Yves Saint Laurent vs Saint Laurent: Apa Bedanya? Kupas Tuntas di Sini!

Table of Contents

Banyak banget nih yang masih bingung soal perbedaan Yves Saint Laurent dan Saint Laurent. Padahal kalau kamu fashion enthusiast atau suka belanja barang branded, pasti sering banget denger dua nama ini. Nah, biar nggak salah kaprah lagi dan makin paham dunia high fashion, yuk kita bahas tuntas perbedaannya!

Sejarah Singkat: Dari Yves Saint Laurent Sampai Saint Laurent

Yves Saint Laurent logo
Image just for illustration

Buat yang belum tau, Yves Saint Laurent itu awalnya adalah nama lengkap seorang fashion designer legendaris asal Prancis. Nama lengkapnya Yves Henri Donat Mathieu-Saint-Laurent. Panjang ya? Makanya lebih dikenal dengan Yves Saint Laurent atau disingkat YSL.

  • Yves Saint Laurent (Sang Desainer): Lahir di Oran, Algeria (dulu masih jajahan Prancis) pada tahun 1936. Udah tertarik sama dunia mode sejak kecil dan pindah ke Paris buat belajar di Chambre Syndicale de la Haute Couture. Bakatnya luar biasa, sampai akhirnya kerja di Christian Dior di usia muda banget!

  • Mendirikan Brand YSL: Setelah Dior meninggal dunia, Yves Saint Laurent sempat jadi creative director Dior. Tapi nggak lama, dia keluar dan mendirikan brand-nya sendiri pada tahun 1961, dengan nama Yves Saint Laurent. Partner bisnisnya, Pierre Bergé, ikut andil besar dalam kesuksesan brand ini.

  • Era Keemasan YSL: Di bawah kepemimpinan Yves Saint Laurent, brand ini langsung melejit. Dia dikenal berani mendobrak batasan fashion tradisional. Bayangin aja, di era itu dia udah berani ngeluarin le smoking (setelan tuxedo buat perempuan) yang super ikonik dan revolusioner! Selain itu, ada juga trench coat, saharienne jacket, dan Mondrian dress yang semuanya jadi fashion items abadi.

Yves Saint Laurent Le Smoking
Image just for illustration

  • Rive Gauche dan Prêt-à-Porter: Yves Saint Laurent juga berjasa banget dalam mendemokratisasi fashion. Dulu kan haute couture itu eksklusif banget, cuma buat kalangan atas. Nah, YSL ngeluarin lini prêt-à-porter (siap pakai) dengan nama Yves Saint Laurent Rive Gauche di tahun 1966. Ini jadi gebrakan besar dan bikin fashion YSL lebih accessible buat banyak orang.

Lalu, Kok Jadi Saint Laurent Doang?

Saint Laurent Logo
Image just for illustration

Nah, di sinilah banyak yang mulai bingung. Jadi gini, brand Yves Saint Laurent itu terus berkembang dan jadi salah satu luxury house paling bergengsi di dunia. Yves Saint Laurent sendiri pensiun dari dunia mode di tahun 2002, dan meninggal dunia tahun 2008.

  • Pergantian Creative Director: Setelah Yves Saint Laurent pensiun, ada beberapa designer yang gantiin posisinya sebagai creative director. Ada Tom Ford yang bawa sentuhan sexy dan glamor, lalu Stefano Pilati dengan gaya yang lebih elegan dan sophisticated.

  • Hedi Slimane dan Rebranding Kontroversial: Puncaknya di tahun 2012, Hedi Slimane ditunjuk jadi creative director. Keputusan yang diambil Slimane ini bikin geger dunia fashion. Dia memutuskan untuk menghilangkan kata “Yves” dari nama brand, dan mengubahnya jadi “Saint Laurent Paris”. Logo YSL yang ikonik juga diubah jadi lebih simple dan modern.

