TOEFL ITP vs IBT: Apa Bedanya? Panduan Lengkap Buat Kamu yang Mau Tes!

Table of Contents

TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah tes standar yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris. Ada dua jenis utama tes TOEFL yang sering kita dengar: TOEFL ITP dan TOEFL IBT. Mungkin kamu pernah bingung, apa sih bedanya? Nah, artikel ini akan membahas tuntas perbedaan antara TOEFL ITP dan IBT supaya kamu nggak salah pilih tes yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Apa Itu TOEFL ITP?

TOEFL ITP atau Institutional Testing Program adalah tes TOEFL yang menggunakan soal-soal yang pernah digunakan dalam tes TOEFL paper-based yang sudah tidak lagi digunakan. Tes ini dikelola oleh lembaga atau institusi tertentu yang sudah memiliki lisensi dari ETS (Educational Testing Service), penyelenggara resmi TOEFL. TOEFL ITP ini lebih sering digunakan untuk keperluan internal institusi, seperti persyaratan kelulusan kuliah, penempatan kelas bahasa Inggris, atau persyaratan beasiswa internal.

TOEFL ITP
Image just for illustration

Format Tes TOEFL ITP

Format tes TOEFL ITP cukup sederhana dan mirip dengan format TOEFL paper-based zaman dulu. Tes ini terdiri dari tiga bagian utama:

  1. Listening Comprehension: Bagian ini menguji kemampuan kamu dalam memahami percakapan dan ceramah dalam bahasa Inggris. Biasanya ada sekitar 50 soal pilihan ganda. Kamu akan mendengarkan rekaman audio dan menjawab pertanyaan berdasarkan rekaman tersebut.
  2. Structure and Written Expression: Bagian ini fokus pada pemahaman kamu tentang tata bahasa Inggris dan cara penulisan yang benar. Ada sekitar 40 soal pilihan ganda yang terbagi menjadi dua jenis: structure (melengkapi kalimat) dan written expression (mencari kesalahan dalam kalimat).
  3. Reading Comprehension: Bagian ini menguji kemampuan kamu dalam memahami teks-teks akademik dalam bahasa Inggris. Biasanya ada sekitar 50 soal pilihan ganda yang diambil dari berbagai teks bacaan. Kamu perlu membaca teks dan menjawab pertanyaan terkait isi teks tersebut.

Durasi total tes TOEFL ITP biasanya sekitar 2-2.5 jam, termasuk waktu untuk pengisian data diri dan instruksi. Tes ini sepenuhnya paper-based, jadi semua soal dan jawaban dikerjakan di kertas.

Penilaian TOEFL ITP

Skor TOEFL ITP berkisar antara 310 hingga 677. Setiap bagian tes memiliki rentang skor tertentu, dan skor total adalah hasil penjumlahan skor dari ketiga bagian tersebut yang dikonversi. Skor TOEFL ITP ini tidak memiliki batasan passing grade yang baku, karena standar kelulusan biasanya ditentukan oleh institusi yang menggunakan skor tersebut. Misalnya, sebuah universitas mungkin menetapkan skor minimal TOEFL ITP 500 untuk syarat kelulusan S1.

Penting untuk diingat bahwa skor TOEFL ITP ini tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan skor TOEFL IBT atau tes TOEFL jenis lainnya. Skor ITP hanya berlaku untuk keperluan internal institusi yang menerimanya, dan tidak diakui secara internasional sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris untuk keperluan imigrasi, pendaftaran ke universitas luar negeri, atau aplikasi beasiswa internasional.

Apa Itu TOEFL IBT?

TOEFL IBT atau Internet-Based Test adalah tes TOEFL generasi terbaru yang dilakukan secara online melalui internet. TOEFL IBT dikembangkan oleh ETS sebagai pengganti TOEFL paper-based dan computer-based yang sebelumnya digunakan. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris secara komprehensif dalam konteks akademik dan kehidupan sehari-hari. TOEFL IBT adalah tes TOEFL yang paling umum digunakan dan diakui secara internasional oleh ribuan institusi pendidikan, pemerintah, dan organisasi di seluruh dunia.

