengkap (podcast, medsos, YouTube, dll.).

Kesimpulan

Memahami perbedaan antara APA Style Edisi 6 dan Edisi 7 itu krusial buat kamu yang serius di dunia akademis. Edisi 7 membawa banyak penyegaran untuk menyesuaikan diri dengan cara kita mengakses dan menyebarkan informasi di era digital, sekaligus meningkatkan fokus pada penggunaan bahasa yang inklusif. Meskipun perubahannya detail dan butuh waktu untuk terbiasa, panduan yang lebih jelas untuk sumber online dan penyederhanaan aturan kutipan dalam teks sebenarnya bikin APA 7 lebih relevan dan sedikit lebih mudah diterapkan di beberapa area. Selalu pastikan edisi mana yang diminta oleh dosen atau penerbitmu ya, dan jangan ragu menggunakan tool bantu untuk mempermudah proses transisi.

Nah, gimana nih pengalaman kamu pakai APA Style? Ada perbedaan lain yang menurut kamu penting banget tapi belum dibahas? Atau mungkin ada kesulitan saat transisi dari Edisi 6 ke 7? Yuk, share di kolom komentar!

Posting Komentar