Hedi Slimane Saint Laurent
Image just for illustration

  • Alasan Rebranding: Kenapa sih kok nama brand seikonik itu diubah? Alasan resminya adalah untuk mengembalikan brand ke akarnya, ke semangat awal Yves Saint Laurent saat mendirikan rumah modenya di tahun 1961. Slimane ingin fokus pada youth culture, music scene, dan gaya rock ‘n’ roll yang lebih edgy dan rebellious. Selain itu, rebranding ini juga dianggap sebagai langkah untuk memodernisasi brand dan menarik perhatian generasi muda.

  • Kontroversi dan Pro-Kontra: Rebranding ini tentu aja menuai kontroversi. Banyak yang kecewa dan sedih karena nama “Yves Saint Laurent” udah sangat melekat di hati pecinta fashion. Mereka merasa nama “Yves” itu adalah simbol dari warisan dan kejeniusan sang desainer. Tapi di sisi lain, ada juga yang mendukung perubahan ini, menganggapnya sebagai langkah yang berani dan inovatif.

Jadi, Apa Bedanya Yves Saint Laurent dan Saint Laurent Sekarang?

Yves Saint Laurent vs Saint Laurent
Image just for illustration

Oke, sekarang kita bahas perbedaan praktis-nya ya. Secara legal, Yves Saint Laurent dan Saint Laurent itu adalah brand yang sama. Perusahaan induknya tetap sama, yaitu Kering. Jadi, Saint Laurent itu bukan brand baru yang terpisah dari Yves Saint Laurent. Ini lebih tepat disebut sebagai rebranding atau evolusi nama.

Tapi, meskipun brand-nya sama, ada beberapa perbedaan yang perlu kamu tau:

  • Yves Saint Laurent: Nama lengkapnya, dengan logo ikonik YSL yang desainnya interlocking (huruf Y, S, dan L saling bertautan). Logo ini dirancang oleh Adolphe Mouron Cassandre pada tahun 1961 dan jadi salah satu logo fashion paling terkenal di dunia.

  • Saint Laurent: Nama disingkat jadi Saint Laurent Paris, atau sering disebut Saint Laurent aja. Logonya jadi lebih simple, cuma tulisan SAINT LAURENT PARIS dengan font yang modern dan clean. Logo YSL interlocking masih ada, tapi lebih jarang dipakai dan biasanya hanya untuk produk-produk vintage atau koleksi heritage.

2. Gaya Desain dan Estetika

  • Yves Saint Laurent (Era Klasik): Identik dengan gaya klasik, elegan, *sophisticated, dan *glamorous. Inspirasinya dari haute couture Prancis, seni, dan budaya. Warna-warna yang sering dipakai bold dan vibrant. Siluetnya lebih structured dan feminin. Target pasarnya lebih ke perempuan dewasa yang mature dan berkelas.

  • Saint Laurent (Era Modern): Gaya desainnya berubah jadi lebih *edgy, *rock ‘n’ roll, slim, minimalist, dan youthful. Inspirasinya dari *music scene, *street style, dan youth culture. Warna-warna yang dominan lebih neutral dan monokrom. Siluetnya lebih lean dan androgynous. Target pasarnya lebih ke anak muda, fashionista, dan mereka yang suka gaya rebellious dan cool.

3. Creative Director dan Visi Brand

  • Yves Saint Laurent: Dipimpin langsung oleh Yves Saint Laurent sendiri, dengan visi yang sangat personal dan kuat. Setelahnya, creative director lain seperti Tom Ford dan Stefano Pilati punya visi masing-masing, tapi tetap ada benang merah dengan warisan YSL.

  • Saint Laurent: Di bawah Hedi Slimane, visi brand berubah drastis. Slimane punya visi yang sangat kuat dan spesifik, yaitu membawa Saint Laurent ke arah yang lebih youthful dan rock ‘n’ roll. Setelah Slimane keluar, Anthony Vaccarello jadi creative director sampai sekarang. Vaccarello meneruskan gaya edgy Slimane, tapi dengan sentuhan yang lebih sexy dan glamorous.

4. Produk dan Koleksi

  • Yves Saint Laurent: Dulu dikenal dengan *haute couture, *prêt-à-porter, parfum, kosmetik, tas, sepatu, dan aksesoris. Lini *Rive Gauche sangat populer. Koleksi-koleksinya lebih beragam, dari yang klasik sampai yang *avant-garde.