TOEFL IBT
Image just for illustration

Format Tes TOEFL IBT

Format tes TOEFL IBT jauh lebih kompleks dan komprehensif dibandingkan TOEFL ITP. Tes ini terdiri dari empat bagian yang menguji empat keterampilan berbahasa:

  1. Reading: Bagian ini menguji kemampuan kamu dalam memahami teks-teks akademik yang setara dengan materi kuliah tingkat universitas. Ada 3-4 teks bacaan dengan total sekitar 30-40 pertanyaan pilihan ganda. Jenis soalnya beragam, termasuk pemahaman isi teks, kosakata, tujuan penulis, dan inferensi.
  2. Listening: Bagian ini menguji kemampuan kamu dalam memahami percakapan dan ceramah dalam konteks akademik. Ada 3-4 ceramah dan 2-3 percakapan, dengan total sekitar 28-39 pertanyaan pilihan ganda. Kamu akan mendengarkan rekaman audio dan menjawab pertanyaan berdasarkan rekaman tersebut.
  3. Speaking: Bagian ini menguji kemampuan kamu dalam berbicara bahasa Inggris secara lisan. Ada 4 tugas berbicara yang terdiri dari independent tasks (berdasarkan pengalaman pribadi) dan integrated tasks (berdasarkan materi bacaan atau rekaman audio). Jawaban kamu akan direkam dan dinilai oleh rater ETS.
  4. Writing: Bagian ini menguji kemampuan kamu dalam menulis bahasa Inggris secara tertulis. Ada 2 tugas menulis: integrated writing task (meringkas dan membandingkan informasi dari bacaan dan rekaman audio) dan independent writing task (menulis esai opini). Tulisan kamu akan dinilai berdasarkan tata bahasa, kosakata, organisasi, dan pengembangan ide.

Durasi total tes TOEFL IBT biasanya sekitar 3 jam, belum termasuk waktu untuk registrasi dan instruksi. Tes ini dilakukan sepenuhnya di komputer dan membutuhkan koneksi internet yang stabil.

Penilaian TOEFL IBT

Skor TOEFL IBT berkisar antara 0 hingga 120. Setiap bagian tes (Reading, Listening, Speaking, Writing) memiliki rentang skor 0-30. Skor total adalah hasil penjumlahan skor dari keempat bagian tersebut. Skor TOEFL IBT memiliki validitas selama 2 tahun sejak tanggal tes.

Berbeda dengan TOEFL ITP, TOEFL IBT memiliki standar penilaian yang lebih ketat dan terukur secara internasional. Skor TOEFL IBT diakui secara luas oleh universitas-universitas top di dunia, lembaga pemerintah, dan organisasi internasional sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris yang valid. Banyak universitas luar negeri menetapkan skor minimal TOEFL IBT tertentu sebagai syarat pendaftaran program studi atau beasiswa.

Perbedaan Utama TOEFL ITP dan IBT dalam Tabel

Supaya lebih mudah memahami perbedaannya, berikut tabel perbandingan antara TOEFL ITP dan IBT:

Fitur TOEFL ITP TOEFL IBT
Format Tes Paper-based Computer-based (Internet)
Bagian Tes 3 Bagian: Listening, Structure, Reading 4 Bagian: Reading, Listening, Speaking, Writing
Keterampilan Diuji Pasif (Membaca & Mendengar), Tata Bahasa Komprehensif (4 Keterampilan Berbahasa)
Skor 310-677 0-120
Pengakuan Internal Institusi, Terbatas Internasional, Luas
Tujuan Penggunaan Persyaratan Internal, Penempatan Kelas Pendaftaran Universitas Luar Negeri, Beasiswa, Imigrasi
Biaya Lebih Murah Lebih Mahal
Tingkat Kesulitan Relatif Lebih Mudah Lebih Sulit dan Komprehensif

Kapan Harus Memilih TOEFL ITP?

TOEFL ITP bisa menjadi pilihan yang tepat dalam beberapa situasi:

  • Untuk persyaratan internal institusi pendidikan atau perusahaan. Jika kamu hanya membutuhkan sertifikat TOEFL untuk memenuhi syarat kelulusan kuliah di kampus lokal, persyaratan kenaikan jabatan di kantor, atau penempatan kelas bahasa Inggris, TOEFL ITP biasanya sudah cukup memadai.
  • Untuk latihan dan persiapan sebelum mengambil TOEFL IBT. TOEFL ITP bisa menjadi langkah awal untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris kamu dan membiasakan diri dengan format tes TOEFL sebelum mengambil TOEFL IBT yang lebih sulit.
  • Jika budget terbatas. Biaya tes TOEFL ITP biasanya jauh lebih murah dibandingkan TOEFL IBT. Jika dana menjadi pertimbangan utama, TOEFL ITP bisa menjadi alternatif yang lebih terjangkau.
  • Jika tidak membutuhkan pengakuan internasional. Jika tujuan kamu mengambil tes TOEFL bukan untuk studi atau bekerja di luar negeri, atau tidak membutuhkan sertifikat yang diakui secara global, TOEFL ITP bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.

Kapan Harus Memilih TOEFL IBT?

TOEFL IBT adalah pilihan yang lebih tepat jika:

  • Untuk mendaftar ke universitas luar negeri. Hampir semua universitas di luar negeri, terutama universitas top, mensyaratkan skor TOEFL IBT sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris bagi calon mahasiswa internasional.
  • Untuk melamar beasiswa internasional. Banyak program beasiswa internasional, seperti Fulbright, Chevening, atau LPDP, mensyaratkan skor TOEFL IBT sebagai salah satu dokumen persyaratan.
  • Untuk keperluan imigrasi ke negara berbahasa Inggris. Beberapa negara, seperti Kanada dan Australia, menggunakan skor TOEFL IBT sebagai salah satu syarat imigrasi.
  • Untuk meningkatkan nilai jual diri di pasar kerja global. Sertifikat TOEFL IBT yang diakui secara internasional bisa menjadi nilai tambah yang signifikan dalam CV kamu, terutama jika kamu melamar pekerjaan di perusahaan multinasional atau ingin bekerja di luar negeri.
  • Jika ingin mengukur kemampuan bahasa Inggris secara komprehensif. TOEFL IBT menguji empat keterampilan berbahasa secara lengkap, sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kemampuan bahasa Inggris kamu secara keseluruhan.

Tips Mempersiapkan Diri untuk Tes TOEFL

Baik TOEFL ITP maupun IBT, persiapan yang matang adalah kunci untuk mendapatkan skor yang memuaskan. Berikut beberapa tips persiapan yang bisa kamu lakukan:

  1. Kenali format tes. Pelajari baik-baik format tes TOEFL yang akan kamu ambil, baik ITP maupun IBT. Pahami jenis soal, durasi tes, dan sistem penilaiannya.
  2. Latihan soal secara rutin. Kerjakan latihan soal TOEFL sebanyak mungkin. Banyak sumber latihan soal TOEFL yang tersedia online maupun offline, termasuk buku-buku persiapan TOEFL dan situs web latihan soal.
  3. Fokus pada kelemahan. Identifikasi bagian tes yang paling sulit bagi kamu, dan fokuskan latihan pada bagian tersebut. Misalnya, jika kamu lemah di listening, perbanyak latihan soal listening dan dengarkan materi audio berbahasa Inggris secara rutin.
  4. Perbaiki tata bahasa dan kosakata. Kuasai tata bahasa Inggris yang baik dan perbanyak kosakata. Baca buku, artikel, dan berita dalam bahasa Inggris untuk memperkaya kosakata kamu.
  5. Latihan berbicara dan menulis (khusus IBT). Untuk TOEFL IBT, latihan berbicara dan menulis sangat penting. Latih kemampuan berbicara dengan teman atau tutor bahasa Inggris, dan latih kemampuan menulis dengan membuat esai dan meminta umpan balik dari orang lain.
  6. Manfaatkan sumber daya online. Banyak sumber daya online yang bisa membantu persiapan TOEFL kamu, seperti aplikasi latihan soal, video pembelajaran, dan forum diskusi TOEFL.
  7. Ikuti kursus persiapan TOEFL (jika perlu). Jika kamu merasa kesulitan belajar sendiri, mengikuti kursus persiapan TOEFL bisa menjadi pilihan yang baik. Kursus ini biasanya memberikan materi yang terstruktur, latihan soal, dan bimbingan dari instruktur yang berpengalaman.
  8. Simulasi tes. Sebelum hari tes, lakukan simulasi tes TOEFL lengkap untuk membiasakan diri dengan suasana tes dan mengelola waktu dengan baik.

Kesimpulan

Memilih antara TOEFL ITP dan IBT tergantung pada kebutuhan dan tujuanmu. Jika kamu hanya memerlukan sertifikat TOEFL untuk keperluan internal atau latihan, TOEFL ITP bisa menjadi pilihan yang lebih ekonomis dan praktis. Namun, jika kamu ingin mendaftar ke universitas luar negeri, melamar beasiswa internasional, atau memerlukan sertifikat yang diakui secara global, TOEFL IBT adalah pilihan yang lebih tepat dan kredibel. Apapun pilihanmu, persiapkan diri dengan baik dan raih skor TOEFL impianmu!

Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu kamu memahami perbedaan antara TOEFL ITP dan IBT. Jika kamu punya pertanyaan atau pengalaman terkait tes TOEFL, jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar di bawah ini ya!

Posting Komentar