  • Saint Laurent: Fokusnya lebih ke prêt-à-porter, tas, sepatu, aksesoris, dan parfum. Lini haute couture dihilangkan. Koleksi-koleksinya lebih streamlined dan focused pada gaya edgy dan rock ‘n’ roll. Beberapa produk ikonik seperti tas Sac de Jour, sepatu Opyum, dan jaket kulit Perfecto jadi best-seller.

5. Harga dan Positioning

  • Yves Saint Laurent dan Saint Laurent: Secara umum, harga produk Saint Laurent tidak jauh berbeda dengan harga produk Yves Saint Laurent sebelumnya. Keduanya tetap berada di level luxury dan high-end. Mungkin ada sedikit perbedaan harga tergantung jenis produk dan material, tapi secara keseluruhan, posisinya di pasar luxury tetap sama.

Tabel Perbandingan Singkat:

Fitur Yves Saint Laurent (Klasik) Saint Laurent (Modern)
Nama Yves Saint Laurent Saint Laurent Paris
Logo YSL Interlocking SAINT LAURENT PARIS
Gaya Desain Klasik, Elegan, Glamorous Edgy, Rock ‘n’ Roll, Minimalis
Target Pasar Dewasa, Mature, Berkelas Muda, Fashionista, Cool
Creative Director Yves Saint Laurent, dll. Hedi Slimane, Anthony Vaccarello
Produk Utama Haute Couture, Prêt-à-Porter Prêt-à-Porter, Tas, Sepatu
Harga Luxury, High-End Luxury, High-End

Jadi, Pilih Yves Saint Laurent atau Saint Laurent?

Shopping Saint Laurent
Image just for illustration

Sebenarnya, pertanyaan ini kurang tepat. Karena sekali lagi, Yves Saint Laurent dan Saint Laurent itu brand yang sama. Cuma beda nama dan gaya desain di era yang berbeda.

  • Kalau kamu suka gaya klasik, elegan, dan timeless, kamu mungkin lebih cocok dengan era Yves Saint Laurent yang dulu. Kamu bisa cari koleksi vintage atau produk-produk YSL sebelum rebranding tahun 2012. Logo YSL interlocking juga masih banyak ditemukan di produk-produk heritage.

  • Kalau kamu suka gaya edgy, rock ‘n’ roll, modern, dan *youthful, kamu pasti suka dengan *Saint Laurent era sekarang. Koleksi-koleksinya *stylish banget dan cocok buat kamu yang pengen tampil *cool dan fashionable.

Tips:

  • Perhatikan logo: Logo YSL interlocking biasanya menandakan produk dari era Yves Saint Laurent yang klasik. Logo SAINT LAURENT PARIS menandakan produk dari era Saint Laurent yang modern.
  • Cek tag dan label: Biasanya di tag atau label produk tertera nama brand-nya. Kalau masih ada tulisan “Yves Saint Laurent”, berarti produk itu keluaran lama atau koleksi heritage.
  • Lihat gaya desain: Perhatikan gaya desain produknya. Kalau gayanya klasik dan elegan, kemungkinan besar itu terinspirasi dari era Yves Saint Laurent. Kalau gayanya edgy dan rock ‘n’ roll, berarti itu gaya Saint Laurent era sekarang.
  • Jangan ragu bertanya: Kalau kamu masih bingung, jangan ragu bertanya ke sales assistant di butik atau department store. Mereka pasti lebih paham soal produk dan sejarah brand ini.

Intinya, mau Yves Saint Laurent atau Saint Laurent, keduanya tetap brand berkualitas tinggi dengan warisan yang kaya. Pilih aja gaya yang paling sesuai dengan kepribadian dan selera fashion kamu!

Gimana? Udah lebih paham kan sekarang perbedaan Yves Saint Laurent dan Saint Laurent? Jangan bingung lagi ya! Yuk, share pendapat kamu di kolom komentar di bawah ini! Kamu lebih suka gaya Yves Saint Laurent yang klasik atau Saint Laurent yang modern? Atau malah suka keduanya? Let’s discuss!

Posting Komentar